
Setelah hari berganti pagi si nenek berserta rombongan tani nya kembali balik ke tempat ladang yang kemarin, dan sinenek para rombongan taninya memulai aktifitas nya untuk bercocok tanam kembali.
pagi itu sangatlah cerah dan lmgitpun teihat tidak berawan, semua petanipun dengat membantu nenek untu kercocok tanam, semua ara petani menikmati hal itu dengan bencengkrama sambil menanam bibit.
sebagian bibit yang ditanam kemaren sudah pada tumbuh semua. padahal baru sehari ditanam dan belum dikasih pupuk, tetapi semuanya sudah bertunas.
betapa senang nya para petani lain melihat ladang si nenek sangatlah subur dan hidup semua.
sinenek tidak lupa juga membawakan sarapan pagi dan makan siang untuk semua perani yang sudah membantunya bervocok tanam di tanah tersebut.
lokasi tempat nya memang jauh dari tempat tinggal si nenek, namun di jaman itu memakai sebuah truk untuk taransportsi untuk para petani menuju kemana saja, yang di bayarkan ongkos sekitar 200 perak saja perorang.
setelah masuk jam 11.15 wib sudah terdengar suara adzan yang cukup dekat, namun yang diherankan petani padahal didekat hutan ini sangatlah jauh dari masjid, jika terdengar suara adzan pasti bunyi suaran nya kedengaran sangat jauh.
tetapi saat ini yang terdengar asal suaranya bersebelahan dengan ladang tempat para petani bekerja.
seketika semua petani berhenti bekerja dan juga melihat jam ya dibawanya namun jam masih menunjukan pukul 11.15 wib. biasanya adzan zuhur itu sekitar jam 12.30 wib.
namun petani tetap berfikiran positif dan menghargai suara adzan tersebut, setelah adzan selesai petani pun melanjutkan bercocok tanam kembali.
tak terasa hari sudah menujukan sekitar jam 17.45 wib karena sibuk bercocok tanam para petani tidak menyadari sudah menjukan waktu magrib.
disanapun juga didirikan oleh nenek subua gubuk yan berguna untuk beristirahat, dan gubuk itu itu cukup menapung sekitar 15 orang.
saat jm sudah menunjukan sekitar jam 18.15 wib para petanipun bersiap siap untuk meninggalkan ladang tersebut lantaran jika menaiki truk harus berjalan menuju ke jalan raya dulu.
jarak jalan raya dengan dengan ladang si nenek sekitar 1 km an, dan sebelum masuk waktu magrib para petani sudah menaiki truk yang ditumpanginya.
desa dulu dengan desa sekarang sangatlah berbeda jauh di karenakan semua orang belum memilik kendaraan sendiri. jikalah memiliki kendaraan itu hanyalah orang dari keturunan yang berada.
namun tak disangka sinenekbdan dan petani lain terkurung di lokasi tersebut dikarenk hujan yang mendadak turun lebat, lantas berjalan untuk menuju keluar dari ladang tersebut susah di lewati dikarenakan jaln yang licin dan berlumpur.
nenek beserta rombongan sepakat berteduh dulu dikarenakan hujan yang begitu lebat takut terjadi apa apa pada rombongan tersebut.
sudah satu jam berlalu hujan tak kunjung reda suasana semakin mencekam tanpa ada penerangan sedikitpun.
tidak lama berteduh seketika desa mati itu terlihat terang dan ramai, seerti orang beraktivitas layaknya seperti kampung yang ditempati masyarakat para umumnya.
__ADS_1
ada yang berjualan dan ada yang sambil ketawa ketawa dan ada yang terduduk lesu dan lemas, ada anak nk berlarian dan ada orang sedang melakukan acara pernikahan.
semuanya terlihat ramai sekali dan hidup, didesa mati itupun memperlihatkan tragedi saad awal kejadian, semuanya di perlakukan secara kejam dan biadap oleh tentara jepan tersebut.
bukan nenek saja yang melihat melainkan semua rombongan nenek juga terdiam melihat suasana itu berubah seketika menjadi saat dilihatnya.
semua rimbongan nenek tidk ada yang bersuara sedikitpun dan hanya terpaku melihat kejadian itu.
kakekpun dirumah sudah mulai gelisah lantaran sinenek tak kunjug balik, dan kakek beserta para warga ada disekitar rumah bersepakat untuk pergi ke ladang nenek tersebut.
karena hari sudah menunjukan jam 22.15 wib
padahal ditempat sikakek tidak ada hujan sedikitpun melainkan langit yang cerah diterangi oleh bulan yang begitu indah.
dan akhirnya para warga dan beserta pemuda berangkat menbantu dan mengevakusi si nenek di dekat desa mati tersebut.
setelah sampai diloksi hujan sangantlah deran dan semua warga yang dibawa sikakek bergegas berjalan kaki menuju ladang sinenek tersebut.
setelah sampai di gerbang susana sama seerti yang dilihat oleh nenek dan para rombongan, begitupun sikakek dan para warga juga meihat susan didesa mati itupun sangatlah ramai dan banyak orang berartivitas.
semua rombongan pun sudah terlihat pucat dan kedinginan semua warga yang di bawa si kakek melalukan evakuasi dan juga jaz hujan yang sudah disiaapkan nya.
termasuk si nenek yng mendadak mengalami panas tinggi begitupun para rombongan yang bersama dengan nenek.
nenekk yang tak peranah menggigau dan tak berjalan saat tidur itu terjadi pada nenek, yang dirasakan nenek saat itu dirinya hanyalah terbangun dari tidur dan melihat teman teman nya yang ramai menunghu si nenek untuk bercocok tanam.
lantas nenek terbangun dan inging memhampiri para teman teman nya tesebut, dalam mata yang tertutup itu si nenek berjalan dan tau dimana letak kunci yang harus membuka pintu.
si kakek terbangun dan melihat geragerik si nenek berjalan yang membuka pintu lantas si kakek langsung menghentikan si nenek, padahal mata si nenek masih tertutup.
dan kakek langsung mengangkat si nenek yng masih tertidur kembali ke dalam kamar pada malam itu, namun saat di bangunkan si nenek tak kinjung bangun dan di dalam tertidur si nenek mengginggau dan mengatakan " saya ikut" 3x .
dalam pikiran sikakek ntah apa yang dimpikan sinenek, malam itu terasa aneh kata si kakek, biasanya tidak ada anjing mengonggong, akan tetapi kucing ribut dan anjingpun menggonggong sangat panjang.
sikakek langsung menjalankan sholat tahajud di jam 02.30 wib malam, suasana nya di karuan dan si kakek langsung membaca kitam alqur an.
seketika suasana tenang dan rumah terasa kembali seperti biasa hingga menjelang subuh, pagipun tiba pas di badan si nenek takunjung turun dan di bawa berobat di payalanan masyarakat yang terdekat.
__ADS_1
sehabis berobat nenek langsung tidur lagi dan beristirahat kembali, namun nenek tidak bisa mengurus ladangnya lagi lantaran dirinya yang tengah sakit.
sikakek pun tidak berani kesana dengan sendiriang, jika si kakek mengajak para warga yang lain untuk mengurus ladang sinenekpun parawarga sudah tak mau lagii.
dan ada juga yang mengabarkan ke pada si kakek semua rombongan nenek kemaren terjatuh sakit semuanya lantaran badan yang panas dan tak turun dari semalam.
sikakekpun gimna cara harus menjenguk semua rombongan nenek lantas sinenek juga tengah panans tinggi dan tak bisa di tingglkan.
para keluarga rombongan memwajari saja dan tidak menjadikan itu permasalaha. namun si kakekpun kebingungan gimana cara membantu si nenek lantas dirinya sendirian dan anak anak nya masih kecil pada kala itu.
si kakek terus berpikir sudah 2 hari sakit nenek pulih kembali, lantas sikakek rajin beribadah dan selalu membaca ayat suci alqur an.
si kakekpun. terlihat sangat tenang melihat kondisi nenek yang juga sudah jauh membaik, dan kakek pun juga bisa menjenguk para rombongan nenek yang pergi saat itu.
alhamdulilah semuanya sudah membaik dan membuat si kakek menjadi tenang, sesamai dirumah si kakek menyakan kejadian kemaren kepada si nenek. dan nenek menceritakan semuanya.
ternyata si nenek dan rombongan sempat di ajak masuk ke gerbang tersebut dan mengahadiri acara pernikahan ghaib tersebut sempat makan makanan yang sudah dihidangkan. namun orang disana tidak ada ke aneh an .
saat tengah makan baru satu suap datang seorang berjubah dan seerti kiai memakai sorban dan gamis putih mengusir para rombongan nenek tersebut untuk keluar dari acara pernikahan tersebut.
dan mengusir para rombonga nenek itu sampai keluar dari gerbang, disaat sudah keluar dari gerbang para rombongan kakek pun datang. itulah yang di ceritakan si nenek saaat kejadian tersebut.
dan sikakek dapat panggilan dari seorang warga bahwanya bibit yang ditumbukan nya kemaren sudah masuk waktu panen , kakekpun kaget dn terkejut biasanya masuk waktu panen kurang lebih 3 bulan. ini baru 3 hari sudah panen saja.
si kakek dan warga langsung menuju ke lokasi tersebut dan di iringi oleh orang pintar. ternyata benar yang dibilang salah satu warga kemaren.
semua wargapun mempersiapkan untuk memanen ladang si nenek. disisi lain bahagia disisi lain malah hati bertanya tanya kenapa bisa seerti ini.
namun semua orang berkeinginan untuk mencari tanah kosong disana dan banyak juga yang ingin membeli tanah si nenek dengan harga yang fantstis.
sikakek berkomunikasi dengan si nenek untuk menjual tanah tersebut, karena dengan ke aneh an di luar logika kakek tidak mau terjadi hal yang tak di inginkan.
yang terpenting kita semua selamat dan tidak kenapa kenapa, kakek lalu menjual lahan tersebut, karena semua orang berebut dengan harga fantastiss.
ladang tersebut terjual 10x lipat dari harga yang dibelinya di awal, karena tanah itu kakek dan nenenk bisa membeli rumah mewah dan tanah yang lain.
sampai saat ini diperkirakan uang yang di miliki kakek sangat lah fantastis.
__ADS_1
dari uang jual tanah tersebut si kakek bisa menikamti uang tersebut sampai saat ini dan harta nya dibagikan ke anak cucunya juga belum habis habis. begitulah dermawan nya si kakek pada saaat tragedi itu.
NeXT