KOST BERHANTU I

KOST BERHANTU I
GUNUNG TALANG MENYIMPAN CERITA


__ADS_3

Gunung talang adalah gunung terendah dikalangan pendaki di daerah sumatera barat, gunung adalah pilihan utama para pendaki pemula.


Gunung terkenal dengan hal mistisnya selain tempatnya yang indah, gunung talang juga memiliki alam lain yaitu kampung bunyian, yang disebut sosok manusia kerdil.


Gunung talang juga terhubung dengan bukit barisan yaitu hutan lindung yang dijaga oleh pemerintah. yang alam nya masih asri dan terlindungi


Sebagian besar para pendaki gunung talang banyak yang mengambil trek malam. karena mendaki di saat malam itu terasa memicu adrenalin para pendaki.


Episode 2


Tetapi para pendaki tetap juga harus berhati hati, karena jalur trek malam itu sangat membahayakan. karena sewaktu waktu bisa saja diserang oleh binatang buas, terutama babi hutan


Banyak kalangan pendaki yang yang diikuti oleh sosok yang tidak tampak saat pendakian malam. ada yang melihat sosok gubuk tua (padahal itu cuma pohon besar).


Dan ada juga memiliki langkah kaki yang itu bukan rombongan tersebut, gunung talang juga tempat para hantu bunyian bertempat tinggal dan beranak pinak.


Gunung talang jarang dipublis oleh masyarakat diluar pulau SUMBAR tetapi gunung sangatlah ternama di Daerah Sumbar,namun para pendaki tidak menghiraukannya.


Pantang digung talang tidak boleh memanggil nama sesama pendaki, panggilan wanita akrab di panggil "ibuk" dan bagi kaum laki-laki akrab dipanggil "pak" .


Pada saat saya mendaki bayak hal mistis yang saya temui, yaitu gubuk tua yg saya cerita di atas, gubuk tua tersebut saya lihat dari kejauh an seperti gubuk tinggal yang diterangi oleh pencahaya an lampu.


Episode 3


Akan tetapi setelah didekati hanyalah sebuah batang pohon besar, dan saya menemui itu sebanyak dua kali, untung saja tetap fokus.


Selain saya teman rombongan saya yang bernama ijoy juga mersakan hal yang sama. dan dia juga mendengarkan orang mengikuti rombongan kita. padahal di belakangnya tidak ada siapa siapa.


Kalau tidak salah kami mendaki jum at malam karena kami hanya seora pendaki pemula yang tidak kenal dengan alam, tetapi salah satu teman sayaa yg bernama uli ke injak sebuah ranting kayu dan membuat kakinya terkilir. dan kami harus memapah nya sampai ke atas.


Singkat cerita sampailah kami dihutan mati. dan disanalah kami merinding dengan tempat tersembut. tempat nya sunyi dan tidak ada pendaki lainpun selain kami.


Episode 4


Rombongan kami melihat seorang anak kecil seumuran 5 tahun yang mengintip dari balik pohon yang mati itu, lalu saya mengejarnya sampai kejurang.


Namun anak kecil itu tidak terkejar oleh saya saya lihat jam tangan sudah menjukan jam 1.20 wib dinihari. lalu saya balik kerombongan, dan rasa penasaran itu selalu mengikuti saya.


Tidak lama setelah itu kami melanjutkan sampai ke tempat kami mendirikan tenda, dan saya terus beristirahat seteh tenda didirikan oleh teman. namun ditengah peristirahatn saya, saya merasa ada yang memanggil saya.


Episode 5


Dan saya keluar dari tenda saya langsung mencari sosok tersebut. sampailah saya ketempat hujan mati yang saya ceritakan tadi, namun yg anehnya saya menemukan anak kecil itu kembali.


terduduk sampil memegang bunga adelwis yang pikir bunga adelwis tidak ada disekitar gunung talang tersebut, saya pun terdiam melihat perawakan anak kecil tersebut.


wajahnya terlihat pucat dan seperti orang kelelahan, yang masih berpikir positih bahwasanya itu bukan setan, dan saya mah membalas senyuman manis kepada dia.


tetapi anak itu menangis. dan airmatanya itu seperti darah pada saat itu saya tidak membawa senter atau penerangan. hanya diterangi oleh cahaya bulan.


Tanpa pikir panjang saya langsung berlari ditengah kegelapan kembali ketenda, dan saya tidak menceritakan itu kepada teman teman saya, karena aturan rombongan apapun yang dilihat tidak boleh diceritakan digunung.


Saat saya tiba temann saya lagi panik, lalu saya bertanya "kenapa kalian semua?


ternyata ada teman kami yang bernama gugun mengambil air belum juga balik balik dari satujam yang lalu!


Ternyata dia tersesat saat mengambil air, dia mengatakan bahwasanya dirinya mampir singgah di suatu pendesaan yang terlihat sepri jaman dulu.


dia melihat seprti orang lagi berjualan seperi dipasar dan dia kebingungan berada dikeramaian itu, dia lupa dengan tujuan awalnya yang ingin mengambil air untuk minum.


lalu ia teringat bahwanya dia berada saat ini bukan ditempat yang benar, tetapi melainkan kampung bunyian, lalu ia ingin bertanya meminta pentunjuk kepada salah satu penjual.


Tetapi penjual itu hanya diam saja dengan tatapan tajam. ia kebingungan harus bagaimana lagi, dan ia langsung teringat untuk adzan didalama hatinya.


Seketika kampung pasar setan itu langsung menghilang, dan dia langsung tersadar dia saat itu berada dihutan mati, padahal dia tidak ada berjalan melewati hutan mati itu.


Namun ia langsung berlari ke camp, dan dia langsung terdiam, tidak lama masuklah adzan subuh. dan semua teman teman sudah tegang memikirkan ke adaan teman saya tersebut.


Tujuan kami kegunung hanya menanti gerhana matahari. kalau itu para pendakit cukup ramai, tetapi kenapa masih ada juga hal hal yang tidak inginkan itu menimpa rombongan kami.


Waktu terus berlalu, setelah pagi hari kami menyaksikan indahnya gerhana matahari. kami menambah 1 malam lagi di atas gunung, para pendaki lainpun sudah mulai sepi. tingalah beberapa pendaki saja yang menetap digung.

__ADS_1


Malam keduapun tiba, dan kami mulai menghilangkan ketegangan di malam itu, kami lebih banya cerita dan menikmati malam itu.


Oh iya saya lupa menceritakan total rombongan saya lebih kurang ada 11 orang. 3 diantaranya wanita dan wanita itu ada yang lagi aids disebut datang bulan.


Tidak lama bercerita dan ketawa ia mengalami kesurupan, dan kamipun kebingungan, apalagi selebihan besar kita pemula semua.


Teriakannya sampai terdengar ke para rombongan pendaki lain yang masih stay di didekat tenda kami, tetapi hal itu membuat kami panik semua.


Kesurupan nya itu membuat kami semua panik karena dia kesurupan berlari ke arah hutan mati, kami pun kebingungan karena jalan menuju hutan mati bisa terbilang adalah jalan yang menurun tajam dan banyak bebatuan.


Dan karena dindengar oleh pendaki lain kamipun dibantu karena kamipun tidak berpengalaman dengan hal seperti itu, lalu teman saya yang kesurupan itu mengatan "KALIAN HARUS TURUN DIMALAM INI"


Sontok kami kaget dan panik, gimana ceritanya turun malam ini. lalu pendaki lain itu memberikan tawar menawar pada wanita itu, dan ternyata yang masuk itu adalah nenek.


Singkat cerita teman saya pun sudah sadar tetapi di seperti orang kebingungan dan pandangan nya kosong, tidak seprti sebelumnya ceria hapy dan lucu.


Tetapi kami semua tetap menghiburnya dan kami semua tetap berusa membuat dia teralihkan dengan apa yang dilihatnya, dia mengatakan nenek tersembut memangil dan mengajaknya ke arah jurang.


Sontak kami mengajaknya masuk tenda. tanpa pikir panjang aku langsung mebicarakan itu kepada teman teman yang lain untuk malam ini kita turun saja.


Tetapi apah boleh buat, saya hanya sendiri untuk mempertahankan untuk turun. dan teman teman yang lain masih ingin bermalam di gunung.


Hari sudah menunjukan jam 11 malam tetapi. dan sayapun masih terdiam kebingungan melihat keada an teman saya yang sudah seprti.


Tidak berapa lama menuju jam 12 malam. teman wanita saya itu kembali berteriak hingga semua orang kaget melihat ke ada an nya. sayapun tetap gelisah dengan ke ada an teman saya.


Namun saya selalu berzikir didalam hati gimana caranya saya untuk tetap berusaha membuat teman saya cepat pulih kembali, tetapi apalah daya.


Jam terus berlalu jam menunjukkan 00.45 Yang saya ingin mendaki gunung itu enak dan bahagia seperti di foto foto orang lai, tetapi kenapa malah kayak gini.


Saya terpikir indahnya saya berada dirumah dari pada digunung ini. sontok saya kaget ada sosok kakek kakek menghampiri saya dan hati saya sangat senang dan menaruh harapan.


Harapan saya meminta pertolongan kekakek tersebut untuk menyembuhkan teman saya, lalu saya bersalaman dan mencium tangan kakek tersebut.


Kakek itu langsung membuang ucapan kepada saya bahwasanya saya harus turun dimalam itu, karena kalau tidak turun nyawa teman saya bisa taruhan nya.


Sayapun kaget, bercampur aduk perasan saya lantas apa yang harus saya sampaikan kepada teman yang lain. teman saya wanita itu masih belum pulih kembali.


Saya semakin Panik, gak tau lagi apa yang harus saya lakukan, malam semakin larut teman saya masih juga tertawa, menangis dan terik teriak.


Lalu saya melihat teman wanita saya keluar dari tenda. tanpa didampingi teman teman saya yang lain. padahal diakan tadi kesurupan tetapi malah keluar tenda dan tersenyum kepada saya.


Sontok saya kaget melihatnya, sayapun kebingungan apasih yang terjadi kok semunya pada diam semua.


Hingga saya pun langsung melihat kedalam tenda, ternyata keada an masih sama seperti tadi, lalu yang keluar dan tersenyum tadi siapa, saya pun kebingungan .


kenapa saya merasa ada yang aneh, yang berpikiran gimana cara saya saya untuk membujuk seluruh teman saya untuk turun malam ini.


Menunggu pagipun terasa sangat lama sekali, malampun terasa panjang. keda an sekitar sudah tidak ada orang lagi. ingin menangis hati ini rasanya.


Saya duduk lesu termenung diluar tenda. dan teman yang lain masih sibuk menguruh teman cewek tersebut, hingga sayapun melihat ke ada an sekita.


Semakin lama kok seperti saya berada di sebuah pedesaan tua, dan kami ngecamp ditengah jalan pedesaan tersebut, hingga saya merasa ada yang mengganjil ditengah tengah jalan pedesaan tersebut.


lalu saya merasaa berada duduk di tas jenjang rumah seseorang seperti rumah yang ada jaman dahulu. dan saya berdiri sayapun kebingungan ditengah desa tersebut.


Bagaimana bisa saya berada disini, tidak lama kemudian saya di tawari masuk oleh sipemilik rumah tempat jenjang rumahnya yang saya duduki tadi.


Tetapi saya tidak mau masuk, namun pemilik rumah tersebut terlihat ramah dan dia melontarkan perkantaan bahwasanya saya harus membongkar tenda saya.


Tujuanya bapak tersebut biar tidak menghalangi jalan orang.


Tidak lama setelah sayapun tersadar dan memberitahukn keseluruh teman teman saya, dan akhirnya teman saya mebuka tenda itu kembali.


dan kami memutuskan untuk turun dimalam itu juga, lantas kami audah memersiapkan saat melewati jalu dalam ke ada an trek malam.


teman saya yang kesurupan itu sudah mulai pulih kembali, tetapi dia masih terlihat lemas, kami pun tidak terlalu mempermaslahkan itu, yang terpenting rombongan saya harus sampai di bawah dengan selamat.


banyak rintangan yang dilalui saat trek malam, karena kami dan rombongan mendengarkan ngaum an harimau dan juga bunyi suara binatang yang berupa babi.


kami tetap siap siap dan mengantisipasi serangan tersebut, sehingga tidak ada yang terluka diantara kami semua, bagi yang laki laki menyidiakan parang per orang.

__ADS_1


kami berusaha memecah di keheningan malam, tida ada satupun pendaki yang naik maupun turun, dan kami dan rombongan sebenarnya merasa sangat takut.


karena yang kamipikirkan jangan sampai semua wanita yang ada dirombongan kami terjadi apa apa, kami tetap berusaha dan melindungi wanita tersebut.


baru setengah perjalan kami dan rombongn terasa sangat lapar, kami mengeluargan logis bertujuan berhenti untuk dpa beristirahat sebentar, karena suhu dingin yang membuat kami merasa kelaparan.


karena tugas tubuh untuk me stabilkan suhu di badan kami, maka dari itu tubuh otomatis memperbanyak membakar kalori, sehingga membuat tubuh kami menjadi keroncong.


saya ingin sebenarnya duduk ditepian trek bersama rombongan, akan tetapi ditempat kami berenti itu bukan tempat yang aman untuk kami beristirahat.


rombongan kamipun tetap melanjutkan perjalanan walaupun secara pelan pelan, karena kami memikirkan gimana para wanita tersebut aman.


sesampai di pinggang gunung kami dikejutkan melintas nya sosok babi dihadapan kami, dan kmi langsung mencari tempat untuk menyalamatkan diri masing masing.


nmun saya kepikiran dengan teman yang saya kesurupan tadi, lantas dia tidak bisa bergerak banyak, berjalan pun susah apalagi memanjat pohon.


lantas saya langsung melompat dan memamncing babi tersebut ke arah saya, dan tugas teman saya yang lain untuk menyelamatkan wanita tersebut.


saya dan rombongan akhirny selamat, dan babi itu sudah tidak kelihatan lagi, yang aneh nya, disebelahbkir saya itu jurang dan disebelah kann saya itu tebing.


lantas babi itu berasla dari mana ?


namun bukan itu yang harus kami pikirkan saat ini, yang tujun kmi semua harus turun dengan selamat.


baru beberapa menit berjalan kami melihat sosok harimau yang berjalan dari arah sisi kmi, lantas kami semua tiharap supaya harimau tersebut tidak melihat rombongan kami.


harimau tersebut hnya berdiri dan di tengah trek kami, lantas kami semua ketakutan dan nyawa ini ras melayang, karena kami semua laki laki memegang parang jadi kami bersiap bersiap jika harimau tersebut menyerang slah satu dari kami.


sudah lama menunggu harimau itu untuk pergi akan tetapi harimau tersebut malah sntai dan berguling ditengah trek tersebut, belum memikir kan teman wanita kami yang tadi kesurupan itu.


mungkin tuhan masih sayang kami, perir pun menyambar keras pada saat itu membuat harimau itu kaget langsung kabur ke arah jurang tersebut, lantas kmiangsung bergegas untuk cepat cepat turun.


dan k tersadar kalau petir menyambar berarti hari mau hujan, kami mempersiap kan jas hujan dan langsung memakaikan nya kebadan kami masing masing.


tidk lama hujan ditengah malam sangat lah lebat sekali, saya bearta rombongan mencari tepat yang aman sehingga para rombongan saya tidak kenapa kenapa.


bujan pun sngatlah derat takunjung berhenti, yang kami pikirkan gimana kami dan rombongan melewati trek tersebut, lantas trek tersebut di aliri oleh debit air hujan yang begitu deras.


hati semkin risau dan rusuh kenapa malangnya para rombongan kami saat menanjak saat ini, yang saya pikirkan impian saya dengan rombongan hancur berantakan .


yang dinginkan bahagia, tetapi malah kesengsaraaan saat mendaki, malah tidk ada siapa siapa pula lagi.


cuma hanya ada para rombangan kami saja, di balik berteduh disuatu pepohong kami mendengarkan seerti ada ketawa tidk jauh dari rombongan kami, namun kami semua tidak menghiraukan hal itu.


karena yang terpenting gimana cara badan kami bisa hangat dan dan selamat, hujan tak kunjung berenti semua suara binatang terdengar oleh kami, kalau masalah yang lain gak papa, tetapi kami takutkan itu ialah harimau dan babi.


karena hnya binatang itulah yang sangat ditakuti para semua pendaki, sudh banyak yang jadi korban oleh binatang itu, terutama babi, babi merupakan binatang yang tidak memakan daging.


tetapi termasuk binatang yang selalu menyerang manusia, ia suka menyerodok manusia sambila berlari, taring nya yang tajam itu membuat manusia terluka dan kehilangan nya.


begitupun harimau, harimau binatang yang suka memakan daging, kehadiran nya itu bis membuat manusia langsung kehilangan nyawa.


yang kmi hidari hanya dua itu, akan tetapi ditengah hutan yang rimbun, kami semua sling berbisik saat berbicara, karena kami tidk mau keberadan rombongan kmi didengar oleh babi hutan dan harimau.


lampu senterpun kami matikan, kmi berlindung di tempat yang ada semak semk dan 1 batang pohon yang terlihat aman.


menurut logika kami, kalau kami tenng dan tidak bersuara lantas keberadaan rombongan kami sulit tet


rdeteksi oleh binatang buas.


namun kami tidak mau mati dalm keadaan konyol dihutan tersebut, dan hujan tinggalah gerimis, kami turun berselancar saja di jalur trek.


lantaran karena hujan jalurpun sangan banyak tanah yang dilunak dan susah di injak, dan kami bersel jar ditengah malam.


semsampai ditempat yang datar kami berlari kecil kecil saja sehingga bisa cepat turun dari gunung, harapan saya sudah rindu dengan kasur dirumah.


hati saya sudah tak ingin lagi kembali mendaki gunung itu lantas membuat hati dan perasaan saya menjadi lelah.


samapai diposko subuh hari kami langsung melaporkan untuk sudah turun lengkap dan selamat, tanpa istirahat sedikitpun kmi langsung menghidupkan kendaraan dan langsung pulang.


karena sudah terlalu kelehan sekali

__ADS_1


__ADS_2