
Setelah di ceritakan oleh yogi terjadi dimalam itu, kami semua langsung waspada dengan ke ada an kost itu.
Alasan kami tidak bisa pindah dikarenakan harga yang murah dan kami dekan dari rumah sakit tersebut.
Tibalah gilirawan teman saya yang bernama iwan sama seperti sebelumya diapun libur dina sesusai dinas malam dan kami berempat menjalankan dinas malam.
karena iwan sudah tau ke ada an rumah tersebut di mengantisipasi ke ada an rumah itu.
kebetulan dia habis bermain di rumah trman nya yg ada di dekat situ, dia mengatak di seprti terhipnotis, hatinya keras ingin pulang ke kontrakan itu.
Dan di sesampai di kontrakan di sebelumnya sudah mengunci kontrakan itu dengan serapat rapatnya, tetapi kenapa rumah ini terbuka.
diapikir kami semua cabut dinas lalu nyantai dikontrakan, lalu ia masuk dan membaca salam dan ada yang menjawab salaamnya seperti suara perempuan dari dalam rumah.
Dia tidak menyimpan rasa curiga tersebut ia bergegas masuk dan lalu mengambil segelah minum tidak lama dia membuat kopi siap saji.
Setelah itu dia meminum kopi yang sudah dibuatnya sambil memainkan hp di selah selah keheningan.
dia dikagetkan dengan mendadak kipas angin menyala sendiri, sedangkan celokannya masih terlepas, tidak lama setelah itu hatinya mulai gelisah dan gak karuan.
Kebetulan pintu belakan itu ada sebuah dapur yang tidak pernah kami pakai sekalipun pintunya malah terkunci rapat.
Di dapur itu ada sumur tua yang kedelaman nya stinggi badan orang dewasa, tetapi fi mendengar orang lagi mandi sambil bernyanyi ntah apa lagu nya iwan pun juga tidak mendengarkan terlalu jelas,
Lagunya seperti lagu lama gitu.
Iwan pun langsung mengintip diselah selah pintu dan ia kaget melihat sosok nenek yg lagi mandi menggunakan baju adat seperti orang dahulu.
Tetapi iwan masih berpikiran positih sewaktu itu dan dia membalikan badanya langsung menuju kekamar yogi yang itu pintunya tidak terkunci.
Namun iwan seperti mersa ngantuk berat. dan dia tertidur dia kamar yogi dalam sendiria, iwan terbangun sekita jam stengah 2 malam lalu ia merasa haus dan berkeinginan ingin mengambil minum keluar yaitu galon nya tepat berada di ruang tv.
__ADS_1
Yang anehnya saat iwan keluar kamar seperti ada orang lagi tahlilan iwanpun merasa bingung sambil terdiam, yang tahlilah itu sebagian besar bapak bapak sebagian kecil ibuk ibuk.
iwan merasa dirinya bermimpi kenapa bisa ada orang talilan didalam rumah yang kami kontrak ini padahal pemilik yang tidak tinggal disini.
denganpan iwan berjalan keluar dan mengambil minum sembari menundukan kepalanya, iwan masih kebingungan dia merasa di tidak bermimpi kenapa ini seperti mimi.
iwan lanjut ke kamar saya di bagian depan, iwan ke ada an terheran heran dengan ke ada an rumah tersebut rasa takutnya tidak ada sekali.
iwan lalu kembali keluar tujuan nya ingin membaca ayat suci alqur an juga keluar sekaligus segan kalau didalam kamar.
iwan pun kembali dikagetkan lagi, lantaran suasana seketika hening dan tidak ada siapa siapa iwan pun berpikir dia di dalam kamar barusa lebihkurang baru 3 menit saja, kenapa bapak bapak itu sudah tidak ada, lalua bapak abapak itu kemana ?
iwan kembali menikamati suasana yang hening sambil melihat hp dan menunggu matanya kembali mengantuk iwan merasa ada yang aneh tetapi iwan masih belum menyadari dirinya sudah dalam ke ada an terancam.
iwan tersandar dan terbingung dengan dirinya hatinya bertanya tanya, iwan lalu menyalakan sebatang rokok dan ia langsung mengingat kembali sebelum dia ke kontrakan dia darimana awal nya disaanalah iwan tersadar bahwasanya ia ingin menginan di temapat teman nya.
lalu mengapa ia ada disini dan iwan tersadar kenapa ada tahlilan padahal pintu terkunci rapat dan tidak ada satupun orang dirumah ini.
dan iwan berlari tanpa menggunakan sendal dikakinya karena saking takutnya iwan tidak tau mau lari kemana .
padahal gerbang rumah sakit denkat dengan kos kami seharusnya ia bisa berlari kerumah sakit dan bisa bertemu dengan kami tetapi iwan tidak mengarah kerumah sakit. melainkan ke gang sebelah dan kembali kerumah itu lagi.
iwan mengatakan hatinya mau menangis tapi kenapa bisa seperti ini, kesunyian malam membuat iwan seperti orang gila berlari lari ditengah malam.
untung saja ada bapak RT bisa bilang kalau dikampung bapak jorong, bapak tersebut kebetulan baru balik dari luarkota melihat iwan yang seprti itu bapak itu langsung menghampiri iwan memegan tangan iwan.
lalu iaya bertanya kepada kenapa kamu3×? iwan pun seperti orang ketakutan dan histeris, lalu bapak tersebut membacakan ayat suci alqur an, seprtinya bapak tersebut memahami hal itu, iwan terduduk lesu dan disuruh masuk ke rumah bapak Rt iwan masih seperti orang kebingungan dan iya seperti ada yang menutup pikiran nya.
bapak rt tersebut memberi tahu warga untu memanggil kamu yang lagi dinas dan kami langsung ke tkp, iwan tertidur lelap sambil mengggigaw pa rt tersebut membiarkanya beristirahat diruang tamu nya. ke esokan pagi iwan kebangun dan dia kaget berda dirumah pak rt dan dia bergegas pamit ke kost an karena di ingin bertanya apa yang terjadi semalam ia merasa segan.
sesampai kami pulang dinas kami menceritak ke apa iwan berada di rumah pak rt tersebut, dan iwan juga menceritakan kejadian semalam kepada kami.
__ADS_1
Tiba lah giliran si okta, oktapun tidak ada merasakan apapun sampai 1 minggu menuju dinas habisss. okta pun terlihat santai kebetulan pada saat itu saya dan yogi ada dirumah ridual dan iwan dinas siang,
di saat magrib yogi dan okta kebetulan tidur berdua.
dan saya sendirian di kamar depan, tiba yogi berlarian ke kamar saya sambil memegang atau memeluk pinggang saya yang lagi duduk santai.
yogi histeris memintak tolong kepada saya karena si okta keserupan, emangsih si okta a sensitif dengan seperti itu, dan saya mengahmpiri dan membaca salam sekaligus memberi minum kepada yang masuk kebadan si okta.
dengan keberanian saya bertanya "kenapa kamu masuk kebadan tena saya"? lalu ia menjawab bahwanya ia memberi kabar untuk kami segera meninggalkan rumah tersebut di karenakan penunggunya tidak suka atau ingin mencelakai kami.
saya hanya bisa berterimakasih saya, dikarenakan dinas kami sebentar lagi selesai ternyaata oktamat lagi, barusan keluar kok ada yang masuk lagi ke badan si okta kta si yogi.
ternya nenek itu yang masuk dan dia tersenyum sadis kepada si yogi, yogipun semakin takut, ingin saya bertanya tjuannya tetapi di malah ketawa dan menangiss.
lalu ia tiba tiba hilang secara misterius membuat kamu semakin takut.
Kami meniduri si oktan menuruh alqur an di dekat kepalanya si okta tertidur lelap sampai pagi.
menjalang pagi saya tidur bareng si yogi dan teman teman yang lain dan membiarka si oktadur sendirian di kamar itu, kami tetap memantau si oktari kejauh an.
tidak sangka saat bangun pagi kami berempat sudah tidur bareng dikamar si okta padahal kami tidak ada berjalan atau bermimpi.
kenapa secara serentak kami berempat sudah tertidur pulan dikamar siokta, si oktapun sudah terbangun setelah saya bangun, tapi kami semua kembali lagi teheran heran kebetulan kami serentak libur pada saat itu.
Dan kami semua melakukan aktivitas biasanya anak kos, ngopi sambil makan roti semuanya berjalan dengan aman tibalah malam kami semuanya iningguji seberapa hebat setan disini menteror kami terus.
kami semapakat tidur berlima dalam kamar saya yang di depan.
sesampai jam 9 malam kami kembali dikejutkan seperti orang membuka pemanas nasi kami. tetapi sudah tau siapa pelakunya, kami berlima tetap jaga konsentrasi.
Kami terus bertahan di dalam kamar semua persiapan sudah kami siapakan dari sore hari dirumah itu.
__ADS_1
sampai kami mendengar seperti orang berjalan dan lompat di dalama rumah itu, kami tetap bertahan sehingga kami tidak takut dietror den hal tersebut.