KOST BERHANTU I

KOST BERHANTU I
DI IKUTI ARWAH KECELAKAAN


__ADS_3

Cerita ini saya angkat dari seorang wanita yang berada tak jauh dari daerah tempat tinggal saya, sebut saja namanya aulia, saya menggali cerita pengalaman aulia semasa iya kuliah suatu kampus kesehata.


aulia awal masuk kampus itu sekitar tahun 2017an, memang aulia ini memiliki kemampuan mata yang bisa melihat sosok yang tak biasa oleh manusia biasa.


Aulia awal masa pengenalan orientasi kampus iya hanya sekedar melihat sekitar sekilas saja, ada seseorang yang di antara kerumunan dia hanya menyendiri.


wanita tersebut hanya terdiam dan menghindari suatu keramaian, padahal iya juga memakai seragam kuliah, namanya anak kesehatan pasti dong menggunakan seragam kesehatan.


dan perbedaan mahasiswa baru dan mahasiswa lama hanya dengan hanya berpakaian saja, kalau mahasiswa baru mengunakan baju kemeja putih polos dan mahasiswa lama atau senior mengunakan baju seragam kampus.


aulia pun mengira itu kakak senior dan aulia pun sangat menghargai kakak senior walaupun dia bukan anggota dari sebuah organisasi kampus.


aulia pun sangat terlihat santai disaat bertatapan pada wanita tersebut, dan aulia selalu menyapa dan sambil menundukkan kepalanya disaat berada atau lewat di depan wanita tersebut.


aulia sangat senang dengan ke adaan di kampus tersebut, terutama aulia menjadi anak baru dengan lulus melalui sebuah tes masuk di sebuah kampus kesehatan tersebut, apalagi kampus nya Negeri .


aulia banyak mempunyai teman satu jurusan nya, dan ia selalu kesana kemari bareng dengan teman teman nya, namanya anak baru pasti saling bertegur sapa dan kesana kemari bareng teman temanya.


setelah melalui masa ospek tersebut, aulia kepikiran dengan kakak yang seniornya yang pendiam itu, dan aulia selalu mencari tau keberadaban nyaa.


aulia tipe orang yang penasaran gitu, jika ada orang yang pendiam atau menyendiri aulia selalu ingin mendekatkan diri dengan orang tersebut,


aulia setiap mengenali kakak tingkat dia tak lupa menanyakan atau menceritakan ciri-ciri wanita yang selalu dilihatnya semasa ia menjalan ospek.


tidak satupun kakak tingkat yang mengenali ciri ciri yang di sampaikan oleh aulia tersebut, lantas aulia sering melihat lokal lokal kakak tingkat saat perkuliahanan yang sedang berjalan.


tujuan nya jika kuliahan berlangsung pasti dia melihat kakak pendiam itu di dalam lokal, tetapi aulia tak kunjung melihat nya, rasa penasaran semakin menjadi jadi.


Aulia sudah hampir 2 bulan di kampus itu, tibalah jadwalnya untuk menjalankan praktek di kampusnya, apalagi itu praktek pertamanya dalam mengenali suatu bidang yang dia pelajari selama 2 bulan dengan teori.


aulia pun melaku. praktek dari jam 5 sore sampai jam siap magrib, suana kampus pun hening dan tidak ada siapa siapa lagi selain penjaga kampus.


Disa at aulia sudah menyelesaikan praktek dan ingin menuju pulang aulia kembali melihat sosok perempuan tersebut sedang terduduk pucat didekat mushola, tanpa pikir panjang aulia lalu menyapa wanita tersebut.


aulia ingin rasanya berbicara atau berteman dengan wanita tersebut, wanita tersebut selalu muncul di saat waktu yang tidak tepat, bisa jadi sewaktu aulia lagi capek atau sedang tidak mood.


aulia hanya meniatkan lain waktu saja, sesampai di rumah aulia berfikir, kenapa wanita tersebut berada di sana sendirian, padahal tidak ada teman dan tidak ada siapa siapa.


aulia tidak terlalu memikirkan wanita tersebut lantas dirinya sudah merasa capek dan ingin merebahkan badanya selepas pulang kuliah.


tetapi aulia bermimpi sepertinya wanita tersebut hadir lagi, ia tidak tersenyum melainkan menangis, seperti ada yang mau di ceritakan nya.


Aulia sentak ditengah malam, dan Aulia memikirkan wanita tersebut ada apa dengan dirinya, lantas kenapa ia masuk kedalam mimpi saya.


aulia sangat berfikir panjang dalam itu sambil rebahan, dan akhirnya aulia tertidur lagi, tidal disangka hari sudah pagi.


sambil sarapan aulia juga memikirkan mimpi semalam, aulia sangat merasakan malas dengan mimpinya semalam, lantara aulia memikirkan sesuatu yang bakal menganggu ketenangan hidupnya saat di kampus.


disaat aulia menuju ke kampus dengan motor matic nya aulia tidak merasakan kebahagiaan, karena dirinya di hantui dengan rasa penasaran dengan wanita itu.


sesampai di kampus Aulia lantas menanyakan apakah teman teman nya juga pernah melihat kakak senior yang seperti ia lihat, aulia pun juga menceritakan ciri cirinya.


namun tidak satupun teman aulia melihat si sosok wanita tersebut, aulia juga menaruh curiga dengan sosok wanita tersebut, melainkan karena dirinya selalu sendiri dan tidak memiliki teman.


lantas kenapa ia memakai baju kampus, dan menyerupai sosok manusia yang tidak ada perbedaan sedikitpun dari manusia biasa, aulia terus mengembangkan hal itu dibenak nya.

__ADS_1


aulia kebetulan ingin ke toilet, dan saat ia masuk ke toilet ia malah berselisih dengan sosok wanita tersebut, karena aulia kebelet pipit aulia mengutamakan membuang hajat nya dulu.


selesai aulia membuang hajat nya aulia langsung mencari wanita tersebut tengok kiri tengok kanan, sampai aulia mencari ke lorong lorong kampus.


aulia tetap saja tidak menemukan nya, pada hari itu sorenya aulia melakukan praktek perkuliahan lagi, akan tetapi menjelang magrib sesuatu agak mengganggu di ruangan praktek.


seperti ada yang menggoyahkan panci panci yang terletak di atas meja, dan ada juga yang bergerak suatu benda di atas meja padahal tidak ada angin atau orang disekitar.


lantas kenapa panci panci itu bergerak dan bergeser, semua mahasiswa pun terdiam, termasuk dosen yang membimbing perkuliahan praktek tersebut.


lalu dosen menyuruh aulia dan kawan kawan nya untuk beres beres dan mengakhiri praktek tersebut dengan secara dadakan, semuanya disuruh pulang dan dilarang menongkrong di lokasi kampus .


semua mahasiswa pun memahami kejadian tersebut, tapi kenapa dosen langsung menyuruh aulia dan kawan kawan nya untuk segera bubar.


aulia dan teman temanya hanya mengambil pengalaman terjadi ini untuk hari ke depan nya lantas ada yang tidak beres dengan suasana di kampus ini.


Aulia pun duduk atau bisa dibilang nongkrong ditempat minum yang ada didepan kampusnya, aulia menggali apa saja yang pernah dilihat oleh teman temanya di kampus itu.


sedikit demi sedikit aulia sukses membuka cerita dari satu persatu temanya, aulia terus menggali apa yang pernah dilihat oleh teman nya.


singkat cerita ternyata ada salah satu dari temannya juga melihat sosok wanita pendiam itu, lantas temannya aulia mengatakan dia tidak pernah tersenyum.


melainkan setiap teman aulia melihat wanita tersebut dia selalu menundukkan kepalanya, lantas teman aulia tidak mengenali bentuk wajah nya.


aulia merasa cukup puas mendengar cerita dari teman nya tersebut, aulia memikirkan berarti tidak dia saja yang sudah melihat sosok wanita tersebut.


lebih kurang aulia punya lah teman untuk di ajak kompromi mencari tau siapa wanita tersebut, kalau di gali informasi semua kakak tingkat tidak ada yang menceritakan.


seakan akan  sia pura pura tidak tau saja dengan ciri ciri yang aulia sampaikan, namun itu hal yang biasa setiap kakak tingkat tidak akan menceritakan apa saja yang ingin tanyakan oleh adik junior.


Hari berjalan hari aulia pun tidak ingin memikirkan hal itu lagi lantas dirinya fokus kuliah dan cepat cepat tamat dari kampus itu, hanya itu target awal aulia saat masuk ke kampus itu.


Aulia mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat berkemah di suatu tempat yang sudah ditunjuk oleh kampus, aulia pun berangkat menggunakan bus pariwisata yang sudah di siapkan oleh kampus.


aulia menyambut *** itu dengan bahagia, lantaran itu di jadikan sebuah jalan jalan yang sudah lama tidak dirasakan selama iya masuk kuliah.


dan hal itu disambut bahagia oleh seluruh mahasiswa tingkat satu, dan dia bisa berkumpul lagi dengan teman teman yang tidak satu jurusan dengan aulia.


sesampai di tempat *** tersebut mereka bersama sama mendirikan tenda, dan para kaum pria pun juga bertugas mengangkat air dan dan mengumpulkan kayu kayu yang dijadikan untuk membuat api unggun nanti malam.


semua terlihat sangat ceria, ada yang bernyanyi dan juga membentuk team PMI, aulia merasakan masa perkuliahan tersebut menjadi indah dan senang.


semua dosen pun terlihat bersosialisasi dengan seluruh mahasiswa, tidak seperti kenyataan di kampus, dosen pada jutek semua dan susah di ajak untuk berbicara lama.


suasana pun menyenangkan, begitupun dihari kedua suasana masih sama seperti hari pertama, makan bersama dengan daun pisang bareng dengan dosen pembimbing kami.


Semua penat dan capek itu pasti ada akan tetapi semua teralihkan oleh keada yang begitu kompak dan tidak ada kesepian diantara mahasiswa tersebut.


semuanya terlihat saling kenal, dan bagi yang pendiam pun malah menjadi anak yang bersosial dilingkungan masa masa *** tersebut.


dan sebagian teman teman membentuk sebuah acara seperti hiking, bagi team yang sukses malaksanakan hiking tersebut dengan kompak akan di berikan suatu hadiah. semua mahasiswa ikut mendaftar dan mengikuti perlombaan tersebut.


tidak mau kalah Aulia pun juga membentuk team nya sendiri dan hiking mengikuti peta dengan mencari misi misi yang di targetkan oleh kakak panitia tersebut.


misalkan berupa menjadi suatu bendera yang sudah di letakan di balik pepohonan dan dan ada juga kerta menggambarkan peta di sana untuk melanjutkan misi tersebut.

__ADS_1


semaunya pada heboh saat menemukan suatu bendera dan juga rintangan nya harus melewati kali yang air sedalam pinggang tersebut.


namun ada juga peta yang mengarahkan team para mahasiswa melewati lumpur yang ada di perbukitan tersebut.


Hal itu sangat senang dirasakan oleh semua mahasiswa tingkat satu, lantaran hal itu membuatnya kompak dan kerjasama.


team tersebut berjumlah dengan 6 orang, tidak boleh dengan jurusan yang sama, berarti aulia haru membentuk sebelum nya 2 orang dari perawat, 2 orang dari gizi dan 2 orang dari kebidanan atau jurusan lain.


dengan  cara tersebut membuat semua mahasiswa saling kenal dengan jurusan lai, apalagi suatu perlombaan yang seperti membuat semua orang akan terlihat kompak.


walaupun bukan dari jurusan nya, perlombaan seperti itu jarang dilakukan oleh mahasiswa sekarang, lantaran itu termasuk perlombaan yang cukup berbahaya.


dan Aulia merasa bersyukur dengan adanya hal hal yang seperti ini, katena tidak semua orang merasakan masa masa bahagia seperti kampungnya seperti ini.


Sehabis, setelah misi tersebut dipecahkan oleh team lain dan permainan usai, dan aulia pikir semuanya tidak akan bahagia seperti barusan tadi.


ternyata dosen pembimbing kami , menjalankan suatu perkuliahan di tempat *** kami, dimana kelompok yang tadi harus mengunjungi lingkungan masyarakat memberikan penyuluhan tentang masalah kesehatan.


wa www disanalah aulia kembali merasakan kesenangan lagi, karena suasana tidak jadi suntuk melainkan kita untuk terampil di hadapan masyarakat.


sebelum melaksanakan penyuluhan kami menemui bapak jorong dulu, gunanya untuk meminta izin dan memberitahukan target tujuan mahasiswa untuk melakukan penyuluhan.


semuanya terlihat sibuk membentuk suatu materi yang sudah dikasihkan judul dan target sasaran oleh dosen pembimbing kami di tempat *** tersebut.


tidak hanya bapak jorong yang semangat para warga pun juga menyediakan tempat dan membawakan kami minuman dan makanan utuk meramaikan penyuluhan tersebut.


lanta berapa bangga dan senang nya kami diperlakukan oleh masyarakat sekitar, karena kekompakan itu yang jarang mahasiswa temukan saat melaksanakan *** di lingkungan masyarakat,.


Setelah semuanya telah mahasiswa lakukan semua mahasiswa diizinkan untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar oleh pembimbing kami, asalkan tetap sopan jaga ucapan.


lantas kami bahagia di kasih kesempatan untuk berbau dengan masyarakat sekitar, apalagi dengan para pemuda di daerah tersebut sangat menjaga kami kaum perempuan.


serasa nya mahasiswa ingin berlama lama di sana dan tidak mau meninggalkan tempat itu, dan saat malam api unggun kami di tugaskan untu mengundang atau menghimbau perangkat desa dan warga untu memeriahkan acara kami.


suasana malam menjadi bahagia dengan dihadirkan perangkat desa yang sangat di hargai untuk melaksanakan memeriahkan acara kami.


setiap warga yang datang para para ibu ibu sangat akrab dengan kami, lantas tadi sore kami berkumpul dan bercerita bersama dengan ibu tersebut.


suasana sangat akrab dan menghiasi malam tersebut, ingin rasanya dihadirkan kembali kebahagian ini seusai acara ini ditutup.


mahasiswa pun tidak ada yang terlihat murung, semua pun terlihat akrab, jiwa jiwa sombong pun terlempar jauh dari diri semua mahasiswa.


semua mahasiswa merasa berkeluarga para warga di daerah itu, apalagi di adakan goya bersama para mahasiswa yang perempuan di adu berjoget dengan para emak emak yang ad di sana.


dan semua pun ketawa bahagia melihat ekspresi yang membahagiakan itu, semuanya tidak ada satupun yg menyendiri semua tetap terlihat ketawa dan bahagia begitupun dosen kami.


semua acara yang bahagia itu di lakukan secara kompak dengan para pemuda di daerah tersebut dan semua terlihat sangat menikmati susana tersebut


setelah acara usai kami kembali ke tenda masing masing penuh dengan keringat karena api unggun yang sangat besar dan panas.


dan kami juga berjoget bersama membuat seluruh mahasiswa tidak ada yang kedinginan melainkan keringatan, lantas dengan hati yang ceria bodoh amat dah tidur dengan baju yang basah dengan keringat.


setelah pagi pun tiba aulia beserta seluruh mahasiswa bersiap siap untuk balik ke kampus karena semua misi yang dilakukan sudah berjalan dengan sempurna, lantas dosen pembimbing menyuruh mahasiswa untu berpamitan dengan seluruh warga dan bapak jorong.


Namun semua para emak emak menangis akan berpisah dengan kami. sebagian mahasiswa pun ada juga yang menangis, karena terharu dengan pelayanan masyarakat tersebut.

__ADS_1


semua mahasiswa terbawa susana menangis dan terharu, dengan begitu cepat nya berlalu kebahagian itu, lantas entah kapan kami bisa berkumpul lagi dengan susana yang indah seperti ini.


NEXTTT PART II


__ADS_2