
Setelah riko menuruti kemauan istrinya yang memintak di belikan nasi goreng, rikopun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan mencari orang yang berjualan nasi goreng.
riko dengan santai mengendarai mobilnya sambil celengak celengok kiri dan kanan, setelah riko bertemu tukang nasi goreng riko berhenti dan mematikan mobilnya dan langsung menghampiri tukan nasi goreng dan langsung memesan 2 bungkus.
tukang nasi goreng itu dengan semangat membuatkan porsi 2 bungkus untuk riko, sambil menunggu nasi goreng nya siap riko saling bencengkrama dengan bapak penjual nasi goreng tresebut.
bapak nasi goreng itu berjualan di tepi kuburan umum, dan riko sedikit merinding, karena tukang nasi goreng itu berjualan ditempat yg straetegis.
makam tempat bapak berjual itu tidak dibatasi pagar, hanya melainkan bunga atau tumbuhan yang menjadi pagar.
dan saat riko duduk sambil becerita riko mencium baun bunga mawar yang masih segar, dan riko celengak celengok kiri.
tepat di belakang bangku riko yang di batasi hanya dengan sebuah terpal, lalu riko makak baru yang berada di bawah tempat duduk riko.
riko langsung berpindah ketempat duduk lain, lalu ruko menanyakan kepada baak nasi goreng itu "aapa tidak takut pak berjualan disini"? tanya riko.
bapak itu menjawab, "udah biasa bg, lagian disini gratis gak ngontrak "! jawab bapak itu sambil ketawa.
lalu riko menyakan lagi, " apa gak ada gangguan pak disini " ? tanya riko
lalu bapak itu menjawab, " biasa bg setiap hari"! jawab bapak tersebut!.
bapa penjual nasi goreng tersebut langsung menceritakan bahwa dirinya pernah diganggu oleh arwah satu keluarga.
awal mula bapak itu dari rumah sudah ada rasa malas berjualan, dikarenakan hujan gerimis dan terkadang hujan itu lebat.
namun dikarenakan untuk menafkahi keluarga bapak itu memaksakaan dirinya untuk berjualan.
dia menargetkan saat itu ingin berjualan dari jam 7 samai jam 10 malam, tetapi saat dagangan nya mau ditutup tibalah satu keluarga beserta anak bayi yang digendong wanita tersebut.
namun bapak itu mengatakan sudah tutup, tetapi rombongan keluarga tersebut tidak memperdulikan nya.
rombongan keluarga tersebut lalu duduk di atas bangku di yang belum sempat di rapikan nya oleh bapak penjual nasi goreng itu.
namun mau tidak mau bapak penjual nasi goreng itu harus melayani pembeli itu, setelah di buatkanya untuk semua rombongan itu, dan bapak penjual nasi goreng itu duduk santai sambil menunggu orang ini makan.
__ADS_1
alangkah neh nya makan nya itu cepat dan lalau selesai dengan sekejap, namun bapak itu bersyukur juga biar dia cepat pulang tujuan nya.
akan tetapi wanita tersebut dengan beserta suami dan anak anak nya langsung pergi begitu saja.
dan bapak riko langsung mengejar wanita tersebut, dibalik batang pohon besar itu satu keluarga menghilang dan bapak penjual nasi goreng itu kaget langsung berlarian ke arah gerobak nya.
dan dia langsung mendorong gerobaknya tanpa merapikan tempat duduk yag telah disusunya tadi, lantas ia meninggalkan terpal beserta bangku dan menjanya.
bapak penjual nasi goreng itu mendorong gerobaknya dan kencang, sesampai bapak penjual nasi goreng itu dirumah ia ngos ngos an.
dan bapak penjual nasi goreng itu menceritakan ada istrinya, lalu bapak penjual nasi goreng itu tidak mau berjualan lagi di hari hujan.
setelah baak itu menceritakan dan pesanan riko kebutulan sudah siap dibungkus, dan riko bergegas membayarkan dan langsung menuju mobilnya.
singakat cerita setelah riko memenuhi ke inginan isrinya lalu riko tidur dan beristirahat untuk bekerja besok pagi.
singkat cerita riko duduk santai di teras rumahnya, dan kebetulan tukang bakso lewat dan istrinya yang lagi hamil langsung membelinya.
yaaa tidak masalah bagi riko nanya orang hamil, riko menyatantap bakso ya barusan di pesan istrinya tadi, sambil bapak tukang bakso itu dudu di ters riko juga.
" riko menjawab rumah yang ditempatinya ini ada ngontrak"! jawab riko kepada tukang bakso tersebu.
dan tukang bakso itu mengatakan rumah ini sudah lama kosong, dan sudah 10 tahun dia berjualan disini baru kali ini ada yang mengontrak.
riko dengan santai menjawab " iya mas lantaran disini merahh kok "! kata riko kepada tukang bakso itu.
tukang baksonya hanya terdiam dan kembali ngelamun, setelah selesai menyantap bakso dengan lahap riko membayatkan nya dan riko langsung masuk kedalam rumah itu.
singkat cerita ke esokan harinya riko kembali lagi dan duduk bersantai di depan rumah nya bersama istri tercintanya, sampil melepas penat dan sambil meminum kopi yang sudah dibutakan istrinya.
lagi lagi dan lagi tukang bakso lewat lagi, dan istrinya merengek lagi memintak bakso itu, namanya istri hamil riko langsung membelika nya lagi.
namun tukang bakso itu berbeda, tidak bapak yang kemaren, lantas riko bertanya "mohon maaf pak, bapak yang jualan bakso kemaren kemana ya pak "?
dengan kaget bapak yang tukang bakso ini kaget, sebut saja namnya bapak eman.
__ADS_1
"maksudnya mas"? tanyak balik bapak eman.
"iyaa pak kemaren saya beli bakso dengan bapak tukang bakso yang kemaren"! kata riko kepada bapak eman itu.
bapak eman langsung negalamun , dan lansung menjawab "bapak trisno yang mas maksud"? tanya bapak eman kemapada riko.
Riko menjawab saya gak tau namanya mas"! kata riko, dan riko langsung menjelaskan ciri ciri orang tersebut.
ternyatabitu bukan bapak trisno tetapi bapak samsir, dan baak eman kaget bahwa riko membeli baksonya dia dan memakan sambil mengobrol dengan bapak samsir.
bapak eman langsung menceritakan siaa baak samsir itu, kata bapak eman bapak samsir itu orang yang pertama kali berjualan bakso didekat sini.
baak samsir itu sudah berjualan 10 tahun lebih kira kira, namun dirinya saat berjualan di tabrak oleh mobil dan gerobak nya hancur, diperkirakan yang menabrak itu anak muda yang lagi mabuk.
tepat didepan jalan ini dia ketabrak pada pukul jam 9 malam. namun dirinya tak tertolong saat dilarikan kerumah sakit.
sipenabrak pun sampaibsaat ini tak kunjung ditemukan, anak dan istrinya kembali kekampung dan menetap dikampung saat ini.
dan gerobak ak samsir itu masih ada didekat rumah kontrakan nya disebelah komplek sana kata pak eman keada riko.
dan riko juga menceritakan dirinya semat membeli bakso pak samsir, bapak eman juga menjelaskan pak samsir itu kerap juga di temuka oleh warga sekita berjualan bakso.
karena bakso nya yang enak memilik citrarasa sendiri banyak diminati oleh masyarakat disini.
jualanya sangat laris, dan sayangnya dia tak mempunyai lapak, dikarenakan dirinya sangat lai hemat dalam mengatur keuangan.
rikopun mengalamun jauh rasa tidak percaya dengan hal itu, resapu. tak menyimaki penjelasan dari pak eman, lantaran dirinya sibuk makan bakso dan melihat hp saja.
setelah selesai makan rikoriko membayarnya lalu masuk kedalam rumah nya, namun berselang 20 menit an sehabis riko makan bakso.
riko mendengar dari luar seperti ada yang jualan bakso berdiri lagi didepan ruamah riko
namun setelah dilihat ternyata bapak samsir, lalu riko berlari kedelam kamar dan bergegas untuk tidur.
setelah sampai pagi riko tak mau menjelaskan itu kepada istrinya takut istri ya trauma membeli bakso.
__ADS_1