
Aku dan rombongan merasa terheran heran dengan keadaan malam itu, aku dan rombongan berusa untuk tetap tenang, keinginanku ingin membawan kedua temanku sampai kepuncak talang.
Namun apa boleh buat, baru sampai tiba dipinggang gunung kami sudah banyak merasa coba an disekitar rombongan kami, rasa kebingungangan terus memutari benaku.
Perasaan zahra tadi tidak menyerupai sosok yang menyeramkan, aku merasa dia seperti manusia biasa, setelah semuanya mulai tenang.
Aku memberanikan diri untuk pergi ketenda yang ditempati zahra buat beristirahat tadi, aku membuka pintu tendanya, semuanya tetap seperi biasa.
tidak ada tanda tanda mencurigan dari zahra, dia tertidur lelap dan aku segan untuk membangunkan nya, lalu aku memamnggil kedua temanku.
sambil aku menceritakan dari awal aku mengenali sosokĀ zahra ini, temanku merasa heran padahal apa yang dia lihat tidak sama seperti dia lihat tadi.
Malam semakin dingin, hawa nya berbeda suasana hening dan tidak ada aku dan rombongan mendengar bunyi apapun.
suara jangkrik pun tidak ada, aku juga merasakan ada sesuatu yang aneh, karena suasana yang sangat dingin dan terasa hening, kebetulan kami bertiga tidak bisa tidur.
Dalam keheningan aku dan rombongan mendenga suara jeritan tangisan dan ketawa lagi dari tenda yang ditempati zahra tersebut, rasa takut kembali menggeluti rombongan ku.
Teman ku langsung membisikan sesuatu di telingaku, dia berkata " apa kamu yakin bahwasanya zahra itu memang manusia"?
akupun langsung gugup dan ragu menjawabnya, lantas aku tidak bisa memastikan hal tersebut karena aku mengenali zahra saat aku memasak kopi dan makan saat tadi.
karena jawaban ku dengan keraguan temanku langsung menepuk kepalanya sendiri dan dia berucap " jika itu bukan manusia habislah kita disini" .
akupun merasa bersalah dan mera menyesal sudah gegabah telah menawari kepada seseorang yang tidak aku aku kenal, dan aku berusaha menenangi suasana.
dalam ketegangan tersebut lantas ada seseorang yang mengetok pintu tenda kami dari luar namun aku memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
Ternyata itu zahra, dan aku langsung berusaha tenang untuk berkomunikasi dengan zahra.
" eh kamu zahra (sautku pada zahra)
"iya uda (jawab zahra) lalu aku menanyakan lagi kepada zahra, " kamu kenapa bangun ditenga malam gini zahra" ? ( tanyaku kepada zahra)
__ADS_1
dan zahra menjawab, " aku kebelet kencing uda"! ( kata zahra kepadaku)
terus aku menjawab sambil senyum menghilangkan ketengganganku " lantas kalau kamu kebelat kencing terus kamu mau di anterin"? ( kataku kepada zahra).
" lalu zahra menjawab dengan menganggukkan kepalanya", semakin merasakan kepanikan lah aku, lantas aku langsung menyuruh salah satu rombongan ku untu mengantari zahra.
Awalnya teman aku menolak akhirnya dia mau menemani zahra untuk mencari tempat kencing, namanya wanita temanku pasti menjaga jarak.
Setelah temanku menemati lantas teman tak kunjung balik, aku ingin pergi menyamperin temanku yang tadi menenmani zahra, teman aku saat itu lagi mager dan malas keluar tenda.
sudah berselang lebih kurang 1 1/2 jam teman ku tak kunjung balik, lantas aku berbicara dengan temanku yang bernama pitok di dalam tenda.
oh iya teman ku yang menagntarin zahra tadi bernama riski, " tok kenapa si riski belum balik"? ( tanyaku kepada pitok)
pitok juga merasakan hal yang sama dengan ku, " gimana kita samperin aja"? ( tanya pitok kepada saya) baru saja saya ingin siap siap menyamperin riski.
lantas saya mendengar orang berlarian dari bawah dengan nafas yang sangat ngos ngosan.
Kami pun hanya mendengarkan suara itu berasal dari mana, ternaya itu riski yang berlari kedalam tenda, dan aku langsung menenangin riski saat iya lagi ketakutan saat itu.
apa yang terjadi ki? ( tanyaku pada riski)
Reski menjawab pertanyaan ku dan menceritak kronolagi nya.
"saat reski mengantarkan zahra mencari tempat kencing"! zahra itu tidak berjalan menepak ketanah!
setelah itu kata reski " sesudah sampai ditempat yang pas untuk zahra membuang hajaj nya " lalu zahra itu hanya berdiri saja dan tidak kunjung kencing" lantas reski bernya kepada zahra .
" Uni kamu gak jadi kencing ?
"iya uda! ( jawab zahra kepada riski)
lalu kenapa hanya berdiri saja ? ( tanya riski kepada zahra)
__ADS_1
Tiba tiba zahra itu menangis, lalu reski menghampirinya ("kamu kenapa menangis uni"?) zahra pun tetap saja menangis setelah suasana meneganggangkan reski reski itu langsung menghidupkan senter mengarah kepada zahra.
tetapi bukan airmata seperti biasa nya yang dikeluargan oleh kedua mata zahra tersebut, melain aliran darah yang sangat banyak membahsahi pipi zahra yang pucat itu.
lantas reskipun lari terberit berit, tangisan zahra itu berubah menjadi ketawa dan memanggil reski, "UDAA JANGAN TINGGALIN AKU" ( KEDENGARAN SUARA ZAHRA MEMANGGIL RISKI)
lantas reski tareski tak menghiraukan nyaa, reksit terus berlari hingga dia melewati semak semak yang belum ada dijamhi oleh manusia atau para pedaki yang sering mendaki gunung tersebut.
Lantas reski susah menemukan jalan keluar dan tidak atu arah kemana ia arus balik ketenda bertemu dengan saya dan pitok, reskireski terus kemabali menyusuri dari jalan awla dia masuk ke semak semak tersebut.
akhirnya iya menemukan jalan awalnya ia melewati semak semak tersebut, reski lans terus berlari dan sampailah dia menenmukan tenda atau tempat cam rombongan kami tadi
Begitulah cerita yang diceritakan riski tersebut, saya juga merasakan hal yang takut seperti uang dirasakan riski ksaat ini.
Yang ada dibenaku, zahra kan kenal denganku, yang membuat dia mengenali teman temanku kannn dari perkenalanku sama dia tadi " .
Itu ada di benaku, yang aku takuti nanti dia kalau kembali lagi bagaimana, malam terasa panjang dari was was pun hadir di dalam benaku, akupun merasa bersalah dan menyesal.
Aku menahan ngantuk begitupun rombonganku menunggu pagi tiba, dilihat jam di tangan masih belum menjukan menjelang subuh,
karena kejadian tersebut suara anak anak kecil bermain dan ketawa becanda terdengar di dalam tenda kami, rasanya sesuatu yang mencekam dimalam itu.
bermacam suara yang kami dengar dari luar tenda, bunyi kehidupa seperti orang berjalan dengan rombongan saat kami intip dari dalam tenda diluar tidak ada siapa siapa.
ada juga suara orang seperti mengendong bayi sambil menidur bayi seperi menanyikan sebuah lagu yang biasa digunakan oleh oleh kalangan ibu ibu untuk meniduri anaknya.
akupun semakin gelisah dan panik, lantas apa yang harus dilakukan dimalam itu?
ingin rasanya jikalau sudah masuk waktu subuh kami ingin, lagi kembali turun lagi kebawah dan tak ingin melanjutkan pendakian tersebut.
akan tetapi subuh tak kunjung datang , suana hening dan di sekitar luar tenda masih sama seperti tadi, seperti orang berbicara, ada juga ketawa seperti suasana harmonis dalam likumgan sosial di luar tenda kami
rasa takut terse mengahampiri rombongan saya, rasa takut terus bercampur aduk, dan kami memutuskan untuk tidur dan salaing melindungi satu sama lain.
__ADS_1
saat kami terbangun di pagi hari
NEXT PARK III