
"Aaaaa....!!!"
Teriak seorang cewek yang tiba-tiba berdiri dari bangkunya sembari memegang ponselnya. Suaranya sangat memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya.
Sontak semua siswa yang ada dikelas itu langsung menutup telinga dengan tangan mereka. Tak terkecuali teman sebangkunya.
Sebut saja Thania Salsabila atau yang akrab dipanggil Thania. Cewek jangkung yang cukup cantik namun sayang kecantikannya tertutup oleh sikap lebai dan tomboy.
"Than... Kamu kenapa sih??" Tanya Yunna yang duduk disebelah Thania.
"Unna... Aku sedih...." Rengek Thania pada Yunna yang masih berdiri dengan menatap melas ke Yunna
"Woy... Bisa diem gak tu mulut!!" Celetuk seorang cewek sembari melepaskan tangannya yang tadi dia letakkan ditelinga karena tidak kuat mendengar teriakan Thania.
Merasa dirinya diteriaki oleh temannya. Thania pun tidak terima.
"Emang kenapa..???" Jawab Thania dengan tatapan tidak suka dan menantang.
"Suara kamu tu kayak toak orang demo tau! Berisik!!!" Celetuk cewek tadi lagi
Thania yang belum duduk menatap tajam temannya itu.
"Suka hati! Suara-suara aku. Kenapa kamu yang sewot!" Balas Thania dengan santainya.
Yunna hanya melirik Thania yang sedang adu toak dengan temannya itu. Lalu melanjutkan aktivitas membaca bukunya lagi.
Yunna sebenarnya bar-bar sama seperti Thania. Hanya saja itu dulu sewaktu dia masih duduk di bangku SMP. Yunna dan Thania terkenal tomboy dan suka berkelahi. Namun bukan menjadi sok berkuasa. Mereka akan berkelahi untuk membela kebenaran saja. Jika memang mereka salah, mereka akan mengaku salah.
Dan semenjak mereka SMA, Yunna bertekat akan merubah sifatnya agar lebih baik. Namun yang namanya manusia tetaplah manusia tempatnya lupa dan salah. Terkadang sifat bar-barnya masih kambuh.
__ADS_1
Yunna sebenarnya geram melihat Thania dibentak. Namun dia sadar memang Thania yang salah. Jadi Yunna hanya diam saja.
"Dasar cewek bar-bar!!" Teriak cewek tadi
"Udahlah sil.. buat apa ngeladenin cewek gak jelas itu sih! Kan ang mulut dia kayak gitu!!" Sambung temanya yang lain.
Silvy dan Moca, cewek canti yang lumayan populer di sekolah Yunna. Mereka populer karena memiliki wajah yang cantik dan putih. Dengan tinggi badan 160 cm. Memiliki tubuh yang ramping dan mereka memiliki orang tua yang lumayan berada. Banyak cowok yang tergila-gila pada mereka. Karena tubuh mereka yang lumayan WOW hingga saat mereka berjalan akan sama dengan bebek.
"Makasih atas pujiannya.." jawab Thania dengan santainya. Karena dia sudah biasa mendengar kalimat itu.
"Iyalah,, cewek bar-bar yang gila sama plastik hahaha...." Ucap Moca dengan tertawa terbahak-bahak.
"Bener banget,... Salang meong Salang meong.." sambung Silvy tak kalah terbahaknya.
"Ehhh.... Tu mulut minta disobek ya!"
Teriak Thania dengan mengeratkan rahangnya karena emosinya yang mulai tidak stabil. Teman-temannya yang melihat pertengkaran itu hanya diam dan menonton saja.
"Kenapa di Korea gak ada sampah????" Ucap Moca dengan suara seperti guru TK yang memberi pertanyaan pada muridnya.
Silvy senang karena berhasil membuat Thania emosi pun sengaja menjawab pertanyaan Moca.
"Ya... Karena sampah plastiknya udah abis buat ditempelin di muka orangnya,.... Hahaha ..!!" Silvy tertawa dengan keras.
Mendengar ucapan Silvy refleks Thania meletakkan ponselnya dimeja dan berjalan pelan menuju bangku Silvy dan Moca dengan mengepalkan tangannya dengan sorot mata ingin membunuh.
"Aduhh... Si Thania mau ngapain tuh!!"
__ADS_1
"Jangan-jangan Thania mau ngamuk nih.."
"Yunna tuh.. apa budek sih! Kok diem aja temennya mau berantem!"
"Sorot matanya.... Haduh... Sumpah nakutin banget"
"Wah!!! Bakalan ada perang nih"
"Ketua kelas mana sih... Gak dateng-dateng!"
Bisik-bisik yang melihat adu mulut Thania dengan Silvy dan Moca.
Yunna yang sadar Thania sedang emosi dan berjalan menuju bangku Silvy dan Moca pun angkat bicara.
"Thania.... Kamu mau ngapain. Udahlah cukup!" Panggil Yunna dengan nada halus.
Thania yang sudah terselimuti emosi pun tak mendengar panggilan temannya itu.
Silvy dan Moca yang melihat Thania berjalan menuju bangkunya dengan emosi pun mulai ketakutan.
"Thania...." Panggil Yunna yang sedikit berteriak dan masih tetap duduk di bangkunya. Namun masih tak dihiraukan oleh Thania.
"Ka...ka...mu... Mau ngapain??" Ucap Silvy yang bergetar ketakutan.
Dengan cepat Thani mengangkat tangannya dan mengarahkan sebuah tonjolkan yang mengarah pada Silvy. Dan...
"Brakkk!!!!.."
.
.
.
🐾🐾🐾🐾🐾
__ADS_1
Tinggalkan jejak💜