
Tok tok tok
Suara pintu diketuk
"Iya masuk" jawab pemilik ruangan itu.
"Mis gawat!!!!" Teriak Thania.
"Astaga!!!" Teriak mis Rani hingga hampir jatuh dari kursinya.
Mis Rani membenarkan posisi duduknya kembali sambil menoleh pada orang yang membuatnya kaget.
"Kalian tuh apa-apaan sih. Bikin mis kag...."
"Mis punya airpods atau penutup telinga gak?" Potong Thania karena panik.
"Eh? Mis sih bawa airpods. Emang buat apa sih Thania" sambil mencari airpods nya di dalam tas kerjanya.
"Untung nya mis bawa. Pinjem dulu mis buat Yunna" jawab Thania yang mulai tenang.
Sedangkan Yunna masih gelisah dan badannya gemetar ketakutan. Keringat dingin tak henti-hentinya mengalir di badannya.
"Emang yunna kenapa? Kok butuh airpods segala?" Tanya mis Rani yang terus mencari airpods nya.
"Nih" ucap mis Rani sambil memberikan airpods nya.
"Makasih mis" Thania langsung menyambungkan airpods mis Rani pada ponselnya. Dia pun langsung memutar lagu RG dengan volume yang lumayan keras sehingga Yunna tak mendengar suara hujan yang sedang turun.
"Eh? Yunna kenapa? Kok ketakutan gitu?" Mis Rani mulai panik melihat Yunna yang sedang kacau.
"Biasa mis" ucap Thania sekenanya.
Yunna yang sudah mulai tenang pun mulai tersenyum mendengar lagu RG yang diputar Thania. Saat tersenyum di mulai menatap mis Rani dan mulai membaca gerak bibir mis Rani yang sedang menghawatirkan nya. Dengan cepat Yunna berkata pelan.
"Yunna gak papa kok mis" ucapnya sambil tersenyum.
"Lah? Bisa denger dia?" Tanya mis Rani kaget.
__ADS_1
"Gak kok mis. Unna gak denger mis ngomong apa. Dia cuma baca dari bentuk bibir mis pas ngomong makanya dia tau." Tutur Thania menjelaskan.
"Emang yunna kenapa sih than. Kok takut gitu tadi?" Tanya mis Rani lagi dengan penasaran.
" Unna tu mengidap Ombrophobia mis. Mis ada minum gak?" Jawab Thania sekenanya.
"Ombrophobia?" Tanya mis Rani sambil memberikan air minum pada Thania.
"Thanks mis. Ombrophobia tu ketakutan berlebih pada hujan mis. Kalo pas hujan biasanya pengidap Ombrophobia akan mengurung diri di ruangan, gelisah, gemetaran, pusing, takut. Ya sejenis kayak gitulah mis" jawab Thania lalu meminum airnya.
Sedangkan yang sedang dibicarakan sedang asik mendengarkan lagu sambil menggumam mencoba mengikuti lirik.
"Kok Yunna bisa mengidap Ombrophobia sih?" Tanya mis Rani yang mulai khawatir.
"Aku juga gak tau mis. Unna kalo di tanya apa dia pernah trauma sesuatu pasti dia jawabnya gak tau. Malah kayak orang bingung linglung gitu." Thania memperhatikan Yunna dengan tatapan sedih. Dia kasihan pada Yunna yang selalu tersiksa jika hujan turun. Padahal untuk orang lain hujan itu indah.
Ting Ting Ting
Bunyi ponsel Yunna yang menandakan ada panggilan masuk. Thania yang mendengar itu pun langsung mengambil ponsel Yunna dan mengangkat panggilan itu.
"Thania Unna gimana keadaannya. Dia gak papa kan sekaran?" Tanya mama Yunna yang terdengar panik.
"Unna gak papa kok Tante. Dia udah tenang sekarang. Ya tadi sih dia sempet kambuh. Tapi sekarang dia udah gak papa kok. Tante tenang aja kan ada Thania" Thania berusaha menenangkan Tante Ani karena khawatir pada Yunna.
"Syukurlah kalau begitu. Tante takut Unna kenapa-kenapa. Tapi Tante tenang kalau Unna udah sama kamu. Jagain Unna ya buat Tante" pinta Ani
"Iya Tante. Pasti Thania jagain Unna kok."
"Ya udah kalau begitu."
"Iya Tante"
Panggilan pun berakhir.
__ADS_1
"Siapa Than?" Tanya mis Rani.
"Itu mis mama nya Unna khawatir sama Unna."
"Emang yunna udah lama ya takut sama hujan?" Tanya mis Rani lagi.
"Unna sih pernah cerita kalo dia udah dari kecil takut sama hujan. Makanya selama ini dia ke sekolah pasti bawa airpods atau penutup telinga di tasnya mis. Buat jaga-jaga. Nah tadi pagi gara-gara aku bangunnya telat jadi buru-buru airpods nya dia ketinggalan" jelas Thania.
"Owh gitu"
Thania menganggukkan kepala untuk mengiyakan jawaban mis Rani. Selama hujan Yunna terus menutup matanya sembari mendengarkan musik. Dia tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh mis Rani dan Thania. Yang Yunna tau pasti Thania sudah bercerita kalau dia mengidap Ombrophobia.
Hingga hujan pun reda. Thania menggoyang tangan Yunna untuk memanggil nya.
Yunna kaget lalu membuka matanya. Dia membaca dari gerak bibir Thania yang berkata
"Hujannya udah reda". Yunna pun langsung membuka airpods nya. Dia langsung menghela nafas panjang membuang rasa gelisahnya.
"Kamu dah tenang Yunna?" Tanya mis Rani.
"Udah mis. Makasih ya mis. Kalau gak ada mis Yunna gak tau minta tolong kesiapa lagi." Ucap Yunna dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
"Iya sama-sama Yunna. Tapi jangan kayak gitulah mukanya. Mis gak kuat lihatnya".
"Iya nih Unna. Kalau mau pamer muka imut tu sana di depan Park Seo Ha aja jangan disini" Thania mulai menggoda temannya itu.
"Hahaha....." Mereka bertiga pun tertawa bersama. Mereka menghabiskan waktu dengan bercerita kesana kemari. Namun lebih banyak tentang RG hingga bel pulang sekolah berbunyi.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Tinggalkan jejak π
Like and comment
__ADS_1