Ku Temukan Kau Princess

Ku Temukan Kau Princess
Chapter 10 "Ada apa dengan hujan?"


__ADS_3




Sinar matahari bersinar dengan cerahnya menyinari bumi. Burung-burung berkicau berterbangan kesana kemari menyambut hari yang baru. Hinggap di dahan pohon dengan sedikit meliuk-liukkan badannya untuk menggoda burung lain. Bunga bermekaran dengan segarnya mengawali pagi yang cerah.



"Thania...." Panggil Yunna kepada sahabatnya itu yang masih tidur dengan nyenyaknya. Padahal hari sudah mulai siang.



"Than ... Ayo bangun sekolah. Dah siang nih.." panggilnya lagi.


Namun tak ada sahutan sama sekali dari Thania.


Yunna yang mulai emosi langsung menarik selimut Thania dan membuangnya asal.


"THANIA....!!!!" teriak Yunna.



""Iya....." Jawab Thania yang kaget. Tak hanya Thania yang kaget burung-burung yang awalnya hinggap di dahan pohon depan rumah Thania pun ikut kaget dan langsung terbang. Tukang sayur yang baru lewat pun hingga salah menyorakkan dagangannya. Yang awalnya "sayur segar sayur mayur" menjadi "sayur apa apa sayur".



"Kenapa sih Yunna??? Pagi-pagi kok teriak-teriak. Gak enak di denger tetangga tau." Jawab Thania sambil duduk dan menggaruk kepalanya.



"Mangkanya kalo gak mau didenger tetangga buruan bangun. Dan siang nih. Mau sekolah gak?" Yunna mulai emosi.



"Emang jam berapa sih??? Kok kamu heboh banget!" Jawab Yunna sekenanya.



"Ini udah jam 6:30 tau. Kamu gak mau kan dihukumkan gara-gara telat!" Timpal Yunna dengan tangan dipanggang.



""Apa!!!!!!!" Teriak Thania histeris.


Seketika Thania berlari ke kamar mandi untuk mandi.



"Aku tunggu di bawah ya" ucap Yunna dari balik pintu kamar mandi.



"Oke!!" Sahut Thania dari kamar mandi.


Yunna berjalan keluar kamar sembari menggelengkan kepalanya memikirkan tingkah sahabatnya itu.


Sambil menunggu Thania bersiap Yunna menunggu dengan sarapan. Karena tadi Yunna bangun sangat pagi sehingga dia bisa membuat sarapan untuknya dan Thania. 15 menit kemudian Thania turun dengan tergesa-gesa takut jika terlambat.



"Nih bawa sarapannya. Udah aku siapin. Dimakan disekolah aja ya biar gak telat." Ucap Yunna sambil memasukkan bekal ke tas Thania.


Thania seketika diam dan terharu kepada sahabatnya itu.



"Aaa... Thanks, Yunna. I love you" jawab Thania dengan manjanya.

__ADS_1



"Ih.... Jijik gua" sahut Yunna sekenanya dan langsung lari meninggalkan Thania.



"Ehhh... Yunna sayang tunggu" teriak Thania sambil mengejar Yunna.



"TIDAK!!!" terdengar teriakan Yunna dari kejauhan.


.


.


.


.


.


🌹


Perlombaan di sekolah masih dilanjutkan. Dan sesuai jadwal saat ini giliran kelas Yunna yang bertanding bola voli dengan kelas lain. Yunna tidak ikut ia beralasan sedang tidak enak badan. Padahal memang dia sedang malas untuk bermain. Cuaca sangat cerah pagi ini. Saat mendukung untuk melakukan rutinitas.



"Thania semangat. Jangan sampai kalah!!" Teriak Yunna di pinggir lapangan menyemangati Thania.


Thania yang mendengar itu melontarkan senyum manisnya untuk menjawab Yunna.



"Kamu gak ikutan?" Tiba-tiba terdengar suara orang di belakang Yunna. Hingga membuatnya terkejut.




"Ehh aku mengagetkanmu ya?" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum.



"Ehhh Yuda. Kamu nih bikin kaget aja. Untung gak jantungan aku" canda Yunna.



Yuda adalah teman seangkatan Yunna hanya beda kelas saja. Yuda adalah mantan ketua OSIS tahun lalu sekaligus kapten tim basket di sekolahnya. Cowok ganteng, pintar, kapten basket, sekaligus kebanggaan guru. Banyak yang naksir Yuda. Dari adik kelas hingga teman seangkatannya namun tak ada yang di terimanya satu pun.



" Maaf ya kalau mengagetkan mu" permohonan yang begitu tulus dengan sebuah senyum.



"Gak papa kok.." jawab Yunna sekenanya. Dia tau kalau Yuda hanya bercanda saja.


Yunna kembali memperhatikan Thania yang sedang bertanding sambil melontarkan kata-kata semangat dan tepukan.



"Kok gak ikutan sih. Kan biasanya kamu sama Thania pasti jadi nomor satu di lapangan. Kok sekarang cuma Thania aja?" Tanya Yuda dengan sedikit menunduk ke Yunna karena tinggi badan mereka sangat jauh berbeda.



"Lagi males aja kok. Biar Thania aja yang main aku jadi penonton aja" masih dengan memperhatikan Thania.


__ADS_1


" Owh gitu ya. Padahal aku pengen liat kamu main." Jawab Yuda lirih.



"Apa yud? Maaf gak kedengaran." Tanya Yunna sambil menoleh ke Yuda.



"Ahh... Gak kok. Aku cuma lagi nyanyi aja tadi hehehe" jawab Yuda dengan tertawa.



"Ihh kamu tu. Kirain ngomong apa." Yunna percaya saja pada Yuda karena dia tak begitu mendengar juga ucapan Yuda tadi.



Permainan sedang asyik-asyiknya berlangsung tiba-tiba langit menjadi gelap pertanda hujan turun. Dengan angin yang bertiup pelan namun terasa dingin menusuk kulit. Tiba-tiba Yunna tersadar akan turun hujan.



"Owh tidak. Aku lupa membawa airpods ku" gumam Yunna lirih. Keringat dingin sudah membasahi keningnya. Tangannya gemetar ketakutan. Dia bingung harus bagaimana.



Walaupun sibuk bermain. Thania sadar akan turun hujan. Dia pun berlari kepinggir lapangan meminta pergantian pemain pada temannya dan langsung menghampiri Yunna yang sudah gelisah.



"Unna mau hujan. Ketempat mis Rani yuk" ajak thania pada Yunna.


Yunna yang gelisah hingga tak bisa mengontrol dirinya lagi. Sampai tak sadar bahwa Thania sudah di depannya. Tanpa menunggu jawaban lagi dari Yunna. Thania langsung menarik tangan Yunna menuju ruangan mis Rani.



"Duluan ya yud" sapa Thania pada Yuda.


Yuda yang tak tau apa-apa pun hanya mengiyakan sapaan Thania.



Thania dan Yunna terus berlari hingga didepan ruangan mis Rani.



Tok tok tok


Suara pintu diketuk



"Iya masuk" jawab pemilik ruangan itu.



"Mis gawat!!!!" Teriak Thania.







🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Tinggalkan jejak💜

__ADS_1


likes and comments


__ADS_2