
"Brakkk!!!"
"THANIA!"
Suara meja digebrak oleh tangan. Sontak semua mata tertuju pada suara itu.
Tangan Thania yang dia luncurkan akan menonjok Silvy pun terhenti. Padahal jaraknya tinggal 5 cm lagi akan mengenai pipi Silvy. Namun urung karena suara gebrakan tadi.
Yunna pun bangkit dari duduknya berjalan menuju Thania. Siswa di kelas itu pun kaget semua melihat Yunna yang biasanya lembut namun sekarang bisa seseram itu.
Thania masih dengan posisinya. Tangan kiri menopang tubuhnya pada meja Silvy dan tangan kanannya sudah di depan pipi Silvy. Dan Silvy hanya bisa diam seribu kata keringat mengucur membasahi wajahnya dengan degup jantung tak beraturan karena takut.
Yunna sampai disebelah Thania lalu menepuk bahunya pelan.
"Kamu mau ngapain...?" Tanya Yunna dengar lemah lembutnya.
Mendengar perkataan Yunna yang lemah lembut itu. Teman-temannya yang awalnya ketakutan refleks terkejut sampai membuka mulut mereka. Seakan tak percaya dengan yang mereka dengar. Mereka mengira Yunna akan ikut marah. Tapi ternyata mereka salah.
"Kamu mau nonjok dia? Mau sok jadi jagoan disekolah? ...Iya?" Tanya Yunna lagi namun Thania tidak menanggapinya sama sekali.
"Kalau mau jadi jagoan jangan disini. Disini tempatnya belajar cari ilmu. Lagian kalau kamu mau jadi jagoan cari lawan yang seimbang. Jangan semut kamu jadiin lawan!" Ucap Yunna lembah lembut namun penuh dengan penekanan sambil menatap Silvy dan Moca geram.
Thania pun menurunkan tangannya pelan. Dia baru sadar kalau dia hampir melukai temannya. Seketika raut wajahnya yang awalnya emosi berubah sayu
"Maaf na... Aku kelepasan..." Ucap Thania lirih sembari memutar tubuhnya berhadapan dengan Yunna, namun masih dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
"Tak apa... Aku tak menyalahkan mu.. Hanya saja, memang suara kamu berisik sekali tadi..." Ucap Yunna pelan dengan senyum di bibirnya sembari menepuk pelan pundak Thania untuk menenangkannya.
Sontak semua siswa dikelas itu di buat kaget lagi dengan sikap Thania yang bisa berubah 180° lebih baik, tak terkecuali Silvy dan Moca. Mereka hingga bertatapan dengan membulatkan mata.
"Ayo lakukan..." Titah Yunna pada Thania sembari memajukan wajahnya sekali memberi kode.
Thania yang paham akan maksud temannya itu pun meminta maaf kepada Silvy dan Moca.
"Maaf..." Ucap Thania dengan matanya melotot dan menekan kata-katanya.
Setelah meminta maaf Thania pun berjalan lagi menuju bangkunya dan memainkan lagi ponselnya.
"Untuk kalian.... Lain kali kalau mau ngomong dipikir dulu. Jangan asal ceplos. Kali ini kalian lolos karena aku tak ingin temanku mendapat masalah hanya gara-gara kalian!" Ucap Yunna tegas dengan menatap geram Silvy dan Moca. Yang di tatap semakin takut hanya bisa menganggukan kepala tanda mengiyakan.
"Oh ya... Kurasa kalian membutuhkan lebih banyak wawasan lagi. Agar bisa membedakan apa itu operasi plastik dengan sampah plastik. Biar gak salah mengartikan. Kan malu-maluin kalo gak tau bedanya..." Ucap Yunna dengan senyum mengejeknya sembari melanjutkan langkahnya lagi.
Teman-temannya yang mendengar ucapan Yunna pada Silvy dan Moca pun mulai berbisik-bisik.
" Mulut kok sukanya ngejelek-jelekin orang mulu!"
"Ngerasa paling sempurna apa?"
"Tu mulut apa gak pernah disekolahin ya??!"
"Mangkanya jangan sosmed an mulu. Instagram an mulu. Mending buka yang lebih bermanfaat. Kan lumayan nambah wawasan."
Seperti itulah ocehan teman sekelas Yunna. Silvy dan Moca yang mendengar itu pun hanya bisa diam menahan malu dan rasa jengkelnya pada Yunna dan Thania karena sudah berani mempermalukan mereka di hadapan teman sekelasnya.
Yunna pun duduk di bangkunya sembari membuka bukunya lagi. Sedangkan Thania hanya diam sambil menatap layar ponselnya. Yunna sangat paham kalau temannya itu tengah marah saat ini.
"Than... Tadi kamu teriak gara-gara apaan sih?? Kok sampek heboh gitu?" Tanya Yunna sambil membuka bukunya.
__ADS_1
Thania yang mendengar pertanyaan Yunna pun sontak mengingat berita yang tadi dia baca. Dia pun langsung mencari berita yang tadi dia baca untuk ditunjukkan pada Yunna.
"Kamu tau gak sih... Beritanya itu bikin nyesek yang baca. Mataku sampek panas mau nangis tau..." Ucap Thania dengan terus mencari beritanya.
Yunna yang duduk disebelah Thania terus berusaha menyembunyikan tawanya agar tak dilihat oleh temannya itu.
"Thania.... Thania.... Tadi ngamuk, ngambek. Giliran bahas oppa-oppa Korea langsung lupa sama ngambek ya. Dasar!" Batin Yunna.
"Nih liat... Kamu baca sendiri. Aku dah gak kuat mau liatnya." Ucap Thania sembari menyodorkan ponselnya ke arah Yunna.
Yunna menyambutnya lalu membaca beritanya.
"APA...!!!" Ucap Yunna sedikit berteriak sembari menutup mulutnya.
"Kok bisa Than..!!?" Tanya Yunna sembari menatap Thania tak percaya.
.
.
.
.
🐾🐾🐾🐾🐾
Tinggalkan jejak💜
__ADS_1