
"Jadi anak ini masih saja berfikir ingin pergi ke sana..?" batin mama Yunna sedikit kesal.
"Maafin mama Yunna. Bukannya mama gak ngikutin kamu pergi. Mama takut kamu ninggalin mama. Mama gak mau pisah sama kamu. Kalau ayah tau pasti dia akan sedih." mama Yunna langsung sedih jika memikirkan Yunna yang terus saja ingin pergi.
"Tapi oppa... Unna bingung mau ngomong sama ayah gimana. Pasti ayah marah kalau Unna ngomong mau ke Korea. Waktu itu aja ayah hampir mukul Unna. Unna takut kalo Unna ngomong mauke Korea kali ini ayah bakalan mukul beneran." Ucap Yunna sedih.
"Padahal Yunna cuma mau ketemu sekali aja sama oppa. Abis itu Yunna janji gak akan maksa-maksa ayah lagi." Lanjut Yunna.
Sang mama yang mendengar perkataan Yunna dari balik pintu kamar itu pun tambah dibuat sedih saat mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Dimana Yunna sangat ngotot ingin pergi ke Korea untuk menemui RG. Namun sang ayah tak mengijinkannya dengan alasan jauh dan tak memiliki biaya. Sampai Yunna mengancam akan pergi dari rumah bila tak dituruti. Sehingga ayahnya sangat marah dan hampir memukulnya namun ditahan oleh sang mama.
Setelah kejadian itu hubungan Yunna dengan sang ayah menjadi renggang tak seakrab dulu. Seiring berjalannya waktu hubungan keduanya mulai membaik dengan bantuan sang mama.
"Semoga kalo Unna ngomong Unna udah punya uang buat beli tiket pesawat ayah bakalan ngijinin ya oppa. Tapi kalo udah Sampek Korea aku mau makan apa? Kan uangnya cuma cukup buat beli tiket aja! Gimana ya?? Gaji ku juga gak begitu banyak lagi!!"
Yunna selama ini hanya berfikir ingin pergi ke Korea saja. Namun tak berfikir jika ia sampai disana ia mau kemana.
"Apa!! Jadi Yunna selama ini bekerja???"
Mama Yunna sangat terkejut saat mengetahui anaknya selama ini bekerja.
"Atau jangan-jangan selama ini dia pulang malam karena dia bekerja? Apa sebegitu inginnya dia bertemu dengan idolanya itu. Hingga dia rela bekerja seperti itu."
Mama Yunna tak menyangka jika anaknya mau bekerja hanya karena seorang idol. Karena selama ini Yunna adalah anak yang nurut pada perkataan orang tuanya.
Takut ketahuan Yunna bila ia telah menguping pembicaraan Yunna dengan foto Seo ha. Mama Yunna pun melanjutkan perjalanannya menuju dapur untuk memasak.
__ADS_1
"Apa aku bantu saja ya si Yunna agar diizinkan dengan ayah? Tapi kalau Yunna hilang gimana??" Saat sampai di dapur ibu Yunna terus berfikir bagaimana caranya mendapatkan izin untuk Yunna agar bisa ke Korea.
Hati mama Yunna luluh setelah tahu semangat dan kegigihan anaknya. Mama Yunna termasuk tipe orang yang sangat menghargai sebuah usaha. Setelah dia tau anaknya rela bekerja hanya demi bisa bertemu dengan idolanya itu.
"Tapi gimana cara ngebujuk ayah biar ngijinin Yunna pergi ya?" Batin mama Yunna.
Sembari memotong sayuran yang akan dimasak, mama Yunna terus berfikir cara merayu suaminya agar memberi izin untuk Yunna pergi.
"Ma......" Panggil Yunna dari ruang tamu.
"Iya sayang...." Sahut mama Yunna dari dapur.
Yunna pun berjalan menuju sumber suara sang mama. Ia hendak meminta izin untuk menginap dirumah Thania kepada mamanya.
"Hmmm...."
"Unna mau minta izin ya... Unna mau nginep didirumah Thania ma. Soalnya dia dirumah sendiri" ucap Yunna dengan manjanya.
"Emang orang tuanya kemana? Kok dia dirumah sendiri?" Tanya mama Yunna penasaran.
"Kata dia tadi sih ayahnya ada dinas diluar kota selama 3 hari. Mamanya juga ikut nemenin ayahnya. Kak Arsen juga lagi ada tugas kelompok jadi dia nginep tempat temennya. Jadinya dia dirumah sendiri ma.." jelas Yunna masih memeluk mamanya.
__ADS_1
" Emmm.... Gitu.." balas ibu Yunna dengan anggukan
"Boleh gak ma..?" Tanya Yunna
" Boleh donk sayang. Tapi..! Ada syaratnya. " Jawab mama Yunna
"Syarat..? Syarat apa ma..?" Tanya Yunna penasaran sambil melepaskan pelukannya.
"Syaratnya kamu sama Thania gak boleh keluar malem. Kalo mau makan masak aja dirumah Thania. Dan ini yang paling penting dan gak boleh lupa..!" Tutur mama Yunna
"Dan apa ma???" Tanya Yunna penasaran
"Dan jangan nonton oppa-oppa sampek larut malem. Anak mama gak boleh tidur malem-malem oke!" Sambung mama Yunna memperingatkan.
"Emm... Oke mama. Siap laksanakan" jawab Yunna sembari memberi hormat seperti saat upacara.
"Ya udah... Unna berangkat dulu ya ma.." pamit Yunna pada mamanya sembari mencium pipi mamanya.
.
.
.
.
🐾🐾🐾🐾🐾
__ADS_1
Tinggalkan jejak💜
Komen dari kalian semua sangat berharga buat author..