
Waktu pagi hari Dea di hampiri oleh Andra, laki-laki keturunan China bercampur Jawa ini begitu tampan di mata Dea.
"Mox, jadi gak lu ke kedai? Haus ini." ucap andra
"Bentar aku lihat dulu uang nya, jangan asal minta jika uang tak cukup gak mungkin kan aku jual ginjal ku." ucap dea sedikit kesal.
"Is is is is air di mane mane itu harga nya 3500, lah elu malah bilang jual ginjal, sekate-kate lu Mox." ucap Andra.
"Hehehehehe biar wow aja ucapan ku, mana tahu aku bisa jadi permain film di sinetron emak emak itu." jelas Dea cengengesan.
"Iidih orang kalau main film bodynya itu cakep-cakep Mox, Nah lu mau jd apa? Ada ada aja ayoo haus ini!" ujar Andra sambil menarik tangan Dea.
Dan Dea hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.
begitu lah persahabatan mereka dari kecil sampai kini mereka kelas 3 SMA, selalu bersama, Jika cewek lain terpesona dengan tingkah Andra, lain pula jika mereka melihat Dea, mereka seakan jijik, Namun di sekolah mereka tidak berani membully Dea, Karena akan ada andra yang selalu menjadi No 1 membela Dea.
"Mox cepat napa lelet kali kau."ucap Andra sembari mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
"Aku udah lari ini loh, sabar napa! Capek aku Dra, kamu jalan pelan-pelan dong Dra, apa gak capek. Kamu langkahnya kaya raksasa cepat amat jalannya." ucap Dea ngos-ngosan.
"Gak salah kamu jalan kaya siput? Pakai ngatain aku raksasa pula, Ayo cepat tar gerbang sekolah ditutup nanti kita kena hukum ayooo!" ajak Andra.
Sambil menarik tangannya Dea, Bak angka 10 Andra dengan posturnya keren, Sedangkan di sampingnya ada Dea bak ondel-ondel,
Namun begitu sampai gerbang depan sekolah, nasib berkata lain
gerbang sekolah sudah tertutup dengan rapi, Mereka yang telat terpaksa memanjat tembok yang tidak terlalu tinggi, Mudah bagi andra namun tidak bagi Dea yang notabene bertubuh gempal
"Andra kamu yakin kita naik ini tembok?" tanya Dea dengan paniknya. Gak kebayang kalau dirinya harus memanjat.
"Enggak ah kamu aja, aku takut Dra. Nanti kalau aku jatuh lalu lecet patah tulang lalu aku geger otak gimana?" oceh Dea gak jelas.
"Ya elah ini hanya 2 meter gak akan sampai geger otak neneng." jawab Andra sedikit ngegas.
"Hehehehe kan biar dramatis dikit Dra." ujar Dea asal.
__ADS_1
"Terserah lu lah, ayo cepat naik biar aku sambut kau di bawah sana." ucap Andra yang lupa bahwasannya di depannya ini cewek bukan cewek pada umumnya yang langsing.
"Okay okay, kamu tangkap aku yo, awas jika gak aku gak mau tahu ya!" pasrah Dea.
"Iyee aku hitung yaa,"
"Satu,"
"Dua,"
"Tiii."
Belum sampai tiga Dea sudah mendarat mulus di atas tubuh Andra.
"Buugggggh."
"AUUUUUUW PATAH TULANG GUE SEMOK😭" Andra menjerit kesakitan saat tubuh gempal Dea menumpuk di atas badannya.
__ADS_1
"Eeh maaf Dra gak sengaja." ucap Dea merasa bersalah.
"Aduh aduh untung gue sayang ke lu, jika gak gue pites lu! Ayoo kkita masuk ke kelas!" ajak Andra sambil meraih tangan Dea dan bergegas berlari.