KU TUNGGU JANDA MU SEMOX

KU TUNGGU JANDA MU SEMOX
10


__ADS_3

Hari yang di tunggu sudah tiba, ada yang menangis, juga ada yang bahagia. Semua sudah berkumpul di satu titik. Dimana ada selembar kertas yang menempel, di dalam kertas itu tertulis nama-nama siswa yang lulus maupun yang tidak lulus.


Seperti biasa, belajar atau tidak belajar Andra akan selalu juara umum satu dan Ero juara dua. Jangan tanya gimana Dam-dam dan Dea, udah lulus aja udah syukur ya kan. Sebab nilai mereka hanya rata-rata, hanya bagus sedikit, gak usah banyak-banyak, dikit-dikit aja.


"Deeeeee, gue lulus." teriak Dam-dam bahagia.


"Aku juga Dam yessss." ucap Dea dengan semangatnya.


Tiba-tiba datang Andra dan langsung memeluk Dea dengan semangat, dan berkata.


"De, kita lulus hahaha kita lulus." dan tanpa sengaja Andra malah mencium bibir Dea. Namun seperkian detik Andra tiba-tiba sadar.


Walaupun singkat, tetap juga bikin heboh sekitarnya.


Ada yang menjerit kagak jelas, ada yg mecemooh dan aja juga yang iri. Bahkan ada pula yang pingsan.


"Dra, kamu ngapain cium aku di bibir?" ucap Dea kesal.


"Hehehehe maaf hillaf, maaf ya habis gue senang banget, kita lulus dan kita semua lulus." ujar Andra mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah kita semua akhirnya lulus." ujarnya lagi.


"Gimana malam ini kita makan besar di rumahnya Andra? Aku dengar nenek, mommy sama daddymu udah pulang ya Dra?" tanya Dea sumringah.


"Okay kita semua ngumpul di rumah gue, kita buat pesta barbeque yak."


"Dan iya tadi mommy sama daddy pulang." ucap Andra lagi.


"Boleh boleh boleh aku ajak kak Bayu gak Dra?" tanya Ero malu-malu.


"Boleh kok." jawab Andra cepat.


"Gue ikut ya Dra?!" ucap Chopin tiba-tiba.


"Ah lu ngapain ikutan!!" ujar Dam-dam merasa tak terima.


"Suka suka gue lah, kan gue ke rumah Andra bukan kerumah lu." jawab Chopin cuek.


"Hussss jangan ribut kalian! Lu boleh ikutan dan hanya boleh bawa satu orang saja siapa pun itu." ucap Andra menengahi.


"Horeee aku bawa nenek ah." ucap Dea bahagia.


"Gue bawa kembaran gue ah." ucap Dam-dam menimpali.


"Emang Damas ada di sini Dam?" tanya Ero penasaran.


"Iya semalam sampai dari kampung dan insyallah dia kuliah di sini." ucap Dam-dam lagi.


"Lu ada kembaran Dam-dam?" tanya Chopin penasaran.


"Kamu nanya....??? Kamu bertanya tanya??? Raaaaawwrrr." ucap Dam-dam, Ero dan Dea serempak.

__ADS_1


Dan Andra hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat Chopin yang dongkol dengan sikap tiga wanita aneh dan ajaib menurut versinya.


****************


Malam pun tiba, di mana di rumah Andra kini heboh semua. Karena ortu Andra membawa makanan khas Jerman.


Nenek Sopiah sudah stanby dari jam 5 sore sebab nenek cepat datang bersama Dea untuk membantu keluarga Andra.


Malam itu banyak bakar jagung, sosis, daging ayam dan daging sapi serta beberapa sayuran.


Ero dan Dam-dam sibuk membuat minuman. Sedangkan Chopin, Andra dan Wida sedang membakar daging dll.


Di sisi lain, Damas kembarannya Dam-dam sedang menyiapkan saus dan kerupuk.


Bayu belum datang karena dia ada kerjaan dan akan menyusul jika sudah selesai dengan kerjaannya.


Jika di tanya di mana Dea, pasti jawabannya satu, yaitu bersama mommynya Andra.


"De, kamu kuliah di mana sayang?" ucap mom Elis.


"Mm aku kayaknya gak kuliah mom, gimana mau kuliah biayanya gak ada." ucap Dea cengengesan.


"Gimana kalau kamu kuliah nanti daddy yang bayar." ujar daddy Edy yang tiba-tiba datang.


"Jangan dad, Dea gak enak. Dari dulu Dea selalu nyusahin daddy sama mommy." ucap Dea tak enak hati.


"Siapa bilang sayang? Kamu adalah putri daddy dan mommy juga. Jadi jangan merasa sungkan." jawab daddy Edy.


"Gak dad, Dea mau kerja aja. Biar Dea bisa hasilkan uang yang banyak buat membantu nenek." ucap Dea lagi.


"Kalian lagi bahas apa?" kata nenek Dea yang tiba-tiba datang.


"Biasa bu, Dea kusuruh kuliah kagak mau." jelas Elis pada nenek Sopiah.


"Aah kamu ini Elis, udah tahu Dea kayak gitu." ucap sang nenek.


----------------


Malam semakin larut, mereka melahap dengan nikmat makanan yang telah mereka siapkan. Setelahnya kini mereka sudah berkumpul di mana Andra mau mengumumkan sesuatu.


"Kawan kawan, aku mau menyampaikan sesuatu buat kalian." ucap Andra di tengah pesta.


"Apa itu Dra?" tanya Bayu yang penasaran.


Ya Bayu sudah datang di saat mereka lagi heboh bakar-membakar.


"Hmm begini, gue bakalan ikut ke dua orang tua gue ke Jerman." ucap Andra yang langsung menunduk.


Tiba-tiba Dea bangkit berlari, Andra yang peka


langsung mengejar Dea.

__ADS_1


Semuanya terdiam antara sedih dan juga bahagia.


................


"Dea." panggil Andra pada Dea yang berlari menjauh.


Dea tidak mendengar, Dea terus berlari menuju taman. Dia sedih, walaupun dia sudah tahu tapi tetap juga sedih. Bagaimanapun Andra adalah sosok yang dia cintai selama ini. Namun kini dia harus rela kehilangan orang yang dia cintai.


"Dea tunggu!" panggil Andra dan dengan cepat memeluk Dea ketika berhasil menyusul Dea.


"Dea, maaf." ucap Andra masih dalam posisi memeluk Dea.


"Kenapa minta maaf, kamu gak salah." ucap Dea sambil menangis.


"Maaf gue ninggalin lu, tapi gue janji gue akan kembali asal lu mau nunggu gue kembali?!" ucap Andra yang ikutan menangis.


"Aku tidak kemana-mana Dra, pergi lah Dra raih cita-citamu." ucap Dea lagi menenangkan Andra yang menangis.


"Gua terpaksa Dea. Gue juga gak mau jauh dari lu. Lu tu sahabat gue, di hati gue juga cuma ada lu. Lu tahu, gue rasanya mau di sini aja. Tapi mommy sama daddy memaksa. Gue gak bisa apa-apa." ucap Andra panjang lebar.


"Pergilah, aku gak apa-apa. Semoga kamu sukses, jika ketemu cewek bule nanti bilang sama aku yaa biar aku nilai cantik gak buat kamu Andra." ucap Dea yang menahan segala rasa di dalam dada.


"Ish lu ini." ucap andra sambil memeluk erat Dea.


"Oh ya, Dea gue ada sesuatu buat lu." ucap Andra yang teringat sesuatu.


"Apa itu?" tanya Dea mengadahkan kepalanya memandang Andra.


"Tutup dulu mata lu!" pinta Andra.


Dea menutup matanya, dan Andra langsung memasangkan kalung emas putih bertahtakan berlian. Jangan tanya harganya berapa yang pasti sangatlah mahal. Dan di kalung itu ada huruf yang bertuliskan nama Andra.


Dea membuka mata, dia terkejut melihat itu.


"Dra indah banget." ucap Dea terharu.


"Iyaa dong, harganya juga mahal." ucap Andra sambil tertawa.


"Heleh kalung 10 rebu pun." ucap Dea asal.


"Iya 10 rebu, 10 ribu dolarπŸ’΅." ucap Andra cengengesan.


Entah kenapa Dea malah terbahak, di pikirnya bohongan kali yak.


"Aku juga ada sesuatu buat kamu, tapi maaf hanya gelang yang aku buat sendiri hehe ada nama ku sama nama mu."ucap Dea sambil tersenyum manis.


Andra sangat senang, dia begitu bahagia mendapat hadiah istimewa dari Dea. Dengan semangat mereka berjanji akan berjumpa kembali setelah menyelesaikan urusan masing-masing.



gelang andra

__ADS_1



kalung dea


__ADS_2