
Tiba-tiba andra siuman, bahkan belum sempat buk Milla menciumkan keteknya ke hidungnya Andra.
"Lah lah dah sadar nya kau Dra?" tanya pak Retno terkaget.
Dalam hatinya, Andra merasa sebal.
"Si*lan! Kenapa bukan Dea yang cium gua?! Ini kan gua masih pura-pura pingsan supaya di kasih nafas buatan sama Dea! Iih sebel deh sama Dea gak pernah peka orangnya!" kesal Andra dalam hatinya.
"Ini buk Milla mau ngapain? Jangan dekat-dekat ye, saya udah sadar! Dan loe Dam, kenapa loe tega ga ga ga ga sama teman sendiri hah?!" tegur Andra sambil melototkan matanya ke arah Dam-dam.
Dam-dam yang melihat amarah Andra, tanpa pikir panjang langsung kabur dengan kecepatan 1000km/jam.
"Dan kamu Deeaaaaaaa.... Kamu kamu!" ucapan Andra tiba-tiba terputus.
Entah apa yang di pikirkan oleh Dea, dan nyali nekat dari mana si Dea tiba-tiba mencium kening Andra.
Hal itu membuat Andra terdiam seketika.
"Bruughhh."
Di sisi lain, tiba-tiba buk Tia pingsan di tempat. Membuat semua orang yang masih disana kaget.
"Loh kok malah buk Tia yang pingsan?" tanya pak Retno sembari buru-buru mengangkat buk Tia ke tempat tidur UKS.
Andra bangun dan segera berlalu dari sana. Karena bau ketek buk Milla menyebar seantero ruangan. Pikirnya pasti buk Tia pingsan karena bau ketek buk Milla.
"Pak, tu pasti gara-gara bau ketek buk Milla yang baunya na'uzubillahiminzalik makanya buk Tia pingsan!" pikiran Andra sudah di utarakan oleh Ero yang masih berdiri disana sambil menahan nafas.
__ADS_1
"Sembarangan kamu!" tunjuk buk Milla merasa tak terima.
Terjadilah perdebatan sengit di ruangan UKS. Andra yang melihat itu cuek dan segera pergi, sedangkan Dea mengekor di belakang Andra.
Siang itu Andra mendiamkan Dea. Itu karena dia kesal!
Keesokan paginya.....
"Dra ma'af Dra." ucap Dea yang merasa bersalah pada sahabatnya itu.
"Lu tega, tega lu ya De." bukannya memaafkan, Andra justru marah kepada Dea.
"Iya maaf, maaf gue gak sengaja cium lu Dra, lu pasti ilfil kan sama gue, sorry Dra maafin gue ya?!" mohon Dea yang merasa bersalah karena telah berani mencium Andra.
"Ccihhhhh." gumam Andra.
"Gua gak marah lu cium gua Semox, tapi gue itu pengen lu cium di bibir bukan pipi! Kapan sih lu sadar kalau gue tu suka sama lu Dea! Ahais dasar semok ga peka!"
Andra bangkit dan berlalu pergi meninggalkan Dea sendiri di taman sekolah.
"Draaaaa Andra, is dia betul marah gimana dong ini?!" Panik Dea yang melihat Andra berlalu karena pikirnya si Andra marah.
Saat ini Andra sedang di kantin sambil makan bakso. Dalam benak Andra, gimana ya supaya Dea tahu perasaan dia selama ini. Apa dia harus buat Dea cemburu dulu?
Karena keasikan melamun, Andra tidak sadar jika ada ulat keket yang mendekatinya.
"Aa Andra." sapa Wida sok centil.
__ADS_1
Ya ulat keket itu adalah Wida. Perempuan tercantik sejuta umat khususnya para lelaki di sekolahnya, dengan sifat kecentilan dan kecantikan paripurna nya beserta geng-gengnya yang bikin heboh sejuta umat jika lewat.
Bak bidadari, setiap lewat akan menjadi kehebohan tersendiri di kalangan anak muda. Eits, tapi itu tidak berlaku pada Andra. Justru hal itu membuat Andra bisa mual.
Andra rada gatal-gatal jika dekat Wida. Entah kenapa, padahal Wida cantik dan manis kerap di bilang bunga desa eh bunga sekolah. Namun Andra tidak menyukai Wida, bagi dia Wida adalah ulat keket yang kegatelan ingin merangkak naik agar menjadikan tenar.
"Aa kok makan sendiri? Di mana galon airnya? Kok tumben ga ikut?!" tanya Wida sok akrab.
"Mampusss, ni betina ngapa dah disini!" ucap Andra dalam hati.
"Eh moncong kau jaga ya tu mulut, sekate-kate lu bilang Dea galon air!" marah Andra tak terima jika Wida menghina Dea.
"Iis iss Aa mah dikit-dikit marah." ujar Wida sok merajuk.
"Bang Andra, tumben sendiri kemana Dea?" tanya Chopin tiba-tiba.
"Kenapa lu tanya-tanya Dea ah?!" Andra merasa cemburu Dea di tanya Chopin laki-laki keren lainnya di sekolah itu.
"Kangen gua bang sama wajah manisnya Deaπ" ucap Chopin yang nampak tergila-gila pada Dea.
"Hush sana-sana pergi kalian! Muak tahu gua lihat kalian sana-sana pergi pergi!" Andra mengusir Wida dan Chopin dari hadapannya.
"No no no no kami tetap di sini Aa." ucap Wida kekeuh.
"Okay jika begitu gua yang pergi." ucap Andra tegas.
"Aa ini, Aa mah marah aja jika jumpa aku." ujar Wida tak terima.
__ADS_1
Anak-anak yang ada di kantin yg melihat itu merasa terhibur. Bukan rahasia lagi, secantik apapun Wida, tetap Andra menolak mentah-mentah....