
Di hari senin ini, para siswa pada berkumpul di lapangan untuk mengikuti acara upacara bendera termasuk Dea, Ero dan Dam-dam. Semua siswa sudah berdiri guna mengikuti upacara. Hanya Chopin dan Andra yang tidak ikut upacara, biasalah anak bandel sekolah itu.
Setelah upacara kini Dea dan Dam-dam menuju ke kantin (Bukannya masuk kelas mereka malah bolos). Niat mereka untuk makan namun sesampainya di kantin mereka melihat Ero yang sedang duduk di lantai dengan makanan di atas kepalanya. Di sana ada Chopin yang sedang asik menjahili dan meledek Ero.
"Berapa kali gue bilang, gue gak suka sama cewek murahan." ucap Chopin dengan akuhnya.
Ero trus menangis karena merasa terhina. Dea dan Dam-dam buru-buru berjalan mendekati Ero. Lantas Dea segera memeluk Ero guna menenangkan.
"Chopin, lu gila yaa? Kalau lu gak suka sama Ero bukan gini caranya!" ucap Dea yang langsung berdiri dan dalam emosi tingkat tinggi.
"De, gue gini karena gue, gue, gue." ucapan Chopin terpotong karena Andra langsung memeluk Dea.
"Dea, udah gak usah di ladenin sekarang kita bantu Ero dulu." ucap Andra sambil menatap tajam pada Chopin.
Chopin yang melihat itu sangat geram dan kesal.
"Dea!" panggil Chopin cepat saat melihat Dea akan berlalu.
Namun Dea tidak menghiraukannya. Dia kini menuju ke arah Ero yang ternyata di sana ada Bayu.
Semuanya terheran, karena tiba-tiba ada ketua OSIS di sana sambil membersihkan penampilan Ero yang sangat kacau.
"Chopin lu emang jahat lu, gak punya hati, ingat ini baik-baik lu udah sia-siakan cinta seseorang. Dan lu buang bak sampah! Tapi gue janji gue akan memungutnya dan merawat cinta itu. Dan gue pastikan, lu akan menyesal karena telah membuang berlian ini." ujar Bayu lantang.
"Ambil aja sana gue gak akan pernah menyesal!" beo Chopin dengan angkuhnya.
"Okay ingat kata-kata lu ya!" ucap Bayu pada Chopin.
"Ayok Ero, tolong buanglah perasaanmu pada orang yang menyia-nyiakan dirimu. Masih banyak orang yang menyayangimu termasuk aku. Ero, maaf jujur aku suka sama kamu. Pokoknya sangat suka! Aku, aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang, tapi aku akan menunggu jawabanmu nanti sampai kapanpun akan ku tunggu." kata Bayu lantang namun sedikit gugup.
Tanpa menunggu jawaban dari Ero, Bayu langsung menggendong Ero dan membawanya ke UKS.
Sedangkan Ero terdiam mencerna apa Bayu katakan. Di dalam pelukan Bayu, Ero merasa nyaman dan sedikit tersenyum.
__ADS_1
Entah kenapa, melihat adegan tadi Chopin merasa sebal. Dia entah kenapa ada perasaan seakan tidak rela ada yang menyatakan cinta pada Ero.
"Ero." panggil Dea.
"Ero ma'afkan aku." ucap Dea tidak enak hati.
Ero langsung tersenyum.
"De, kamu tidak salah, kamu temanku. Kita ini kan teman bukan? Lagian betul kata Bayu,
"Cintailah diri sendiri dulu baru mencintai orang lain. Karena dengan kita menghargai diri sendiri, kita tahu orang mana yang tulus sama kita." ucap Ero berkaca-kaca.
"Jadi kamu tidak marah?!"tanya Dea.
"Ya tidak, karna sekarang aku ada Bayu." ucap Ero malu-malu meong.
Dea dan Andra sampai melongo dengan tingkah Ero. Merek tidak percaya, secepat itukah?!
"Mungkin aku sudah tidak ada harapan lagi." ucap orang itu dan berlari meninggalkan tempat itu.
Bayu sangat bahagia, cintanya di terima walaupun harus extra sabar menghadapi sifat Ero yang agak lelet itu.
"Kak Bayu." panggil Ero malu-malu.
"Ya manis." jawab Bayu dengan senyum sejuta watt di bibirnya.
"Makasih ya, Ero janji Ero akan belajar mencintai kakak. Oh ya jadi selama ini kakak yg mungut bekal makanan aku ya?" tanya Ero malu-malu.
"Iya, kan enak masakan kamu." ucap Bayu sambil mengecup kening Ero.
Mereka lupa, kalau ada makhluk lain di dalam ruangan itu. Mereka sampai merasa jengah.
"OEEEEE INGAT ADA KITE YAAA MAIN CAP CIP CUP LU BERDUA." ucap Andra kesal.
__ADS_1
"Sirik aja lu, jika mau kan ada Dea noh." ucap Bayu asal.
"ISS OGAH GUE." ucap Dea merinding.
"GUE JUGA." Andra ikut menimpali.
Dan mulailah mereka bertengkar seperti Tom and Jerry.
"Mulai deh." ucap Bayu dan Ero bersamaan.
Di sisi lain, alias di dalam kelas Dam-dam sedang melamun. Dia sedikit terganggu dengan apa dia lihat tadi. Namun dia tetap tersenyum.
"Gue bisa, yok Dam lu bisa! Ini demi persahabatan lu." Ucap Dam-dam dan segera berlari keluar menuju ke UKS.
"Haii gaesss sorry ye gue telat tadi gue ke toilet kebelet." ucap Dam-dam senatural mungkin, padahal hatinya sedang tak baik-baik saja.
"Lu gak sayang kawan Dam-dam." ucap Ero pura-pura ngambek.
"Ish ish, jangan marah dong iya iya gue salah." ujar Dam-dam sambil memeluk Ero dengan erat.
"Sayang jangan ngambek kan Dam-dam bilang dari toilet." ucap Bayu menimpali.
"Iya deh." kata Ero juga kemudian memeluk Dam-dam.
"Huff gue bisa!" batin Dam-dam menahan segala rasa yang ada di hatinya.
"Nape lu dam?" tanya Dea curiga.
"Gak apa-apa, emang gue kenapa? Oh ya, gimana kalau kita merayakan hari jadi Ero dan kak Bayu kita makan-makan? Gimana mau ya ya, kak Bayu? Ya Ero?" tanya Dam-dam dengan semangat.
"Okay." ucap Bayu dan Ero bersama-sama.
Dan lagi Dam-dam tersenyum dan menyimpan sedihnya di dalam hatinya.
__ADS_1