
Sepulang sekolah Dea dan kawan-kawannya mampir di sebuah restoran seafood yang tak jauh dari sekolah mereka.
Restoran yang terkesan mewah dan bisa di bilang hanya pelanggan VIP yang bisa memesan makanannya.
Kenapa bisa mereka makan di situ? Itu karena restoran tersebut milik Bayu.
Ya Bayu walaupun masih sekolah dia juga adalah seorang pengusaha muda.
Mereka kini duduk dalam ruang room VIP yang khusus untuk Bayu dan keluarganya.
Dea dan Dam-dam nampak heboh sendiri, karena melihat menu yang harganya sangat-sangat mahal.
"Kak bayu, jika aku pesan buat di bungkus boleh gak?" tanya Dea yang sedikit malu-maluin.
"Maksudnya kamu gak makan di sini ya De?" tanya Bayu balik ke Dea.
"Hehhehe gak kak, soalnya ini makanan mahal dan aku ingin berbagi buat nenek aku di rumah kak." jawab Dea sekali lagi gak ada malu-malunya.
"Walah, kamu makan aja apa yang kamu mau, nanti kita pesan lagi buat nenek kamu gimana?" tawar Bayu.
"Woooo bolehkah kak? Jadi aku bebas kan kak mau pesan apa aja buat bawa pulang ke rumah?" tanya Dea sekali lagi.
"Iya bebas, Dam jika kamu mau kamu boleh juga kok." ucap Bayu pada Dam-dam.
Sedangkan Andra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Dea yang begitu lucu menurutnya.
"Asiap kakak, aku akan pesan yang banyak hehehe." ucap Dam-dam cengegesan.
"Sayang kamu mau bungkus juga?" tanya Bayu pada Ero yang daritadi hanya diam.
__ADS_1
"Emang boleh kak? Apa kak Bayu ada duit kak? Ini restoran mahal kak! Lihat aja daging steak aja hampir 700 ribu, belum lagi udangnya harganya wow banget. Adeh entar bayarnya gimana?!" ucap Ero panjang lebar.
"Hahahaha kamu ini lucu banget sih sayang. Tenang aja aku gak akan bangkrut kok! Kamu pesan aja buat adekmu di rumah gimana?" tawar Bayu lagi sembari mengelus rambut Ero lembut.
"Loh kok kakak tahu aku ada adek di rumah!?" tanya Ero penasaran.
"Ya tahu lah hehehe kamu kan pacar aku." ucap Bayu asal.
"Bro gue gak lu suruh bungkus juga?" ucap Andra tiba-tiba.
"Buahahaahahahaha, gua gak yakin deh, lu gak pernah kekuarangan uang kan Dra?!" ucap Bayu sambil tertawa renyah.
"Andra gak usah di tawarin kak, malahan Andra sering belikan aku apa yg aku mau. Dia gak pelit kak dia banyak uang." ucap Dea menimpali.
"Ahais Dea Dea l, lu gak pernah peka, karena Andra suka sama lu." kata Bayu dan Dam-dam dalam hati mereka bersamaan.
Akhirnya mereka telah kenyang. Sehabis makan kini mereka pamit mau pulang.
Dea memesankan daging steak dan udang buat di bawa pulang untuk neneknya.
Begitu juga Dam-dam membawa berapa pesanan untuk keluarganya.
Yang tak bawa apa-apa pulang hanya Andra. Karena di rumahnya sudah pasti gak akan ada yg makan soalnya neneknya vegetarian sedangkan orang tuanya sibuk bekerja.
Setelah berpamitan, mereka menuju rumahnya masing-masing.
*******
"Andra makasih ya udah antarin Dea." ucap Dea sambil turun dari motor Andra.
__ADS_1
"Ya elah kan kita emang selalu bersama Dea. Udah sana masuk pasti nenek udah nunggu tu!" ucap Andra pada Dea.
"Iya kamu juga, jangan keluar lagi bentar lagi hujan nih!" pinta Dea pada Andra.
"Iya iya bawel." ucap Andra sambil tersenyum manis.
Tanpa berpamitan lagi, Dea langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum, Nenek Dea bawa makanan buat nenek." teriak Dea begitu sampai di dalam rumahnya.
"Waalaikumsalam, Apa itu nduk, kayaknya enak tercium dari baunya." ujar nenek Sopiah.
"Ini makanan mahal nek, kawan Dea yang ngasih. Alhamdulillah kita bisa makan enak ya nek. " syukur Dea yang menurutnya hari ini mendapatkan rezeki nomplok.
"Alhamdulillah nenek makan ya? Kebetulan udah laper juga hehehehe." pinta nenek Sopiah.
Dea lantas menyodorkan bungkusan makanan itu pada neneknya. Nampak neneknya lahap menyantap makanan dari restauran itu.
"Loh kamu kok gak makan Nduk?" tanya nenek heran melihat cucunya hanya memandangi dirinya makan.
"Hehehehe Dea udah makan nek, jadi ini semua buat nenek." ucap Dea bahagia melihat neneknya sungguh lahap.
"Ya udah nenek makan ya?!Kamu sana ganti baju terus tidur siang." titah nenek Sopiah.
"Asiap nenek ku yang cantik." ucap Dea sambil mencium kening neneknya dengan sayang.
"Azmi, Samsy anak kalian sudah besar, kalian di mana? Jika kalian masih selamat dan masih hidup kembalilah. Anak kalian membutuhkan kalian! Jika kalian sudah tiada datang lah ke mimpi emak, biar emak tenang nduk," ucap nenek Dea dalam hatinya saat melihat kepergian cucunya dari hadapannya.
Tanpa terasa meneteskan air mata nya
__ADS_1