
Pagi-pagi Ero sudah di jemput oleh Bayu, karena mereka akan berangkat ke sekolah bersama-sama. Padahal rumah Bayu dan Ero berlawanan, tapi. demi cinta apa sih yang gak, ya kan???? ππ
"Tin, tin, tin." bunyi klakson motor Bayu.
"Cari siapa kak?" tanya seorang gadis yang bernama Trich.
"Kamu adeknya Ero ya?" bukannya menjawab Bayu malah balik bertanya.
"Eh iya kak, aku adek kak Ero cantik dan manis semanis gula mpok Mozza." ucap Trich asal bunyi.
"Aah Mozza? Itu siapa lagi?" tanya Bayu heran.
"Mozza itu kakak tertua aku, saat ini lagi bunting. Dia itu cakep manis tapi tetap juga manisan aku kak." ujar Trich dengan pedenya.
"Oohh kakak kamu, ku pikir siapa, lalu Eronya mana?" tanya Bayu celingukan mencari keberadaan Ero.
"Kak Ero lagi makan kak, biasa siput dia kan paling lambat." ucap Trich lagi.
"Hush gak boleh gitu, dia kan kakak kamu." ucap Bayu pada adiknya Ero yang bawelnya minta ampun.
"Hehehehe iya iya." ucap Trich cengengesan.
Bocah SMP ini terlihat menggemaskan. Dia lucu dan selalu ceria, percaya dirinyapun tingkat dewa.
Tiba-tiba datang Mozza Wilya Ling, kakak tertua Ero yang cantik bak model papan atas dengan perutnya yang besar namun terkesan seksi. Bayu yang melihat itu sangat terkagum, eits hanya mengagumi bukan jatuh cinta yaa.
mozza kakak nya eroo
"Eekhheemmm." bunyi dehem seseorang yang tak lain adalah suami dari Mozza itu sendiri yang biasa di panggil Riyan.
"Biasa aja lihatnya." ucapnya kemudian.
Bayu langsung tersipu malu karena sudah lancang memandangi istri orang.
"Mass ish kamu ini pagi-pagi dah galak sama orang." tegur Mozza pada suaminya itu.
"Suaminya langsung tersenyum saat di tegur oleh Mozza istrinya.
"Cari siapa dek?" tanya Mozza dengan lemah lembut.
"Ca, ca cari Ero kak." jawab bayu terbata-bata.
"Kamu pasti pacarnya Ero ya?" goda Mozza to the point.
Wajah bayu langsung memerah, dia mengangguk pelan namun terlihat malu-malu.
"Wah kamu sangat keren, baru kali ini adek aku ada pacar langsung ganteng kaya kamu, imut juga sih." ujar Mozza yang tak sadar memuji cowok lain di depan suaminya.
Di sebelahnya, suaminya memancarkan aura kecemburuan dan cemberut karenanya.
"Kak bayu, kok ke sini?!" tanya Ero tiba-tiba.
"Lah jemput kamu lah yank." jawab Bayu cepat.
__ADS_1
"Hah? Kan rumah kita berlawanan kak?!" tanya Ero yang lemotnya minta ampun.
"Dek orang di jemput cowok ya berati dia senang, loh kamu ini adeh ga peka banget." ujar Mozza yang melihat adeknya sungguh tak peka akan situasi.
Sedangkan Bayu hanya cengengesan menanggapinya.
Lain Bayu dan Ero, lain pula dengan Dea dan Andra.
"Draaa gimana ini?!" tanya Dea sambil menangis.
"Tenang De tenang, kita singgah di supermarket dulu bentar beli kebutuhan lu." ucap Andra dengan sabar.
"Tapi aku gak bawa ****** ***** Dra. Kalau tembus ini gimana? Kan aku malu Dra gimana ini."ujar Dea panik.
"Makanya kamu tenang dulu, aku beli dulu." ucap Andra menenangkan Dea.
"Emang kamu tahu ukuran aku?" tanya Dea memastikan.
"Apa sih yang gue gak tahu tentang lu? Semua gue tahu, sampai ukuran lu gue tahu De." ucap Andra dengan bangganya sambil berlalu menuju tempat belanja.
Sesampainya di sana Andra tidak ada malu-malunya untuk membeli pembalut wanita. Bahkan dia dengan seksama melihat pembalut yang bersayap atau tidak.
Sesudahnya membeli pembalut, mereka langsung menuju ke sekolah agar Dea bisa menggati pembalutnya disana.
Sesampainya di sekolah Dea langsung berlari ke toilet. Sedangkan Andra hanya mengikuti saja dari belakang.
Tiba-tiba Dam-dam dan Ero muncul.
"Lu nungguin siapa Dra?" tanya Ero tiba-tiba.
"Ngapain dia pagi-pagi ke toilet?" tanya Dam-dam keheranan.
"Biasa cewek." jawab Andra cepat.
Pasti lagi datang tamu bulanan ya Dra?" tanya Dam-dam lagi.
"Yoi, biasa kan jadwal dia ini." ucap Andra cuek aja.
"Oh ya, Bayu mana Ro?" tanya Andra balik.
"Tadi ada rapat OSIS Dra, jadi dia kesana kan sebentar lagi kak Bayu mau ujian nasional." jawab Ero.
"Yah, setelah Bayu lulus, gak lama lagi kita yang akan berpisah yaa?" ucap Dam-dam sedih.
"Kira-kira lu bakal kuliah di mana Dra?" tanya Ero.
"Gue kayaknya bakalan ikut ke-dua orang tua gue deh." ucap Andra sambil menunduk.
"Wah lu mau ke Jerman Dra? Gue jadi kasihan sama Dea, pasti dia sedih lu tinggalin."ucap Dam-dam menimpali.
"Ya mau gimanaa lagi, sebenarnya kan gue udah dari dulu harusnya ikut, tapi kan gue gak mau. Kali ini gak bisa bantah lagi. Tapi gue janji gue akan kembali dan kita akan bertemu lagi nanti." ucap Andra dengan yakin.
Ero dan Dam-dam hanya mengangguk saja. Tanpa mereka sadari, di balik pintu Dea mendengar semuanya.
Dia akan berpisah dengan sahabat terbaiknya. Sedih sih selama ini hanya Andra yang selalu bersamanya. Namun dia gak boleh egois, dia harus ikhlas agar Andra bisa sukses di kemudian hari.
__ADS_1
Dea keluar dari toilet sambil memperbaiki raut wajahnya.
"Lama amat lu De." ucap Dam-dam.
"Hehehe biasa, ini kalian lagi bahas apa? Kok ngumpul disini?" tanya Dea berpura-pura.
"Gak ada, kami lagi bahas tentang Ero aja kok." sahut Andra cepat agar Dea gak curiga.
"Ooohh, ya udah ayo ke kantin aku lapar!" ajak Dea sambil berjalan mendahului.
"Aayooook." ucap mereka serempak.
Di kantin sudah banyak orang, karena hari ini ada rapat guru jadi mereka tidak belajar.
Di kantin ada Chopin bersama rekan-rekannya.
Tiba-tiba datang Bayu dari arah belakang Chopin.
Dan Ero langsung mengeluarkan kotak bekal dari tasnya. Dia menunju ke arah Chopin dan Bayu.
Ero sangat berubah, biasanya dengan kaca mata bulat sekarang seperti gadis pada umumnya bahkan sangat cantik.
Ero terus berjalan, di sisi lain Chopin merasa bahagia. Dia pikir bekal itu akan di kasihkan untuknya. Namun sayangnya, Ero melewati dia begitu saja hingga Chopin menoleh ke belakang dan ternyata bekal itu untuk Bayu.
"Kenapa aku tidak ikhlas? Aku kenapa melihat Ero perhatian pada Bayu aku merasa cemburu?" ucap Chopin dalam hatinya.
"Kak Bayu." panggil Ero dengan manja.
Bayu yang merasa ada yang memanggil segera menoleh.
"Sayang." panggil Bayu pada Ero dengan lantangnya.
Dan lagi-lagi Chopin merasa sakit dan cemburu. Dia sakit mendengar panggilan bayu ke Ero.
"Cieeeeee ada yang jadian nih." ucap serentak anak-anak yang ada di kantin dengan hebohnya.
"Alhamdulillah Ero sekarang pacar saya. Doa kan ya, habis lulus sekolah mungkin saya akan melamarnya." ucap Bayu tiba-tiba.
Hal itu juga terdengar di pendengaran Chopin. Lagi-lagi Chopin merasa dongkol karenanya.
"Weeh selamat kak Bayu dan Ero semoga kalian jadi pasangan sampai kakek nenek." doa anak-anak yang ada di kantin.
Chopin yang mendengar itu langsung bangkit dari kursi, dan menuju ke taman. Entah kenapa dia sangat kesal. Dia bingung kenapa dia tidak ikhlas Ero bersama dengan yang lain.
tiba-tiba di samping Chopin ada pengamen bernyanyi
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
__ADS_1
Bahwa kehadirannya sungguh berhargaπ’π’