
Mereka telah tiba di UKS. Andra pun sudah di tempatkan di bed khusus pasien.
"Pak gimana Andra pak...?" tanya Dea khawatir.
"Masih belum siuman, ada minyak kayu putih gak? Jika ada bawa sini biar taruh di hidung nya kali aja dia cepet sadar." ucap pak Retno.
"Ya Gak ada pak, saya kan bukan bayi. Hmmm gimana yaa? Bentar saya miskin dulu." ucap Dea tanpa sadar.
"Mikir Dea bukan miskin. Sembarangan aja kalau ngomong." ucap pak Retno sambil geleng-geleng kepala.
"Hehehehe, ya maap." ujar Dea cengengesan.
Tiba-tiba pintu terbuka kasar, dan yang datang adalah buk Mila dan di susul oleh Dam-dam dan juga Ero teman sekelas Dea dan Andra.
"Hah..hah.. Gimana hhhhhh Andra pak Retnoooohhh?" tanya buk Milla dengan suara desah-desah manja bak kejepit anu padahal dia lagi ngos-ngosan karena berlari tadi.
"Oo oo oh be,, belum sadar bu buk." ucap pak Retno yang tiba-tiba gagap karena gerobak dong eh gerogi di depan buk Milla.
"Huuuueeeek." tiba-tiba Dam-dam muntah dibelakang mereka. Dan Ero masih linglung karena tidak paham apa yang terjadi.
__ADS_1
Dia antara persahabatan mereka hanya Ero yang sering kurang oksigen, selalu sesak nafas jika di suruh mikir.
"Kaaamu kenapaaaa Dam?" tanya buk Milla panik.
"Saya tiba-tiba muntah mikirin ide brilian buk. Anu anu buk, saya ada ide. Gimana kalau kaus kaki Dea aja kita sumpal di hidungnya Andra buk?!" ucap Dam-dam mengutarakan idenya. Sebab dia takut jika ibu Milla bertanya kenapa dia muntah yang sebenarnya dia muntah karena bau ketek dari buk Milla itu sendiri.
"Ish kamu ini Dam, ada-ada aja. Itu kawan kamu loh." ucap Ero menimpali.
"Lah kamu ini, entar jika aku suruh mikir kamu yang ada sesak nafas Rot." celoteh Dam-dam yang tak terima omongannya di serobot Ero.
"Udah-udah jangan ribut-ribut biar aku mikir dulu." ucap Dea menengahi.
"Ehhh buk Tia." sapa buk Milla sopan.
"Emang bu Tia tahu caranya?" tanya pak Retno penasaran.
"Buk Milla maaf ni yee, maaf banget. Buk Milla kan bau ketek, gimana kalau ketek buk Milla di ciumkan ke Andra?! Kapan lagi ya kan ketek buk Milla bisa di cium sama cowok terkeren di SEKOLAH BUANG IMUT ini. Saya jamin pasti dia langsung sadar. Gimana cakep kan tu ide saya buk?!Ibu pasti senang kan jika di cium ketek ibu sama Andra? Apa lagi selama ini ibu sering curi pandang ke arah Andra heheheh." jabar buk Tia begitu panjang dan tanpa soda eh dosa.
Di ruang itu semuanya terdiam. Karena bingung menunggu bagaimana reaksi buk Milla dengan idenya buk Tia.
__ADS_1
Lama buk Milla terdiam entah apa yang dipikirkan.
Sejurus kemudian,
"Wowwwww, itu ide yang bagus. Sebentar saya singsingkan sedikit lengan baju saya."ucap buk Milla dengan semangat-45.
Saat lengan baju buk Milla tersingsingkan, menguar bau yang luar biasa dari keteknya hingga membuat semua yang disana menahan nafas.
Di sisi lain, di dalam benak kawan-kawan Andra, terutama Dea berkata,
"Maaf Dra aku terpaksa setuju karena aku kepo gimana reaksimu mencium ketek buk Milla yang super harum itu."
"Uwwaooow ada cerita menarik ini buat besok di mading. Sosok Andra mencium ketek buk Milla yang baunya na'uzubillahiminzalik." gumam Dam-dam dengan sifat jahilnya.
"Mereka kenapa sih? Kok pada aneh gini?" batin Ero yang seperti biasa dia agak sedikit lemot.
"Astaghfirullah kenapa jadi runyam gini? Kasihan si Andra tapi tapi aku juga kepo." batin pak Retno yang memandang ngeri ke Andra.
Bagaimana dengan reaksi Andra? Akankah dia cepat tersadar atau tidaak yaa....????? Tunggu kelanjutannya yak....
__ADS_1