KUGAPAI CINTAMU DALAM DOA

KUGAPAI CINTAMU DALAM DOA
Tatapan sinis sang paman


__ADS_3

Setelah selesai mencari beberapa judul untuk diajukan ke dosen, zahira dan fera akhir dapat bernafas lega. Karena mereka dapat beristirahat untuk sementara waktu. Zahira akhirnya pamit untuk pulang.


Dirumahnya terlihat paman abdul dan bibi eva sedang duduk di ruang keluarga. Mereka tidak peduli kalau zahira pulang terlambat asalkan zahira sudah menyelasikan pekerjaan rumah, zahira diperbolehkan pergi kemanapun zahira mau.


Zahira tiba dirumah tepat pukul 05.00. walaupun zahira bisa pergi kemana saja namun itu tidak dilakukannya karena baginya berada dirumah itu sangat menyenangkan walaupun perlakuan bibi dan pamannya sangat buruk. setidaknya bagi zahira dia dapat merasakan adanya orang tua. walaupun tak sebaik orang tuanya namun dia telah menganggap bibi dan pamannya sebagai orangtuanya sendiri.


"Assalaualaikum" Zahira memberi salam


"waalaikusalam..... dari mana saja kamu" tanya pamannya


"baru dari rumah fera paman. habis cari judul skripsi untuk diajukan ke dosen besok" ujar zahira ingin menjelaskan.


"ohhhh ya udah masuk sana" kata pamannya


" iya paman..." zahira langsung masuk. Dia sudah hafal dengan karakter paman sama bibinya. mereka tidak suka dibantah maka zahira selalu berhati-hati dalam berbicara. selama zahira tidak membantah perkata mereka maka perlakuan mereka tidak akan jahat sama zahira.


Di dalam kamar zahira langsung menaruh tas dan buku yang dibawanya. dilangsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dan dia kemudian shalat karena di rumah fera dia tidak shalat tadi.


Tiba-tiba bibinya memanggil zahira dengan suara yang sangat lantang.

__ADS_1


"zahira... zahira...kesini kamu.." teriak bibinya dari dapur.


zahira bergegas melepaskan mukenah yang dipakainya dan langsung menuju dapur. disana dia menemukan bibinya sedang duduk menunggunya.


"iya bibi...ada apa..." tanya zahira


"Bantu bibi masak. pamanmu tadi udah beli ini" ujar bibinya sambil meletakkan bahan masakan disitu.


" iya bi..." jawab zahira.


Tidak menunggu lama, zahira langsung mengambil bahan tersebut untuk dimasak. sejam jam zahira sudah selesai masak. Dan dia menyiapkan semua keperluan makan di atas meja.


mereka berkumpul dimeja makan. mereka makan bersama disana. tanpa disadari pamannya menatap sinis pada zahira. Paman seperti memikirkan sesuatu namun zahira yang tidak pernah berburuk sangka dengan santainya memakan makanan yang ada didepannya.


" ayah... kenapa ayah dari tadi melihat zahira seperti itu" tanya laila penasaran. Zahira yang merasa namanya disebut menoleh kearah laila.


"Tidak kenapa-kenapa. cuma ayah penasaran saja kenapa zahira bisa diantar sama putra tadi" tanya paman abdul penasaran.


"apa.... kok bisa zahira..." bentak laila pada zahira. laila tidak menyangka putra akan mengantar zahira. Ternyata laila juga menyukai putra. itu semua memang tidak bisa dipungkiri karena memang putra sangat dikagumi oleh semua wanita tidak terkecuali laila.

__ADS_1


"Tadi kami tidak sengaja ketemu di kampus. dan kak putra menawarkan diri mengantar kami pulang" jawab zahira.


"Kenapa kak putra bisa ke kampus... jadi kamu pulang berdua sama kak putra" sambung laila yang mulai emosi karena merasa disaingi oleh zahira.


" kayaknya ramai-ramai tadi. soalnya zahira aja turun dirumah fera." sambung paman abdul sambil mengunyah makanannya.


" iya laila. bukan aku sendiri. rahmi dan fera juga ada. kami pulang bareng karena searah" ujar zahira meluruskan.


"ohhh begitu toh. cuma karena searah..." ujar laila yang emosi mulai mereda dan sedikit menyindir zahira.


" lain kali kalau pulang jangan nebeng sama orang. pulang aja sendiri" ujar bibi seperti memperingati zahira untuk menjauh dari putra.


"iya bi" jawab zahira.


Semua anggota keluarga sudah selesai makan malam. zahira sibuk membersihkan meja. Dia langsung mencuci piring kotor tadi agar besok dia tidak terlalu repot membersihkan rumah


Zahira masuk kedalam kamarnya. Dia menatap langit-langit kamarnya itu. Dia berpikir bagaimana bisa pamannya melihat dia diantar sama putra. padahal dia sudah sebisa mungkin menghindari itu semua.


Pikiran zahira mulai melayang-layang. Dia berpikir bagaimana bisa dia menyukai putra kalau laila pun menyukainya juga. Dan apa jadinya kalau sampai dia dan putra bersama.

__ADS_1


Zahira memang anak baik. Dia tidak ingin ada keributan dalam hidupnya. kalau pun ada dia lebih memilih menyerah. apalagi ini menyangkut perasaan hati. walaupun sepupunya jahat pada nya namun dia tidak ingin sepupunya sakit hati. Apalagi sakit hati karenanya.


" mikirin apa aku ini. Dari pada mikirin yang gak- gak lebih baik aku tidur aja. lagi pula aku pun tidak tau siapa jodohku." zahira memperingati dirinya dalam hati. Akhirnya zahira tertidur dengan lelap karena aktivitas yang dilakukannya seharian.


__ADS_2