
Zahira dan sahabatnya sibuk menyusun skripsi tanpa mereka sadari sudah 3 jam lebih mereka berada di dalam perpustakaan.
Mereka merasa sangat lelah dan memutuskan untuk melanjutkannya lagi besok. Ketika mereka sedang keluar dari perpustakaan, nampak putra sedang berjalan menuju ke arah mereka.
Mereka bertiga sontak membalik arah karena zahira tidak ingin ketemu dengan putra.
"kenapa momennya selalu gak pas. kalau kek gini terus ketahuan dong kalau aku menghindari darinya." bisik zahira.
"betul. lagian aku penasaran sama tu orang. udah lulus kok masih disini aja mondar- mandir. emangnya dia gak kerja" balas rahmi yang sebel melihat putra.
"gak usah dipikirin. cepat jalannya agar kita bisa kabur dari dia" ujar zahira lagi.
"oh ya... " jawab rahmi dan fera kompak.
Belum sempat mereka kabur, putra sudah berhasil meraih tangan zahira dan menariknya dengan kasar. Hampir saja zahira memeluk putra. Untuk rahmi orangnya tanggap dengan cepat dia menarik zahira sehingga zahira tidak jadi memeluk putra.
Kemudian putra kembali menarik tangan zahira dan membawanya ketempat yang sepi. Dia ingin menanyakan perihal kenapa zahira sampai menghindarinya saperti ini.
Putra membawa zahira keujung lorong yang ada disana. Melihat kejadian tersebut, rahmi dan fera buru-buru mengikutinya di belakang. Mereka takut jika putra akan berbuat kasar kepada zahira.
Putra mendorong zahira dengan kasar. Dia begitu marah karena zahira terus-terusan menghindarinya. Zahira mencoba menyeimbangkan posisinya kembali akibat didorong dengan kasar oleh putra.
"zahira... maafkan aku. aku sedikitpun tidak bermaksud menyakitimu" ujar putra ketika melihat zahira ketakutan dengan sikapnya.
"iya kak. Gak apa-apa, tapi tolong biarkan aku pergi dari sini" pinta zahira dengan panik. zahira melirik ke semua arah karena dia takut nanti laila melihat mereka. apalagi mereka sedang berdua saja.
"zahira... kenapa kamu selalu menghindariku.. hah. apa salahku, sehingga kamu menjauh seperti ini" bentak putra lagi. Dia begitu emosi melihat tingkah zahira.
"tidak kak... kak putra salahpaham. aku tidak pernah menjauhi kakak" jawab zahira mencoba berbohong.
"tidak menghindar katamu... jadi ini apa. aku ini bukan anak kecil zahira yang bisa kamu bodohi" balas putra lagi. Dia semakin geram melihat zahira yang mulai berbohong padanya.
"kak putra ini kenapa sih.... belakang ini aneh. kak putra yang kukenal gak seperti ini." zahira mencoba menggeles dari tuduhan putra.
"aku kenapa tanyamu... aku aneh... ya aku memang aneh... tapi ini semua karena mu..." jawab putra lagi.
"karena aku kak... kok bisa" zahira masih bingung dengan perkataan putra.
"kamu zahira gak tahu atau memang tidak ingin tahu" kata putra dengan senyum sinis di bibirnya.
" aku memang tidak tahu kak" balas zahira dengan jantung deg-degan. "kak putra jangan kek gini... aku mau pulang" zahira mencoba pergi dari sana. Dia takut kalau memang putra menyukainya, dia akan menyatakannya pada zahira.
Namun putra kembali menarik tangan zahira hingga zahira jatuh kedalam pelukannya. Zahira mencoba melepaskan pelukan putra namun tenaganya kurang kuat dengan putra.
Melihat hal tersebut rahmi dan fera yang sedari tadi ada disana langsung menarik zahira. mereka tahu kalau sahabat mereka tidak nyaman diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
"lepaskan kak putra. kakak udah menyakiti zahira" teriak rahmi pada putra. Dia langsung memeluk sahabatnya itu yang terlihat ketakutan.
"sakit katamu... sakit mana dengan aku yang selalu dia hindari" teriak putra melampiaskan kemarahannya.
"kenapa kak putra semarah ini... hah. aku tidak pernah berbuat salah sama kakak" tanya zahira dengan emosi. Dia mulai marah karena putra telah memeluknya tanpa izin darinya.
"salah katamu... kamu yang salah karena telah menghindariku. kamu telah membuatku menunggumu selalu" ujar putra
"kenapa aku yang disalahkan... kita hanya teman kak" kata zahira dengan lantang seakan dia ingin memberitahukan posisi putra dihatinya.
"teman katamu..." suara putra mulai melemah.
"iya teman... tidak lebih.." zahira kembali memperjelas kata-katanya.
"Tapi aku tidak mau jadi teman kamu, zahira.." teriak putra lagi dengan putus asa dan memukul tembok. zahira semakin ketakutan melihat perubahan putra.
Dia tidak menyangka dibalik sosok seorang putra yang bijaksana dan pengertian ternyata terdapat sisi yang menakutkan. Inilah yang dikatakan penampilan seseorang dapat menipumu.
Putra menghampiri zahira dan memegang pundak zahira.
"zahira.. kenapa kamu hanya menganggapku teman. kenapa..." tanyanya lagi. zahira hanya berdiri mematung dan tidak mengubrik pertanyaan putra.
" aku suka sama kamu, zahira... aku cinta sama kamu" akhirnya putra memberi pengakuan pada zahira.
Zahira hanya dapat meneteskan air mata. Dia terkejut sekali sedih karena dia harus menolak pria yang ada di depannya itu. Dia harus menepati janjinya pada laila
Laila yang sedari tadi menguping perbicaraan mereka tidak kuasa menahan tangis. Hatinya sudah semakin panas dibakar api cemburu. Dia mulai melangkan ingin nampar zahira karena sudah berani menggoda lelakinya.
Namun niatnya itu diurungkan kembali. Dia ingin tahu apa jawaban zahira. Apakah zahira akan mengkhianatinya. apakah zahira akan melupakan janjinya kepada ku. Dia masih berpikir untuk tetap disana. Dan mendengar semuanya.
Sedangkan zahira yang sedari tadi mematung mulai melepaskan tangan putra dengan kasar.
"maaf kak, aku tidak bisa membalas perasaanmu" jawab zahira dengan lirih.
"tapi kenapa zahira... apa kamu menyukai pria lain.." tanya putra lagi.
"tidak kak" jawab zahira singkat.
" atau karena laila. iya ini pasti karena dia. sebelum aku antar kamu kerumah, kamu masih baik baik saja. setelah itu kamu baru berubah" ujar putra lagi. Dia begitu kesal ketika memikirkannya.
"bukannnn.. bukan karena laila. kenapa kak putra menyalahkan laila dengan hubungan kita." teriak zahira. zahira begitu kesal karena putra tidak mau mengerti dengan perasaannya.
"lalu siapa lagi. hanya dia yang menyatakan perasaannya padaku. Dan dia juga yang dekat denganmu" putra pun ikut berteriak.
"mengapa kamu tidak mengerti juga kak... aku tidak pernah menyukai mu. aku hanya menganggapmu sebagai kakak" balas zahira dengan isakan tangis yang semakin kuat. Dia mulai putus asa dengan sikap putra.
__ADS_1
"kakak katamu (tersenyum sinis)... aku tidak mau jadi kakakmu. aku mau jadi lelakimu..." teriak putra lagi.
"tapi kenapa kak" tanya zahira lagi.
"aku cinta sama kamu, zahira" jawab putra. Putra memegang kembali pundak zahira dan menggoncangnya dengan kuat.
"kamu ngerti cinta gak...kamu punya hati gak jawab zahira... jawab" bentak putra lagi dengan putus asa karena cintanya ditolak
zahira tersenyum sinis. Kini putra tidak bisa melihat cinta dan ketulusan dimata zahira. Dia hanya dapat melihat rasa sakit dan kesepian dimata indah wanita itu.
"cinta katamu....ya aku tidak mengerti cinta... memang betul aku tidak punya hati... puas kamu kak..." teriak zahira. Kata-kata putra pas mengenai hatinya yang merindukan cinta dari orang tuanya.
Selama ini zahira memang terlihat bahagia. Namun dia sangat terluka hanya saja dia memendam sendiri lukanya itu. Dia hampir tidak tahu bagaimana rasanya dicintai.
"cinta dan hati ini udah mati bersama kedua orang tuaku..." teriak zahira lagi.
Putra melepaskan genggamannya pada zahira. Dia terkejut mendengar kata-kata zahira. Dia baru sadar kalau dia telah menyakiti hati wanita yang dia cintai.
"Ini hanya hati kosong.... ini hanya raga kosong kak. kau tidak pantas bersama raga yang hatinya kosong" bentak zahira lagi
"maafkan aku zahira.... aku tidak bermaksud seperti itu." jawab putra dengan rasa bersalahnya.
"gak usah minta maaf... mulai sekarang kakak lupain aku. aku ini tidak pantas untukmu karena aku tidak punya hati..." jawab zahira lagi.
'jlebbb' kata-kata zahira sungguh membuat hatinya ngilu.
"tapi zahira..." putra mencoba memberi penjelasan. Belum habis perkataannya sudah dipotong oleh zahira.
"udah kak... cukup sampai disini saja. lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing." zahira berlari meninggalkan putra disana.
"zahira... tunggu aku..." teriak rahmi. Dia pun mengejar zahira di belakang.
"Puas kamu... membuat sahabatku seperti itu. kenapa kamu tidak menanyakan baik-baik padanya. kenapa harus berbuat kasar seperti itu." bentak fera lagi. Dia begitu marah melihat sahabatnya disakiti seperti itu.
"aku tidak bermaksud seperti itu" putra mencoba membela diri.
"cukup kak. mulai sekarang jauhi kami. aku benar-benar kecewa sama kak putra" fera berlalu mengejar zahira dan rahmi.
Putra hanya berdiri mematung menyesali perbuatannya. Dalam hati dia berpikir kenapa dia tidak bisa mengontrol amarahnya. kenapa dia harus membentak dan berkata kasar pada zahira.
Putra yang begitu kesel hanya dapat meninju tembok hingga tangannya berdarah.
Laila yang sedari tadi bersembunyi hanya senyum-senyum sendiri melihat kejadian itu.
"rasain kamu putra. baru tahukan bagaimana rasanya ditolak cintanya. Dan zahira ternyata juga menepati janjinya padaku. awas aja kalau tidak tadi, habis dia sama aku. lebih baik aku segera pergi dari sini sebelum aku katahuan" guma laila dalam hati.
__ADS_1
Dia buru-buru meninggalkan tempat itu sebelum putra menyadari kehadirannya. Dia takut kalau putra melihatnya maka kecurigaan putra padanya akan terbukti.
Tinggallah putra diujung sana sendirian. Dia hanya menyumpahi dirinya sendiri karena telah gagal memikat hati wanita yang dicintainya.