
Pagi itu seperti biasa zahira melakukan tugas rutinnya. Dia mulai sibuk dengan memasak dan membersihkan rumah sebelum akhirnya dia berangkat ke kampus.
Setelah selesai semua pekerjaan rumah. zahira membersihkan diri dan bersiap untuk ke kampus. Dia meraih tas dan juga buku yang dibawa pulang olehnya kemaren.
Dia langsung berpamitan pada paman dan bibinya. Dan sekilas melihat kearah laila yang sedang duduk diruang tunggu. Laila ternyata hari ini ke kampus juga. Dia sudah rapi dengan dandannya yang cantik.
" Hari ini kamu masuk juga ke kampus" tanya zahira penasaran.
"iya.. padahal malas banget masuk. kalau gak mikir mata kuliah ini penting, aku ogah masuk" jawab laila ketus.
"kalau begitu aku duluan ea.. ojek online ku udah datang" ujar zahira.
"hemmm..." laila hanya berdehem cuek sama zahira.
Zahira berlalu meninggalkan laila diruang tamu. Dia langsung menuju ojek online tersebut dan meminta untuk mengantarnya ke kampus.
Sesampainya dikampus dia langsung disambut oleh sahabat-sahabatnya yang udah lama sampai.
"zahira... sini..." teriak fera sambil melambaikan tangan.
"hy... tunggu bentar ya. aku bayar ojek dulu" seru zahira sambil mengeluarkan uang dari dalam tasnya.
"makasih dek" ujar mas ojeknya
"sama2 mas" ujar zahira. karena udah langganan jadi zahira tak perlu menanyakan harganya lagi karena sudah terbiasa.
"udah lama nyampainya ya.." tanya zahira.
"udah dari tadi... kamu yang telat datangnya" sahut rahmi.
" tadi aku bangunnya telat. makanya telat deh kekampus" ujar zahira sambil membuang nafasnya dengan kasar.
"ya udah... ayuk kita keruang dosen. jangan sampai kita asyik curhat disini" ujar fera.
Mereka pun akhirnya memutuskan menuju ruang dosen. sesampainya disana mereka langsung masuk untuk mengajukan judul skripsi.
__ADS_1
Disisi lain laila sedang mengamati tugas yang diberikan oleh dosennya. Dia memutuskan untuk kekantin bersama kawan-kawannya untuk menyegarkan fikirannya yang udah penuh dengan tugas.
"laila... kita duduk disini aja yuk.." kata temannya
"yang udah.. mbak kami pesan seperti biasa ea.. " ujar laila pada petuga kantin.
"baik mbak" jawab petugas kantin dan berlalu mengambil pesan mereka.
selang beberapa menit dia kembali dengan membawa makanan yang dipesan oleh laila.
Sedang asyik gobrol sama temannya tak sengaja laila melihat kearah sudut kantin. Disana terlihat lelaki pujaan hatinya sedang berdiri memesan minuman.
Dia tersenyum-senyum sendiri melihat lelaki tersebut. lelaki itu adalah putra yang merupakan kakak leting dan juga pria tertampan di kampus itu.
"ngapai kamu hanya memandangnya dari sini. samperin sana" ujar teman laila
"benar tu laila... kalau kelamaan dipandang nanti diambil orang hahahha" ujar temanya satu lagi.
"ya udah. aku kesana dulu ya beb" ujar laila.
Laila memang sudah lama memendam rasa sukanya pada putra. walaupun dia banyak di taksir oleh cowok di kampusnya namun dia tidak mengubriknya. baginya hanya putra satu satunya cowok yang pantas untuknya.
Laila bangun dari tempatnya dan menghampiri putra. putra yang menyadari kedatangan laila langsung menyapanya. karena putra memang mengenal laila. laila sering menanyakan tugas-tugas kampus padanya. walaupun itu hanya modus laila untuk lebih dekat dengannya.
"eh laila... mau pesan minuman" tanya putra
"enggak kok kak. mau nyamperi kak putra aja. kan udah lama gak ketemu ma kakak" jawab laila dengan lembut dan manja
"ohhh... pikir mau pesan minuman tadi." ujar putra lagi
"duduk disini dulu yuk kak. ada yang mau aku tanya kan sama kakak" ujar laila.
"mau nanya apa" tanya putra penasaran.
"kakak udah punya pacar belom..." tanya laila hati-hati tapi langsung tutup poin.
__ADS_1
"beloh...memangnya kenapa laila" ujar putra
"enggak kenapa-kenapa. cuma penasaran. masak sih cowok seganteng kak putra gak ada pacar. padahal cewek yang ngantri banyak loh" ujar laila penasaran. Dia juga ingin memastikan kalau putra belum ada pacar.
"ya beneranlah... kakak belum nemu yang pas dan kolp dengan hati kakak" sambung putra
"kak putra... boleh jujur gak.." tanya laila
"boleh... tapi jujur apa ne.." jawab putra
"kak putra... sebenarnya aku suka sama kak udah lama. semenjak aku masuk ke kampus ini." ujar laila. Dia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. Dia takut nanti lelaki idamannya itu jatuh hati pada wanita lain.
" jangan bercanda kamu laila" kata putra. Dia terkejut karena laila tiba-tiba mengutarakan isi hatinya.
"aku serius kak... aku tidak bercanda" ujar laila bersungguh-sungguh.
Putra kemudian menarik nafas dalam-dalam. Dia coba menenangkan diri karena dia cukup terkejut dengan apa yang didengarnya.
"laila... maaf ya aku tidak bisa membalas perasaan mu. aku hanya menganggapmu adik" ujar putra memberi penjelasan.
"Tapi kenapa kak.... aku gak mau jadi adek kak" ujar laila tanpa dia sadari orang melihat kearahnya. karena di berteriak cukup keras. dia lupa kalau dia sedang berada dikantin.
putra yang menyadarinya langsung menarik tangan laila. Dan membawanya ke tempat yang sepi. karena dia ingin meluruskan masalahnya dengan laila.
"laila... apa-apa kamu tadi. apa kamu tidak malu dilihat sama orang" bentak putra
"maaf kak.. aku lupa..." suara laila mulai merendah. Namun bulir putih jatuh dari pelupuk matanya.
putra yang melihat laila menangis langsung menyekat airmatanya dengan lembut.
"jangan menangis laila... kamu itu cantik. kamu pasti dapat lelaki yang lebih baik dari aku" ujar putra menenangkan.
"Tapi aku tidak ingin cowok yang lain... aku hanya ingin kak putra" jawab laila yang sudah mulai terisak.
"maaf laila... sungguh aku tidak bisa. aku sudah tertarik dengan wanita lain." ujar putra.
__ADS_1
Putra pun meninggalkan laila sendiri disitu. Laila yang begitu terkejut masih berdiri mematung disana. Dia tak habis pikir seorang laila yang tak pernah di tolak malah dikejar-kejar oleh para pria untuk pertama kalinya ditolak oleh pria idamannya. Akhirnya tangisannya pun pecah karena tak dapat membendung rasa sakit hatinya.
Apa lagi dia harus menerima kenyataan kalau lelaki idamannya itu sudah memiliki wanita idamannya sendiri. laila hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.