KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA

KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA
09.Pergi dari rumah


__ADS_3

"tante"sapa dinda sopan sambil membungkukkan badan lalu mencium tangan mama riko tapi mama riko malah menepis tangan dinda


"jagan sok kenal yah!,lgian kamu siapa?kenapa ada di apartemen anak saya?"


"ma!"seru riko dengan nada agak sedikit marah melihat kelakuan ibunya


"apasih rik,lagian kan mama cuma nanya"protes mama riko


" Lo kalau mau pulang pulang aja nggak usah ngurusin Ibu gue sana pulang." ucap Riko kepada Dinda


" Ya udah gue pergi ya,permisi tan" Dinda menuju ke arah lift dan pulang, Dinda pulang menggunakan taksi setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit Dinda Akhirnya sampai di rumah,Ia kemudian ingin mengetuk pintu tapi sepertinya ia mendengar suara pertengkaran dari dalam rumah makanya ia tidak jadi mengetuk pintu melainkan mendengarkan dahulu percakapan yang kalau Dinda dengar suara dari ayah dan ibundanya


'Dasar anak Gak berguna sekarang malah belum pulang sampai jam segini mau anak kamu itu apa sih dia tuh nggak bisa nerusin perusahaan dia cuma kerjanya keluyuran terus dan habisin uang' ucap ayah dinda


'Jaga ucapanmu, Mas dia juga anakmu Tega sekali kamu berbicara seperti itu di depanku,aku yang melahirkan dia membesarkannya sampai sekarang sangat marah mendengar perkataanmu itu' bela bunda dinda

__ADS_1


Sedari Dulu Ayah Dinda memang tidak pernah mau memiliki anak perempuan kalaupun Ia memiliki anak perempuan. Ia ingin anak perempuan itu menjadi anak kedua ia selalu ingin memiliki anak laki-laki karena untuk meneruskan perusahaannya yang sangat besar itu dan dia tidak percaya kepada anak perempuan Dia pikir anak perempuan tidak bisa bekerja selayaknya anak laki-laki, maka dari itu saat Dinda lahir ayahnya tidak pernah sama sekali menyayangi Dinda sampai sekarang Itu juga yang membuat dinda benci ayahnya sebenarnya Dinda sudah tahu kalau kehadirannya tidak pernah diharapkan oleh ayahnya bahkan Ayah Dinda pernah terang-terangan mengatakan kepada Dinda bahwa dia tidak pernah mengharapkan anak perempuan seperti Dinda tetapi Dinda masih menerima itu karena semangat dari bundanya membuat dinda bisa bertahan sampai sekarang


Dinda yang tidak tahan mendengar percakapan mereka akhirnya membuka pintu dengan keras suara itu sontak membuat ayah dan bundanya berhenti bertengkar dan menatap ke arah pintu


"akhirnya kamu pulang sayang,kamu dari mna?" Bunda Meli yang melihat Dinda sudah pulang kemudian menyapa Dinda dan berharap dia tak mendengar ucapan ayahnya tadi


Tapi Dinda tidak menggubris sapaan dari Bundanya melainkan Dinda langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk mengawasi semua barang-barangnya, setelah mengemas semua barang-barang yang ia perlukan Ia kemudian kembali ke lantai bawah


" Kamu ke mana Sayang kok bawa-bawa koper?" Tanya Bunda Meli melihat anaknya seperti ingin pergi dari rumah karena membawa koper yang begitu besar juga tas ransel


" bukan urusan ayah!" teriak Dinda di depan ayahnya


hanya Dinda yang agak lumayan kaget karena baru kali ini ia mendengar Dinda berteriak di depannya biasanya Jika ia bertengkar dengan ayah Nya maka Dinda akan diam lalu pergi tapi sekarang ia melawan


"Tentu itu urusan saya kamu kan anak saya mau kemana lagi kamu setelah semalaman nggak pulang!" Balas ayah Dinda juga berteriak

__ADS_1


" apa anak?,oh Ternyata aku anakmu? miris sekali seumur hidup aku dilahirkan tak pernah merasakan adanya Kasih sayang dari seorang ayah Meskipun aku memiliki ayah itu hanya wujud, ayah memang ada tapi aku yang merasa tidak memiliki ayah itu lebih sakit daripada seseorang yang ayahnya meninggal Setidaknya kalau memang Ayah seseorang itu meninggal ya mungkin itu akan dimaklumi, tapi kalau Ayah masih hidup dan tak pernah mengurusi aku apa itu yang dimaksud ayah ? aku pernah mendengar bahwa anak perempuan akan lebih dekat dengan ayahnya daripada ibunya tapi apa, menurutku tidak,buktinya aku tak pernah merasakan sedikitpun kepedulian dari ayah,kalau aku sakit Bunda yang selalu ada untuk aku bukan ayah bahkan ketika hari ayah Dan guru meminta untuk memanggil Ayah ke sekolah. Ayah tak pernah memenuhi itu kan Apa itu yang namanya ayah? Apa itu yang pantas disebut ayah? Apa itu gunanya ayah? Kau pikir aku Bertahan karena aku terima tak pernah dianggap anak, tentu tidak aku hanya bertahan karena Bunda, Bunda yang selalu ada untuk aku ,Kalau memang Ayah tak mau kehadiranku baik Aku akan pergi dari rumah ini. Aku akan membuktikan kalau anak perempuan yang selalu kau remehkan bisa hidup mandiri tanpa uang darimu. camkan itu!!" setelah mengeluarkan unek-uneknya Dinda lalu meneteskan air mata karena semua yang ia pendam selama 15 tahun ini ia keluarkan pada saat itu juga hari ini, Iya pernah berpikir bahwa mungkin ayahnya akan berubah saat dia telah dewasa tapi tidak Ayahnya masih tetap begitu


Bunda Dinda yang sedari tadi mendengar keluh kesah anaknya itu hanya terisak menangis mendengarkan


" Ya sudah pergi sana. Saya ingin lihat seberapa kuat Kamu tinggal di luar tanpa uang ayah!" bukannya minta maaf atau tersentuh mendengar pernyataan anaknya kaya Dinda malam mengusir Dinda


Bunda Meli yang mendengar itu sangat terkejut Dia pikir suaminya akan meminta maaf kepada anaknya itu. sedangkan Dinda yang mendengar pernyataan ayahnya dadanya semakin sesak dan tak bisa menahan air matanya ia kemudian pergi membawa koper dan juga ranselnya keluar dari rumah itu dengan tangisan yang sudah tidak bisa ia pendam lagi ia pergi dengan tangisan yang sudah meledak di pipinya air mata jatuh ke lantai menjadi saksi kepergiannya, Bunda Meli yang melihat Dinda menuju ke arah pintu segera berteriak memanggil nama Dinda


"sayangg!,dindaa" teriakan Bundanya tidak digubris oleh Dinda seolah-olah perasaan Dinda sekarang sudah mati rasa Iya hanya berjalan terus-menerus melewati pintu itu kemudian pergi, Bunda Dinda yang sudah tidak bisa lagi menahan akhirnya pingsan saat itu juga


Dinda kemudian memberhentikan taksi yang saat itu lewat di depan rumahnya lalu supir taksi itu bertanya ia ingin ke mana tapi Dinda kebingungan Karena ia juga tidak ingin pergi ke rumah sahabat-sahabatnya Ia hanya ingin menenangkan diri. kemudian iya memikirkan satu tempat yaitu apartemen Riko Entah mengapa dipikirannya hanya ada itu Dinda lalu memberitahukan alamat itu kepada supir taksi,30 menit kemudian mereka sampai Untung saja uang Dinda masih ada Meskipun tidak seberapa


setelah sampai di apartemen Dinda lalu menaiki lift menuju ke lantai 5, setelah pintu lift terbuka Indah lalu menuju ke Unit 502 yaitu tempat Riko Dia segera mencet bel namun tidak ada jawaban didalam sepertinya Riko ke sekolah karena anak kelas 11 dan 12 masih bersekolah hanya anak kelas 10 yang diliburkan untuk 2 hari Dan sepertinya juga Ibu Riko sudah pulang.


Dinda kemudian mengingat-ngingat sandi dari apartemen Riko karena kemarin ia sempat melihat Riko memencet empat angka untuk membuka pintu itu, Akhirnya setelah percobaan hampir 10 kali untuk itu terbuka. Dan benar saja di dalamnya kosong. Dinda lalu memasukkan barang-barangnya ke apartemen dan beristirahat di sofa sambil terus menangis memikirkan perkataan ayahnya tadi yang sungguh tega mengusir dirinya Setelah iya capek menangis ia akhirnya tertidur dengan mata bengkak. juga rambut yang berantakan

__ADS_1


*Sekarang kalian bisa menanyakan apapun Pertanyaannya bebas dari kalian nanti akan aku jawab di Part selanjutnya. tentang novel ini atau tentang author itu terserah dari kalian


__ADS_2