KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA

KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA
12. masalah baru dimulai


__ADS_3

di perjalanan pulang mata Amel masih Berkaca-kaca meskipun bibirnya terlintas senyuman yang seakan-akan berkata "aku sudah mengikhlaskan kepergian kedua orang tuaku" tapi dia masih menahan rasa sakit yang harus ia tanggung akibat kepergian kedua orang tuanya yang dulu menjadi semangatnya untuk sekolah dan bekerja sekarang sudah hilang tidak ada lagi yang bisa menyemangatinya meskipun berat dia rasa tapi mengikhlaskan adalah satu-satunya Jalan agar kedua orang tuanya bahagia dan bangga, Sesampainya di rumah,Amel menyuruh ketiga sahabatnya untuk pulang karena sudah seharian mereka menemani Amel,Dan juga Amel sudah siap untuk tinggal sendiri di rumahnya. permintaan itu di iya kan oleh ketiga sahabatnya tujuannya supaya Amel bisa tenang dan berpikir jernih tanpa diganggu


Dinda kini bingung Iya harus Pulang menggunakan apa sekarang posisinya ia tidak memegang uang sedangkan kalau ingin menelpon Riko rasanya tidak enak jika merepotkannya lagi,


" Din mau Gue anter?" tanya Putri menawarkan tumpangan karena kebetulan Putri menggunakan mobil


" oh, boleh deh, ntar gue ke*******"


" lah, Ngapain lu ke situ Itu kan bukan arah rumah lu?" tanya Putri heran sekaligus bingung


" oh, anu gue mau ke..." Ucap Dinda menggantung karena masih bingung ingin memberikan alasan apa kepada sahabatnya


"ke?"


" Oh ke Grand Media,gue mau beli buku dulu Nanti kalau udah beli buku gue langsung pulang ke rumah Jadi lo Antar ke situ aja." Ucap Dinda berbohong karena ia tidak ingin sahabatnya mengetahui masalahnya,sekarang belum saatnya mereka bertiga tahu apa yang sedang Dinda alami,nanti jika sudah waktunya pasti Dinda akan menceritakan semuanya tapi tidak sekarang.

__ADS_1


"Oh ya udah deh." Putri lalu melajukan mobilnya tanpa merasa curiga kepada sahabatnya itu, kemudian melaju ke alamat yang ditujukan oleh Dinda tadi,


Sesampainya di alamat yang tadi ditunjukkan, Dinda langsung turun dan mengucapkan terima kasih kepada putri setelah itu Putri pun pulang ke rumahnya


"huftt Untung aja dekat apartemen Riko ada Gradmedia jadi bisa Dibikin alasan Biar mereka nggak curiga" Ucap Dinda lega kemudian Kembali menuju ke arah apartemen Riko dengan berjalan kaki Karena jaraknya sangat dekat


………………………………………………………………………


keesokan harinya karena Hari Ini Mereka sekolah jadi Dinda bersiap-siap Menuju ke sekolah sebelum itu ia sudah Menelepon Amel bertanya Bagaimana keadaannya serta Amel juga mengatakan bahwa ia ingin ke sekolah hari ini meskipun Dinda sudah melarangnya dan menyarankan untuk izin sehari tapi Amel tetap kekeh bahwa ia ingin ke sekolah


Riko juga sedang bersiap-siap di dalam kamar setelah sudah siap Riko pun keluar kamar bersamaan Dinda yang ingin menuju ke arah pintu untuk berangkat


" mau ke bar" ucap Dinda jengkel" udah tahu pakai baju sekolah mau kemana lagi kalau bukan ke sekolah dodol" ucap Dinda melanjutkan dengan nada gemas sekali


"oh"

__ADS_1


Dinda tiba-tiba keingat bahwa sekarang uangnya sudah habis jadi dia bingung ingin memakai kendaraan apa ke sekolah kalau naik bus pasti akan terlambat naik taksi sangat mahal masa ia jalan kaki


"rik" Riko yang merasa dipanggil kemudian menoleh ke arah Dinda tanpa menjawab hanya mengangkat sebelah alisnya" Gue boleh nggak"


"gak"


" Belum juga nyampe ngomongan gua udah lu potong aja emang lu tau gue mau apa?"


" minjem duit kan!"


"woww, Lu punya keahlian baca pikiran ya?, Tapi bodo amat lah,pinjemin ya,masa gue jalan kaki ke sekolahnya Kan nggak lucu kalau kaki gue ntar patah"


" nggak peduli!"


"cih,dasar cwok gapunya hati nurani lu" Baru kali ini Dinda berdecih dihadapan riko namun hanya mendapatkan tatapan heran dari Riko serta ketidakpedulian, Dinda yang melihat itu sontak marah lalu menuju ke arah pintu membukanya lalu menutupnya dengan keras

__ADS_1


"awas aja kalau rusak,gue suruh ganti lu" ucap Riko dari dalam


"


__ADS_2