
tanpa menjawab pertanyaan dinda,riko hanya menatap dinda dengan tatapan dingin lalu berbalik dan ingin kembali ke kelasnya
dinda lalu berteriak"kalau butuh duit tuh bilang!ngak usah nyuri"
riko yg mendengar dinda berteriak seperti itu lantas berbalik mendekat ke arah dinda,karna dinda merasa riko terlalu dekat,dirinya lantas mundur sampi langkahnya stuk membentur dinding tapi riko tetap mendekat saking dekatnya nafas riko bahkan terasa di wajah dinda,dinda yg mulai deg degan hanya memejamkan matanya dan mulai perpikir yg tidak tidak'mau ngapain sih ni cwok'batinnya
"dasar ngak tau terima kasih"ucap riko masih dengan nada dinginnya
saat riko dan dinda diposisi seperti orang yg sedang berciuman tiba tiba saja seseorang masuk dari arah pintu
bruk
buku yg dipegang putri rltiba tiba jatuh karna kaget melihat sahabatnya seperti sedang berciuman dengan lelaki
"din?"ucap putri menyadarkan mereka berdua atas kehadiranya
sontak dinda yg mendengar suara putri langsung mendorong riko menjauhinya
"kalian ngapain?"tnya putri dengan tatapan penuh menyelidik
riko yg bodo amat kemudian melangkah menuju pintu lalu keluar tanpa mengucapkan sepata kata pun
"wahh gila lo din!berani banget ngelakuin itu di sekolah"
"apasih put lo salah paham tau,udah lupain ajah"dinda memilih untuk tidak menceritakan ke temen temenya daripada nanti dia jadi bulan bulanan kalau lagi ngegosip kan males
Setelah kejadian itu siswa siswa kelas kelas X-3 mulai berdatangan,jadi dinda sama putri tu siswa dari kelas X-3 dan amel X-1 serta santi kelas X 4 mereka memang terpisah pisah meskipun begitu persahabatnya masih tetap terjalin
Kringgggkringggkringgg
Tak lama setelah itu bel masuk mulai berbunyi lantas membuat siswa siswa masuk ke kelasnya,dinda dan putri duduk bersebelahan kemudian guru pun masuk ke dalam kelas
"pagi anak anak"sapa guru yg baru saja masuk
"pagi bu!" jawab serentak siswa yg berada dalam kelas
__ADS_1
"perkenalkan saya salinda pratiwi bisa dipanggil bu linda saya adalah wali kelas kalian"ucap guru itu memperkenalkan diri
"hai bu linda"sapa anak anak yg di balas senyuman oleh bu linda
"jadi anak anak hari ini cuma ad kegiatan perkenalan dan juga pemilihan pengurus inti dari kelas ini"jelas bu linda"dari kalian apakah ad yg mau mencalonkan diri atau mau mencalonkan temannya?"pernyataan itu lantas membuat siswa siswi kelas X-3 bingung karna berhubung mereka belum saling kenal jadi pasti canggung jika harus saling tunjuk menunjuk
"ibu aja deh yg pilih"usul salah satu siswa
"iyah ibu ajah yg pilih"timpal siswa lainya
"yasudah ibu aja yg pilih"kemudian bu linda mulai menyusuri barisan demi barisan lalu menunjuk salah satu di antara mereka"kamu yg laki laki depan yg pake kacamata maju deh"sambil menunjuk siswa laki laki yg duduk didepan itu"kamu juga yg duduk di barisan ke empat tengah sini,sama yg duduk di pinggir kanan banget barisan ke tiga sini,sama yg terakhir siapa lagi yah?,ohh itu aja yg duduk di pinggir barisan ke dua yg lagi sandaran di dinding"perintah bu linda
"saya bu?"dinda yg merasa dirinya di panggil kemudian menanyakan untuk memastikan
"iya kamu"jawab bu linda
'lah kok gue sih,aduhhh males banget jadi pengurus inti pasti nanti bnyak yg harus dikerjain'bantin dinda
"wahh lo kepilih tuh din,semangat yah dan juga rezeki gak datang dua kali lo"ucap putri menyemangati dinda
Dinda lalu maju kedepan untuk memenuhi permintaan bu linda
"okey anak anak saya akan memilih di antara kalian bereempat siapa yg akan jadi ketua,wakil,bendahara,serta sekertaris tapi sebelumnya kalian perkenalkan diri dlu agar kami semua tau siapa gerangan nama dari kalian berempat,mulai dari ujung dahulu"sambil menunjuk ke arah laki laki itu
"saya dimas prasetyo bisa di panggil dimas"ucap dimas
"saya dwi ratna sari bisa dipanggil ratna"lanjut sebelahnya
"saya arumi sangksara dewi bisa di panggil arumi"
sekarang giliran dinda tapi kalau dia menyebut namanya secara lengkap pastinya marga yg dibelakang namanya pasti akan ketahuan oleh teman temanya secara nama diningrat di sini sangat dikenal dan juga mereka tau kalau nama diningrat adalah nama seorang pengusaha sukses
"saya dinda sania bisa di panggil dinda"kemudian dinda memutuskan untuk tidak mengambil nama dinigrat agar teman temanya tidak curiga
'hah dinda ngak nyebut margannya,yang bener aja tu anak' batin putri karga agak sedikit kaget melihat kelakuan dinda yg tidak menyebut margannya
__ADS_1
sedangkan guru yg mendengar dinda memperkenalkan diri juga agak sedikit kaget karna sebenarnya guru itu tau klau dinda adalah anak dari diningrat adipati tapi karna berhubung dinda tidak mau dispesialkan jadi guru itu hanya pura pura tdk tau saja
"baiklah anak anak saya akan memutuskannya,ehmmm dimas akan jadi ketua,ratna akan jadi wakil,dinda akan jadi sekertaris juga arumi yg akan jadi bendahara,jadi setelah mendengar keputusan ibu apa ada yg keberatan?"tanya bu linda memastikan
"ngakk buuu"seru siswa kelas X-3 dengan kompak
"baiklah setelah ini kalian bisa saling berkenalan dan juga bel istirahat tidak lama lagi akan berbunyi ohiya untuk kalian bereempat silahkan kembali ke tempatnya masing masing dan terimah kasih karna sudah mau menjadi pengurus inti dari kelas ini"
"baik bu,permisi"ucap keempat orang itu lalu dibalas senyuman dan sedikit anggukan dari bu linda
"baiklah saya permiai juga yah anak anak"kata bu linda lalu berjalan menuju ke arah pintu keluar
sementara di tempat putri dan dinda yg sedang berbincang bincang
"wahh gimana nih sekarang,apa mau dipanggil ibu sekertaris?"gurau putri
"apasih lo put,ngak jelas banget"
"kok sensi banget sihh"yg hanya di balas lirikan sinis dari dinda
kringgkringgkringgg
bel yg ditunggu tunggu akhirnya berbunyi,siswa yg sibuk bergosip ria serta memainkan ponselnya dan segala aktifitas yg terjadi di kelas tadi langsung terhenti dan sontak membuat mereka langsung berdiri untuk menuju kantin
"din mending lo telpon santi deh terus gue yg nelpon amel buat suruh mereka ke sini biar abreng ke kantinnya"usul putri
"okey"
"ngak usah di telpon,orangnya di sini kok"putri dan dinda yg mendengar suara yg tidak asibg kemudian berbalik
"sejak kapan lo di stu?"tanya putri karna melihat tiba tiba kedua sahabatnya sudah berada di depanya itu adalah santi dan amel
"barusan"jawab santi
"ohhh yaudah yuk kekantin nanti penuh lagi,masa kita harus ke kanting belakang lagi dihb males"ucap santi ogah ogahan
__ADS_1
mereka bereempat lalu berjalan menuju kek kantin,sesampainya di kantin untung saja msi ada tempat untuk mereka meskipun di kantin sudah mulai desak desakan,tanpa pikir panjang mereka bereempat langsung duduk di tempat yg kosong itu