
"aduh, sakit nih "Dinda yang kaget karena tiba-tiba Riko merem mendadak akhirnya terbentur di helm Riko
"maksud lo!" ucap Riko heran
" Gue minta tolong hari ini gue nginep di rumah lo, sehari aja please! Boleh ya?" ucap Dinda dengan nada memohon
" nggak" Ketus Riko
" Ya udah turunin gue di sini aja."
" fine! lo nginep sehari aja!" Riko yang merasa tidak tega meninggalkan Dinda sendirian jam 11 malam akhirnya menuruti permintaan Dinda
" Makasih banget ya, gue janji kok bakal bayar meskipun cuma sehari. setengah hari lebih tepatnya" ucap Dinda
Riko Memilih tidak mengubris perkataan itu lalu melajukan motornya menuju ke arah apartemennya, sejak umur 12 tahun Riko memilih untuk tinggal sendiri di apartemen, meskipun terbilang sangat muda untuk belajar mandiri, tapi Riko tetap melakukan itu, Riko juga punya penghasilan sendiri dengan cara mendirikan bengkel meskipun ayahnya yang memberi modal tapi Riko yang mengembangkan Bengkel itu sampai sekarang sudah terbilang ya cukup besar. bahkan sudah memperkerjakan 50 orang montir
sampai di apartemen, Riko lalu memarkirkan Motornya di basement lalu naik ke lantai 5 karena ruangannya di lantai 5
setelah sampai lantai lima Riko lalu menuju ke kamar 502 dan memasukkan kata sandi pada kamar itu seketika kamar itu lalu terbuka mereka kemudian masuk
Dinda yang melihat apartemen itu agak sedikit kaget karena di sana benar-benar sepi,dia berpikir Riko masih tinggal bersama orangtuanya tadinya ia sudah siap-siap untuk menjelaskan segala-galanya kepada orang tua Riko,Dinda juga merasa agak sedikit kagum karena rumah itu sangat tertata rapi dan juga bersih
" Lo tinggal sendiri?" tanya Dinda memastikan
" Iya." tiba-tiba saja terdengar suara seperti perut yang sedang keroncongan" bisa masakkan Gue mau masuk tidur.!"
dalam hati Dinda berkata 'duh ****** gue, mana enggak tahu masak lagi!, lagian nanti tidur di mana juga?' batinnya
" Eh, nanti tidur di mana?" bingung Dinda karena melihat hanya ada satu kamar
" Ya di sofa!" jawab Riko lalu masuk kamar dan Mengunci pintu
Dinda yang kelaparan akhirnya menuju ke arah dapur untuk melihat apa saja yang bisa dimakan namun nihil di Sana hanya ada makanan yang belum bisa langsung dimakan melainkan harus dimasak dulu, sedangkan Dinda tidak tahu cara memasak Jadi ia memilih untuk minum air putih saja lalu berbalik menuju sofa untuk tidur, Baru kali ini Dinda merasakan tidur di sofa. seumur-umur sejak Ia lahir ia tak pernah disuruh ataupun mencoba untuk tidur di sofa karena badannya akan terasa sakit Tapi apa boleh buat ini bukan rumahnya dan dia hanya menumpang, Dinda pun berusaha memejamkan matanya untuk segera tidur. akhirnya setelah setengah jam dia berhasil untuk terlelap tidurnya meskipun sebenarnya ia kedinginan dan merasa tidak nyaman
riko yang sudah tidak mendengar adanya aktivitas di dalam rumahnya kemudian keluar untuk mengecek Apakah Dinda sudah tertidur atau belum sekaligus membawakannya selimut karena dia tahu di luar sana pasti dia akan kedinginan tapi itu hanya sebatas kasihan
setelah keluar kamar, benar saja Dinda Sudah terlelap di dalam tidurnya Riko yang melihat Dinda seperti orang yang kedinginan lalu menutupi tubuh Dinda dengan selimut, sejenak Riko memerhatikan wajah yang sedang terlelap
" dasar cewek aneh!" ucap Riko, kemudian Riko berbalik untuk menuju ke kamarnya kembali Tapi saat melintasi dapur Ia melihat Keadaan dapur masih sangat bersih seperti tidak pernah ada orang yang memasak Tapi diriku hanya menatap sekilas lalu kembali ke kamarnya.
__ADS_1
keesokan harinya Riko terbangun lebih dulu dibandingkan Dinda, Rico lupa kalau ada seorang perempuan yang menginap di rumahnya dan seperti kebiasaannya di pagi hari Riko keluar kamar tanpa mengenakan baju,Riko kemudian menuju dapur untuk memasak seperti pada hari-hari sebelumnya
tak berselang lama kemudian Dinda bangun dari tidurnya dengan badan yang sakit sakit lalu dia meregangkan otot-ototnya namun matanya masih tetap terpejam, setelah itu Dinda membuka pelan-pelan matanya yang pertama dilihatnya adalah riko dengan roti sobeknya yg sedang memasak di dapur dengan rambut yg masih basah
"ahhhhhhhhh" teriak dinda histeris dan reflek menutup matanya dengan jari, teriakan itu sontak membuat Riko tersadar bahwa dinda berada di dalam rumahnya"ngapain lo disini" tanya Dinda
" ini kan rumah gue!"jawab riko dengan santai
" Oh iya lupa, sana Deh lo pakai baju dulu enggak malu apa kayak gitu depan gue!" perintah Dinda
" nggak, mending lo aja yang Nutup mata lo terus ini kan rumah gue Jadi suka-suka gue dong!" Riko lalu melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti tadi
" dasar cowok stress"umpat dinda" Gue mau mandi minta handuk dong!"
" ambil sendiri"
" Gue nggak tau tempatnya Di mana!"
" kamar dalam lemari"
" Masa gue bukan lemari lo itu kan privasi"
" kalau enggak mau ya udah enggak usah pakai handuk"
Dinda lalu menuju ke arah kamar dan masuk ke dalamnya, Dinda sedikit kaget melihat kamar Riko yang ekspektasi Dinda adalah kamar yang berantakan baju yang berserah kah serta sampah dimana-mana namun realitanya berbanding terbalik karena kamar Riko malah sangat bersih,wangi juga semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya tertata rapi
Dinda lalu mengedarkan seluruh pandangannya menyusuri semua sudut-sudut di kamar itu dan menemukan 1 foto yang didalamnya ada ibu ayah dan anak sepertinya itu adalah foto keluarga Riko, tanpa berlama-lama Dinda kemudian menuju kearah lemari untuk mengambil handuk setelah itu keluar dari kamar dan menuju ke arah kamar mandi di samping dapur
" Gue mau mandi,awas aja lu kalo ngintip!" peringatan Dinda untuk Riko
" nggak nafsu!" ucap Riko datar kemudian melanjutkan aktivitasnya yaitu memasak yang sebentar lagi akan selesai sedangkan Dinda hanya membalas dengan tatapan sinis kemudian masuk di dalam tolet untuk segera mandi
30 menit kemudian Dinda lalu keluar dari toilet dengan perasaan fresh namun bajunya masih tetap baju sekolah yang kemarin karena Dinda sama sekali tidak membawa pakaian ganti Dan dia juga tidak menduga Kalau Kejadian ini akan terjadi semuanya tiba-tiba
Namun saat Dinda keluar dari toilet seseorang melemparinya baju ya. Siapa lagi kalau bukan Riko
" Apaan sih lempar-lempar sakit tahu kena muka!" emosi Dinda benar-benar teruji ketika sedang bersama Riko bagaimana tidak Riko adalah orang yang sangat aneh Dinda
" Cepetan pakai hoodie itu baju lu bau Gue nggak bisa deket-deket sama orang bau."
__ADS_1
" Yaudah gue pinjem hoodie lo ntar gue balikin."
dinda lalu masuk kembali ke dalam toilet dan mengganti pakaiannya ke hoodie yang telah diberikan oleh Riko lebih tepatnya dipinjamkan
setelah mengganti pakaian Dinda lalu keluar, di dalam toilet sebenarnya Dinda sudah mencium bau bau aroma yang sangat lezat berhubung karena ia belum makan dari Kemarin siang jadi perutnya terasa sangat lapar sekali.
"nih makan, Ntar lu mati gue yang disalahin"sambil menyodorkan satu porsi nasi goreng buatannya
tanpa basa-basi Dinda lalu melahap nasi goreng itu dengan sangat terburu-buru Sepertinya dia lupa bahwa ada satu cowok yang memperhatikannya makan
"udah kayak ngak makan setahun aja lo" Riko yang menatap aneh ke arah Dinda
" Gue lapar banget jadi nggak usah protes deh mending lo makan juga."
setelah percakapan itu mereka berdua lalu fokus kepada makanannya sendiri, Dinda yang terlebih dahulu kenyang berniat untuk segera berpamitan kepada Riko, Sebenarnya hari ini kelas 10 di sekolahnya tidak bersekolah alias diliburkan 2 hari kedepan Oleh sebab itu Dinda akan langsung menuju ke rumahnya.
" gue pulang ya,Ini duitnya!" sambil menyodorkan uang 200rb an disamping Riko
"lo pikir rumah gue kos kosan,udah ngak usah gue ngak butuh duit lo"ucap riko dengan nada santai namun masi terdengar sdikit seperti pernyataan
"tapi kan-"
"ambil gak!" ucap Riko penuh penekanan
" Oke, fine gue ambil duitnya dan Makasih atas tumpangannya gue pulang dulu bye!" dinda lalu menuju ke arah pintu untuk segera meninggalkan tempat terkutuk itu yang menurutnya adalah neraka duniawi
ceklek
bunyi pintu yg dibuka oleh dinda
baru saja Dinda membuka pintu tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang seumuran dengan ibunya di depan pintu Hal itu membuat Dinda kaget
"ehhh" ucap Dinda tak sengaja keluar dari mulutnya
" Kamu siapa?"kata ibu itu
Dinda merasa ibu itu pernah dilihatnya dan tidak asing kemudian dinda memikir-mikir siapa gerangan ibu itu,sedangkan Riko yang tadinya sedang makan mendengar suara ibunya ia lantas berdiri dan menuju ke arah pintu
"ibu" ucap Riko yang kemudian menyadarkan lamunan Dinda
__ADS_1
'ibu?' batin dinda'Oh gue ingat tadi kan pas gue ke kamar Riko gue lihat fotonya ternyata ini orangnya Pantas aja kayak pernah lihat.' lanjut Dinda membatin
*saran kalian ini bakal sad endding atau happy endding?