
sedangkan Riko yang berada di sekolah kini sedang belajar dan tidak tahu menahu keberadaan Dinda di rumahnya setelah bel pulang sekolah berbunyi ia kemudian bergegas pulang ke rumah, Setibanya Iya di rumah ia sangat terkejut melihat keberadaan Dinda tidur di atas sofa. Padahal tadi pagi dia sudah pamit pulang dan di depan matanya Dinda sudah benar-benar pulang kenapa bisa Dinda berada di sini lagi
" Bangun loh,ngapain di rumah gue?" ucapan itu sontak membuat Dinda yang tadinya tertidur langsung terbangun
Dinda yang masih setengah sadar akhirnya mengucek matanya untuk menjernihkan pandangannya dan juga sedang mengumpulkan nyawa
"hmmm"suara dinda msih terdengar serak khas suara bgun tdr
" Ngapain lu di sini?" ulang pertanyaan riko
"hmm gini rik"ucap dinda sedang berusaha untuk menjelaskan
"rik? lo tau nama gue?" tanya Riko karena mereka berdua belum sempat berkenalan tetapi Dinda tiba-tiba saja mengetahui namanya
" Oh soal nama lo,gue tau pas lo ada di UKS trus ada yg nanya ke elo jdi gue tau deh nama lo"jelas dinda
"oh!trus ngapain lo disini?"riko sudah bertannya sebanyak 3 kali namun belum di jawab oleh dinda
"gue mau numpang tinggal lagi,boleh yah"ucap dinda sambil merusaha menenangkan dirinya karna gugup
"ngak!"riko yg mendengar pernyataan itu sontak menolak
"plisss bgettt gue mohon"ucap dinda memohon mohon
"dibilangin enggak ya enggak tuli yah!"riko tetap pada keputusanya,ia melarang dinda untuk tinggal di rmhnya
"gini deh,kita bikin kesepakatan"tawar dinda
"kesepakatan?"ucap riko sambil mengerutkan kening
"iyah"ucap dinda"kalau lo ngijinin gue tinggal di rmh lo gue bakal ngelakuin semua yg lo suruh kecuali yg aneh gue ngak mau lah,gimana?"sambungnya
"ngak!"namun riko tetap pada pendiriannya
"pliss bnget rik gue mohon,ini tuh smpe gue bisa kerja dan dapat penghasilan sndiri baru deh gue ngekos"jelas dinda
"mau kerja apa lo,lagian lo kan anak manja mana bisa kerja"ucap riko meremehkan dinda
"lo kok tega bnget sih rik,gue tuh prg dari rumah dan ngak tau mau tinggal di mna emang lo tega geliat gue gontang gelantung di jalan,dan gini deh gue juga bakal belajar ngebersihin rumah lo jdi setiap hari gue yg bersihin gimna,mau yahhhh plissss"
"OK,fine tpi dengan 1 syarat!"
__ADS_1
"apa?"
" lo nggak boleh masuk ke kamar Gue Sembarangan tanpa izin dari gue dan kalau lo melanggar peraturan itu lo langsung gue usir dari Apartemen ini"
" Gue janji nggak bakal masuk lama lo sembarangan"
" Oke hal yang pertama harus lo lakuin adalah nyapu dan bersihin debu di meja sma jendela pokoknya bersihin Apartemen ini sampai sebersih-bersihnya nggak boleh ada debu sedikitpun sekarang!"
" tap-"
" Kalau nggak mau ya keluar!"
" Ya udah."
dinda lalu mengambil alat tempurnya yaitu sapu dan juga kemoceng Karena pada saat Ospek dia melihat Amel menyapu dia kemudian tau Bagaimana cara menyapu ia kemudian menyapu lantai itu kemudian membersihkan meja dengan kemoceng sedangkan Riko sedang memasak untuk makan siangnya
Setelah membersihkan semua lantai dan juga kotoran serta debu rasanya pinggang dan tangan Dinda ingin patah karena kecapean Iya kemudian menuju ke arah sofa untuk sekedar berbaring meluruskan pinggangnya yang sudah encok
" Siapa yang nyuruh istirahat?" ucap Riko ketika melihat Dinda baru saja merapatkan punggungnya di sofa
" Bentar aja please! Gue capek banget."
" boleh nggak nanti aja gue capek banget soalnya?" tanya Dinda sedikit memohon
" sekarang!"
"baik tuan" ucap Dinda dengan nada geram
Dinda lalu mengepel seluruh lantai meskipun badannya sudah benar-benar capek, tapi ia tetap memaksakan dirinya untuk mengepel seluruh lantai, tiba-tiba saja Kepalanya pusing dan penglihatan nya mulai gelap dia kemudian terjatuh dan tidak mengingat apapun lagi
Riko yang melihat Dinda pingsan lalu mengangkat Dinda ke sofa
" Dasar cewek lemah" ucap Riko kemudian berbalik menuju ke kamarnya untuk mengambil minyak kayu putih
setelah beberapa menit akhirnya Dinda tersadar penglihatannya masih sedikit agak buram dan orang yang pertama ia lihat adalah Riko
" baru disuruh gitu aja udah pingsan gimana nanti" ucapan di Riko seketika membuat Dinda ingin mencabik-cabik mulutnya saat itu juga Tapi Dina kemudian tersadar bahwa ia sedang berada di rumah Riko sekarang dan tidak bisa berbuat macam-macam
" maaf" Hanya itu yang bisa Dinda katakan namun dalam hatinya Dia sangat marah.
" Kalau lapar sana makan setelah makan cuci piring." ucap Riko kemudian berlalu pergi menuju ke kamarnya dan Mengunci pintu
__ADS_1
memang Dinda hanya makan tadi pagi saja di rumah Rico dan sekarang ia benar-benar lapar Dinda kemudian menuju ke arah dapur untuk melihat Makanan apa yang telah dibuat oleh Riko Ternyata itu adalah spaghetti Dinda kemudian mencobanya
" hmm enak juga" ucap Dinda tidak sengaja memuji makanan Riko kemudian meneruskan kembali sesi makannya setelah itu sesuai dengan permintaan Riko ia menuju ke arah wastafel untuk mencuci piring
Untungnya tidak terlalu banyak piring di sana karena mereka hanya berdua jadi Dinda lumayan mudah untuk mencuci piring itu, Setelah mencuci piring Dinda kembali ke sofa untuk sekedar melihat-lihat notif di ponselnya karena sejak tadi pagi ia tidak pernah mengaktifkan ponselnya sama sekali. ternyata ada ratusan notif dari sahabat-sahabatnya karena sudah mengetahui bahwa Dinda kabur dari rumah
Dinda kemudian membalas satu persatu itu chat dari sahabatnya itu dan menjelaskan kejadiannya tapi ia tidak mau memberitahu sahabat-sahabatnya kalau sekarang ia sedang tinggal di rumah Riko
tak terasa siang telah berganti malam Rico yang berada di dalam kamar kemudian keluar untuk memasak makanan malam seperti pada hari-hari biasanya Dinda yang dengar pintu ingin dibuka kemudian menoleh kearah suara itu dan melihat Riko yang ingin keluar kamar
" Kenapa?" ucap dinda bertanya karena ia merasa Siapa tahu Butuh sesuatu atau apa
"kenapa apa?" ucap Riko heran
" enggak, Siapa tahu lu Butuh sesuatu lu boleh minta tolong gue kok"
"oh,gue mau masak"
" Boleh gue bantuin enggak gue nggak tahu nih Mau ngelakuin apa bosen"
Rico hanya menaikkan bahunya dan mungkin itu pertanda Iya makanya Dinda mendekat kearah dapur
" Masak apa?" tanya Dinda
" steak"
" Gue bantu ngapain?"
" potong nih kentang" sambil menyodorkan beberapa kentang yang masih terbungkus kulit
Dinda yang kebingungan karena tak pernah sekalipun bergelut di dapur hanya mengamati tentang itu Sedangkan riko yang melihat Dinda kebingungan juga heran
"jagan Bilang kalau lo nggak pernah memotong kentang sekalipun." ucap Riko
" Emang nggak pernah sih, Tapi gue mau kok belajar cara motongnya"
" Apa sih yang lo bisa"
Riko kemudian mengajari Dinda Bagaimana cara mengupas dan memotong kentang, Dinda yang mulai sedikit demi sedikit Paham bagaimana caranya akhirnya melakukannya sendiri Setelah itu mereka kemudian sibuk dengan pekerjaannya masing-masing Riko yang sedang memanggang daging dan Dinda yang sedang memotong memotong kentang
*gimna menurut kalian tentang novel ini?
__ADS_1