KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA

KUPILIH KAU DIANTARA YANG LAINNYA
11.Kematian ayah Amel


__ADS_3

setelah acara masak memasak itu,akhirnya selesai juga masakan mereka setelah itu mereka kemudian makan,dalam kegiatan makan itu tidak ada pembicaran antara mereka melaikan hanya ada suara gentingan sendok juga garpu yg saling berkaitan


setelah makan riko dan dinda kembali ke tempat masik masing yaitu riko msuk kedalam kamar dan dinda yg msi tidur di sofa meskipun sebenarnya dinda tdk merasa nyaman tidur di sofa tapi bagaimna pun dia tak bisa menolak itu,dripada dia diusir dari rumah riko,tak lama dinda kemudian terlelap dalam tidurnya


TringTringTring


bunyi nada dering Dinda tanda ada telpon masuk


Dinda yang masih setengah sadar pun menggeledah mencari di mana ponselnya dan menemukanya Ia kemudian menjawab telepon itu


'halo'


.......


'iya kenapa put?'


.......


'APPAAA!!'dinda tidak dinda yg shok tanpa sengaja menaikkan volume suaranya karna kaget,hal itu membuat riko terbangun lalu berteriak dari dalam kamar


"Berisik bnget si lo"


dinda yg tersadar kemudian langsung menurunkan kembali volume suaranya


'sekarang kalian di rumah amel?'

__ADS_1


.......


'yaudah tunggu situ,gue otw'


.....


'oke'


dinda kemudian langsung terbangun lalu menuju ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan mengosok gigi,perlu kalian ketahui bahwa sekarang sudah jam 2 malam dan tidak ada angkutan umum jam sekarang


"lahh gue pergi naik apaan yah?"tanya dinda pada diringa sendiri


"woi berisik bnget sih lo,bisa diem ngak ini tuh udah tengah malem tidur sono"riko yg sudah tidak tahan mendengar suara berisik dri langkah dinda yg terburu buru juga segala suara yg dihasilkan oleh pergerakan dinda,ia kemudian keluar kamar untuk memperingati dinda


"maaf deh"ucap dinda,kemudian riko masuk ke kamar kembali dan baru saja ingin menutup pintu tiba tiba


" Lo sadar nggak sih? Ini udah jam berapa?!"


" Please.papa sahabat gue meninggal gue harus ke sana,mau ya"ucap dinda memohon


"hem" Ucap Riko, entah kenapa Apa dia mau mengantar Dinda padahal sebelumnya dia tidak suka disuruh-suruh Apalagi dimintai tolong, mungkin karena ini berkaitan dengan kematian seseorang jadi rasa Kasihannya pun tumbuh


" yey makasih banget sumpah sih lo baik banget, saat ini,bentar gue gnti baju dulu" ucap Dinda tanpa sengaja memuji Riko, sedangkan Riko yang mendengar itu ada perasaan senang dalam dirinya namun tak ingin Ia tunjukkan di depan Dinda


Setelah berganti baju Dinda pun menuju ke depan dimana Riko telah menunggunya Setelah itu mereka lalu berangkat dan menuju ke rumah Amel sebelumnya Dinda telah memberi tahu alamat Amel kepada Riko dan Dinda pun meminta agar Riko mempercepat laju motornya agar segera sampai ke rumah Amel, Sesampainya di rumah Amel benar saja bendera putih telah berkibar menandakan seseorang yang tinggal di dalam sana telah meninggal dan juga Putri dan Sinta telah berada di luar rumah menunggu kedatangan dinda

__ADS_1


tanpa mengatakan sepatah kata pun Dinda langsung berlari menuju ke rumah Amel sedangkan Riko yang mengantar Dinda merasa kesal karena Dinda tidak mengucapkan terima kasih sedikitpun


……………………………………………………………………… *suasana di dalam rumah Amel


" Din akhirnya lo datang juga sumpah sih dari tadi kita nungguin lo lama banget, lo nggak tahu apa kita semua lagi sedih lu ya bener-bener lelet. Kenapa sih nggak naik mobil aja terus siapa tadi yang ngantar loh masa naik motor jam segini apa lu nggak kedinginan"cerocos Putri tanpa titik koma saat sahabatnya datang


Dinda yang mendengar itu tidak menghiraukan perkataan Putri lalu masuk untuk melihat keadaan Amel, sampainya di dalam dinda melihat Amel sedang menangis dan dia langsung memeluknya sambil ikut menangis


" yang sabar Mel lu pasti kuat Gue tahu lo kuat dan ingat gue Putri sama Sinta selalu ada disamping lo." ucap Dinda mencoba untuk menguatkan Amel


" Din, apa gue punya salah sama Tuhan sampai ia memberikan cobaan yang begitu berat sama gue apa gue punya dosa sebesar itu sampai kedua orang tua gue benar-benar diambil dan gue enggak punya siapa-siapa sekarang apa gue sesalah itu apa gue seberdosa itu Din bantu gue,gue nggak bisa sekarang gue benar-benar hancur setelah kepergian mama gue membuat hati gue remuk dan sekarang papa gue juga pergi gue nggak rela nggak relaaa hikssss." Amel kemudian mengeluarkan seluruh unek-uneknya yang ia pendam sedari tadi dan terus-menerus mengeluarkan air mata


tak lama setelah itu datang putri dan juga Sinta menyusul Dinda dan mereka juga langsung memeluk Amel dan tangisan mereka berempat pun pecah


"nggak mel, lo Enggak boleh kayak gitu lo harus yakin bahwa semua yg terjadi sekarang bakal tuhan ganti dengan senyuman bahagia kedepannya,lo juga hrus tau tuhan tuh sayang bnget sma lu percaya deh"ucap putri sembari terus menangis meratapi nasib sahabatnya itu


"lu tuh kuat mel,makanya tuhan kasi cobaan ini ke elu,gue yakin lu bisa mel"ucap sinta juga menyemangati amel


amel yg mendengar ucapan sahabat sahabatnya perlahan tangisannya mulai mereda,mereka bertiga pun sepakat untuk menginap di rumah Amel untuk menemaninya karena mereka tahu bahwa Amel akan sendirian di rumahnya dan juga mama Amel telah lama meninggal karena sakit sedangkan papa Amel meninggal karena kecelakaan


keesokan harinya adalah acara pemakaman papa amel,setelah jenazahnya di sholatkan mereka berempat kemudian ikut untuk mengantar papa amel ke tempat peristirahan terakhirnya,kini mata amel mulai membengkak akibat dari semalam ia menangis


setelah pemakaman selesai Dinda Putri Sinta dan juga Amel tidak langsung pergi itu dikarenakan Amel masih ingin menemani Papanya


"pahh amel janji sma papa,amel akan jdi anak baik,dan bisa membanggakan papa nntinya,amel juga akan selalu mendoakan papa dan mama supaya kalian bisa hidup bahagia juga di sana,dan amel juga janji kalau disini amel akan selalu bahagia dan mengiklaskan kepergian mama papa,amel janji pahh hikssss" ucap Amel sambil terus menangis di depan batu nisan ayahnya

__ADS_1


dinda menghampiri Amel lalu memeluknya sambil tersenyum seolah berkata "semangat mel kamu pasti bisa" kemudian tersenyum, Sinta dan Putri pun juga ikut memeluk Amel untuk menguatkannya setidaknya sekarang mereka berempat benar-benar ada di sisi Amel untuk menemani dia di keterpurukannya.


"yaudah yuk pulang mel" Dinda kemudian mencoba untuk mengajak Amel pulang berhubung karena hari sudah mulai siang dan terik matahari sudah mulai panas, Amel lalu menjawab dengan anggukan meskipun sebenarnya dirinya masih ingin menemani Papanya tapi ia akan belajar ikhlas atas kepergian kedua orang tuanya meskipun berat


__ADS_2