
"kalian pesen apa?"tanya santi
"gue ketoprak"jawab dinda
"yaudah deh samain aja"saut putri
"iya gue juga"timpal amel
setelah mendengar pesanan teman temanya santi lalu bergegas menuju ke arah temoat untuk memesan makanan dan meminta penjaga kantin untuk mengantarkannya nanti jika sudah selesai sedangkan mereka bertiga yg sedang duduk sedang membicarakan sesuatu
"ehh gaiss kalian mau denger berita hot ngak?"seru putri
mendengar putri berbicara seperti itu perasaan dinda mulai tidak enak
"apatuhh"jawab amel
"jadi tuh yahh tadi pagi di kelas gue tu ada satu kejadian yg bisa bikin kita shokkkk"ucap putri dengan heboh
"apasih put bertele tele banget deh"
"jadi tuh din emmmmppp"dinda tau kalau putri ingij menceritakan kejadian tadi pagi jadi dia langsung menutup mukut putri agar berhenti berbicara"apsih din"protes putri
"awas aja lo yah smpe berani bilang soal tadi pagi"bisik dinda di samping telinga putri dan siapapun yg mendengar bisikan itu mungkin akan merasa merinding mendengarnya karna kedengaranya seperti ancaman
"dorrrr"sambil memegang pundak putri yg langsung membuat putri kaget setengah mati"bahas apasih kayaknha serius banget udah kaya bahas nikahan ajah"ucap santi
"keterlaluan lo san,ngapain ngagetin gue,mau bikin gue jantungan apa"protes putri
"yaudah sih lebay banget,gue nanya serius nih kalian bahas apasih dari jauh kayak serius gitu"
"ngak bahas apa apa"jawab dinda sambil memelototi putri
"iya ngak bahas apa apa"putri yg merasa terancam akhirnya memilih untuk memendam rahasia itu sndiri
"tapi kan kyaknya lo tadi mau cerita de put"ucap amel yg sedari tadi heran mekihat tinggah putri dan juga dinda
"ngak tuh,kapan?"
"aneh banget sih!"heran amel
"misi pesenan makanannya udah dateng"ucap penjaga kantin melerai perdebatan
"oh taro sini aja bu"kata dinda
__ADS_1
"makasih yah bu"ibu yg mengantar makanan itu lalu pergi setelah menaruh makanan mereka di atas meja
"masih enakan ketoprak pak muh,tapi ngapapa lah ini juga lumayan"protes dinda setelah memasukkan 1 suapan di mulutnya
"heem"yg dibals deheman oleh putri Tanda menyetujui perkataan dinda
setelah makanan datang mereka bereempat lalu fokus pada makannanya tanpa melanjutkan perdebatanya tadi,setelah selesai makan dinda memutuskan untuk kembaki ke kelas berhubung tidak lama lagi bel masuk akan berbunyi
sampainya di kelas benar saja bel masuk lalu berbunyi,hari ini tidak ad yg spesial di sekolah sampai jam pulang pun tiba
kringggggggg
dinda,putri,santi dan juga amel sudah janjian kalau mereka akan bertemu di kooridor sekolah saat jam pulang nanti maka dinda an putri segera bergegas menuju ke arah kooridor untuk menemui santi dan juga amel
sampainya di kooridor ternyata hanya ada amel di sana,santi belum keluar dari kelasnya makanya mereka bertiga menunggu agar santi keluar kelas dulu
tak lama setelah itu santi akhirnya keluar kelas lalu menemui mereka bertiga
"duh gais gue lupa"keluh dinda
"lupa apa?"tanya putri
"gue mau ke perpustakaan dulu di suruh bu linda tadi katanya sih ad yg mau diomongin tentang kelas jadi kalian duluan aja nanti gue pulang sndiri bisa kok"jelas dinda
"dah"balas dinda
setelah kepergian ketiga sahabatnya dinda lallu bergegas menuju ke arah perpustakaan untuk mememuhi permintaan bu linda tadi,sesampainya di perpustaakaan dinda lalu masuk dan mecari keberadaan bu linda dan ternyata bu linda sedang ada di pojok bagian kiri sedang membaca novel
" permisi?" sapa Dinda untuk menyadarkan Bu Linda yang sedang membaca novel
" Oh kamu sudah datang sudah datang silakan duduk"
"Ada apa Ibu menyuruh Saya untuk menemui ibu" tanya Dinda
"Begini,saya hanya ingin Menanyakan apakah kamu tidak keberatan menjadi sekretaris di kelas kalau memang kamu keberatan saya akan menggantikan posisi itu dengan siswa lain?" ucap Bu Linda to the point
" Bu Saya kan sudah bilang tolong jangan spesial kan saya diantara siswa lain kalau memang keinginan ibu untuk saya menjadi sekretaris di kelas ya saya akan melakukannya sebagai siswa biasa saya hanya menuruti permintaan ibu" jelas Dinda
" Bukan begitu maksud saya" ucap Bu Linda
"baik, Kalau Hanya itu yang ingin ibu tanyakan saya pamit, berhubung hari sudah mulai gelap Jadi saya harus pulang dan Tolong jangan meminta saya menemui ibu jika pertanyaan Ibu Hanya seperti itu,itu sangat tidak penting dan masalah ketidak enakan Anggap saja saya seperti siswa biasa Bu tolong jangan dispesialkan,permisi" tanpa menunggu jawaban dari Bu Linda Dinda lalu pergi meninggalkan perpustakaan dengan hati yang sedikit kesal
Sekarang Dinda sudah berada di depan pagar sekolah ia Berencana untuk memesan driver online berhubung karena hari sudah mulai gelap dan Ia lupa memberitahu bundanya bahwa ia masih berada di sekolah. kemungkinan bundanya akan merasa khawatir karena jam segini Dinda belum pulang
__ADS_1
"Duh mati Gue,lupa ngabarin Bunda lagi gue kan masih di sekolah" Dinda kemudian merogoh sakunya Berencana untuk mengambil ponsel lalu secepatnya memesan driver tapi, naasnya ponsel Dinda ternyata lowbat dan tidak ada sesuatupun angkutan umum yang lewat
Dinda mulai was-was berhubung jarak sekolah dan rumahnya agak lumayan jauh dia tidak mungkin bisa berjalan kaki dan sekarang pun sudah mau malam.
satu jam kemudian, Dinda masih di tempat yang sama belum menemukan angkutan umum atau siapapun yang lewat di depan gerbang sekolahnya. Bahkan sekarang matahari sudah tenggelam
sedangkan di rumah Dinda ,benar saja Bunda Dinda sangat khawatir atas keberadaan Dinda sekarang,jarang Atau bahkan tidak pernah Dinda terlambat pulang kalaupun ia terlambat pulang ia pasti akan mengabari bundanya, sedangkan Bundanya sudah menanyakan keberadaan Dinda ke seluruh sahabat-sahabatnya seperti Putri, Amel juga Santi namun mereka hanya memberitahukan bahwa tadi Dinda bilang kalau ia mau menemui Ibu Linda sebentar
Dinda yang sudah mulai putus asa akhirnya memilih untuk berjalan kaki di hari yang sudah malam, sebenarnya Dinda takut karena sangat gelap Iya hawatir, nanti ada apa-apa di jalan. sedangkan dia hanya sendirian dan juga perempuan tapi Dinda tetap memberanikan diri untuk pulang dengan berjalan kaki
baru setengah jalan, rasanya Dinda sudah berjalan sangat jauh dan sekarang sudah pasti tengah malam ia belum juga sampai ke rumahnya. Dinda yang sudah merasa kecapekan dan bahkan tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanannya jadi dia memilih untuk beristirahat sebentar di pinggir jalan,sunyi,gelap dan dingin kini ia rasakan hanya ada suara kendaraan yang bergemuruh Dinda yang sangat kecapean sekarang bahkan ingin menangis,ia tertunduk menahan agar air matanya tidak keluar
" naik" ucap seseorang menyadarkan Lamunan Dinda, suara itu tidak kedengaran asing oleh dinda,Dinda Yang penasaran akhirnya menengadahkan kepalanya untuk melihat Siapa orang itu
" Riko" Dinda yang syok kemudian Hanya berdiam diri sambil menatap Riko
" naik atau tinggal"
" kemana" jawab Dinda namun Riko yang tidak sabaran kemudian menggas motornya seperti ingin meninggalkankan Dinda, tinta yang refleks lalu berkata
" Eh tunggu, Gue ikut, Tapi gimana cara naiknya?" berhubung Dinda tidak pernah naik motor seumur hidupnya ia kebingungan apalagi untuk motor sport bisa kebayang kan Gimana tingginya
tanpa basa-basi Riko langsung menyodorkan tangannya seperti seseorang yang sedang meminta,
" Maksudnya?"
Rico lalu mengambil tangan Dinda dan menaruhnya diatas tangannya seperti seseorang yang sedang mengatakan Naiklah dengan cara berpegangan sebagai penumpu
Dinda yang seolah mengerti akhirnya mencoba menaiki motor itu, sekali percobaan Dinda langsung bisa naik ke atas motor setelah Dinda berhasil menaiki motor tanpa aba-aba Riko langsung melajukan motornya
" Rumah lu di mana?" tanya Riko di perjalanan
" apa gue nggak dengar" ucap Dinda setengah berteriak
" Rumah lo di mana?" ulang Riko dengan nada dengan nada berteriak
" Sekarang Emangnya jam berapa?" tanya Dinda
" jam 11 malam" jawab Riko
" apa!!!" jawaban Riko berhasil membuat Dinda kaget Setengah mati, Bagaimana tidak ternyata sekarang sudah sangat tengah malam, sedangkan Jam segini gerbang rumahnya pasti sudah ditutup Dan ayah Bundanya sudah pasti tertidur Dinda mulai kebingungan
" Jadi ke mana?" ucap Riko mengulangi pertanyaannya Karena sekarang mereka mulai berkendara tanpa arah
__ADS_1
" Ke rumah lo aja." pernyataan yang dilontarkan oleh mulut Dinda sontak membuat Riko me rem mendadak karena kaget