Kurir

Kurir
BAB 4 : DENDAM KESUMAT SI PANGANTAR BARANG


__ADS_3

Soepomo mengakhiri ceritanya sementara aku menghela nafas


panjang, "Jadi, begitu. Lalu, bagaimana cara bapak mengumpulkan


bukti-bukti bahwa Ok Go telah melakukan bisnis ilegal ?"


"Nak Raisa, Tuan Muda Zain itu mengumpulkan


berkas-berkas pengiriman di sebuah locker. Mungkin semuanya sudah dimusnahkan


olehnya.


Tapi, bapak memiliki salinan lengkap. Perlu nak Raisa


ketahui, tidak semua pegawai Ok Go setuju dengan perbuatan Zain, beberapa


diantaranya adalah orang-orang pilihan dari Saudara Eric Yeung yang menyamar.


Jadi, sekalipun berkas-berkas itu dimusnahkan, takkan hilang begitu saja. Neng


Yessy, adik Fera rela menjadi gundiknya demi ingin membalas dendam kematian


kakaknya. Dialah yang meminjamkan berkas-berkas tersebut kepada bapak. Bapak


yakin tak lama lagi, Zain akan kehilangan kekuasaannya dan bisnisnya pun akan


bangkrut. Yah, tak lama lagi," jelas Pak Soepomo.


"Benar-benar tindakan yang nekat, pak," ujarku,


"Lalu, bagaimana dengan jasad Fera ?"


“Jasad Fera.... sampai saat ini belum ditemukan, nak...


Neng Yessy juga mencarinya,” ujar Soepomo.


"Apakah bapak sering bertemu dengan Yessy itu


?"


"Bapak bertemu dengan neng Yessy, 1 Minggu yang


lalu, dia memberikan berkas pengiriman barang setahun yang lalu, setelah itu


Bapak tidak pernah bertemu dengannya lagi, khawatir terjadi sesuatu


padanya,"


***


Pria bertubuh tegap, tinggi, gempal berambut gondrong itu


tampak sibuk mengawasi 2 orang yang sedang menata bungkusan berwarna coklat


kehitaman di sebuah bagasi. Barang tersebut esok harus segera dibawa ke 5 kota


besar di sekitar Jawa Barat dan sekitarnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Begitu semua


barang selesai ditata, bagasi mobil ditutup dan dikunci. Setelah memberikan 2


lembar uang kertas senilai 100.000 pada masing-masing orang, ia ditinggal


sendiri. Sebatang rokok disulut, ia bersandar pada badan mobil sementara


sepasang matanya menerawang jauh ke langit yang diterangi bulan purnama plus


pernak-pernik nya.


"Mas....

__ADS_1


ada paket....


tolong diterima..."


Suara itu menggema, mengambang, datar dan dingin. Pria


gondrong itu menoleh kesana-kemari, tidak ada siapapun di sekitar tempat itu.


Angin dingin berhembus perlahan menerpa tengkuknya. Menusuk ke setiap nadi dan


pembuluh darahnya. Pada saat itulah tercium aroma harum bunga melati, namun


aroma itu makin menyengat sekalipun harum tapi bercampur dengan bau aneh yang


tak tahu darimana asalnya.


Perlahan-lahan aroma wangi digantikan dengan bau aneh.


Pria itu mengusap-usap hidungnya... sekian lama ia bergerak di bidang penjualan


obat-obat terlarang, ia paham betul bahwa aroma yang diciumnya saat ini


bukanlah aroma obat-obatan tapi, aroma mayat busuk.


"Mas....


ada paket....


tolong diterima..."


Suara itu terdengar dua kali, kali ini terdengar dekat


sekali, tapi si pemilik suara tidak nampak. Jantungnya berdegup dengan kencang,


nafasnya memburu dan hawa dingin merayapi sekujur tubuhnya.


"Siapa itu ?" tanyanya dengan suara


sepasang matanya tertuju pada sebuah bayangan sekitar 5 meter dari tempat ia


berdiri. Bayangan wanita berpakaian coklat bercampur merah kehitaman khas


pakaian kurir Ok Go namun compang-camping, topi Eiger dikepala, menutupi


wajahnya yang setengah tertunduk.


Cahaya lampu yang remang-remang, membuat ia harus


memfokuskan pandangannya lurus ke arah depan tempat wanita itu berdiri. Tidak


ada siapa-siapa disana, mungkin ia sedang berhalusinasi. Ia tersenyum-senyum


kecut sambil menggeleng-gelengkan kepala melangkah memasuki mobil. Akan tetapi,


baru saja melangkah beberapa tindak, tepat di dekat hidung muncullah wajah


lain.


Laki-laki itu menjerit kaget terlebih setelah melihat


salah satu mata di wajah itu berlobang, sementara yang satunya lagi tampak


dikerumuni belatung, cacing, kelabang dan hewan-hewan melata lain


bergerak-gerak merayapi bagian dalam kulit pipi dan keluar melalui bola matanya


yang putih.


Belum habis rasa kagetnya, mulutnya telah dijejali


serbuk-serbuk putih mengkilap bak kristal. Ia berontak tapi, sekujur tubuhnya

__ADS_1


serasa tak bertenaga. Serbuk-serbuk putih itu seakan tidak ada habisnya, masuk


dan memenuhi kerongkongannya.


***


Pemuda itu menggerakkan jari-jemarinya pada keypad,


keringat dingin bercucuran, mulutnya gemetaran saat ia mengucapkan kata,


“Hallo, Tuan Muda Zein. Si Naga meninggal,”


"Apa ? Si naga mati ? Siapa yang membunuhnya ?"


teriak Tuan Muda Zain di seberang sana.


"Over dosis, tuan,"


"Bagus sekali... itu adalah kesalahannya, biarkan


saja ia terbakar di neraka. Lalu bagaimana rencana pengiriman hari ini ?"


"Bagian pengiriman juga meninggal, tuan tadi


menjelang subuh,"


"Apakah kematian sekarang sudah jadi tradisi. Semua


orang pada mati, artinya, aku lebih bisa berhemat. Namamu, Deviant, kan?


Sekarang aku akan menaikkan gajimu jika kau bisa mengatasi pengiriman


barang-barang kita ke tempat tujuan tepat waktu.... bagaimana?"


"Siap... saya akan berusaha,"


"Bagus... kutunggu kabar baik darimu... jika masih


ada barang yang pengirimannya tersendat-sendat, maka, aku akan memecatmu,"


Telepon ditutup orang yang bernama Deviant itu termenung


beberapa saat, "Sial, malah aku yang kena getahnya," gumamnya seorang


diri.


Baru saja ia menutup mulutnya, sebuah cincin emas bermata


merah delima menggelinding ke arahnya dan berhenti tepat diantara kedua telapak


kakinya. Ia terkejut lalu memungutnya, “Cincin emas bermata merah delima, milik


siapa ini,”


Deviant membelalakkan mata, seorang wanita berpakaian


kurir Ok Go compang-camping kurus dan kulitnya pucat sudah berdiri di


hadapannya. Jantung pria berusia 39 tahun itu seakan berhenti berdetak. Aroma


busuk menguar menusuk-nusuk lubang hidung, perutnya seakan diaduk-aduk. Ia


hendak membuka mulut seakan hendak bertanya siapa wanita itu namun suara


seperti terhenti di kerongkongan.


Pada mulut yang terbuka, Kurir Wanita itu menjejalkan


sebuah bungkusan kecil berisi serbuk-serbuk putih. Satu, dua, tiga hingga lima


sampai akhirnya, wajah Deviant membiru dan tubuhnya tak bergerak-gerak lagi.

__ADS_1


***


__ADS_2