KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 22.


__ADS_3


“AMPUN! Ampuuuun….gue ngga ngusik lo! Lepasin gue!”


Asap berwarna merah itu meninggalkan korbannya dalam keadaan pingsan.


------------------------------------------


“Hallo Sar! Lo dimana sekarang?……ok gue kesana sekarang. Tunggu gue, jangan kemana mana” perintahnya ke orang yang ada diujung telpon


Sherly langsung meninggalkan tempat pemotretan majalah, setelah menyelesaikan pekerjaannya. Mengambil kunci mobil dan melajukannya dengan kecepatan normal namun terlihat tergesa gesa dan juga gelisah.


Sementara ditempat lain, Sarah sedang melakukan pemotretan untuk gaun musim panas, dan itu bersama Serena. Tentu Sarah tidak bisa menolak, karena itu perintah langsung dari pemimpin agensi. Kini dia jadi tidak tenang setelah menerima telepon Sherly. Itu membuatnya tidak fokus dan menghasilkan foto yang tidak bagus.


“Sarah! Kamu kenapa sih hari ini?”Beberapa kali fotografer menegurnya “Serius dong Sarah! Ini jelek semua hasilnya”


Fotografer berkali kali mendesah marah, bahkan sampai memberi waktu jeda untuk meminta minuman dingin. Kalau bukan karena latar belakang Sarah yang berasal dari keluarga berpengaruh, mungkin fotografer itu akan memarahinya sesuka hati. Seperti yang biasa dia lakukan pada Serena.

__ADS_1


Hari ini, Serena malah memberikan hasil sebaliknya. Kini Serena selalu bisa memuaskan fotografer itu dengan hasil foto dengan ekspresi yang diinginkannya. Jadi tidak ada celah untuk marah dan menjadikannya tempat pelampiasan omelan omelan yang ditimbulkan dari lelahnya pekerjaan.


Saat Sherly datang, dia langsung mendekati Sarah yang sedang duduk lesu.”Lo kenapa? Tanyanya


“Fotografernya ngomel terus. Pusing gue”


Sherly hanya mengangguk dengan bibir membentuk huruf o, tanpa suara.


“Lo tau ngga kalo Bang Obi masuk rumah sakit?” Bisik Sherly ditelinga sarah


“Hah! Kok bisa? Kenapa? Kapan?”


“Luka dileher? Dicekik atau….waktu ketemu sama kita kemarin, dia masih baik baik aja” ucap Sarah


“Nah itu dia. Dia ditemuin pingsan diparkiran kafe tempat kita ketemuan”


Serena berjalan memakai wedding dress yang sangat indah, melewati Sherly dan Sarah masih asik bergosip. Dress itu terlihat sangat cocok dengan tubuh Serena, melekat ditempat yang tepat.

__ADS_1


Semua kru yang terlibat untuk pemotretan hari ini, terkagum kagum dengan apa yang mereka lihat. Bahkan sampai ada yang mulutnya ternganga tanpa sadar. Sarah langsung bangun dan menarik tangan Serena.


“Apa maksudnya ini! Dress ini harusnya buat gue, kenapa jadi lo yang pakai?!” Sarah marah


“Mana gue tahu! Lo tanya aja sama fotografernya sana!” jawab Serena dengan nada yang tidak kalah keras


Sarah yang sudah menahan emosinya dari tadi langsung menghampiri sang fotografer untuk melayangkan protes. Tinggal beberapa langkah lagi dia sampai.


“Bu Sarah….Pak Farrel udah sadar” Ina sedikit berlari ke arah istri bosnya.


Sarah yang mendengar itu langsung berbalik badan dan bergegas berganti baju untuk pergi ke rumah sakit. Sebenarnya Sarah masih sangat merasakan kecewa pada Farrel, tapi biar bagaimanapun …..laki laki itu tetaplah suaminya.


Rasa cintanya mengalahkan rasa bencinya. Meskipun rasa itu tidak berbalas. Tapi saat masih ada harapan, maka dia akan memperjuangkannya.


Dan kali ini logikanya sudah kalah dengan rasa dengki. Dengkinya pada Serena yang dia anggap sebagai sumber utama yang membuatnya tidak bisa memiliki Farrel seutuhnya. Sarah tipe orang yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai dan mendapatkan yang dia mau


***

__ADS_1


Sumpah authornya kehilangan fokus



__ADS_2