Ladang Bayangan

Ladang Bayangan
“[Pertanyaan Penting!] Cara Membuang Mayat di Kampus [Anon]”


__ADS_3

Pada awal musim panas, dapat ditemukan dua siswa berdiri bersama di atas atap.


Salah satunya adalah gadis remaja cantik dengan rambut putih keperakan.


Yang lain adalah seorang remaja laki-laki yang tampak biasa dengan rambut hitam.


“Dalam bayang-bayang, sepertinya insiden itu masih menyebabkan kebingungan, tetapi untuk semua yang penting, telah diselesaikan. Namun, Nee-sama sedang menyiapkan tim investigasi spesialis, dan aku berencana untuk membantunya. Jadi mungkin bisa dikatakan bahwa bagi ku, ini hanyalah awal dari segalanya.”


Kata gadis itu.


“Tolong tetap pada tingkatan yang wajar, hm?”


Jawabnya.


“Dan dengan demikian, semua kecurigaan kepada mu telah dihapus. Maaf untuk semua masalah ini.”


“Tidak masalah, tapi …”


Angin berhembus di antara mereka berdua. Rok gadis itu berkibar, menampakkan kaki putihnya.


“… Hari ini sangat panas, jadi bisakah kita masuk ke dalam?”


Cuacanya bagus hari ini. Dengan kata lain, matahari musim panas bersinar dengan terang. Bayangan membentang dari kedua kaki mereka, dan suara serangga musim panas dapat terdengar dari jauh.


“Tunggu. Ada dua hal yang perlu aku sampaikan.”


“Di sini?”


“Di sini.”


Gadis itu menyipitkan matanya dan melihat ke langit biru.

__ADS_1


“Pertama, aku ingin setidaknya memberi mu ucapan terima kasih. Saat itu, kau mengatakan kepadaku bahwa kau menyukai teknik berpedangku. Mungkin agak terlambat, tapi terima kasih.”


“Tidak masalah, jangan khawatirkan hal itu.”


“Aku akhirnya menyukai teknik berpedang ku sendiri. Walaupun hal itu bukanlah karena mu.”


“Aku pikir kau mengatakan kalimat itu.”


“Itu adalah kenyataannya.”


Kedua mata saling menatap. Yang berpaling terlebih dulu adalah si anak laki-laki.


“Yah lagipula, kau jadi menyukainya, dan itu sangat cocok dengan mu.”


“Ya, cocok denganku.”


Gadis itu tersenyum.


“Kita berpura-pura pacaran hingga saat ini, tetapi Zenon sudah mati.”


“Ah, jadi peran ku sudah selesai? Aku dipecat?”


“Yang kedua adalah semacam saran, sebenarnya.”


Gadis itu berhenti bicara sebentar, seolah dia berusaha untuk mencari kata yang tepat.


“Jika kamu mau …”


Mata merahnya menjadi tidak fokus.


“… Bagaimana kalau kita melanjutkan hubungan ini sedikit lebih lama?”

__ADS_1


Gadis itu akhirnya bisa mengatakan semuanya, meskipun dengan suara yang sedikit lebih pelan.


Anak laki-laki itu menunjukkan senyum cerahnya.


“Aku tidak mau.”


Itulah jawabnya sambil menjulurkan jari tengahnya.


Dalam seketika, schiing suara dari pedang yang terhunus berdering.


 


⊕⊗⊕


 


Kemudian di hari itu, saat siswa lain datang ke atap ini, dan menemukan noda darah yang sangat banyak.


Namun, meskipun ada banyak darah, tidak ada mayat di sekitarnya. Para siswa dan fakultas sekolah menyelidiki secara ekstensif, tetapi tidak ada laporan tentang siapa yang terluka parah atau hilang. Dengan demikian kasus itu ditutup.


Ke depan, hal ini dikenal sebagai ‘Insiden Pembunuhan Tanpa Mayat,’ dan memasuki jajaran Tujuh Misteri sekolah.


 


⊕⊗⊕


Jangan Lupa Like And Sharenya Kawan


Supaya Saya Sering Update


Genre Romance Comedy Fantasy Harem Ecchi

__ADS_1


Namun, meskipun ada banyak darah, tidak ada mayat di sekitarnya. Para siswa dan fakultas sekolah menyelidiki secara ekstensif, tetapi tidak ada laporan tentang siapa yang terluka parah atau hilang. Dengan demikian kasus itu ditutup.Namun, meskipun ada banyak darah, tidak ada mayat di sekitarnya. Para siswa dan fakultas sekolah menyelidiki secara ekstensif, tetapi tidak ada laporan tentang siapa yang terluka parah atau hilang. Dengan demikian kasus itu ditutup.


__ADS_2