
Melihat ke arah taman akademi, mata Nu menyipit di balik kacamatanya.
Awalnya, dia seharusnya bersekolah di sini sebagai siswa tahun kedua. Sampai hari ketika dia dibuang karena ‘demon possesion’, dia tidak meragukan bahkan sedetik pun bahwa masa depannya akan lancar dan damai.
Tetapi pada akhirnya, semuanya ternyata hanyalah fantasi belaka.
Segala sesuatu yang dipercayai Nu dan di anggap wajar, baik itu keluarga, teman, atau kedamaian, ternyata adalah sebuah menara yang dibangun di atas es yang sangat, sangat tipis. Tidak tahu apa yang terdapat di bawah es itu, dia hanya bermain-main sebagai anak yang tidak tahu apa-apa.
Dia menatap para siswa di taman itu dengan iri dan rasa kasihan yang tercampur di matanya.
Di bawah sana ada wajah yang dia kenali.
Nu dulu adalah putri dari keluarga marquis, dan dia sudah cukup dikenal di lingkungan sosial.
Hari-hari itu berkilauan.
Tetapi semua itu sekarang hanyalah masa lalu.
Dia dihapus dari silsilah keluarganya, berubah menjadi seseorang yang tidak pernah ada.
Berapa banyak dari orang-orang yang telah menjadi teman dekatnya dan masih mengingatnya?
Oh iya, ada orang itu, kan? Seperti itu.
Mungkin daripada nostalgia, hanya rasa jijik yang akan muncul jika dia mengatakannya sekarang. Itu adalah apa yang disebut ‘demon possession’.
Sebenarnya dia tidak perlu dengan bersusah payah datang ke akademi di siang hari untuk bertemu Shadow.
Namun, dia masih memiliki serpihan kecil harapan yang tidak pernah bisa dia hilangkan sepenuhnya.
Di beberapa sudut akademi yang damai ini, masih ada tempat untuknya. Dia hanya ingin melihat mimpi itu walau hanya untuk sesaat.
Nu tertawa.
Meskipun dia mungkin tidak lagi memiliki tempat di dunia yang penuh cahaya ini, dia sekarang memiliki kawan yang memiliki keinginan yang sama dengannya.
Dan… di sampingnya adalah tuan yang dicintai dan dihormatinya.
Dia telah memulai pertarungan sendirian.
Dan dia mungkin akan terus berjuang sampai akhir, bahkan jika dia menjadi satu-satunya orang yang tersisa.
Keberadaannya adalah apa yang membentuk Shadow Garden.
Setiap manusia itu lemah, jadi mereka semua ingin bergantung pada sesuatu yang pasti.
Jika di dunia, Tuhan adalah sesuatu entitas yang mutlak, maka untuk Shadow Garden, dia adalah entitas mutlak itu.
Tetapi dia jauh lebih baik daripada Tuhan.
__ADS_1
Ketika dia membuka matanya, dia ada di sana. Jika dia meraihnya, dia bisa menyentuhnya.
“Nn, ada apa?”
“Ada sesuatu pada bahu mu.”
Dia membersihkan kain di pundaknya.
Lalu dia melihat wajahnya dari dekat.
“Tolong jaga rahasia ini dari Gamma-sama. Jika dia tahu bahwa saya menyusup ke akademi di siang hari, dia benar-benar marah pada saya.”
“Tentu. Tetapi aku terkejut, berpikir bahwa kau dapat terlihat sangat berbeda dengan kosmetik.”
“Struktur wajah saya sebenarnya cukup hambar, jadi mudah untuk mengubahnya. Saya kira Anda bisa mengatakan bahwa itu adalah salah satu hal yang saya kuasai di masa lalu.”
“Heeh, jadi waktu itu di Mitsugoshi Co. juga?”
“Iya, pada waktu itu saya berusaha terlihat lebih tua.”
“Aku mengerti. Kebetulan, berapa usiamu?”
“Itu rahasia.”
Nu tersenyum memikat.
“Saya datang untuk melaporkan tentang pria berpakaian hitam kemarin.”
“Fumu.”
“Fumu?”
Diabolos Children.
Order of Diabolos memantau anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga miskin, dan menculik salah satu dari mereka yang menampilkan sedikit kecocokan pada sihir, kemudian membesarkan mereka di dalam fasilitas khusus. Karena penggunaan menu pelatihan berulang-ulang yang berat, program pencucian otak, dan administrasi obat di fasilitas tersebut, mereka yang berhasil lulus kurang dari 1% dari jumlah yang masuk. Children 3rd dianggap sebagai kegagalan para lulusan, pion yang akan digunakan dan dibuang. Karena pikiran mereka sudah rusak, mereka tidak bisa membocorkan informasi apa pun, tetapi kemampuan bertarung mereka menyaingi rata-rata setiap ksatria.
2nd adalah mereka yang pikirannya stabil. Dan yang sangat sedikit adalah 1st mereka memiliki kekuatan yang sangat signifikan menurut standar dunia.
Tentu saja, Nu tidak perlu menjelaskan semua informasi ini kepadanya, jadi dia melewatinya.
“Sudah jelas bahwa Order terlibat dengan serangkaian peristiwa baru-baru ini. Kami pikir mereka kemungkinan besar mencoba untuk memancing kami keluar.”
“Fumu.”
“Namun, itu bukan satu-satunya tujuan mereka. Beberapa hari yang lalu, kami memastikan bahwa yang Named Children 1st telah datang ke ibu kota kerajaan. Dia adalah Lex the Treacherous Player. Kami percaya mereka memiliki tujuan yang lebih spesifik untuk mengumpulkan kekuatan mereka, tetapi kami kehilangan jejak Lex dan saat ini sedang menyelidikinya.”
“Fumu?”
Named Children.
__ADS_1
Di antara Diabolos Children yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Order akan diberi nama. Kebanyakan Named Children adalah 1st, tetapi 2nds juga terkadang menjadi Named Children.
Selanjutnya, ada Named yang telah naik ke jajaran Knights of Rounds. Lebih seperti, dalam organisasi, Named Children hampir dianggap sebagai persyaratan yang dipertimbangkan untuk posisi di Rounds.
Dan sebenarnya.
Ada mantan Named Children 1st di Shadow Garden.
Semua informasi yang kami miliki disediakan olehnya.
Tentu saja, Nu tidak perlu menjelaskan semua informasi ini, jadi dia melewatinya.
“Tolong tetap berjaga-jaga. Order sedang merencanakan sesuatu. Kami akan terus menyelidiki, dan akan melaporkan kepada Anda segera setelah kami menemukan sesuatu.”
“Fumu.”
Matahari terbenam di bawah cakrawala yang jauh.
Pijaran cahaya itu membuat awan merah.
Mengipas tengkuk yang agak berkeringat di lehernya, Nu berdiri.
Dia (shadow) menguap, lalu juga berdiri di sampingnya.
Mungkin di dunia paralel, ada versi yang berbeda dari keduanya yang bisa berbicara seperti pasangan lainnya, dan menikmati kehidupan sekolah mereka.
Nu tertawa pada dirinya yang menyesal.
Tapi sekarang, walau hanya sesaat.
“Sekarang lihat di sini, bukankah seharusnya kamu mengawal seorang wanita?”
“Mengawal? Seperti ini?”
Nu menghubungkan lengannya dengan lengan Sid yang disodorkan.
Mereka mulai berjalan bersama.
Tentunya masa depan semacam itu mungkin ada di suatu tempat, pikir Nu pada dirinya sendiri dengan tawa.
Seorang siswa laki-laki dari jauh berteriak sesuatu.
“Itu si beol ********!!”
Nu menjentikkan lidahnya.
Dia mengingat kembali siswa laki-laki itu yang benar-benar merusak suasana. Dia adalah bagian dari sampah yang dengan gigih mendekati Nu ketika dia masih berada di lingkaran sosial. Dia memutuskan untuk benar-benar akan menghabisinya nanti.
Untuk beberapa alasan, anak laki-laki di sampingnya mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Nu hanya memeluk lengannya lebih erat.
⊕⊗⊕