Ladang Bayangan

Ladang Bayangan
"The Undying Magic Swordsman”


__ADS_3

Seusai pertandingan, sepertinya aku akan dipaksa dibawa ke ruang kesehatan, jadi aku bersembunyi dan melarikan diri.


Nyaris saja.


Jika seseorang mengetahui aku tidak terluka sedikit pun, bagaimana aku bisa menjelaskannya? Aku tadi bahkan hampir melukai diriku sendiri.


Aku keluar melalui pintu khusus peserta, lalu berjalan di lorong yang sepi.


Sepertinya 33 teknik yang masih tersisa harus disimpan untuk tahun depan. Semoga ada kesempatan menggunakannya sebelum waktu itu.


“U-, um …”


“Nn?”


Tiba-tiba, seorang siswa yang tidak ku kenal memanggil ku.


Dia adalah gadis cantik dengan rambut merah muda yang mengenakan seragam sekolah. Aku sepertinya pernah melihatnya sebelumnya. Atau mungkin tidak? Entahlah.


“Luka mu … apakah kamu baik-baik saja?”


“S-, sepertinya … tidak ada yang parah… kurasa?”


Aku dengan acuh tak acuh mengambil pose menekan luka di dadaku.


“Syukurlah. Um, aku melihat pertandingan mu.”


“Oh, Begitu.”


“Aku tidak sering menonton pertandingan, tetapi cara mu terus bangkit kembali, aku pikir itu sangat keren.”


“Erm, itu keren …?”


“Iya…”


Dia mengangguk dengan sedikit tersipu.


Dia gadis yang aneh karena dia menganggap mob itu ‘keren’. Yah, memang ada banyak orang di antara penonton, jadi ku rasa itu tidak akan aneh kalau satu atau dua orang untuk memiliki keanehan seperti itu.


“Jadi, um, ini …”


Gadis itu dengan malu-malu mengulurkan paket kecil.


“Ini adalah?”


“Aku memanggang kue… sebagai balasan…”


Apakah ini seperti hadiah untuk pertandingan yang bagus?


“Terima kasih.”


Karena dia sudah bersusah payah membuatnya, maka boleh juga.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum bahagia.


“J-, jika kamu tidak keberatan, bisakah kita mulai sebagai teman?”


“Teman? Tentu.”


Selain dari pengecualian tertentu, Aku biasanya hidup dengan prinsip untuk tidak membuat gadis malu.


“Oh Iya! Ayah angkat, kami menjadi teman.”


Ayah angkat?


Gadis melihat ke arah seorang pria paruh baya dengan gaya rambut yang disisir ke belakang yang sedang berjalan ke arah kami.


Sepertinya pria kurus ini, aku mengenalnya.


“Wakil Kepala Sekolah Ruslan …”


Dia adalah wakil kepala sekolah akademi ini, dan juga dulunya adalah petarung utama yang pernah menjuarai kejuaraan pada Festival ‘God of War’.


Dan jika gadis ini memanggilnya ‘ayah angkat’, maka itu pasti dia adalah…!


“Sherry Barnett …!”


“Iya ?”


Menurut pengamatan ku sendiri, dia bisa dikatakan karakter terbesar di Scholar Academy.


Karena aku kemungkinan besar tidak akan pernah bertarung langsung dengan siswa Scholar Academy, jadi sejujurnya aku tidak terlalu memikirkan mereka.


“Jadi kamu adalah Sid Kagenou-kun.”


Wakil Kepala Sekolah berdiri di samping Sherry.


“Iya pak.”


“Apakah lukamu baik-baik saja?”


“K-, karena beberapa keajaiban … Ohhhh, dia pasti menahan diri melawan ku?”


Dia mengusap dagunya sambil merenung.


“Fumu, memang benar bahwa Rose-kun tidak akan mungkin salah mengatur kekuatannya. Tetapi kamu harus tetap memeriksakan diri dengan benar pada dokter.”


“Iya tentu saja.”


‘Tentu saja’ aku tidak akan melakukannya.


Ruslan mengangguk, lalu meletakkan tangannya di bahu Sherry.


“Gadis ini hanya tahu melakukan penelitian, dan tidak memiliki banyak teman.”

__ADS_1


“Ayah angkat!”


Ruslan tertawa riang sebelum melanjutkan.


“Sekarang dia bisa tertawa seperti yang kamu lihat, tetapi dia juga sudah melalui banyak hal. Tolong jadilah teman baik untuk Sherry. Ini adalah harapan ku sebagai ayah.”


Wajah Ruslan benar-benar serius, dan Sherry tersenyum malu di sebelahnya.


‘Itu tidak mungkin karena aku adalah mob dan dia bukan …’ … bukanlah sesuatu yang dapat ku katakan dalam situasi seperti ini.


“…Iya pak.”


“Baiklah, aku akan menyerahkan sisanya kepada kalian berdua.”


Setelah memberi tepukan pada bahuku, Wakil Kepala Sekolah pergi.


“Umm, terima kasih sebelumnya.”


“Iya.”


“Jadi apa yang harus kita lakukan?”


Dia memiringkan kepalanya …


“Oh, benar, dokter! Kamu harus pergi ke dokter terlebih dahulu! Aku minta maaf karena lupa, aku terlalu bersemangat.”


… Lalu tersenyum dengan permintaan maaf.


“Tidak, tidak apa-apa.”


“Eh, tapi …?”


“Jangan khawatir tentang dokter, aku akan pergi nanti. Aku pasti akan pergi. Jadi ayo minum teh bersama.”


“Umm, apakah kamu yakin?”


“Tidak apa-apa, tidak apa-apa.”


“Magic Swordsmen sangat luar biasa, bukan.”


“iya, kan?”


Keindahan ini yang jauh di luar liga dari seorang mob yang tersenyum dengan cemerlang pada ku.


Setelah itu, kami menyantap teh dan kue nya bersama-sama dan mengobrol ringan. Aku menyadari bahwa dia sebenarnya seorang gadis normal, tetapi dia baru-baru ini menerima permintaan dari beberapa ksatria untuk meneliti artefak penting. Wow, itu sangat mengesankan, aku katakan padanya. Ngomong-ngomong, kue itu sederhana tapi cukup lezat.


Yah, dia jauh dari apa yang dapat dianggap sebagai ‘teman dari mob’, tetapi dengan ukuran akademi, kita mungkin tidak akan pernah bertemu lagi, jadi itu baik-baik saja.


Keesokan harinya, agar tidak menimbulkan kecurigaan, aku meminta cuti selama 5 hari, dengan dalih memulihkan diri dari luka-luka ku.


Ketika aku kembali ke sekolah, teman sekelas ku terlihat sedikit lebih lembut dari sebelumnya.

__ADS_1


⊕⊗⊕


__ADS_2