Ladang Bayangan

Ladang Bayangan
“Sepatu Hak Tinggi & One Piece & Kaki Putih”


__ADS_3

Dua orang terlihat berlari melewati ibu kota kerajaan di malam hari.


Dibalut warna hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki, mereka terus melirik ke belakang ketika berhenti di gang sempit.


Mereka pastilah sangat terburu-buru. Mereka bersandar di dinding, dan benar-benar kehabisan nafas.


Untuk sementara, satu-satunya suara yang bergema di gang adalah suara napas mereka.


Tapi tiba-tiba.


Katsu.


Sebuah suara baru terdengar dari dalam gang.


Kedua pria itu dengan cepat berbalik, mencoba mengintip ke arah bayangan.


Dari dalam kegelapan, terlihat ada sesuatu yang mendekat.


Katsu. Katsu.


Itu adalah suara sepatu bot di atas trotoar batu.


Kedua pria berbaju hitam itu meningkatkan kewaspadaan mereka dan menyiapkan pedang mereka. Tapi dalam sekejap.


Pedang hitam pekat muncul dari salah satu kepala pria itu.


Tanpa jeda sedikit pun, secara tiba-tiba, pria itu ditembus.


“Ah, h- … agah …!”


Pedang hitam pekat itu ditarik, membuat pria itu menggeliat di tanah dan menyemprotkan cairan sambil mengeluarkan suara sekarat.


“…!”


Ketika orang yang tersisa dengan cepat mundur karena kebingungan, sosok seorang pria muncul dari bayang-bayang.


Pria itu mengenakan jubah hitam pekat, memegang pedang hitam pekat, dan wajahnya ditutupi topeng penyihir.


“Apa aku membuatmu menunggu?”


Itu adalah suara yang dalam yang tampaknya bergema dari perut bumi.


“Hiii…”

__ADS_1


Menemukan dirinya merasa bodoh karena ketakutan, pria berpakian hitam itu hanya bisa terus mundur.


“Mengapa serius sekali?”


Katanya.


“Apa mungkin… kau berpikir bahwa kau bisa melarikan diri?”


Pria berbaju hitam itu berbalik dan berlari.


Namun.


“Apa- ?!”


“Seperti yang diharapkan dari Shadow-sama.”


Di hadapannya adalah seorang gadis. Mengenakan mini one piece, dia tampak seperti wanita yang sangat berkelas.


“Berpikir bahwa anda bisa menangkap mereka secepat ini, seperti yang diharapkan.”


“Nu, kan?”


“Iya tuan ku.”


Mereka berdua berbicara di atas kepala pria itu.


“Tolong serahkan sisanya pada kami. Kami akan mengambil informasi darinya.”


Shadow menyarungkan pedangnya.


“… Aku tidak ingin ada kesalahan.”


“Baik tuan ku.”


Dengan itu, dia berbalik dan menghilang ke dalam kegelapan.


Wanita itu melihatnya pergi sambil menundukan kepalanya.


Kemudian hanya pria berpakaian hitam dan seorang wanita yang tersisa di gang sempit itu.


Walaupun pria itu mengenakan perlengkapan di seluruh tubuh, wanita itu hanya mengenakan one piece dan high heels, tanpa adanya senjata pada dirinya.


Keputusan pria sangatlah itu cepat.

__ADS_1


Dengan serangan yang sangat cepat, dia membunuh wanita itu.


Atau begitulah yang diinginkannya.


Ujung dari one piece nya bergonyang, dan kaki putihnya yang indah mengiris kegelapan.


Karan.


Pedang pria itu jatuh ke tanah.


Tanpa disadari, 8 jari pria itu jatuh bersamaan dengan pedangnya.


“Ah, AHHHH …!”


Apakah dia akan mencoba mengambil jari-jarinya atau pedangnya?


Dia mencoba mengambilnya dengan tangan yang hanya memiliki ibu jari.


Namun, tangan itu diinjak oleh belati dari hak sepatu.


“Igi …”


Di ujung hak sepatu itu terdapat pisau hitam pekat.


Darah mengalir dari tunggul jari-jari pria yang tergeletak di tanah itu.


“Aku tidak sebaik Shadow-sama.”


Suaranya yang dingin terdengar dari atas.


Ketika dia mendongak, dia melihat mata tajam dan dingin menatapnya.


“Jangan berpikir bahwa kau bisa mati dengan mudah.”


Ujung roknya berkibar lagi, dan lututnya menghantam rahang lelaki itu.


⊕⊗⊕


Keesokan paginya, mayat yang mengerikan dirantai di atas salah satu jalan utama ibukota kerajaan. Ada sebuah pesan yang ditulis dengan darah di perut mayat itu.


“The End of a Fool”


Wajah mayat itu terlihat dalam penderitaan dan teror.

__ADS_1


 


⊕⊗⊕


__ADS_2