Ladang Bayangan

Ladang Bayangan
“Hari Valentine Gaya Dunia Lain”


__ADS_3

Alexia yang sedang berbaring di tempat tidur yang bersih, menatap wajah kakaknya yang sangat serius.


“Aku mengerti.”


Kata Iris dari posisinya yang berada di samping tempat tidur.


“Jadi insiden pembunuhan itu sebenarnya bukan Shadow Garden, tetapi beberapa kelompok lain yang menggunakan nama mereka.”


“Itulah yang Shadow katakan.”


“‘ Shadow ’… Pada akhirnya, kita belum mendapat kemajuan tentang identitas asli mereka.”


Iris merenung sedikit sambil melihat ke bawah.


“Selama insiden ibukota kerajaan sebelumnya, aku juga bertemu dengan seorang pendekar pedang yang sangat kuat yang juga sepertinya adalah anggota Shadow Garden.”


“Kamu mengatakan dia menamai dirinya Alpha, kan?”


Iris mengangguk.


“Dilihat dari berbagai laporan lain, kami tahu bahwa organisasi yang disebut Shadow Garden memiliki kekuatan bertarung yang sangat tinggi. Kemudian dari laporan mu, kami juga tahu tentang pria bernama Shadow, dan nama organisasi mereka. Tetapi itu adalah satu-satunya fakta yang kita ketahui. Segala sesuatu yang lain terbalut dalam sebuah misteri, termasuk tujuan dari organisasi itu.”


“Aku melihat bahwa Shadow bermusuhan dengan Order of Diabolos. Mungkin tujuan mereka terletak pada Order?”


“Jadi, petunjuknya terletak pada Order…”


Iris menghela nafas.


“Nee-sama …?”


“Aku mengira mereka hanya kumpulan orang eksentrik yang memuja Demon Diabolos, tapi akar mereka tampaknya jauh lebih dalam dari yang kita duga.”


“Maksud mu tentang kasus pembakaran?”


“Itu juga, tapi sebenarnya anggaran untuk Crimson Order tidak disetujui. Aku harus menanggung pengeluarannya dari kantong ku sendiri untuk sementara waktu.”


Alexia mengerutkan keningnya.


“Jadi mereka telah menyusup bukan hanya pada Knight Order yang ada, tetapi juga para pejabat sipil?”


“Aku tidak tahu. Mungkin orang-orang dari Order, atau mungkin mereka hanya dikendalikan menggunakan uang… Pembentukan Knight Order ini juga agak dipaksakan, jadi aku juga tidak bisa memaksa mereka terlalu keras.”


“Aku bisa membantumu mengenai biaya.”


“Terima kasih, tapi niatmu saja sudah cukup. Kamu tahu berapa banyak orang yang kita miliki di Crimson Order, kan?”


“Delapan orang.”


“Tepat, kita hanya punya delapan orang. Aset pribadi ku setidaknya akan cukup untuk lebih dari satu dekade.”


“Tapi dalam keadaan ini, kita tidak bisa memperluas Knight Order.”


“Saat ini, memperluas tidak ada gunanya. Kita masih belum tahu siapa lagi yang bisa kita percayai.”


“Nee-sama, um …”


Alexia menatap kakak perempuannya, dan kesulitan mengeluarkan kata-kata berikutnya.


“Siapa musuh Crimson Order kita…. apakah dengan – Shadow Garden atau Order of Diabolos?”


Iris tersenyum saat menjawab.


“Keduanya. Selama mereka dalam wilayah kita, aku tidak akan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan.”


“Nee-sama … kita tidak boleh melawan Shadow.”


Alexia mencengkram seprainya dengan erat.


“Alexia, kamu membahas hal tentang itu lagi…”


“Itu hanya karena Nee-sama belum bertemu dengan Shadow, itulah mengapa kamu bisa mengatakan itu. Kamu juga melihat serangan yang mewarnai langit ibukota kerajaan, kan ?!”


“Sudah dipastikan bahwa itu adalah artifak yang lepas kendali.”


“Aku jelas melihat Shadow melepaskan serangan itu! Dengan kedua mataku sendiri!”


Iris mendekat ke tempat tidur dan menatap mata merah Alexia.

__ADS_1


“Secara fisik mustahil bagi manusia untuk mengendalikan kekuatan sebesar itu. Entah ingatan mu kacau karena periode penahanan yang lama, atau kamu sedang berhalusinasi karena dibius. Aku tahu kamu tidak berbohong, tetapi kamu memang sangat lelah pada waktu itu.”


“Nee-sama!”


Iris menggenggam tangan Alexia dengan kedua tangannya.


“Bahkan jika itu benar-benar serangan yang dilepaskan oleh pria bernama Shadow itu, aku tetap tidak bisa melarikan diri. Jika aku melarikan diri, siapa yang akan melindungi negara kita?”


“Nee-sama…”


Iris mengelus kepala Alexia, lalu berdiri.


“Istirahatlah dan cepatlah sembuh.”


“… Setelah aku pulih, aku akan kembali untuk membantu mu.”


“Hal itu tidak perlu.”


“Eh?”


“Aku lupa memberitahumu, tetapi kamu sedang dalam masa tahanan rumah untuk sementara waktu.”


“EHHHH ?!”


“Pencurian barang bukti.”


Iris mengeluarkan pil merah, menyebabkan Alexia terdiam.


“Renungilah tindakanmu.”


Pintu tertutup dengan ‘patan.’


⊕⊗⊕


Aku sedang diawasi.


Saat aku melangkah ke ruang kelas, aku merasakan tatapan ke arah ku dari segala arah.


Semua orang melihatku sambil berbisik-bisik.


“Itu dia, itu dia …”


“Aku dengar dia melakukannya di sana di jalanan…”


Aku melotot pada Hyoro dan Jaga, yang matanya mulai melirik ke mana-mana.


“H-, hei, Kemarin cukup sial yah?”


“S-, selamat pagi. Kemarin hari yang buruk, bukan?”


“Selamat pagi, memang. Aku penasaran mengapa aku merasa seperti hari ini akan menjadi cobaan yang berat.”


Senyum di wajah mereka sangat kaku.


Aku menghela nafas panjang.


“J, jadi, apa kalian membawa cokelat kemarin?”


Kata Hyoro sambil mengambil paket bungkusan cokelatnya.


“Iya aku membawanya.”


Kata Jaga.


“Sejauh ini, aku juga, kurasa.”


Kata ku.


“Baiklah, ayo kita coba lakukan saat istirahat makan siang!”


“Mufufu, bukan kah ini sangat menarik?”


“…Ya.”


 


⊕⊗⊕

__ADS_1


 


Lalu, saat istirahat makan siang.


Hyoro mengaku ‘akan menunjukkan bagaimana caranya’, jadi saat ini Jaga dan aku hanya ikut dengannya.


Kami saat ini mendekati ruangan kelas dua. Hyoro bersiap-siap di pojokan.


Kami berdua menonton dari jauh.


“Seorang kakak kelas. Seperti yang diharapkan dari Hyoro-kun!”


“…Ya.”


Setelah menunggu sebentar, seorang gadis imut keluar.


“Um, t-, tolong terimalah ini.”


Hyoro menyerahkan cokelat untuknya. Tapi dalam sekejap.


“Oi, ada urusan apa kamu dengan tunanganku?”


Sebuah tangan menyentuh pundaknya.


Di belakang Hyoro adalah seorang senior yang tampak macho dengan otot-otot yang menonjol.


“Ah, tidak, itu …”


“Mari kita bicara di sana, ya kan?”


Hyoro mengirimi kami SOS dengan matanya, tapi kami berpura-pura tidak melihatnya dan berbalik.


“Ayo pergi.”


“Ya.”


Teriakan Hyoro bergema di belakang kami.


 


⊕⊗⊕


 


Medan pertempuran Jaga rupanya adalah perpustakaan. Karena perpustakaan ini juga berbagi dengan Scholar Academy, jadinya cukup besar.


Dan tentu saja, para musclebrains dari Magic Swordsmen Academy hampir tidak pernah datang ke sini. Termasuk diriku.


“Jadi lawanmu adalah murid Scholar Academy.”


“Iya. Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti Hyoro-kun. Aku sudah meneliti target ku secara menyeluruh. Aku tahu semua orang yang dia kenal dan hubungannya dengan mereka semua, aku tahu makanan favoritnya, nomor kamar asrama, toilet yang sering dia datangi, ukuran dan bau sepatunya, warna dari semua pakaian dalam yang dia miliki, ketiganya ukuran, dan dari cangkir yang dia gunakan aku…”


“Cukup. Pergilah.”


Aku mendorong Jaga ke perpustakaan, lalu segera berbalik dan pergi.


“KYAAAAAHHHH !! ORANG INI ADALAH PENGUNTIT!”


Jeritan bernada tinggi bergema di belakangku.


Aku berjalan sambil mengayunkan bungkus cokelat ku. Aku jarang datang ke area ini, jadi semuanya tampak cukup segar.


Lalu aku memanggil siswa perempuan pertama yang ku lewati.


“Ini dia, ini cokelat.”


“Eh?”


Ternyata dia adalah gadis imut dengan rambut berwarna pink.


Setelah memberikan cokelat padanya, aku dengan cepat melangkah pergi.


“Eh ?? Eh ??”


Aku mendengar suara bingung dari belakang.


Aku merasa seperti pernah melihat wajahnya di suatu tempat sebelumnya. Tapi aku tidak bisa mengingatnya, jadi meh, siapa peduli.

__ADS_1


⊕⊗⊕


__ADS_2