Ladang Bayangan

Ladang Bayangan
“Perusahaan Dagang Umum Dunia Lain ‘Mitsugoshi Co.’ ”


__ADS_3

Pada sore harinya, aku pergi untuk membatalkan pendaftaran ku pada Turnamen Senbatsu.


“Terima kasih atas waktunya.”


Setelah mengucapkan kata terima kasih, aku sekarang meninggalkan Kantor Kesiswaan.


“Jadi, bagaimana hasilnya?”


Hyoro dan Jaga, yang menunggu di luar, berkumpul di dekat ku.


“Rupanya pasangan turnamen sudah diputuskan, jadi mereka tidak bisa membatalnya.”


Aku menghela nafas berat.


“Yah, semangatlah. Pikirkan betapa populernya dirimu jika kamu berhasil!”


“Betul. ‘Masalah adalah peluang yang tersembunyi.’ Itulah yang mereka katakan, bukan?”


Aku menggelengkan kepala.


“Ini bukan tentang menang atau kalah. Aku sama sekali tidak ingin ikut sama sekali.”


“Haah, tidak ada yang bisa dilakukan kalau begitu. Aku akan mengajakmu ke toko yang bagus, bagaimana dengan itu?”


“T-, toko yang bagus?”


Jaga bereaksi dengan mata lebar.


“Bukan toko macam itu! Maksudku adalah toko yang semua orang bicarakan saat ini, Mitsugoshi Co. Aku dengar mereka menjual produk luar biasa yang belum pernah dilihat orang lain. Misalnya, ada penganan yang disebut ‘coklat’ yang konon manis dan rasanya benar-benar lezat.”


“Permen yang manis? Kedengarannya bagus…”


“Bo ~ doh. Apa gunanya jika kamu memakannya sendiri?”


Hyoro memukul kepala Jaga.


“Kamu harus memberikannya kepada seorang gadis sebagai hadiah. Biarkan aku mengajarimu sesuatu yang bagus. Selama kamu memberi gadis sesuatu yang manis, mereka akan jatuh dalam dekapan mu.”


“Aku, aku mengerti. Seperti yang diharapkan dari Hyoro-kun! Aku telah belajar sesuatu yang baru hari ini.”


“Iya, kan?”


Demikian kata Hyoro dengan bangga.


“Jadi dengan itu, ayo kita ke sana, Sid!”


“Ayo, Sid-kun.”


Kedua mata mereka berkilauan.


“Baiklah, ayo kita pergi.”


Sambil menghelakan nafas, aku setuju untuk ikut.


Aku ingin tahu seperti apa ‘cokelat’ dunia ini?


 


⊕⊗⊕


 


Dipimpin oleh Hyoro, kami melanjutkan menyusuri jalan utama ibukota kerajaan. Pada sore hari, banyak orang yang berkerumun, dan semua toko di lokasi utama penuh sesak. Dan toko yang paling padat diantara semuanya ternyata adalah Mitsugoshi Co. yang diisukan.

__ADS_1


“Uwaaahh, sungguh mengesankan.”


Bangunan baru yang megah yang menjulang dibandingkan bangunan sekitarnya. Selain itu, tampaknya sangat elegan – bahkan sedikit modern, mungkin. Bagaimana untuk mengatakannya, ini adalah tempat yang membuat ku merasa sedikit berbeda, terasa seperti yang aku lakukan di toko-toko di kehidupan ku sebelumnya.


Dan garis di pintu masuk. Setiap orang yang mengantri adalah seorang bangsawan atau seseorang yang jelas terhubung dengan seorang bangsawan. Walau sekilas kita sudah dapat melihat bahwa mereka adalah pelanggan kelas atas. Di ujung baris, ada seorang wanita berseragam memegang plakat. Menurutnya, sepertinya kita harus menunggu 80 menit.


“Dikatakan bahwa kita harus menunggu 80 menit.”


Itu aku


“Itu artinya kita punya waktu yang cukup untuk kembali ke asrama sebelum jam malam.”


Itu Jaga.


“Kami sudah sampai di sini. Ayo kita berbaris.”


Dan itu Hyoro.


“Tapi ada desas-desus bahwa akhir-akhir ini ada pembantaian di sekitar sini. Jika kita pulang terlalu larut…”


“Bodoh, kita bertiga adalah Magic Swordmans. Bahkan jika dia menyerang, kita akan mengalahkannya dalam permainannya sendiri.”


Hyoro menepuk pedang di pinggulnya dengan ‘pon pon’.


“Aku, kurasa.”


“Hei, apa yang kau maksud dengan pembantai?”


Aku mengganggu pembicaraan mereka untuk bertanya.


“Sepertinya, ada seseorang berkeliling ibukota kerajaan di malam hari dan membunuh orang secara acak. Dia sepertinya cukup terampil, dan bahkan ada ksatria yang menjadi korban…”


Kata Jaga menjelaskan dengan suara yang lebih lembut.


“Heeh, kedengarannya menakutkan. Sepertinya aku tidak akan keluar pada malam hari dalam waktu dekat.”


“Ooii, mari kita berbaris. Jika tidak, kita akan melewati jam malam.”


Dipaksa oleh Hyoro, kami bertiga bergabung pada akhir barisan.


“H-, hei, aku-, nona. Kamu ca-, cantik. A-, a-, apa hobi hmu?”


Hyoro segera mencoba untuk berbicara dengan wanita yang memegang plakat, tetapi usahanya dengan mudah ditangani oleh senyum bisnis yang jelas telah dipoles lebih dari ratusan medan perang.


Tapi kemudian karena suatu alasan, wanita itu memberiku senyuman yang sebenarnya.


“Pelanggan yang terhormat, apakah Anda bersedia meluangkan sedikit waktu Anda?”


Dengan rambut coklat gelap dan mata dengan warna yang sama, dia cantik dengan aura tenang dan wajah elegan.


Dia mengenakan mini-one piece berwarna biru tua sederhana yang dihiasi logo perusahaan. Entah bagaimana itu membuat ku berpikir tentang pramugari kabin pada kehidupan ku sebelumnya.


“Eh, aku?”


Aku bertanya sambil menunjuk pada diri ku sendiri.


“Iya. Ini hanya sebentar, kami hanya ingin Anda membantu kami mengisi kuesioner.”


‘Kuesioner’? Aku pikir ini adalah pertama kalinya aku mendengar konsep ini di dunia ini.


“Aku tidak keberatan, tapi…”


“Terima kasih banyak.”

__ADS_1


“Aku, aku, aku juga akan membantu!”


“A-, aku juga!”


Hyoro dan Jaga, memohon dengan semampu mereka.


“Hanya 1 orang yang dibutuhkan.”


Wanita itu mengaitkan lengannya dengan tanganku, lalu menuntunku dan langsung ke toko.


Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat Hyoro dan Jaga menatap ku dengan keputusasaan murni di wajah mereka.


 


⊕⊗⊕


 


Mengikuti di belakang wanita itu, aku memasuki toko yang dihias dengan sangat baik.


Hiasannya di kurangi pada titik-titik yang terlihat lebih jelas, sementara perhatian yang cermat telah dilakukan ke sudut terkecil sekalipun. Secara keseluruhan hal itu menghasilkan perasaan yang tenang. Bahkan aku, sebagai amatir dalam hal-hal seperti ini, dapat melihat bahwa ini telah dilakukan dengan selera yang luar biasa. Dan seperti yang aku harapkan dari luar, gaya interiornya memang agak modern.


Aku dipandu langsung melalui lantai penjualan ke pintu belakang untuk karyawan, tetapi produk yang aku lihat sekilas adalah… oh, ya ampun.


Cokelat yang populer tadi memang sudah pasti, tetapi ada juga kopi dan kosmetik dan sabun dan berbagai hal yang belum pernah ku lihat sebelumnya di dunia ini. Ada juga pakaian dan aksesoris dan sepatu dan bahkan pakaian dalam dengan desain berselera yang terlihat bagus dan indah. Itu pada dasarnya rangkaian lengkap dari segala sesuatu yang bahkan aku dapat katakan akan sangat laris di dunia ini.


Bagaimanapun cara aku memikirkannya, ini … oh, ya ampun.


Dalam waktu dekat, perusahaan ini akan menjadi hegemoni. Hal ini bisa ku jamin.


Melewati pintu untuk karyawan, kami melanjutkan menyusuri lorong; menaiki tangga menakjubkan seperti yang ada di film tentang kapal penumpang yang dihias mewah; menyusuri lorong yang lebar dan terang dengan karpet merah di bawahnya; sebelum akhirnya datang ke pintu raksasa dengan ukiran halus di atasnya dan dipoles ke titik bercahaya.


Ada dua wanita cantik berdiri di depan pintu itu. Mereka berdua memberi ku salam dengan menundukan kepalanya, lalu perlahan membuka pintu.


Di baliknya adalah ruang yang sangat luas.


Ada deretan pilar seperti di kuil-kuil Yunani, dan lantai marmer yang berkilauan.


Dan di kedua sisi karpet merah yang berlanjut ke dalam ruangan itu, berdiri dua barisan wanita yang lebih cantik.


“Eh?”


Saat aku melangkah ke ruangan, mereka semua berlutut secara bersamaan.


“Umm, kuesionernya …?”


Di ujung ruangan, ada kursi besar.


Kursi itu hampir tampak seperti karya seni, dengan ukiran yang sangat rinci di atasnya, serta diterangi dengan warna merah yang pekat dari sinar matahari senja yang bersinar melalui langit-langit.


Saat ini kursi itu tidak bertuan.


Tetapi di sebelah kursi itu, ada elf cantik berambut biru. Dengan gaya seperti model, dan mengenakan gaun hitam yang menggairahkan, dia mengeluarkan suasana yang terpoles dan halus.


Aku tahu wajah itu.


“Maaf karena membuat mu menunggu sangat lama, Tuanku.”


Dia berlutut seperti seorang aktris.


“Gamma…”


Setelah Alpha dan Beta, Gamma adalah rekan latihan ketiga ku.

__ADS_1


Dengan wajah yang tampak bijak dan mata biru yang terlihat cerdas, siapa pun bisa tahu dalam sekilas bahwa gadis ini pasti memiliki pikiran yang tajam. Dan dia tidak lain adalah otak dibalik Shadow Garden.


⊕⊗⊕


__ADS_2