lahir batin kami tersiksa

lahir batin kami tersiksa
bab 10


__ADS_3

Perkataan bu ria tadi cukup membuat hati ku hancur, tidak ada seorang ibu yang ingin bayi nya kecil, tapi ini kan baru umur semingggu tidak tau nanti dia kalo dia udah mpasi, dan udah makan nasi, tapi tetap aja aku kepikiran perkataan nya.


"mbak erni"


"mbak"


"bi dian datang datang sama seorang cewek, yang aku nggak kenal belum ketemu sebelumnya.


"ada apa dian "??? Tanya ibu dari dapur.


"mbak rama mana "??? bi dian menanyakan mas rama ada apa ??, apa dia mau nyuruh nyuruh mas rama lagi???.


" he dian kenapa kamu bawa dinda lagi kesini, ??? Kamu nggak lihat dan punya otak nggak rama itu sekarang itu udah punya istri dan anak yang masih bayi, kamu mau pisahkan mereka ha , lagi pula kamu ya dinda , mau maunya kamu mengejar laki laki yang beristri dan punya anak, sebanyak itu laki laki di luaran sana apa kamu nggak laku karena sudah tau sifat mu???.


"mbak erni kenapa sih aku cuman nanya rama , minta tolong buat anterin dinda pulang, karena tadi motornya mogok , ini kok malah di marahin sih??? , asal kan mbak tau ya dinda itu orang kaya mbak, dia bisa memberikan apa pun mbak".


"sori ya dian aku tak rela punya mantu yang sifat nya seperti dia ini kalo aku mau udah dari dulu aku setujui mereka , mawar adalah istri dari rama jadi menantu aku satu satunya aku nggak mau ganti dengan siapa pun, walaupun mawar miskin harta tapi mawar tak miskin hati , sekarang tolong kamu bawa dia keluar dari rumah ku, dan ingat ya dian , mungkin udah sering kali aku ingatkan sama kamu , kamu jangan pernah lagi untuk menjodohkan antara rama dan perempuan ini, rama anak aku dan kamu tak punya hak untuk mengatur hidup nya , sekarang lebih baik kalian berdua pergi dari sini" bu erni mengeluarkan amarahnya kepada dian yang selama ini dia pendam.


"ayo tante kita pergi dari sini , ibu mas rama sangat keterlaluan dia telah menghina aku tante aku kecewa sama tante , katanya tante bisa bikin mas rama pisah sama istrinya habis melahirkan dan mau bikin mas rama kembali lagi sama aku, tqpi buktinya sekarang aku malah di permalukan , aku mau pulang tante".dinda pun berlari keluar dari rumah rama


" tunggu dinda , kamu mau pulang sama apa ?? Motor kamu kan lagi mogok???". Bi dian lari sampai sempoyongan mengejar dinda yang sudah sampai di rumah nya.


"ya sama motor ini lah tante, tadi aku cuman pura pura mogok motornya , biar bisa di antar pulang sama mas rama , tapi sayang nya mas rama nggak ada di rumah tante, aku sedih tante ibu nya mas rama menghina aku, sepertinya ibu mas rama benci sama aku".


sambil mengeleng geleng kepala bi dian menatap dinda.


"teryata otak kamu encer juga dinda , tapi sayang kamu eksekusinnya gagal, kamu mau balas hinaan dari ibunya rama ?? Tante punya ide???".

__ADS_1


"mau tante, tante punya ide apa?? Jangan membahayakan aku ya tante aku nggak mau kenapa kenapa".


"siap kamu tenang saja",sambil membidikan sesuatu , "bagai mana kamu setuju"???.


"setuju tante , nanti tante kabarin apa aku , sekarang aku mau pulang dulu ya".


"ok kamu hati hati ya".


"Ya tante!!!, semoga besok rencana kita berhasil ya".


"rencana ????, rencana apa yang akan dilakukan dinda dan dian?, aku harus kelakukan sesuatu ni" bi mar balik lagi kerumahnya dan kembali kerumah bi dian, dan pura pura beli es batu buat orang kerja di sawah nya bu erni.


" dian , mbak mau beli es batu nya dong"


"mbak mar aku lagi nanggung di kamar mandi bentar dulu ya".


Kesempatan aku ni buat simpan kamera tersembunyi , di 3 sudut ruangan dian"lirih bi dian dalam hati.


Tak lama tujuan pertama bi mar selesai, bi dian datang mengambilkan es batu buat bi mar dan berlalu pergi dari rumah bu dian.


"awas saja kamu berbuat sesuatu kehebohan dian , kamu akan menyesal nanti atas apa yang kamu lakukan selama ini, aku akan membongkar semuanya.


-------


"ya allah teryata perempuan itu mantan mas rama yang belum bisa move on, dan di tambah lagi bi dian selalu gencar mendekatkan mas rama dengan perempuan itu".


Mawar sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja dia lihat, "masih bersyukur sang mertua membela aku dan mas rama tidak bertemu dengan perempuan itu tadi".

__ADS_1


"assalamualaikum"


"waalaikum salam mas, kamu udah pulang??"


"udah yang sebentar ya mas siapkan dulu, kamu di sana aja jaga anak kita".


"emang mas bisa?".


"sayang kamu meragukan mas?, mas ini ayah dan suami siaga lo, mas kan bisa baca petunjuk nya hihihi".


"aa suami siaga?, istri mau melahirkan aja kamu nggak peka, malah pergi kerumah mantan".


"yang jangan mulai deh, itu kan kamu yang paksa mas buat nganterin bi dian kondangan , lagi pula kamu tau dari mana kalo mas kondangan nya kerumah mantan??"


"ya aku tau lah mas , kamu masih sayang ya sama dinda ?? kalo kamu masih cinta nggak apa apa kok mas, nggak masalah buat aku".


"udah dek dek kamu jangan cari cari masalah , mas nggak ada apa apa sama dinda itu lagi , andaikan kamu nggak maksa mas pergi mas akan selalu ada saat kamu melahirkan, lagian kenapa sih kamu waktu itu maksa banget mas buat pergi??"


"ya aku takut aja mas , nanti kalo mas nggak pergi pasti bi dian selalu berfikir negatif sama aku dia akan bilang kalo aku yang selalu melarang kamu".


"mulai dari sekarang kamu jangan takut lagi apa yang dia omongin sama bi dian , dia itu bukan siapa siapa aku, tapi dia sok selalu atur hidup aku, makanya kalo bi dian kesini kamu lawan aja kalo dia kesini", kalo aja bi dian nggak nyusuh mas nunggu dia dulu pasti mas cepat pulang dan kejadian itu tak akan terjadi".


"haaa"


"kejadian apa mas?" coba kamu ceritain ke aku mas?."


"nggak ada kejadian sayang , ya udah ah mas bikin susu buat bayi kita dulu, kasian jagoan mas kelaparan , karena nggak cukup asi dari ibu nya", rama pun perlari ke dapur dan menyiapkan susu formula buat anak nya , untung dia nggak kecoplosan atas apa yang terjadi pada malam itu, untung ada telpon dari bi mar yang membuat dia sadar , dan mengangkat telpon dari bibi nya yang mengabarkan kalo mawar sang istrinya masuk rumah sakit dan dalam keadaan darurat.

__ADS_1


untung saja dia tidak sampai melakukan hal yang buruk.


__ADS_2