
Selesai mandi rama pun makan namun istrinya tak kunjung muncul di hadapannya.
"aku coba susul ke warung aja ya, mungkin mereka disana " rama pun menyusul ke warung.
" bu mawar ada nggak ?", tanya rama ke bu siti pemilik warung.
"nggak ada rama ", teriak bu siti.
Tidak ada di warung rama pun kembali pulang , mencari di rumah pun tak ada.
"kamu kenapa rama kok kayak orang binggung dan seperti mencari sesuatu? Mau cari apa?" tanya ibu erni yang pulang dari sawah.
" mawar bu , dari tadi aku cari cari nggak ada,".
" coba telpon"usul bu erni.
"aduh aku nggak kepikiran bu".rama pun mencoba menelpon mawar.
" itu suara hp di dalam kamar kamu kan?"
"benar bu mawar tidak bawa hp nya".
"kemana mawar? , biasa nya dia tidak pernah pergi tampa izin, apa kamu berantem dan sampai menyakiti dia sehingga sampai pergi dari rumah?" selidik bu erni
"nggak ada kami berantem bu", rama mengingat tadi dia lagi servis tv di tempat dan minum serta makan cemilan dan tiba tiba saja dia pusing dan merasakan gairah nafsu yang tidak seperti biasanya lalu datang dinda dan mereka akan melakukan namun gagal karena tiba tiba saya terlintas wajah mawar dan menyadarkan da sempat marah sama dinda karena itu ulah dinda dan bi dian , karena nafsu yang membara rama pulang kerumah dan melepaskan hasratnya ke pada istrinya , sempat menolak namun mawar akhirnya mawar pasrah, dan dia pun tidur , pas bangun tidur mawar dan anak nya .
Dan tiba tiba rama melihat ada secarik kertas, "JANGAN PERNAH CARI KAMI MAS"
Deg ... Jantung rama berdetak kencang , tapi dia masih binggung dengan apa yang terjadi, kenapa tiba tiba saja mawar bersikap seperti ini dan pergi begitu saja.
"kamu kemana sayang?? Kenapa kamu pergi dan baea anak kita yang masih kecil?" rama begitu saja menangis."apa karena ulah aku tadi jadi kamu ngambek??, tapi nggak mungkin rasanya " rama bergumam dalam hati.
"gimana rama? Udah tau dimana mawar sekarang?" bu erni kembali menanyakan pada rama
"belum bu , ini lihat dia meninggalkan ini aja di pergi bu tapi nggak tau kemana".
" ada apa bu kenapa pada panik gini ? Ada apa?"bapak pun menanyakan ke ibu dan rama , yang baru saja pulang dari sawah.
__ADS_1
"ini pak menantu kita pergi dari rumah dan bawa cucu kita, entah kemana dia sekarang" sejak tadi bu erni mencoba menahan akhirnya pecah juga saat bercerita ke suaminya.
" masak bu? apa yang terjadi ? apa dia berantem tadi sama rama , hingga akhirnya memutuskan pergi?".
" kata rama nggak pak".
" coba telpon ke rumah orang tua mawar, man a tau dia kesana , nggak mungkin kan selain kesana dia pergi?" bapak rama mengasih solusi.
"oh iya pak kenapa saya nggak kepikiran tadi ya ?" rama pun bergegas mengambil hp nya , sayang hp nya mati .
"ya mati , aku pake hp mawar aja deh, "
Deg ....!! Betapa kaget nya rama pas melihat hp mawar teryata ada poto rama dan dinda tampa pakai pakaian satu pun ," ini pasti ulah dinda".ujar rama.
"dinda mantan kamu kenapa dia "tiba tiba ibu merebut hp yg ada ditangan rama .
"astaufirullah ramaaaaa !!!!!, apa apaa kamu ini, udah punya istri dan anak , malah berbuat kurang ajar kamu sama perempuan lain,apa kurang nya mawar ha?", ibu marah sama rama.
"kenapa bu ? Kenapa ibu teriak panggil rama, bapak yang tadi nya mau mandi kembali ke depan kamar rama.
"ya allah rama apa apaan kamu ini ha ? Tiba tiba saja bapak geram dan menapar rama , "buat malu saja kamu ".
"maaf kan rama pak bu, rama di jebak, ini ulah bi dian dan dinda, tadi bibi dian minta tolong buat aku servis tv nya yang rusak , awal nya tidak ada apa apa tapi saat rama minum dan makan cemilan buatan bi dian aku pusing dan saat ada perubahan aneh yang aku rasa dinda muncul pak ,bu" jelas rama.
"kalo kami mungkin percaya saja sama kamu rama , tapi bagaimana dengan dinda?".
"bu bantu aku bu".
"sekarang kamu hubungi dulu mertuamu tanya ada istri kamu nggak disana, kalo ada kamu jemput dan jelasin ke dia , serta jangan lupa minta maaf".
"ya bu tapi ibu dan bapak juga bantu aku buat yakinkan mawar bu".
Segera rama menghubungi mertua nya.
"ok pak nanti kalo ada kabar atau mawar ada di sama kasih tau saya ya pak " mencoba menghubungi mertua nya teryata istrinya tidak ada di sana.
"iya". Telepon mertua nya pun terputus.
__ADS_1
"bagai mana ada nggak?" dia di sana tanya bu erni .
"nggak ada bu, aku harus cari kemana mereka bu?"rama pun mulai gelisah dan pikirannya tak tenang lagi.
***
"Ada apa ni kok tumben wajah nya seperti kehilangan sesuatu ?" bi dian datang kerumah rama , ya seperti biasa udah waktu nya makan malam dia selalu nebeng makan di rumah rama.
"mawar pergi dari rumah dian" jawab bu erni.
"bibi puas menjebak aku? Gara gara ulah permainan bibi mawar pergi dari sini bawa anak kami bi, kalo aja bibi tidak menjebak aku mawar tidak akan pergi bi".rama sangat marah sama bibi dian.
"kenapa kamu menyalahkan aku ?aku tidak tau apa apa , kamu pulang aja bibi tidak tau, jangan mentang mentang bibi tidak suka sama istri miskin kamu itu kamu menuduh bibi yang nggak nggak, " air mata buaya bi dian pun keluar.
" bagus kamu mawar tampa disuruh kamu minggat dengan sendirinya , dengan begitu dinda dengan gampang akan mengambil hati rama lagi, segera mungkin akan melupakan kamu dan anak kamu"bi dian tampak puas mendengar kabar kalo mawar sudah pergi meninggalkan rumah ini.
"berarti jodoh kamu hanya sampai di situ sama perempuan miskin itu rama , buat apa kamu menangisi orang yang telah pergi meninggal kan kamu, kalo begitu kamu sama dinda aja yang terbukti cinta sama kamu".
"jaga perkataan kamu dian jangan seenaknya kamu saja mengatur rama , untuk mereka pisah dan bersama dinda menikah, kamu tau kan rama punya anak dan istri"bu erni murka atas perkataan bi dian.
"kan yang aku bilang emang kenyataan lo mbak , mawar telah meninggalkan rama ".
"semua itu karena ulah kamu dian".
"mbak kok malah nyalahin aku juga sih?, apa buktinya aku melakukannya mbak?, nggak ada kan?". Dian terus aja membela diri .
"udah ah mbak aku pulang aja dari pada terus disalahkan".
"ya udah sana lama lama kamu disini makin bikin saya pusing, dan memperkeruh suasana".
"mbak ngusir aku? Aku ini adik kamu lo mbak ?".
"iya adik pungut , sana kamu pergi cepat, bukan memberi solusi malah bikin emosi".
"adik pungut?, apa maksud mbak erni, ini bukan sekali dia menyebut seperti itu, mbak mar apa lagi setiap mereka kelewat marah sama aku pasti menyebut anak pungut".
"ah bodo amatlah, mending aku pulang dan kabarin dinda , dia pasti akan senang mendengar kabar ini".
__ADS_1