
saat itu semua kelihatan pada panik , karena lihat pingsan , kecuali bapak mertua ku, saat itu dia masih bisa menenangkan suasana dia juga memberi saran supaya aku cepat di bawa kerumah bidan.
Untung nya jarak antara rumah mertua ku ke rumah bidan hanya berjarak 5 rumah yang berdekatan , sesampai disana untung bidan nya selalu stanbay, bidannya langsung periksa aku dan juga pasang infus ke aku dia bilang aku kekurangan cairan ,
tidak tau berapa lama aku pingsan nya , cuman saat aku sadar mas rama masih setia menemani ku , sangat kelihatan paniknya ,tapi saat aku buka mata mas rama kembali tersenyum, kamu kenapa sayang kenapa tiba tiba kamu pingsan ??? Apa bi dian melakukan sesuatu sama kamu bisik mas rama sambil cium pipi ku dan juga keningku.
Awalnya aku binggung , kok aku ada disini dan dinding nya putih semua, soalnya saat tadi itu aku seperti berada dalam mimpi atau ngak, aku dengar orang berbicara tapi aku ngak bisa lihat orangnya.
"Aku ngak kenapa - kenapa mas , tadi bi dian juga ngak ngapain - ngapain aku kok ", jawabku.
" kamu udah makan belum sayang ??? Tanya mas rama."udah kok mas " lirih ku , tapi berbohong , sebab aku ngak mau kena omel sama dia karena telat makan.
Tiba - tiba bu bidan nya keluar dari sebuah ruangan yang khusus di gunakan untuk pemeriksaan pasien yang berobat, mungkin lebih dikatakan bukan bidan sich tapi bisa dikatakan dokter umum , karena dia bisa menangani orang ibu hamil bahkan bisa melayani orang melahirkan , dan juga kalo orang sakit demam dan lain nya juga bisa , kecuali dia kalo udah gawat dia akan merujuk kerumah sakit besar, ya bisa dikatakan bidan desa kali ya , maaf aku kurang tau juga , hi hi hi.
"Bagaimana keadaan istri saya bu bidan , apa penyebab bisa dia pingsan ???" tanya mas rama.
"Alhamdulillah istri dek rama ngak kenapa kenapa kok , cuman dia seperti kecapean , dia juga dehidrasi ,tadi saya udah pasang infus kita tunggu habis infus ini dulu biar kondisi bu mawar kembali pulih , baru bisa pulang , sebelum itu kita akan melakukan tes......??
"Tes apa bu bidan" tanya mas rama.
"iya nanti akan dilakukan tes urin , nanti kalo bu mawar mau buang air kecil nanti tolong di tampung sedikit nya ", ujar bu bidan.
"tes urin bu bidan "???.
" semoga dengan melalukan tes urin bisa membuktikan kebenarannya karena melalui tanda tanda yang saya temui "semoga saja ada kabar gembira buat kalian berdua ", lirih bu bidan.
Lagi asik bincang mas rama dengan bu bidan , ibu mertua pun muncul ngak tau siapa yang bilang ke ibu??? Perasaan kan tadi ibu ngak ada di rumah, tadi pagi dia bilang mau panen jagung yang mau di bawa kepasar besok.
__ADS_1
Apa bapak yang bilang kalo aku di larikan kerumah bidan karena pingsan???, aku melihat sekeliling ruangan tidak ada bapak mertua ku , apa karena dia takut jarum suntik kali ya, dulu kan saat lagi bercanda bercanda mas rama teryata bapak takut sama jarum suntik , dan kalo sakit lebih suka minum obat herbal dari pada obat yang di rumah sakit karena tidak bisa telan obat .itu kali ya yang bikin dia cuman nunggu di rumah.
Aku cuman lihat bi dian yang kayak nya lagi ketakutan , takut kalo aku kenapa kenapa, dan tadi juga mas rama marahin bibi , karena mas rama pikir bi dian yang bukin aku pingsan, sebenarnya ada benarnya juga sih, orang lagi istirahat malah digangu habis itu malah ngatain aku dan menghina aku.
***
belum sempat ngobrol sama ibu, aku udah keburu manggil mas rama buat bantu aku ke kamar mandi.
"mas rama bantu aku ke kamar mandi , aku mw pipis" .
"ayo sini mas bantu ", dengan hati hati mas rama bantu aku turun dari tempat tidur.
" sebentar pak rama , ini tolong tampung urin nya sedikit disini, bu bidan memberikan gelas plastik kecil ke mas rama.
" baik bu bidan"
"kita tunggu beberapa menit lagi, kita akan lihat hasilnya , tak lama kemudian bu bidan menunjukkan sesuatu benda tadi, teryata itu tes pek ada garis dua disana .mas rama menerimanya dari bidan itu, tapi mas rama masih kelihatan kayak orang binggung, mungkin belum ada pengalaman sebelum nya atau kudet (kurang update).
Tiba - tiba bu bidan nya bilang , " selamat ya pak rama dan bu mawar , sebentar lagi kalian berdua akan menjadi orang tua karena bu mawar sekarang lagi hamil.
"alhamdulillah akhir nya" ujar kami berdua apalagi tu mas rama suaranya sangat kencang sekali, bahagia serta terharu, ya maklum aja mas rama itu sangat berharap benih yang dia taburkan selama ini akan cepat jadi hasil , bahkan saat kami melakukan pertama dulu dia sangat ingin sekali cepat berhasil, namun Allah swt berkehendak lain , baru dikasih sekarang saat usia pernikahan kami manginjak 5 bulan.
"ini balasan perkataanmu nanti bu ria " kamu pernah bikin ghibahin di warung bu siti waktu itu yang bilang aku hamil duluan dan sebentar lagi perut aku akan besar dan karena itu kamu berpendapat malu keluar rumah karena malu perkataan kamu itu akan aku balas dengan kenyataan " aku dengan gumam qu dalam hati.
" bu mawar hari pertama haid terakhir (HPHT) kapan "????.
Agak tersentak aku mendapat pertanyaan dari bu bidan , karena pikiran aku lagi melayang saat mengingat perkataan bu ria saat di warung pada waktu itu.
__ADS_1
"tanggal tiga belas bulan lima bu "
"ok kalo menurut taksiran saya, dan hpht maka usia kandungan bu mawar saat ini baru tiga minggu, untuk lebih jelasnya sebaiknya di periksa langsung ke dokter kandungan supaya lebih jelas melalui usg ujar bu bidan.
Dan saran saya untuk saat ini jangan terlalu banyak pikiran , kalo kerja jangan terlalu capek , serta jaga pola makan , banyak makan bergizi , banyak makan buah sayur, serta minum susu ibu hamil, biar bayinya sehat berkembang sesuai usia kandungan.
Saat umur kehamilan saat ini lebih rentan harus di jaga sangat hati hati, dan ini ada beberapa obat yang saya kasih, obat tambah darah , obat penguat kandungan serta ini obat supaya tidak terlalu mual , karena tadi saya lihat bu mawar mual beberapa kali".
" baik bu", pantesan seminggu belakangam ini saya kayak mual , saya kita itu karena maag, atau masuk angin, makanya biar ngak mual saya minum obat beli di warung"ujarku.
"sebaiknya hentikan konsumsi obat dari warung karena tidak baik bagi janin.kalo sakit apapun harus resep dokter sekarang.
" masih ada yang di tanyakan lagi pak bu???" tanya bu bidan.
" seperti ngak belum ada saat ini bu , setelah ini saya akan jaga istri saya lagi dan akan memperhatikan apa yang di konsumsi, selama ini istri saya tidak pernah ngeluh apa apa bu bidan, hanya tadi pagi kalo ngak salah istri saya emang seperti mau muntah tapi ngak jadi , saya kira hanya sekarang masuk angin biasa teryata istri saya lagi mengandung benih cinta kami" ujar mas rama.
"ya gimana aku ngak mau pendam sendiri mas, selagi aku bisa tahan sendiri akan ku tahan , aku ngak mau bilang apa - apa , aku takut kamu cemas, karena kalau kamu tau kamu pasti cemas, aku ngak mau kamu terlalu perhatian sama aku, takut nanti akan jadi bahan ejekan dan hinaan lagi, mental aku ngak selamanya bisa kuat dan tahan semua perlakuan ibu tetangga dan bibi mu.aku ngak mau mereka bilang aku terlalu manja dan ngak tau diri nanti " gumam ku dalam hati.
***
Setelah mas rama selasai membayar dan membereskan barang bawaan kami pun pulang , karena mas rama ngak mau aku jalan maka mas rama bilang mau ambil motor dulu , sudah aku bilang ngak usah , tapi mas rama tetap ngotot mau ambil.
Bi dian muncul tiba tiba , "alah jalan dekat ini aja kamu manja banget mau pake motor segala, memanfaatkan rama dengan kehamilan nya takut kenapa" ketus bi dian.
"sabar sabar kan lah hati mu mawar, jangan sampai dia berhasil menginjak injak harga diri mu" gumam ku dalam hati.
" apa apaan kamu ini dian , suka sekali kamu berkata kasar sama mawar, kamu ngak usah bicara ketus kemenantuku , kamu ngk usah terlalu ikut campur urusan mereka.walau kamu bibi dari rama tapi kamu ngak ada hak untuk ikut campur urusan mereka, karena mereka sudah berkeluarga, aku aja yang sebagai orang tua mereka tidak pernah ikut campur urusan mereka ,kalo pun aku pernah ikut urusan mereka , itu karena mereka yang minta nasehat dan solusi dan pendapatku, tidak seoerti kamu " ujar ibu .
__ADS_1