lahir batin kami tersiksa

lahir batin kami tersiksa
Bab 8 jangan terlalu memaksakan kehendak


__ADS_3

Dengan persetujuan serta dapat jaminan dari sang mertua menjadi penanggung jawab mawar pun masuk keruang operasi bibi mar serta saudara dari bu erni mertuanya mawar , udah mulai datang.


Tapi yang anehnya , sang suami mawar tak kunjung datang, sudah 1 jam mawar diruangan operasi , rama tak kunjung muncul, bu erni masih panik dan terus menangis serta menantu nya lagi berjuang melahirkan cucu nya dan lagi bertaruh nyawa ,anak tidak kelihatan dan di hubungi pun tak bisa.


" mbak erni tenang dulu ya , jangan panik, ini minum dulu", bi mar berusaha menenangkan kakaknya dan memberi minum, orang tua mawar sepertinya masih dalam perjalanan.


"kita berdoa saja , semoga operasinya lancar dan ibu dan anak sehat , barusan aku udah telpon rama katanya dia tadi lagi nganterin si dian pergi kondangan ke rumah nya si dinda " ujar bi mar.


"ke dinda ??? apa maksud si dian mengajak rama pergi kerumah tu dinda, si dian emang nggak pernah kapok dekatkan rama sama dinda, udah tau orang sudah punya istri dan sekarang mau melahirkan malah di ajak ke tempat yang tidak penting".ibu erni


terlihat kesal dengan ulah bi dian


"udahlah mbak , sekarang kita fokus ke mawar dan bayi nya dulu, kalo urusan si dian nanti kita bahas di rumah saja.


****


" assalamualaikum bu , bi mar , gimana kondisi istri saya sekarang"rama datang dan dia sangat kelihatan panik dan khawatir.


"lagi di dalam ruang operasi, istrimu tadi pingsan dan pendarahan dari rumah, kamu kemana bukan nya jagain istri yang lagi hamil tua malah sibuk mengurus hal yang tidak penting"ibu sangat marah ke rama.


"maafin aku bu , tadi bi dian minta tolong maka nya aku anterin , itupun sudah mawar yang menyuruh pergi".


" sudah lah kita sekarang berdoa saja semoga di lancarkan semuanya "bi mar menenangkan kondisi semakin panas , kalo di biarkan pasti akan mengundang ke hebohan.


"rama kamu gimana sih nggak bertanggung jawab banget , tadi bibi kan suruh kamu buat menunggu kenapa malah di tinggal ha"???? Bi dian marah karena di tinggal pas lagi di hajatan tadi.


"maaf aku terpaksa bi karena sekarang istri ku mau melahirkan, dan keadaannya sekarang aku nggak tau di dalam sana , dia lagi berjuang dan mempertaruhkan nyawanya bi "rama menjawab perkataan bi dian.


"ya seharusnya kamu jangan main tinggal saja dong, untung saja ada nak dinda yang mau nganterin bibi, lagi pula apa sih yang kamu harapkan dari wanita miskin itu, bkamh menolak dinda mending dia dinda kaya , cantik dan bisa kasih apa pun, bukan seperti perempuan miskin itu".


"dian jaga mulut mu itu jangan asal bicara saja, rama ini anak saya bukan anak kamu, kamu nggak punya hak untuk mengatur anak saya , lagi pula sekarang anak saya udah berkeluarga , jadi kamu nggak ada hak buat mengatur rama", ibu tampak marah karna ulah bi dian.

__ADS_1


"tapi mbak , dinda itu anak orang kaya, dia juga cantik, sangat cocok sama rama keponakan aku yang ganteng ini". Bi dian tiba tiba mencolek dagu rama.


"nggak ada hak bibi buat mengatur hidup aku, jangan terlalu memaksakan kehendak.


"lagi pula ya dian , kamu nggak ada hak buat mengatur rama, kalo kamu ingin menjodohkan dinda ini ,kenapa harus sama rama, kamu masih punya banyak keponakan , yang masih belum menikah, dari pada kamu bikin ribut di sini lebih baik kamu pulang saja , bikin malu saja kamu"ujar bi mar.


"mbak mar ngusir saya"?????.


"syukur lah kalo kamu sadar, sekarang lebih baik kamu pergi dari tempat ini dan jangan datang kesini lagi", bi mar benar benar mengisir bi dian.


"ayo dinda kita pulang saja, percuma kita di sini nunguui perempuan miskin itu, kamu nginap di rumah bibi saja ya cantik,"bi dian mengajak dinda buat kerumahnya.


Rama yang dari tadi melamun , tiba tiba terdengar suara tangisan bayi, dia langsung bangun dari duduk , dan mengintip dari kaca jendela tapi nihil , dia memperhatikan ibunya yang tampak senang karena mendengar suara cucunya , ingin sekali dia masuk kedalam , sayang nya tidak di bolehin masuk oleh dokter.


"ibu akhirnya cucu mu udah lahir bu , terima kasih bu udah bantu menyelamatkan istri rama , kalo nggak cepat ibu bawa tadi rama nggak tau apa yang terjadi sama mawar bu,rama menyesal bu , telah lalai jaga istri sendiri" rama memeluk ibunya dan menyesali perbuatanya.


"sudahlah , semuanya telah terjadi lain kali jangan kamu ulangi lagi".


"ada suami dari ibu mawar", tanya pasien.


"ya saya bu bagaimana keadaan anak dan istri saya"???.rama langsung melepaskan pelukan ibunya .


"allhamdulillah, istri bapak operasinya berjalan dengan lancar , dan saat ini masih ditangani oleh dokter, ayo mari pak ikut saya untuk menggazankan dulu putra bapak".


"sukurlah bu, jadi anak saya laki laki , buk???


"iya pak anak bapak laki laki , dengan berat dua koma tujuh dan berat empat puluh lima centimeter, ini pak bayi nya silahkan di azan kan"ujar perawat.


Selesai anaknya di azankan , anak itu kembali di bersihkan dan di bedong,"bu saya mau bertemu istri saya sekarang bisa".


"tunggu sebentar lagi ya pak , tunggu pasien selesai di obsevasi dan di pindahkan ke ruang inap" .

__ADS_1


"Baik lah buk"


mawar pun keluar ruang operasi dia di bawa ke ruang rawat inap , masih tampak belum sadarkan di , rama pun mengikutinya dari belakang.


Saat pasien sudah bisa di jenguk, rama minta untuk pertama kali dia yang menemani mawar , walaupun dia tau orang tua mawar sudah datang juga, apalagi sebenarnya ibu erni juga pengen menemui mantunya , yang telah berjuang melahirkan cucunya, harus mengalah sama rama.


" saya mau jenguk istri saya kedalam dulu dok".


"baiklah pak silahkan , dan tolong gantian kalo mau menjenguk pasien karena masih dalam masa pemulihan habis cesar , paling sebentar lagi pasien akan siuman".


"Pak , bu , bi saya izin masuk dulu ya" rama pamit ke dalam untuk melihat kondisi istrinya


"ya , silah " ujar bapak dan ibu nya mawar dan di sana juga ada ibu dan bapak nya rama jugq serta ada juga bibi, kalo bu bidan jasmin dan pak bagas udah pulang saat mawar masih di ruang operasi


Rama pun masuk keruangan mawar , tidak terasa air matanya membasahi pipinya.


"sayang maafin mas, mas lalai menjaga mu, untung ibu cepat datang dan membantu mu bawa kerumah sakit, andaikan mas tetap dalam pendirian mas tidak mau mengantarkan bibi dian , pasti mas akan selalu ada disisimu, sayang bangun ya , anak kita sudah lahir sayang anak kita laki laki , sayang , kamu dengar mas kan"???.rama menangis tersedu , mungkin dia menyesal.


sekitar tiga puluh menit , mawar pun sadar, pas buka mata nya , pandangan nya langsung melihat suami nya yang mata nya udah sembab karena terlalu lama menangis.


"mas....!!."


"iya sayang ini mas, sayang maafin mas ya , andaikan mas nggak pergi nganterin bi dian lama , pasti mas akan selalu ada di samping mu dan menemani mu saat kamu mau melahirkan".


"udah mas , jangan merasa bersalah gitu, aku juga salah, tidak mengatakan kalo aku sakit , aku kira itu cuman mules biasa aja , teryata itu tanda tanda mau melahirkan, mas sekarang mana bayi kita ??? Apa dia selamat mas"???.air mata mawar pun mulai keluar membasahi pipi.


" bayi kita alhamdulillah selamat sayang, anak kita laki laki, terima kasih ya sayang , kamu udah berjuang bertaruh nyawa demi buah hati kita" tiba tiba saja satu kecupan mendarat di kening mawar.


" mas aku mau lihat bayi kita "


" sabar dulu ya sayang mas harus bilang sama dokter dulu, karena kamu habis operasi sayang "ujar rama .

__ADS_1


Dan berlalu memanggil dokter .


__ADS_2