
Dimalam hari dengan bintang yang bersinar seorang pria berjalan dengan wajah kusut dan rambut berantakan dengan membawa beberapa barang di kardus.
Pada saat di taman, dia beristirahat duduk disana melihat pemandangan malam yang indah.
“Aahhh … malam yang begitu indah. Tapi, kehidupanku sungguh berbeda darimu bintang.” Pria itu menghela nafas panjang melihat bintang.
Tidak lama kemudian dia melanjutkan perjalanannya untuk pulang. Pria itu tinggal apartement kecil disalah satu kota di Indonesia. Dia membuka pintunya dan menyalakan lampu.
Tidak ada suara apapun didalamnya. Pria itu tinggal sendiri di apartementnya. Dia mulai meletak barang-barangnya, melepaskan jas beserta dasinya. Pria itu merasa kelelahan dengan hari yang dia jalankan maka dia merebahkan dirinya.
Bipp … Bippp .. Bippp
Suara alarm berbunyi yang membuat Pria itu meraba-raba menjadi alarm tersebut dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Dia langsung membuka matanya dan membangunkan dirinya.
“Gawat! Aku bisa te-,” Pria itu menghentikan ucapannya dan menghela nafas panjang, “Ahh … benar juga, aku tidak harus bekerja lagi.”
Pria itu mulai bangun untuk membersihkan dirinya dan membersihkan rumah untuk mengisi waktunya dirumah.
“Baik, sekarang waktunya aku mencari pekerjaan sampingan.” Pria itu memegang ponselnya dan mencari lowongan kerja dikotanya.
Setelah beberapa menit, dia menemukan pekerjaan yang cocok, “Pengantar makanan, sepertinya tidak masalah,” ujar Pria tersebut.
Dia mulai mengisi data pribadinya;
[Nama: Rey, Umur: 20 tahun, Pengalaman kerja: Farmasi Indonesia …]
Rey terus mengisi data yang dibutuhkannya.
Beberapa hari kemudian, dia mulai bekerja kembali. Pada saat itu Rey sedang duduk santai dan memainkan ponselnya.
Beberapa saat kemudian, ada teman wanita di tempat kerjanya yang menghampirinya.
“Rey, serius banget. Lagi main apa?” tanya temannya itu. Dia mengintip yang dimainkan oleh Rey.
“Oh .. ini game Synthesis,” jawab Rey.
Teman wanita itu mengerutkan dahinya, “Synthesis? Game seperti apa itu?” tanya wanita tersebut.
“Game ini cukup sederhana. Arti dari Synthesis sendiri ialah perpaduan barang yang satu ke barang yang lain. Contohnya, jika kita mengabungkan kayu ini dengan kayu lain maka kekuatan kayu itu akan bertambah dan kualitas juga bertambah,” ujar penjelasan Rey.
Wanita itu menyaksikan dengan seksama penjelasan dari Rey dengan wajah tersenyum.
“Bagaimana jika bahan berbeda dan bukanlah kayu tapi besi?” tanya wanita tersebut.
“Jika komponen kayu lebih banyak daripada besi maka, besi akan melebur dan berubah menjadi kayu,” jawab Rey.
“Ehhh … bukankah unsur besi lebih kuat dibandingkan dengan kayu,” jawab wanita.
“Itulah kekuatan dari proses Synthesis,” sambung ujar Rey dengan senyuman.
“Sudahlah, aku tidak paham dan aku heran. Kamu sering bermain Game yang membosankan itu,” ucap wanita tersebut.
“Hehe …” Rey hanya tertawa mendengar komentar temannya itu.
Tidak lama kemudian, sebuah kotak makanan diletakan oleh seorang pria yang mengenakan seragam juru masak.
“Rey, antarkan barang-barang ini!” seru Juru Masak tersebut.
“Iyaaa … sebentar,” jawab Rey. Dia menaruh ponselnya di kantong dan mengambil kotak makanan tersebut.
“Hati-hati dijalan,” ujar Juru Masak.
Rey meletakan di kotak motornya. Motor kecil berwarna merah dengan helm yang juga kecil. Dia memulai melajukan kendaraannya hingga tiba di sebuah pertokoan.
“Permisi! Paket ayam goreng!” teriak Rey yang berdiri didepan pertokoan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian ada seorang pria yang mendatanginya.
“Iya …” jawab pria yang datang tersebut.
“Kak, ini paketnya.” Rey memberikan paket tersebut.
“Iya, tunggu sebentar, aku akan ambilkan pembayarannya,” ujar pria yang mengambil paket.
Setelah itu dia pergi keatas dengan membawa paket ayam yang diantarkan Rey.
Rey hanya bisa menunggu. Dia yang mengisi waktunya dalam menunggu bersadar di motor dan memainkan Game Synthesis -nya.
Tidak lama kemudian, pria yang ditunggu Rey datang.
“Kak Kurir, ini uangnya!” Pria itu memberikan uangnya.
Rey yang sedang bermain ponsel memasukan kembali ponselnya itu tanpa mematikan game yang dia mainkan kedalam saku jaketnya dan menerima uang tersebut.
“Terima kasih telah mengunakan jasa kami,” ujar Rey.
Rey dan pria itu saling menganggukan kepalanya. Rey mengenakan helm kembali dan mulai melajukan motornya untuk mengantarkan ke alamat berikutnya.
Pada saat di perempatan jalan besar, Rey yang sedang berhenti karena lampu merah melihat rombongan anak kecil yang akan menyebrang dan dia melihatnya dengan senyum kecil namun, pada saat Rey melihat jalan di sisi seberangnya ada truk kenang melaju yang mengarah kepada anak-anak tersebut.
Rey yang melihat itu dia tidak bisa diamkan. Rey melajukan motornya dengan cepat melewati lampu merah untuk menghentikan laju truk tersebut. Dia berputar dan melajukan motornya sejajar dengan kursi supir.
Dok ..Dok .. Dok
Rey mengendor-gendor pintu agar supir terbangun. Rey yang melakukan itu tidaklah sia-sia. Supir itu bersadar saat rombongan anak-anak sudah berada didekatnya.
“Ahhhhaahhh,” teriak guru dan anak-anak tersebut.
Mereka berhasil lari kesisi jalan serta truk itu juga menabrakan dirinya ke tembok hingga lajunya pun terhenti namun, Rey yang melaju disisi arah yang berlawanan membuatnya terpental karena tertabrak mobil. Dirinya terpental berada dibelakang mobil yang menabraknya membuat tergeletak ditanah hingga mobil yang melaju disana tidak bisa menghentikan lajunya yang membuat Rey terlindas.
“Ahhhhhhh.” Teriak semua orang yang berada disana.
Berlahan pandangan juga pendengaran Rey menghilang …
\*
“Rey …”
Rey berlahan mulai terdengar suara yang memanggilnya dan hawa dingin mulai dia rasakan. Berlahan dia membuka matanya.
Dia berdiri diantara kegelapan dengan titik bintang-bintang yang menyinari.
“Rey …”
Rey menegakan kepalanya dan melihat ada sosok pria yang lebih muda dari dirinya dengan rambut putih dan mata merah.
“Siapa kamu? Dan dimana ini?” tanya Rey.
“Aku Aru dan ini adalah dunia antara hidup dan mati,” jawab Aru.
“Ohh … benar juga, aku sudah mati,” jawab Rey yang mengarukan kepalanya.
Aru menutup mulutnya dan tertawa, “Haha … kau memang orang yang menarik.”
“Baiklah. Jadi, kenapa kita disini?” tanya Rey.
“Aku akan langsung ke topik pembicaraan,” jawab Aru.
__ADS_1
“Apa itu?” tanya Rey.
“Aku ingin kau menempati tubuhku,” ujar Aru.
“Kenapa kau saja yang tidak kembali sendiri saja?” tanya Rey.
“Rey, aku orang yang lemah dan aku tidak bisa kembali ketubuhku sendiri. Maka, aku mengunakan tenaga sihir terakhirku untuk menemuimu,” jawab Aru.
“Sihir? Apa maksudmu aku dipanggil disini?” tanya Rey.
“Iya. Aku yang memanggilmu,” ujar Aru.
“Apa tujuanmu? Aku harus menjadi dirimu,” ujar tegas Rey.
“Temukan Identitasku dan cari tahu keberadaan kedua orang tuaku!” jawab tegas Aru.
“Dan apa imbalanku?” tanya Rey.
“Tentu, seluruh milik ku bahkan tubuhku sendiri akan menjadi milik mu, bagaimana?” kata tawaran Aru.
“Ehhhh … menarik! Aku terima tawaranmu,” ujar Rey.
“Terima kasih,” jawab Aru yang menundukan kepalanya.
“Sama-sama, Aru,” sambung Rey.
Aru hanya tersenyum dan meluruskan tangan untuk merapalkan sihirnya.
“Selamat hidup kembali, Rey,” ujar Aru.
“Yaa …” jawab Rey.
Tidak lama kemudian tangan Aru mengeluarkan sinar terang yang menutupi pandangan Rey.
[Soul Synthesis Complete]
\*
Di sebuah gua dengan dunia yang berbeda …
Ada seorang Nenek dengan duduk bersilang di atas batu. Dia memiliki rambut yang panjang berwarna perak berjubah putih dan memegang tongkat. Nenek itu sedang melihat sesuatu dalam pemikirannya.
Tidak lama datang sosok wanita berambut panjang dengan memakai jubah putih juga datang menghadap Nenek tersebut.
“Ketua, apa anda melihat sesuatu?” tanya wanita yang datang kepada Nenek tersebut.
“Seseorang yang akan merubah dunia telah datang,” jawab Nenek tersebut.
“Benarkah, sesuatu yang bagus ataukah buruk?!” ujar wanita yang menghampiri Nenek.
“Aku juga kurang tahu yang jelas. Luna, periksa sosok yang datang ini,” perintah Nenek.
“Aku mengerti. Saya akan kesana.” Luna menundukan kepalanya dan berbalik meninggalkan Nenek tersebut.
Ilustrasi Rey (Sumber: mbak Google)
\\*
__ADS_1