
Rey yang sedang menunggangi Rascal memandangi alam dari atas namun, Rey melihat terbang Rascal yang sudah melambat.
“Kau sudah lelah ya … baiklah kita istirahat dulu disana!” seru Rey. Dia melihat sungai yang cukup luas dan jernih.
“Kuwaakkk …” jawab Rascal.
Rascal mengerti yang dikatakan oleh Rey. Pelan-pelan turun ke sungai yang ditunjukan oleh Rey.
Setibanya disana Rey meminum dan mencuci mukanya.
“Wuaaahhhh … segarnya. Aku baru merasakan ada air sungai sesegar ini dan sejernih ini.”
Tidak hanya Rey tapi, Rascal pun ikut meminumnya dan menceburkan dirinya untuk membersihkan badannya.
“Kau memang pintar Rascal. Kau membersihkan diri setelah aku minum,” ujar Rey.
“Kuwaakkkk,” jawab Rascal.
Byuur … byuur … (Rascal terus memainkan air kepada Rey)
“Haha … Rascal, kau senang sekali bermain,” ujar Rey.
Setelah mereka puas dengan bermain Rey membuat api unggun dan Rascal membantu menangkap ikan untuk Rey dan untuk dirinya sedangkan Rey sebelum memakannya dibakar terlebih dahulu dan memakannya.
“Oh … enaknya! baru kali ini aku bisa makan daging,” ujar Rey.
“Kuwaakkkk…”
Seusai Rey dan Rascal makan. Aru berbicara kepada Rey, “Rey, lokasi Desa Shoyo tidak jauh dari sini.”
“Begitukah. Syukurlah aku dan Rascal tidak harus jauh melangkah lagi,” jawab Rey.
Setelah mendengarkan Aru, Rey dan Rascal berjalan setapak melalui hutan.
“Hiyaaa … Hiyaa … Hiyaa …”
Rey mendengar suara seorang wanita.
“Sepertinya aku mendengar seseorang, Ayo Rascal, kita bergegas dan menanyakn lokasi desa Shoyo!” ujar Rey.
“Kuwaakkkk …”
Rey dan Rascal berlari hingga tiba disebuah lokasi pohon cemara yang besar dengan dibawahnya seorang gadis berparas cantik dengan rambut birunya dan pakaiannya yang sederhana.
“Hiyaa …”
“Hai …” sapa Rey.
Wanita berambut biru itu menghentikan latihannya dan melihat kesamping. Wanita itu terkejut dan matanya berkaca-kaca.
“Aruu!” ujar wanita tersebut.
Rey melambaikan tangannya, “Hai ..!” ujar Rey.
“Aruuuu …”
Wanita itu berlari dan memeluk Aru.
“…Eh? Ada apa ini?” ujar Rey.
“Maaf, Rey. Dia Stellar teman kecilku,” suara Aru menjawab.
“Oh … begitu,” jawab batin Rey.
Tidak lama kemudian, dia melepaskan pelukannya dan menampar pipi kanan Aru.
Plak … (Suara tamparan keras dari Stellar)
Rey memegang pipinya dan berdiri kembali dengan senyuman, “Maaf. Aku pulang terlambat,” ujar Rey.
__ADS_1
“BODOH! ARU, BODOH! Kau tidak tahu apa, aku dan Kepala Vhiena sangat mengkhawatirkan dirimu,” seru Stellar yang berkaca-kaca.
“Aku terluka di tengah hutan dan harus mencari obat untuk mengobati luka itu serta aku juga diselamatkan olehnya,” ucap alasan Rey dan memperkenalkan Rascal kepadanya.
“Kuwaaakkkk …” seru Rascal.
Stellat terkejut namun, tidak lama dan merasa heran kepada diri Aru.
“Griffon! Bagaimana bisa kau menjinakan dia?” tanya Stellar.
“Nanti, aku akan ceritakan. Bisakah kau mengantarkan aku pulang desa?!” ujar Rey.
“Tentu saja. Ayo!” seru Stellar.
“Maaf, aku menganggu latihanmu,” ucap Rey.
Stellar mengelengkan kepalanya, “Tidak, justru aku senang melihat kamu kembali,” ujar Stellar dengan senyumnya.
Setelah itu Rey diantar Stellar untuk pulang ke Desanya.
Ditengah perjalanan Aru berbicara, “Terima kasih Rey, kamu sangat pintar membuat alasan,” suara Aru.
“Hehehe …” tawa kecil Rey.
Stellar yang melihat Rey tertawa sendiri membuat dirinya bingung.
“Aru, ada apa?” tanya Stellar.
“Bukan apa-apa, hehe …” jawab Rey yang menggarukan kepalanya dan tertawa kecil.
Stellar tetap bingung dan memiringkan kepalanya.
\*
Setibanya di pintu masuk mereka dihadang oleh pemuda seusia Stellar dan Aru.
“Kuwakkkkk …” Rascal teriak dan berdiri yang membuat pemuda itu mundur dan mengeluarkan pedangnya.
“Minggir atau aku akan menghabisimu!” seru Pemuda. Dia memegang pedang dengan gementaran.
Rey menghela nafas panjang dan melihat Rascal, “Rascal, tenanglah! Dia bukanlah orang jahat,” ujar Rey. Dia mengelus-ngelus Rascal.
“Kuwaakkk,” jawab Rascal.
Rey menatap pemuda itu, “Lihat! Dia bukanlah makhluk yang jahat, bukan!” ujar Rey dengan tersenyum.
“Tapi …” ucap Pemuda.
“Jack, Hentikan! Dia adalah Aru dan baru saja selamat dari kematian, bukankah dia lebih hebat dibandingkan dengan dirimu,” ujar Stellar yang membela Aru.
“Cikss … baiklah, selamat datang kembali, Aru!” ujar Jack.
“Terima kasih, Jack,” jawab Aru.
Rey yang selamat dari kematian dan membawa Rascal membuat perhatian warga tertuju kepadanya. Jack yang berada dibelakangnya menjadi merasa rishi dan meninggalkan Aru.
Berbagai komentar yang dia dengar hingga berjalan ke gedung panti asuhan. Disaat ada seorang wanita yang mengenakan kacamata dengan rambut terikat bermain dengan beberapa anak disana.
“Kepala Vhiena, aku pulang!” ujar Aru.
Anak-anak yang sedang bermain menjadi melihat Aru dan berlari kearahnya.
“Kakak Aruuuu ….pulang,”
“Horeee …!”
Semua anak-anak memeluk Aru dan Aru juga membalasnya dengan senyuman hangat. Kepala Vhiena berjalan mendekati Aru dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan sudah mengusapnya.
“Selamat datang, Aru. Aku kira kau sudah mati. Maafkan ibu,” ujar Kepala Vhiena.
__ADS_1
Rey yang melihat tangisan dari Kepala Vhiena membuatnya menghampirinya dan memeluk Kepala Vhiena.
“Terima kasih Bu kepala,” ujar Rey.
“Terima kasih juga sudah kembali, Aru,” jawab Kepala Vhiena.
“Kuwakkk …”
“Wuahh … lembutnya.”
“Lucunya.”
Rey dan Kepala Vhiena melepaskan pelukannya dan melihat kearah Rascal beberapa anak sudah bermain dengannya dan Rascal pun tidak terganggu dengan hal itu.
“Griffon! Bagaimana kamu dapatkan dia?” tanya Kepala Vhiena.
“Nanti, aku ceritakan dan aku juga mohon untuk membawa Griffon dan dirawat disini,” ujar Rey.
“Jika, memang dia adalah Familiar (Monster yang sudah dijinakan oleh seseorang dan menjadi monster yang bisa bertarung dengan pejinaknya) maka, aku tidak masalah,” jawab Kepala Vhiena.
“Terima kasih,” sambung Rey.
Setelah itu Rascal di taruh dikandang kuda dan diberikan makan ikan. Rey, menceritakan karangan yang dibuat sendiri bahwa dirinya tersesat dihutan dan bertemu dengan sekawanan monster Orc. Dia yang terpojok dan merasa putus asa, Rascal datang dan membantunya untuk melawan Orc tersebut namun, dirinya sempat terluka walaupun telah diselamatkan oleh Rascal. Berhari-hari, Aru mencari obat dan mengobati luka yang berada dirinya.
Setelah waktu berlalu Aru dan Rascal menjadi sahabat dan Aru dengan pelan berjalan pulang. Rey yang sudah terbiasa dengan komunikasi membuat mudah untuk membuat karangan dan dapat dipercayai oleh Kepala Vhiena dan Stellar yang mendengarkan penjelasan dari Rey.
Pada malam harinya, Rey menempati kamar Aru dan tidur dikasur yang empuk.
“Yaaaa … sudah lama sekali aku tidak merasakan kasur,” ujar Rey.
“Terima kasih Rey, kamu sudah menyakinkan Kepala Vhiena dan Stellar untuk tidak khawatir,” suara Aru.
“Hmm … tenang saja!” jawab Rey.
Tidak lama kemudian Rey tertidur lelap karena rasa capek yang dirasakan.
\*
Di langit malam, Jack keluar dengan mengenakan jubah dan pergi sebuah rumah kumuh disana dengan penjagaan pria besar berpakain kusam dan kapak di pinggangnya. Jack pun diizinkan masuk.
“Oh … bocah akhirnya kau datang.” Ujar pria besar dengan pakaian bulu duduk disofa dengan botol ditangannya.
Clak …
Jack melemparkan kunci, “Ini kunci gudang Desa. Tugasku selesai, bukan. Mana koinnya!” ujar Jack.
Pria besar itu memberikan kode kepada anak buahnya dan memberikan 2 koin emas.
Wajah senang yang terlihat dari Jack saat melihat koin emas ditangannya, “Terima kasih,”
“Bocah! Ingat jika kau sampai buka mulut maka, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu, kau mengerti!” ujar pria besar.
“Iya .. aku mengerti,” jawab Jack.
Jack berbalik badan dan meninggalkan rumah tersebut.
“Para gadis cantik Desa Shoyo, tunggulah kedatangan kami. Hahaha …” ujar pria besar yang duduk disofa.
“Hahaha …”
“Hahaha …”
Seluruh anak buahnya mengikuti tawanya…
\*\*\*
Ilustrasi Stellar (Sumber: Mbak Google)
__ADS_1