Legend Of Synthesis Master

Legend Of Synthesis Master
6. Kemah Orc dan Gadis Misterius.


__ADS_3

Rey yang baru saja keluar dari gua melalui aliran sungai harus berhadapan dengan sekelompok Orc yang berada di depannya. Orc adalah Makhluk besar yang memiliki badan besar seperti manusia dan memiliki kepala seperti **** hutan.


“Ehh … seriuskah ini?!”


Para Orc yang sedang menyantap makanan karena kehadiran Rey membuat mereka melihat Rey dan salah satu mereka menghampiri Rey dengan membawa gada.


“Rey, kau bisa menghadapinya?!” suara Xiao Lee.


“Aku kurang yakin,” jawab Rey.


“Aku akan tunjukan kekuatan senjata barumu ini,” suara Xiao Lee.


Orc yang sudah dekat dengan Rey tanpa ragu dia mengayunkan gadanya. Rey dengan cepat mengambil tongkat dan menangkis serangan Orc tersebut.


“Lepaskan tanganmu!” suara Xiao Lee berseru.


“…Eh? Baiklah,” jawab Rey.


Rey mengikuti yang dikatakan Xiao Lee. Dia melepas tongkatnya dan tongkat itu terbang sendiri menghantam leher Orc yang membuatnya terjatuh dalam sekali serangan.


Tongkat kembali ke tangan Rey, “Keren …” ujar Rey.


“Itu belumlah seberapa,” suara Xiao Lee.


Orc yang lainnya yang sedang duduk dan menyaksikan rekannya yang terjatuh menjadi berdiri serta mengambil gadanya menghampiri Rey.


“Xiao Lee, mohon bantuannya!” batin Rey.


“Serahkan kepadaku,” suara Xiao Lee yang menjawab.


Rey berlari dan menusuk perut dengan tongkatnya meski tidak memiliki tusukan seperti tombak dan pedang namun, serangannya mampu membuat Orc mengeluarkan darahnya dari mulutnya dan terpental.


Serangan selanjutnya bersamaan dari kiri dan kanan menganyunkan gada kearah Rey.


“ Steam Tingkat 1,” Rey merapalkan sihirnya.


Rey dengan cepat menghindar dan mundur kebelakang. Serangan gada Orc menjadi gagal dan serangan mereka mendarat ke tanah. Rey melihat kesempatan untuk menyerang mereka. Dia bergegas melemparkan tongkatnya. Saat tongkat dilemparkan Xiao Lee meluncurkan serangan di kepala kedua Orc itu yang berakibat mereka tidak sadarkan diri.


Sosok Orc yang masih duduk dan menyaksikan pertarungan menjadi berdiri dan geram. Dia terlihat berbeda dari Orc lainnya. Orc ini mengenakan jubah bulu dan helm tulang serta bersenjatakan pedang besar.


“Rey, berhati-hatilah sepertinya dia adalah pemimpin mereka!” suara Aru memperingkatkan.


“Ya, terima kasih Aru dan juga kesempatan untuk mencoba sihir baru,” jawab Rey dengan senyuman senangnya.


Rey meluruskan tongkatnya dan merapalkan sihirnya, “Unlimited Prison tingkat 1.”


Setelah Rey merapalkan sihirnya, Dari bawah Orc muncul sebuah lingkaran hitan dan mengeluarkan rantai dengan ujung tajam seperti tombak atau anak panah. Rantai semakin panjang dan melilit badan Orc.


Orc tersebut memberontak namun, gagal karena semakin dia berontak rantai akan semakin kuat yang membuat senjata yang dipegangnya terjatuh dan dia berteriak.


“Adsnjnanda”


Sebuah bahasa yang tidak dimengerti oleh Rey. Dia bergegas mengambil kesempatan itu untuk menyerang Orc tersebut. Rey berlari dan memutarkan tongkatnya untuk melancarkan seranganya setelah itu dia melompat dan memukul kepalanya.


“AAAA …”


Pimimpin Orc itu pun terjatuh dan tidak sadarkan diri tanpa melakukan serangan.

__ADS_1


Plok! Plok! Plok! (suara bertepuk tangan)


Rey yang mendengar itu melihat yang bertepuk tangan kepadanya. Rey melihat seorang wanita anggun dengan gaun putih dan ramput pirang terkuncir dibelakang.


“Ehhh … menarik, ada seseorang dari luar Klan Gadis Suci yang bisa mengunakan Unlimited Prison,” ujar wanita tersebut.


“Kamu siapa?” tanya Rey.


“Aku Luna dari Klan Gadis Suci yang bertujuan untuk melihat seseorang yang suka mencuri keseimbangan Dunia,” jawab Luna.


“Apa maksudmu?” tanya Rey.


“Kau akan tahu setelah kau mati,” ujar Luna.


Luna mengeluarkan tombak dengan sihirnya. Dia berlari cepat mengarah ke Rey dan memutarkan tombaknya.


“Hiyaaaa ..!”


Luna mengayunkan tombaknya namun, serangannya berhasil di tangkis.


“Ehh … kuat juga kamu,” ujar Luna


“Apa masalahmu?” tanya Rey.


Tang … tang … tang.


Senjata Luna dan Rey saling beradu serangan terus dilancarkan oleh Luna. Tongkat yang dilancarkan oleh Rey bergerak sendiri karena gerakan Xiao Lee.


“Steam Tingkat 1.” Rey mundur agak jauh dari Luna.


“Terima kasih Xiao Lee, jika tidak ada kamu mungkin, aku sudah mati,” suara batin Rey.


“Sekarang itu tidak penting, dia wanita dari Klan Gadis Suci. Kita tidak bisa meremehkannya,” suara jawab Xiao Lee.


“Aku mengerti,” jawab batin Rey.


Luna memperhatikan Rey yang sedang melamun dan tidak melakukan apa-apa karena dia tidak tahu jika, Rey sedang berbincang dengan Tongkatnya.


“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Luna.


Rey melihat kembali Luna, “Maaf membuat kamu menunggu,”


“Tidak apa-apa karena sekarang bukanlah aku yang menghadapi tapi ini …” Luna meluruskan tangan dan merapalkan sihir, “Sihir pemanggil: Griffon.”


Setelah Luna merapalkan sihir munculah lingkaran besar bercahaya ditanah yang memunculkan sosok Burung yang memiliki badan singa dengan sayap lebar dan kepala Rajawali dengan paruh yang besar dan tajam.


“Bersenang-senanglah, pria imut!”


“Apa?!” jawab Rey.


Kuwakkkkk … (Suara Griffon)


“Griffon, serang dia!” perintah Luna.


Kuwakkk …


Griffon lari serta terbang menyerang Rey dengan mengayunkan cakarannya kearah Rey namun, Rey berhasil menahan serangan dengan tongkat bambunya.

__ADS_1


“Rey, Lompat dan tendang lehernya!” Suara Xiao Lee memberikan pengarahan.


“Steam Tingkat 1.”


Rey merapalkan sihirnya yang membuat dengan mudah melompat dan menendang leher kesamping dan mengayunkan tongkatnya kearah kepalanya yang membuat Griffon kesakitan dan mundur beberapa langkah.


Rey kembali berdiri ditanah. Dia melihat Griffon yang sedang terdiam karena serangan dikepalanya membua Rey melancarkan serangan berikutnya, dia melemparkan tongkat dan Xiao Lee memukul leher, badan, dan kepalanya setelah itu kembali ke tangan Rey dan Griffon pun terjatuh pingsan.


Rey memutarkan tongkatnya dan menghadap Luna.


“Nona Luna, kau masih ingin melanjutkan,” ujar Rey.


Plok … Plok … (Suara Luna yang tepuk tangan)


“Menarik! Tapi, aku sudah cukup menyaksikan kekuatanmu dan menilaimu,” ucap Luna.


“Apa maksudmu?” tanya Rey.


“Kita pasti akan bertemu lagi. Sampai bertemu kembali, Rey.”


Setelah berkata itu Luna berbalik badan dan merapalkan sihir membuat gerbang bulat yang besar dan setelah Luna melalui gerbang itu dia pun menghilang begitu juga gerbang itu menghilang.


“Ahuufuu … Syukurlah, dia sudah pergi,” suara Aru.


“…Eh? Apa dia memang kuat, Aru?” tanya Rey.


“Sangatlah kuat,” suara Xiao Lee.


“Begitukah syukurlah aku tidak dibunuh olehnya, hahaha!” Rey menjawabnya dengan tertawa kecil dan mengarukan kepalanya.


“Dasar kamu ini,Rey!” suara Xiao Lee.


Setelah pembicaraan itu Rey menghampiri Griffon yang sedang pingsan.


“Rey, buatlah kontrak dengan Griffon!” suara saran Aru.


“…Eh? Apakah bisa? bukankah dia monster pemanggilnya Luna,” tanya Rey.


“Entahlah, apakah kau diberikan oleh Luna atau dia memang meninggalkannya?!” suara Kim Shu menjawab.


“Yang jelas, cobalah terlebih dahulu untuk membuat kontrak!” suara seru Aru.


“Bagaimana caranya?” tanya Aru.


“Rey ulurkan tangan serta tempelkan tanganku ke dahi Griffon. Setelah itu alirkan energi kepadanya dan gunakan Soul Synthesis untuk berkomunikasi dengannya,” suara jawab Aru.


“Hmm … Aku mengerti,” jawab Rey.


Rey mengikuti yang dikatakan oleh Aru. Dia mengulurkan tangannya di dahi Griffon dan menutup matanya, “Soul Synthesis”


Rey pun bertemu dengan Griffon di puncak Gunung yang tinggi…


\*\*\*


Ilustrasi Luna (Sumber: Mbak Google)


__ADS_1


__ADS_2