
Rey yang sedang berada di luar sadar bertemu dengan Griffon yang sedang pingsan untuk membuat kontrak. Griffon sedang memandangi langit di gunung. Rey berjalan pelan menghampirinya.
“Hey,” sapa Rey.
Saat mendengar suara Rey, Griffon itu menoleh kebelakang.
“Kuwakkkkwakkk…” jawab Griffon.
Rey berlahan menambah kedekatannya dan berusaha untuk mengelus-ngelus kepalanya.
“Tidak apa-apa! aku tidak jahat dan maaf, aku telah menyakitimu tadi,” ujar Rey.
“Kuwaaakkkk …”
Rey pelan-pelan memegang kepalanya dan berhasil. Dia mengelus-ngelus kepala Griffon dengan tanggapan yang bersahabat juga, dia mengelengkan lehernya.
“Griffon, kau mau menemani petualanganku?” tanya Rey.
“Kuwakkkkk…” Griffon mengarahkan pandangan keatas dan menyahut keras.
Rey yang melihat sikap dari Griffon. Dia berpikir bahwa Griffon bersedia menemaninya.
“Terima kasih dan aku akan beri nama kamu … Rascal,” ujar Rey.
“Kuwaaakkkkk …” jawab Rascal.
Setelah itu kesadaran Rey kembali dan berlahan mulai berdiri dihadapan Rey dengan sikap manjanya kepalanya ditempelkan kepada Rey.
“Hahaha … geli. Ayo kita berjuang bersama Rascal,” ujar Rey.
“Kuwaakkkk …” jawab Griffon.
Rey mengusap-ngusap kedua tangan dan tersenyum senang, “Sekarang waktunya kita lihat barang-barang Orc yang kita bisa bawa,” ujar Rey.
“Dasar kau, Rey!” suara seruan Aru.
Rey berkeliling tempat kemah Orc. Ditempat itu terdapat reruntuhan rumah besar yang sudah rusak dan penuh dengan ilang-lang.
“Aru, bantu aku mana barang yang berharga dan tidak,” batin ujar Rey.
“Baik,” suara Aru menjawab.
Rey mulai melihat benda-benda yang berharga yang pertama Aru beri tahu yang berharga adalah kantong sihir. Dari luar terlihat seperti kantung biasa saja namun, kegunaan kita bisa menyimpan barang apapun tanpa massa dan batas benda. Berkat benda yang ditersebut Rey dengan mudah mengambil barang jarahannya.
Selanjutnya ada beberapa Koin yang berada disana. Mata uang di dunia ini bernama Koin. Rey berpikir bahwa itu nama yang tidak kreatif karena hanya mengunakan koin saja jadi nama mata uang bernama koin. Bentuk koin sangat berbeda-beda tergantung kita berada di kerajaan yang kita tempati.
Nilai untuk koin sendiri yang terendah yaitu koin besi yang memiliki nilai 1 koin, koin perunggu memiliki nilai 10 koin, koin perunggu besar memiliki nilai 100 koin, koin perak memiliki nilai 1.000 koin, koin emas memiliki nilai 10.000 koin, koin emas putih memiliki nilai 100.000 koin dan yang tertinggi koin platinum yang memiliki nilai 1 juta koin.
Menurut Aru, jika dihitung dengan mata uang yang Rey gunakan 1 koin sama dengan 100 Rupiah.
__ADS_1
Rey yang mendengarkan penjelasan dari Aru, dia melipatkan tangannya.
“Jika aku memegang satu platinum koin saja aku bisa kaya raya disini,” ujar Rey.
“Tentu saja, karena seseorang yang mengunakan Platinum koin hanyalah petualang kelas tinggi dan para bangsawan,” suara Aru menjawab.
“Baik. Sekarang kita hitung berapa yang kita dapatkan,” ujar Rey.
Rey mengambil koin yang berada disana dan melihat dari gambar koin itu adalah koin kerajaan Alexander dan yang didapatkan.
[ 2 koin emas, 10 koin perak, 35 koin perunggu besar, 50 koin perunggu, dan 100 koin besi.]
Setelah Rey mengambil koin tersebut, Ia mengelilingi reruntuhan itu dan melihat ada senjata yang menarik menurutnya sebuah pedang dengan bentuk yang tidak asing.
“Kenapa ada katana disini?” tanya Rey.
“Kau mengenal pedang dari kerajaan Edogawa,” suara Xiao Lee menjawab.
“Kerajaan Edogawa?!” ujar Rey.
“Hmm … kerajaan Edogawa dikenal sebagai kerajaan Samurai. Mereka dikenal dengan petarung yang hanya mengunakan pedang dan beberapa benda tajam lainnya. Kemampuannya bahkan mampu melawan sihir dan senjata api,” suara jawaban Xiao Lee.
“Ehhh … begitukah, aku mengerti,” jawab Rey.
Rey pun meyimpan pedang itu ke tasnya. Barang selanjutnya beberapa batu berharga yang dia dapatkan seperti Ruby, Aquamarine, Saffire, Zambrud, Opal, dan bahkan ada beberapa berlian disana. Tanpa ragu Rey mengambil batu-batu tersebut.
“Orc mendapatkan dari para petualang atau para pedagang yang lewat. Para Orc tidak membutuhkan harta benda mereka melainkan daging mereka sebagai sumber makanan,” suara Aru menjawab.
“Huahgggg … sungguh menjijikan,” jawab Rey yang ingin muntah.
“Di dunia ini ada yang lebih daripada itu,” suara Aru menjawab.
“Apapun itu aku harus berlatih agar tidak menjadi bahan makanan mereka,” ujar Rey.
Didekat batu ada juga beberapa ramuan botol yang berisikan cairan yang berwarna disana sangatlah bervariasi yaitu biru, unggu, dan orange.
“Aru, cairan apa ini?” tanya Rey.
“Ini adalah Potion yang berguna untuk menyembuhkan luka dalam dan luar,” suara Aru menjawab.
“Ehhh … jadi disini juga ada potion, semua yang aku lihat seperti game RPG saja dan apa perbedaan warna ini?” ujar Rey.
“Kualitas dan tingkat kesembuhan yang berbeda. Dari yang dilihat, unggu memiliki nilai lebih tinggi dari pada lainnya. Jika dihitung bisa mencapai 80% kesembuhan,” suara Aru menjawab.
Selain Potion, Rey juga melihat ada sebuah peta disana. Sebuah benda yang sangat membantu dalam perjalanannya.
Dalam penjelasan Aru, Potion memiliki lima jenis, Kuning, Orange, Biru, Unggu dan Merah. Merah sendiri sangatlah langka. Dalam semua benda di dunia ini berdasarkan dalam penilaian kelangkaan, kualitas, fungsi, dan kekuatan dibagi menjadi beberapa kelas dari kelas F sampai dengan SSS.
Setelah melihat tidak ada benda yang berharga lagi dan hanya beberapa pakaian bernoda darah dan kusam. Rey memutuskan untuk keluar dari reruntuhan itu.
__ADS_1
“Rey, ambil pedang pada Orc itu. Senjata itu sangatlah kuat dan berharga,” suara Kim Shu yang memberikan saran.
“Benarkah, baiklah aku akan ambil,” jawab Rey.
Rey mendekati Pemimpin Orc tersebut dan mengambil pedangnya. Pedang yang cukup berat namun, dengan kemampuan dari kantong sihir dengan mudah Rey memasukannya.
Setelah itu Rey memberikan potion kepada Rascal yang sedang menunggunya. Setelah meminumnya luka-luka Rascal tertutup dan sembuh. Rascal sembuh tersebut merasa senang dia mengepalkan sayapnya tinggi keatas dan berlari serta terbang mengelilingi area Rey dan kembali.
“Kuwaaaakkkk…”
Rey mengelus-ngelus juga merasa senang dengan kesembuhan Rascal.
“Syukurlah, kau sudah sembuh,” ujar Rey.
“Kuwakkkk…”
“Rascal, sekarang kita waktunya pergi,” ujar Rey.
Rey menaiki Griffon dan duduk diatasnya. Griffon yang memiliki tubuh yang besar mampu untuk menunggangi hingga tiga orang.
“Ini seperti menunggangi kuda saja,” ujar Rey.
“Haha … tentu saja. Ini bahkan lebih hebat dibandingkan kuda,” suara Aru menjawab.
“Kuwaakkkkk …”
Rey yang sudah bersiap untuk pergi, dia mengambil peta dari kantongnya.
“Aru, kemana kita harus pergi?”
“Desa Shoyo, tempat aku dibesarkan. Kepala Panti Asuhan Vhiena akan sangat khawatir dengan kepergianku yang sudah 3 hari ini,” suara Aru menjawab.
“Baik. Kita kesana,” jawab Rey.
“Terima kasih Rey,” suara Aru.
Rey melihat keatas untuk melihat matahari dan mengetahui arah mata angin. Setelah mengetahuinya Rey kembali melihat peta.
“Kearah baratkah, Oke! Rascal, kita berangkat!” seru Rey.
“Kuwaakkkkk …”
Rascal membentangkan sayapkan dan mulai berlari. Tidak lama diapun terbang, Rey yang berada di udara merasa kagum dengan pemandangan hutan yang sangat lebat dan luas terbentang di bawahnya dengan berpegang pada bulu Rascal. Rey terbang mengaruhi langit yang cerah …
\*\*\*
Ilustrasi Griffon (sumber: Mbak Google)
__ADS_1