
Energi yang berada di Pedang Xiao Lee sangatlah tinggi, disaat Rey melakukan Synthesis dan membebaskannya membuat beberapa penyihir, ksatria dan pendekar-pendekar hebat merasakan kekuatan yang di keluarkan Rey. diantaranya, seseorang pria berjubah hitam dengan rambut hitam bersama dengan manusia kucing disampingnya, Nenek yang berada di gunung serta utusannya yang sudah berada di hutan dan beberapa orang termasuk Para Raja dan seseorang yang berdiri di puncak gunung mengenakan jubah berkerudung hitam dan tidak memiliki wajah hanya kegelapan dalam tubuhnya.
Di tempat Rey, dia tidak merasa kekuatan yang sebesar itu hanya senyuman sendirian karena obrolannya di dalam pemikirannya. Setelah Rey membebaskan Xiao Lee. Dia diminta oleh Xiao untuk menemukan Kim Shu yang tertanya juga berada di gua tersebut.
Meski, gua terdapat banyak jalan buntu dengan panduan dari Xiao Lee dengan mudah Rey menemukan Kim Shu yang terkubur didalam peti batu. Sosok jenazah Kim Shu sudah menjadi tengkorak. Disaat melihat jenazah Kim Shu membuat Xiao Lee menangis hingga menyebabkan tongkat Xiao Lee basah dan hanya Rey dan Aru yang bisa mendengarnya.
Rey yang mendengar tangisan dari Xiao Lee membuat dirinya berpikir sesuatu,
“Aru, apakah energi ku masih cukup untuk melakukan Synthesis lagi?” tanya Rey.
“…Eh?” Xiao Lee terkejut mendengar ucapan Rey tersebut.
“Jika, aku hitung energi didalam tubuhmu, sekitar 45 persen lagi dan jika kau memaksakan diri memungkinkan kamu akan pingsan,” ujar Aru.
“Hanya pingsan saja kan,” Rey tersenyum lebar saat mendengarkan penjelasan Aru.
“Mungkinkah!!!” seru Aru.
“Maksudmu? Jangan-jangan!!” seru Xiao Lee.
“Hehe …” tawa kecil Rey.
Rey mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai wadah jiwa Kim Shu. Setelah dia melihat di ruangan itu ada sebuah cincin di jari manis Kim Shu.
“Xiao Lee, Izinkan aku mengunakan ini?!” ujar Rey. Dia menunjukan cincin yang dikenakan Kim Shu.
Xiao Lee terkejut, Cincin itu! Dia masih saja mengunakannya,” jawab Xiao Lee.
“Bagaimana menurutmu?”
“Gunakan saja, dia juga pasti akan senang. Jika, jiwanya ditaruh ke benda yang dia sayangi,” ujar Xiao Lee.
“Xiao Lee, apa kau yakin? Jika, Rey melakukan Synthesis kepada Senior Kim Shu maka, jiwanya akan terikat di cincin itu,” ujar Aru.
“…Eh? Benar juga,” ujar Xiao Lee.
Rey menghela nafasnya, “Aru, apa yang harus aku lakukan?” tanya Rey.
“Berbicaralah sendiri kepadanya,” jawab Aru.
“Apa aku bisa?” tanya Rey.
“Tentu saja, gunakan Soul Synthesis dengan cara kau hanya mengalirkan energimu kepada Senior Kim Shu dan jika, dia menyambutmu maka kau bisa berkomunikasi denganmu,” ujar Aru.
“Mungkinkah, ini caramu berkomunikasi dan memanggilku Aru?!” ucap Rey.
“Iya … Kurang lebih seperti itu,” jawab Aru.
Rey mengikuti yang dikatakan Aru. Dia menutup mata untuk berkonsentrasi mengalirkan energi sihirnya di dada jenazah Kim Shu.
Tidak lama kemudian, kesadarannya pun berpindah. Rey berada di sebuah ruang gelap dan hanya ada seorang pria yang sedang duduk termenung sendirian dilantai. Rey yang melihatnya memberanikan diri untuk menghampirinya.
“Senior Kim Shu,” sapa Rey.
__ADS_1
Kim Shu pun mendengar sapaan dari Rey dan menoleh kebelakang.
“Siapa kamu?” ujar Kim Shu.
“Aku Rey.” Rey memberikan hormat dengan membungkukan badannya.
“Oh … bagaimana kau bisa masuk kesini?” tanya Kim Shu.
“Bolehkah, aku duduk terlebih dahulu,” ujar Rey.
“Silahkan!” jawab Kim Shu.
Rey pun duduk disamping Kim Shu. Kim Shu yang penasaran membuat dia melihat Rey dan bertanya. Kim Shu adalah sosok pria yang terus terang maka, dari itu dengan mudah dia bertanya.
“Bagaimana kau? Dan apa tujuanmu?” tanya Kim Shu.
“Aku disini karena Xiao Lee,” jawab Rey.
“Xiao Lee!!!” Kim Shu terkejut, “Bagaimana ku bisa mengenalnya?” tanya Kim Shu.
Rey pun mulai berbincang tentang pertemuannya dengan Xiao Lee dan keadaan yang terjadi yang membuat menangis.
“Aku tidak menyangka hari ini akan datang untuk bisa bertemu kembali dengan Xiao Lee,” ujar senang Kim Shu.
Rey terdiam dan hanya tersenyum mendengar ucapannya.
“Rey, apa kau bisa mempertemukan aku dengan Xiao Lee?” tanya Kim Shu.
“Aku akan mencobanya,” jawab Rey.
Seusai Rey merapalkan sihirnya. Muncul cahaya terang dibelakang Rey dan sosok Xiao Lee datang. Kim Shu yang melihat sosok Xiao Lee membuatnya berdiri dan menghampiri Xiao Lee begitu juga Xiao Lee yang melihat Kim Shu. Dia hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
“Istriku …” Kim Shu berjalan pelan menghampiri Xiao Lee.
“Ya, sayangku …” Xiao menjawab dengan nangisan haru dan senyuman.
Kim Shu yang sudah berada sangat dekat dengan Xiao Lee. Dia tidak menahan rasa rindunya dan memeluknya dengan erat.
“Aku rindu,” ujar Kim Shu.
“Aku juga,” sambung Xiao Lee.
Rey yang melihat mereka hanya terdiam dan tersenyum.
Tidak lama kemudian, mereka melepaskan pelukannya dan saling bertatap muka dan bertukar senyum. Setelah itu mereka melihat Rey dan melepaskan tangannya serta menghadap ke arah Rey.
“Terima kasih, Rey. Aku tidak tahu akan membalasmu dengan cara apa?”
“Aku juga berterima kasih kepadamu, Rey,” ujar Xiao Lee. Dia membungkukan badannya.
“Sama-sama semua. Sebenarnya aku hanya ingin bertanya Senior Kim Shu, apa kau bisa membantuku untuk mendampingi perjalananku untuk membantu Aru,” ujar Rey.
“Tentu, jika aku bisa membantu. Maka, aku siap membantu. Tapi, cara seperti apa?!” jawab Kim Shu.
__ADS_1
Xiao Lee yang berada disamping memegang tangan Kim Shu dan Dia juga menghadap kembali kearah Xiao Lee dan saling bertukan senyum.
“Rey, izinkan aku menjelaskannya,” ujar Xiao Lee.
Rey menganggukan kepalanya. Xiao Lee yang mendapat izin dari Rey. dia pun mulai bercerita dan tujuan Rey yang ingin meminjam kekuatan serta menempatkan jiwanya kedalam cincin pernikahaannya.
Kim Shu yang mendengar penjelasan dari Xiao Lee membuat hatinya senang. Dia kembali menghadap Rey dan berlutut satu kaki dihadapan Rey.
“Rey, aku dengan senang hati untuk membantumu dan terima aku untuk bisa mendampingi perjalanan takdir anda,” ujar Kim Shu.
Rey merasa tidak nyaman dan dia membangunkan Kim Shu, “Jangan seperti ini, Senior. Aku merasa berterima kasih jika Senior mau membantu,” jawab Rey.
Rey, Kim Shu, dan Xiao Lee saling bertukar senyum.
Setelah itu kesadaran Rey kembali dan melihat jenazah Kim Shu yang sedang berbaring peti batu.
“Rey, kau sudah dapat persetujuan dari Senior Kim Shu,” ujar Aru.
“Sudah,” jawab Rey.
“Begitu, syukurlah,” ucap Aru.
Rey memulai ritualnya dengan menempatkan cincin milik Kim Shu sebagai induk lingkaran dan jenazah Kim Shu. Setelah persiapan ritual selesai, Rey merapalkan sihirnya, “All Synthesis.”
Jenazah yang sudah dirapalkan menjadi mencair dan menyatu dengan cincin Kim Shu.
Setelah semua cairan menyatu, Rey mengambil cincin dan memeriksa data cincin tersebut.
[Nama: Kim Shu Ring],
[Kekuatan: +48],
[Daya tahan: tidak terpatahkan],
[Kualitas: S],
[Kemampuan Unik: Transmutasi Synthesis (Kemampuan untuk merubah benda, bahan, atau kualitas)],
[Synthesis: 1].
Rey terkejut dengan kemampuan yang didapatkan dari Kim Shu.
“Eee … kemampuan yang luar biasa,” ujar Rey.
“Hehe … itu karena anda juga berpadu dengan bakat yang dimiliki olehku sebagai pandai besi,” jawab Kim Shu.
“Oh … benar juga,” ucap Rey.
Beberapa saat kemudian Rey keluar dari gua melalui sungai yang berada dilantai bawah tanah pada gua tersebut. Setelah tiba didaratan berbeda nasib Rey belum juga beruntung. Beberapa Orc yang sedang berkumpul makan melihat kedatangan Rey yang basah kuyup.
“EEEE … Seriuskah ini!!” seru Rey.
\*\*\*
__ADS_1
Ilustrasi Kim Shu ( Sumber: mbak Google)