
Matanya yang menyala itu menatap Xing Shi dengan tajam. Sekilas, terdapat kilatan dendam yang tidak dapat perempuan itu mengerti.
Naga Ungu Surgawi kemudian tertawa kembali. Badannya yang besar benar-benar menutupi sebagian langit Alam surga. Wajahnya memancarkan kelicikan.
Lalu Ia membuka mulutnya, perlahan tapi pasti sebuah topan terbentuk dengan petir-petir ungu kehitaman yang kian berderak.
Secara alami, angin sekitar pun ikut bertiup dengan kencang yang membuat wajah Xing Shi tak sengaja tertampar. Napas perempuan itu lama-lama menjadi cepat.
Ia melihat Naga ungu Surgawi yang membuka mulutnya dengan amarah. Apa lagi yang ingin hewan ini lakukan?! Pikirnya geram. Terutama saat melihat tujuan serangan adalah dirinya.
Wajahnya menggelap, dengan susah payah gadis ini mencoba untuk mengubah posisi menjadi duduk. Kemudian, Ia memanifestasikan bola cahaya menjadi ribuan lapis pelindung di sekujur tubuhnya.
Gadis ini lalu berdiri, "Begitu inginnya kau untuk melenyapkan ku?" Tanyanya datar tanpa menoleh.
Naga ungu Surgawi menyipitkan matanya, "Ya.. dewa ini memang begitu ingin melenyapkan mu... Tapi, bukankah kau juga sama" Ia menyeringai lebar. Benar, ucapannya memang benar. Xing Shi memang begitu ingin menghabisi makhluk terkutuk ini.
Kalau ditanya mengapa? jelas Ia akan menjawab, "Melukai orang-orang Ku sama saja melukai diriku. Kau, membuat para kakakku terluka.. Bagaimana bisa Aku tidak memiliki hasrat untuk membunuhmu?" Matanya yang indah berkelip, tapi penuh kebencian.
Naga ungu Surgawi yang mendengarnya terkekeh jijik, kemudian Ia gerakkan ekor bawahnya menuju Xing Shi. Seketika awan-awan bergemuruh. Petir itu bergerak dari satu awan ke awan lainnya. Sesekali warna ungu juga terlihat menyambar.
Bibir atas Xing Shi terangkat, kemudian Ia melafalkan suatu kalimat. Sebelum perempuan itu terkena ekor Naga ungu Surgawi, sebilah pedang raksasa muncul didepannya. Warnanya putih keemasan, selaras dengan rambut halus perempuan itu.
SRING...!
DANG...
WOSHH....!
Udara bergelombang besar muncul yang membuat benda-benda disekitarnya terombang-ambing. Kepulan asap juga melesat dengan cepat diantara keduanya.
Sesaat mereka bertatapan. Terdapat kebencian yang sama besar menyelimuti kedua makhluk ini. Orang-orang bisa tahu bahwa sekarang Xing Shi dan Naga ungu Surgawi tengah bersitegang.
Tapi, Xing Shi yang tengah menghalau ekor petir Naga itu tiba-tiba menyadari sesuatu. Angin penuh petir, perempuan itu sudah tidak melihatnya lagi. Ia menengok kanan kiri. Tidak ada, menghilang..? Kemana perginya? Pikir perempuan itu gelisah.
Melihat bahwa sosok kecil didepannya bingung, Ia tersenyum. Tentu saja tidak bisa menemukan, Ia adalah makhluk agung. Apakah sebegitu mudahnya untuk dikalahkan? Pikirnya Arogan.
Namun apa yang tidak pernah Xing Shi harapkan muncul. Topan itu.. topan itu menuju kakaknya? Ia bisa melihat, topan ungu besar melesat kearah Xing Wu.
Perempuan itu menggertakkan giginya kasar. Ia menatap Naga ungu Surgawi yang sedang tersenyum dengan sangat geram.
"APA YANG KAU LAKUKAN HEWAN KEPAR*T!!"
Naga ungu Surgawi hanya tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa, lalu menjawab dengan santai, "Hm... Bukankah kau punya mata? Kenapa bertanya kepada dewa ini?" Ujarnya yang kemudian menjalarkan petir ungu kehitaman ke belakang badan Xing Shi.
Melihat bahaya di belakang, perempuan itu segera menggerakkan sayapnya. Seketika itu keluar akar-akar cahaya. Cahaya itu melawan balik petir ungu dengan ganas, tapi keduanya seimbang.
Xing Shi kemudian mengepakkan sayapnya. Ia melesat cepat kearah topan petir tanpa menghiraukan naga serba ungu yang masih bertengger di udara. Namun, sebelum itu terjadi, ekor Naga ungu Surgawi kembali datang menyerang. Suara berderak itu terdengar oleh Xing Shi. Ia kemudian menolehkan kepalanya, lalu menghindar kesamping.
Gadis ini lalu menciptakan ratusan pedang cahaya berukuran besar dalam satu waktu. Detik berikutnya, Ia layangkan benda-benda itu menuju Naga ungu Surgawi dengan sangat kasar.
Hewan ini begitu licik dan picik, Aku tidak tahu kenapa hewan sepertinya bisa ada di dunia dewa. Batinnya.
__ADS_1
Ratusan pedang itu lalu berputar di udara sebelum pada akhirnya menusuk sisik-sisik keras Naga ungu Surgawi. Hewan itu meraung. Elemen cahaya dan petir pada dasarnya memiliki tingkatan yang hampir setara.
Tentu saja, terkena serangan Xing Shi jauh lebih fatal ketimbang elemen milik Xing Wu dan juga Xing Liang. Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama bagian sisik bekas elemen cahaya.
Ia kemudian bergerak dengan cepat menuju perempuan berambut perak itu. Cakar-cakarnya terlihat. Detik berikutnya menjadi penuh dengan petir ungu. Lalu Ia tebas kan di udara kosong.
CTAR! CTAR!
SWISH...!!
Melihat Naga ungu Surgawi kembali menyerang, Ia dengan sigap melemparkan cakram cahaya. Benda itu berputar kemudian menabrak petir ungu dengan keras.
BOOMMM..!!
CTAR! CTAR!
Setelah cakram, di atas telapak tangannya kini muncul ratusan ribu bahkan jutaan titik cahaya yang kemudian memadat dan membentuk pedang emas berukuran tiga kali ibukota besar. Disekitarnya juga terdapat aliran angin yang bertiup ringan. Terpampang layaknya ular yang melilit batang pohon.
Seolah memegang pedang biasa, gadis ini lalu menggerakkan gagang emas dengan tangan putihnya hingga lagi lagi fluktuasi udara kembali datang di tengah badai.
SRING...!!
WOOSHH...
BANG!
Benda super besar itu bergetar tatkala menabrak kaki ungu yang keras bagaikan baja. Xing Shi dengan cekatan menambah energi spiritual nya lagi hingga pada akhirnya dua cakar, tidak. Dua kaki Naga ungu Surgawi terpotong.
"BERANINYA MEMOTONG KAKI DEWA INI!! BOCAH... BIAR DEWA INI BUAT DIRIMU MENJADI MALAIKAT TERJATUH!!!" Sesaat kemudian, Ia menciptakan puluhan bola dengan petir hitam dari dalam mulutnya. Bola itu saling berputar hingga melesat ke arah Xing Shi.
Xing Shi yang kurang persiapan, dengan cekatan menggunakan sayapnya yang lebar untuk melindungi diri. Ia yang sedang serius, tiba-tiba mengernyitkan keningnya. Mendadak Dia gelisah.
"Celaka!" Gumamnya seraya melirik ke belakang.
BOOMMM...!!
"ARGHH..!" Teriak Xing Wu.
"TIDAK! KAKAK WU!!" Wajahnya menegang.
Naga ungu Surgawi yang merasa bocah didepannya lengah, segera mempercepat laju puluhan bolanya.
BOOMMM..!!
"AKH!"
Xing Shi terhempas hingga menghancurkan daratan. Gadis itu meringkuk merasakan sakit di tubuhnya. Lalu Ia melihat sayap bagian kanan. Terdapat sobekan seukuran lima jengkal dengan arah vertikal. Sudut bibirnya juga kembali terasa manis.
Gadis ini menopang tangannya diatas tanah. Kemudian, Ia menyentuh kepala bagian atas. Sekilas terdapat cahaya ungu melintas di dahinya. Lalu, Ia membuka matanya seraya menghela napas berat.
Tampak, Dia bergumam yang lalu berdiri dengan kepala menghadap langit.
__ADS_1
"Tersisa 3 menit lagi... Ini cukup" Matanya menajam. Tapi, bila dilihat dengan jelas matanya tampak memerah. Urat-urat lehernya juga sedikit terlihat. Perempuan ini mencoba mengatur napasnya yang kian lama kian memburu.
Detik berikutnya, Ia terbang dengan cepat menuju sebuah Kubang raksasa yang masih memiliki bekas sengatan petir. Kecepatan ini bisa dibilang lebih lambat dari sebelumnya. Tentu saja penyebabnya karena luka-luka yang diberikan oleh Naga itu. Dia sungguh benci hewan itu. Setelah ini Dia akan membunuhnya.
"KAKAK!! KAKAK?!" Kemudian Xing Shi memangku kepala Xing Wu di pahanya. Terlihat kakaknya telah dipenuhi oleh darah segar. Hatinya terasa sakit.
Matanya mulai berkaca-kaca, "Maafkan Aku... Karena Aku, Kakak.... Kakak menjadi seperti ini.." Ucapnya dengan bibir bergetar. Xing Wu hanya tersenyum lemah. Tapi itu penuh kehangatan.
"Tidak apa Shi Shi kecil, aku baik-baik saja" Perempuan itu mengulurkan tangannya keatas hingga terlihat Ia mengacak-acak sedikit rambut Xing Shi.
"Tapi.. Tapi.." Xing Wu menurunkan tangannya hingga ke pipi adiknya, Ia kembali berkata bahwa dirinya tidak apa dan berkata lagi bahwa Xing Shi tidak perlu sedih. Kemudian secara perlahan matanya terpejam.
"KAK! KAKAK! JANGAN SEPERTI INI! KAK!" Jeritnya parau sembari menggoyang-goyangkan tubuh pucat Xing Wu.
Tiba-tiba Xing Liang telah berada disampingnya. Wajahnya tidak lebih baik dari Xing Wu. Lelaki ini berjalan dengan tertatih-tatih dengan satu tangan menyentuh tangan lainnya. Tampak menyakitkan.
"Shi'er... Tenanglah.. Wu'er masih hidup. Ia hanya tidak sadarkan diri." Tuturnya lemah lembut.
Xing Shi menghela napas lega, tapi itu berhenti tatkala melihat kondisi Xing Liang yang sangat mirip dengan mayat hidup. Gadis itu lalu mengusap air matanya kasar. Ia merasa sangat sedih tapi juga marah. Ini semua karena ulah naga busuk itu, pikirnya berkecamuk.
"Kakak... kembalilah." Ujarnya pelan. Ia mengibaskan tangannya, hal setelahnya yang terjadi adalah Xing Liang dan Xing Wu melayang di udara. Mereka juga telah dipenuhi oleh kabut emas.
Raut wajah Xing Liang memburuk. Terdapat memori yang sekilas muncul di otaknya. Dia baru menyadari satu hal. Dan hal ini sayangnya membuat dirinya merasa takut..
Takut bahwa, Adiknya.. Adiknya akan ...
"Shi'er, kakak ingin bertanya dengan serius. Apakah kau ingin menggunakan 'itu'?" Tanyanya yang membuat napas Xing Shi tercekat. Namun, hanya sementara.
Yang ditanya kemudian hanya tersenyum manis. Namun, itu malah membuat Xing Liang kian gusar.
"Ad-Adik Kau bercanda?! Apakah kau ingin mati?!"
"Aku tahu. Karena itulah Aku ada disini" Gadis itu tersenyum lagi. Tapi, kali ini sangat manis dan begitu tulus. Kemudian Ia mengibaskan tangannya. Seketika, Xing Liang dan Xing Wu melesat ke arah ribuan orang yang sedari awal telah dilindungi oleh pria sepuh.
Xing Liang menegang, Ia juga mencoba untuk meronta-ronta. Tapi tidak bisa. Matanya berkabut. Terdapat kumpulan air yang membuat matanya terlihat berkaca-kaca.
"SHI'ER, JANGAN LAKUKAN ITU! KUMOHON, JANGAN!!! SHI'ER! SHI'ER!!!" Teriaknya parau dari kejauhan.
Xing Shi hanya tersenyum, detik berikutnya Ia mengucapkan sepatah kata yang membuat Xing Liang meneteskan air mata.
"Maafkan Aku"
..._____________________...
...🍁[Bersambung... ]🍁...
...……………………………………………...
...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...
...See U~...
__ADS_1
...-Marionatte Rose-...