Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
50. Racun Teratai Hitam


__ADS_3

Aku segera berdiri di depan para adikku dengan perasaan campur aduk. Memang benar bahwa Shangguan Yue telah menyelamatkan kami, Aku sungguhlah bersyukur. Akan tetapi, bagaimana jika Ia sebenarnya saat ini sedang 'menangkap' dan bukan berniat untuk menyelamatkan?


Setelah melalui banyak hal, kepercayaanku dan pemikiranku telah berubah; Di sini maupun seterusnya, Aku harus melindungi para saudara-saudariku karena hal tersebut merupakan tanggung jawabku, namun di kala ini, Aku merasakan perasaan gugup yang teramat tidak kecil! Apalagi, sekarang kami dibawa ke suatu tempat yang sepertinya jauh dari jangkauan para manusia lain.


Seolah memahami pemikiranku, perempuan di depanku ini, malah tersenyum tipis kembali. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya itu.


"Wahai penyandang marga Fang, jika bukan karena nona ini, kalian semua cepat atau lambat akan mati dalam kurun waktu 5 jam!"


"Apa maksudmu?!" Aku menekuk wajahku tidak senang.


Shangguan Yue mendengus, "Benar-benar bodoh...!" gumamnya pelan namun masih bisa kami dengar.


"Apa maksudmu, Hah?!" balas Fang Shan ingin memukul Shangguan Yue, tetapi segera Aku hentikan. Aku memahami bahwa tidak semua adikku ini memiliki temperamen yang tenang, tetapi paling tidak, Aku tidak akan membuat mereka melakukan tindakan penuh gegabah yang mana malah akan mencelakai diri sendiri!


"Hentikan Shan'er," bisikku serius kepadanya.


Tak lama kemudian, muncul lagi seseorang yang bahkan membuatku kian waspada. Ia memiliki aura intimidasi yang bahkan jauh lebih kuat daripada para jenderal yang pernah Aku temui dahulu. Tetapi, sungguh, Aku berharap bahwa Ia bukanlah musuh.


"Nona Yue, siapakah mereka ini?" tanya seorang perempuan cantik dengan rambut putih dan mata perak bagaikan salju putih yang bersih. Perlu kuakui bahwa kedua perempuan di hadapanku ini, memiliki kecantikan yang berada di atas rata-rata wanita pada umumnya.


"Hm ... Bai Tian'e ... mengapa kau ada di sini?"


"A-lin tengah berada dalam meditasi jangka panjang, Aku di sini atas permintaannya untuk memastikan bahwa Hutan Mutiara baik-baik saja."


"... Tapi siapa sangka, bahwa Saya akan bertemu dengan Yang Mulia di sini dan merasa cukup tertarik mengenai mereka," jelas perempuan itu- Bai Tian'e menatap kami penuh minat.

__ADS_1


"Oh, apakah darah angsa langitmu itu mulai mendidih?" tanya Shangguan Yue datar.


Tersenyum manis, "Ya, yang mulia, itu memanglah benar! oleh karenanya, Saya cukuplah penasaran. Hanya saja ... sepertinya mereka bahkan tidak akan bisa mempertahankan hidup mereka hari ini; sungguh malang..."


Ucapan Bai Tian'e bahkan lebih membuat kami merasa khawatir, jadi apakah kami akan benar-benar mati kali ini? sungguh, di manakah dosa kami ini hingga menyebabkan kemarahan takdir?


Aku dan juga adik-adikku benar-benar tidak bisa berhenti merasakan rasa gugup. Bahkan setelah dilepaskannya tanda budak itu, Aku pikir kami dapat hidup bebas setelahnya. Namun, itu sungguh lah bualan hatiku semata saja, rupanya aku masih naif.


Aku tersenyum kecut, lalu berbicara dengan nada sedih, "Jadi ... kami akan mati? Bisakah kami mengetahui mengenai alasannya ..."


"Kak..." gumam beberapa adikku berkaca-kaca. Hu'er yang telah tersadar bahkan memegang erat lengan bajuku itu, merasa bahwa, apakah pada akhirnya tetap sama saja? tetap akan mati tanpa adanya usaha untuk membangkitkan Kerajaan Han Timur kembali? Lalu bagaimana dengan dendam atas tercemarnya nama baik seluruh keluarga dan bahkan nama Kerajaan Han Timur itu sendiri? Apakah mereka akan tetap menerima keadaan di mana mereka selalu dipojokkan dan pada akhirnya mati tanpa bisa berbuat apa-apa?


"Betapa tidak berbaktinya..." Aku berkata demikian di dalam benakku.


Mata perempuan kecil itu, Shangguan Yue, hanya memancarkan rasa dingin yang terlalu dingin. Aku tidak dapat menebak apa niat sesungguhnya yang selama ini Ia miliki.


"Sepertinya racun lama ..." sambung Bai Tian'e memeriksa tubuh kami dengan seksama.


"Ya. Apakah Kau memiliki solusi, Bai Tian'e?" tanya Shangguan Yue.


"Apakah nona ingin menyelamatkan mereka...?" tanya balik Bai Tian'e itu.


Ia tampak berpikir sesaat sebelum mengatakan, "Ya."


Bai Tian'e agak tertegun, namun tetap mengangguk tanda bahwa Ia mengerti. Tak lama setelahnya, Bai Tian'e tiba-tiba mendekat. Ia kemudian memukul beberapa titik peredaran darah maupun beberapa titik dantian vital kami secara bergantian dalam waktu yang bahkan cukuplah singkat. Hal tersebut tentu saja membuatku terkejut!

__ADS_1


Kala Aku memutar kepalaku untuk melihat keadaan para adikku, mendadak cairan merah mengalir secara perlahan dari masing-masing mulut kami.


"Urk-"


Aku membuka lebar-lebar kedua pupil ku itu. Rasa nyeri pada berbagai titik tubuhku ini...! rasanya bahkan ingin hancur menjadi lebur! Ini sangatlah menyakitkan dan tidak ada satu kata pun yang dapat membuatku lebih baik dalam menggambarkan perasaan mengerikan ini.


Sungguh...! ini amatlah menyakitkan sampai-sampai kami bahkan tidak mampu untuk berdiri lagi dan tubuhku ini rasanya mulai berubah kaku entah karena alasan apa. Tetapi yang jelas, penyebabnya kemungkinan besar karena efek samping dari racun tersebut dan...


"Sebetulnya...! racun...! apakah ... ini ...?!" tanyaku dengan susah payah. Meskipun ini sangatlah sakit dan sakit hingga mulutku masih belum bisa berhenti mengeluarkan aliran darah, akan tetapi Aku tetap ingin tahu! apabila kami benar-benar akan mati, setidaknya kami mengetahui dengan jelas penyebabnya dan apa pun itu racunnya!


"Itu adalah racun teratai hitam, Nak," jawab Bai Tian'e rendah, penuh tanda tanya.


"Racun...! teratai hitam...?!" balasku agak terkejut.


"Hm ... racun teratai hitam, salah satu dari sepuluh racun destruktif yang dimiliki oleh dunia manusia ... siapa sangka, kerajaan Han Timur kalian itu, memilikinya? sungguh layak sebagai kerajaan dengan sejarah panjang di dunia ini ..." ujar Shangguan Yue agak tertarik.


Aku tidak bisa menutupi rasa bingung di hatiku ini, akan tetapi, Aku tidak mampu untuk berpikir kembali tatkala rasa nyeri pada setiap inci tubuhku itu kian menjadi-jadi, bahkan beberapa saudaraku yang ada juga sampai tidak tahan untuk berteriak kencang saking sakitnya.


Menghela napas sesaat, "kalian semua, dengarkanlah instruksi ku ini. Sekarang ambil posisi lotus dan sebisa mungkin tahanlah rasa sakitnya; Kalian hanya perlu bertahan saja, Aku akan mencoba menyembuhkan kalian dengan energi alam..." ujar Bai Tian'e.


Karena tidak memiliki pilihan lain, Aku dan para adikku dengan terpaksa melakukan apa yang telah perempuan dewasa itu instruksikan.


"Ini tidak akan berhasil..." gumam Shangguan Yue cukup dingin.


Aku jelas saja mendengarnya, lalu Aku tidak tahan untuk bertanya, walaupun saat ini aku sangat kesulitan untuk berbicara, "Shang ... Guan ...Yue ... Mengapa ... Kau ... menolong ... Ka- mi?"

__ADS_1


Ia melirik sinis diriku dan berkata dengan nada dingin, "Diamlah, apa pun itu alasannya, Aku selalu melakukan hal-hal berdasarkan keuntungan."


__ADS_2