Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
27. Serangan Balik


__ADS_3

"Kemari lah..."


"Kemari lah..."


"Kemari lah..."


Shangguan Yue yang berada di dalam kegelapan hanya bisa menengok ke segala arah. Perempuan ini sedikit linglung, karena tidak dapat melihat ataupun merasakan kehadiran sosok tersebut. Tapi Ia tidak peduli, yang Ia inginkan hanyalah keluar dari sini!


"SIAPA KAU!! JANGAN MENGGANGGUKU! KENAPA AKU ADA DISINI?!!"


"Kemari lah..."


"JAWAB!!!"


"Kemari lah..."


Napasnya memburu tatkala tidak ada jawaban. Suara misterius yang selalu bergema, kemudian mulai berhenti.


"..."


"KAU-!!!"


"HA...! BAWA AKU KELUAR!!!"


"..."


Jika saja ada cahaya di tempat tersebut, dapat dipastikan bahwa Shangguan Yue benar-benar dalam keadaan penuh amarah. Perempuan ini mengatupkan kedua giginya, sangat tidak suka.


"BAWA AKU KELUAR DARI SINI!!!" Teriaknya lagi.


"..."


"KAU-!! KELUAR! KENAPA MEMBAWAKU KEMARI SIALAN!!"


"..."


Lagi-lagi tidak ada jawaban.


Gadis mungil ini mengepalkan tangannya kesal. Ia lalu berjalan.


Satu langkah.


Dua langkah.


Tiga langkah.


Tiba-tiba gadis mungil ini mendengar suara tetesan air. Semakin jauh Ia berjalan, suara tetesan air tersebut kian terdengar, hingga detik berikutnya...


Byur!!


Perempuan ini tercebur, meninggalkan fluktuasi air di atas permukaan yang Ia injak. Mata gadis mungil ini melebar tidak percaya.


Blub!


Blub!


"Gah...!"


Blub!


Blub!


Aku tidak bisa berbicara ... dan sulit untuk bernapas..? Tidak mungkin, Aku adalah pengguna elemen air! Ba ... Bagaimana bisa? Tidak! Aku harus keluar dari sini, aku harus membunuh mereka! Batinnya kacau.


Blub!


Blub!


Perempuan ini mengayunkan kedua tangannya di dalam air, berniat untuk berenang. Namun, semakin Ia bergerak, semakin dalam juga Dia tenggelam. Bukannya bergerak ke atas, perempuan ini malah terdorong ke bawah, seolah-olah ada sesuatu yang sedang menariknya.


Blub!


Blub!


Blub!


Blub!


Apa ... Apa yang terjadi? Batin perempuan ini mengernyit bingung.


Tidak! Aku harus keluar! Ada dendam yang harus dibalas kan!! Tidak! Aku tidak ingin terus berada disini!


Blub!


Blub!


Blub!


Mata gadis ini memerah. Ia dengan sekuat tenaga terus mengayunkan tangannya seakan tidak peduli. Yang Ia inginkan hanyalah keluar dari sini, lalu bunuh mereka.


Sudah berapa banyak orang yang terbunuh didepan matanya. Ia tidak bisa mempercayai ini, tapi semua, mereka semua mati karena dirinya! Betapa tidak berguna nya perempuan ini. Ia merasa seperti itu.


Kakak Zhu...! Kakak Yun...! Maafkan Aku ... Aku sungguh tidak berbakti ... Tidak berguna! Pengecut! Penakut! Dan beban! Batin Shangguan Yue hampir menangis lagi.


Blub!


Blub!


Blub!


Blub!


"Kenapa Kau ingin keluar...?" Tiba-tiba suara misterius itu kembali berbicara. Suara itu bergema di dasarnya air. Terdengar berat, berwibawa, dan terselip nada misterius di baliknya.


Gadis mungil ini menatap sekeliling yang serba hitam dengan tatapan tidak suka. Ia menekuk dahinya, terdapat tiga garis hitam.


Blub!


Siapa Kau? Apa Kau yang membawaku ke tempat aneh ini? Batin Shangguan Yue menggertakkan giginya.


"Siapa Aku...?"


"Aku..."


"... Adalah Kau...!"


Perempuan ini mengernyit bingung, Apa yang Kau bicarakan?! Jangan omong kosong! Bawa Aku keluar!


"Hahahaha...!"


Perempuan ini mendadak merinding. Tawa barusan begitu sombong dan juga menakutkan, tapi Ia tetap tidak suka.


Kenapa Kau tertawa!


"Karena... "


"... Aku mendengar suatu lelucon..."


"Kau ... omong kosong..."


"... Bukannya Aku..."


"... Shangguan Yue..."


Blub!

__ADS_1


Apa maksudmu?!


"Kau lebih mengerti itu lebih jelas daripada Aku..."


Lagi-lagi gadis mungil ini menekuk alisnya dengan mulut terangkat.


Blub!


Jangan bercanda denganku! Bawa Aku kel-


"Lemah...!" Ujar sosok itu dengan nada rendah, namun penuh keremehan jika didengar.


"Sadarlah Shangguan Yue ... Kau hanyalah bocah ingusan yang lemah..."


Perempuan itu menggertakkan giginya dengan keras.


Aku tahu!


"Kau tidak tahu..."


"Setelah keluar..."


"Apa yang ingin Kau lakukan...?"


"Balas dendam...?"


"Membunuh mereka...?"


"... Atau..."


"..."


"Bunuh diri...?"


Deg!


Apa ... Apa yang Kau bicarakan...?! Aku tidak mengerti...!


"Kau mengerti..."


"Jangan memaksakan keberuntungan..."


"... Shangguan Yue..."


"Kemari lah..."


"... Datanglah kepadaku..."


Kenapa harus...! Batin Shangguan Yue mendecak kan lidahnya.


"Sudah Aku katakan..."


"Kau lemah..."


"Dari sini, apakah sudah mengerti...?"


Shangguan Yue memasang wajah campur aduk. Benar, dia hanyalah bocah lemah, sangat lemah, bahkan menjadi seorang beban. Jika keluar dari sini, juga benar, sama saja dengan bunuh diri. Alasannya? Sudah jelas, Ia lemah!


Blub!


Blub!


Mata perempuan ini terbuka teduh, Ia kemudian menyusuri warna hitam disekitarnya. Terdapat raut pasrah dan tanda tanya besar tentang kenapa dan dimana saat ini Ia sekarang. Tapi, bukan itu yang lebih penting.


Blub!


Jika ... Jika Aku ... Mendatangimu, Apa yang akan Kau lakukan...? Tanya perempuan ini ingin tahu.


Sosok itu tampak tertawa keras hingga mengguncang air dan menciptakan gelombang tidak kasat mata.


"Kau..."


"Shangguan Yue..."


"Akan mendapatkan apa yang Kau mau..."


Apa ... yang Aku mau?


"Ya..."


"Kau memanglah lemah..."


"Tapi, mereka juga salah..."


"Mereka menindas yang lemah..."


"Apa Kau marah...?"


Shangguan Yue mengatupkan kedua giginya hingga saling bergesekan dan menimbulkan bunyi. Itu benar, Ia sangat marah!


"Mereka, merendahkan kalian..."


"Manusia..."


"Mempermainkan kalian..."


"Menyiksa kakakmu..."


"Dan membuat kakak perempuanmu bunuh diri..."


"Apakah juga marah...?"


"Ataukah..."


"Benci...?"


Deg!


Jantung gadis mungil ini berdetak dengan kencang. Napasnya menjadi kian memburu, karena semua yang dikatakan sosok tersebut merupakan benar. Bahkan kebenciannya teramat dalam karena kedua orang itu merupakan saudara yang paling dicintainya.


"Dendam..."


"Kau, pendendam..."


"Apa Kau ingin..."


"Membalas mereka...?"


Ya...!!! Geram perempuan ini dengan emosi yang kian tidak stabil.


"Membunuh mereka?"


Tanpa Shangguan Yue sadari, secara perlahan, tubuhnya yang melayang di dalam air semakin tenggelam dan tenggelam. Rambut pirang perempuan ini terlihat melayang dibawa air, tatkala cahaya merah menyeruak dari bawah tubuhnya.


"Bunuh...?"


Ya...! Aku sangat ingin! bahkan jika mereka ada jutaan, Aku...! Sangat ingin...!! Balas gadis mungil ini yang sudah termakan oleh emosi. Tujuh dosa besar, kemarahan.


"Bagus..."


"Kemari lah..."


"Datanglah kepadaku..."


"Shangguan Yue...!!"

__ADS_1


Blub!


Blub!


Detik berikutnya, ribuan tangan berwarna merah tampak mengulurkan tangan hingga hampir menutupi sebagian tubuh Shangguan Yue. Sedangkan gadis mungil itu sendiri, sudah dalam keadaan mental yang penuh dengan kata kebencian.


Ia tidak menyadari, bahwa tiba-tiba disaat rautnya yang bagai penuh emosi menjalar, kumpulan tangan merah itu telah menggenggam tangan, kaki, leher sampai rambutnya dengan erat.


"Dendam lah..."


"Bunuh lah mereka..."


"Aku..."


"Akan membantumu ... diriku..."


Perlahan, tangan merah nan lentik mulai menutupi kedua mata Shangguan Yue, hingga gadis mungil itu benar-benar tenggelam di dalamnya ruang dendam tanpa batas.


"Akan Aku bantu..."


"... Sampai Kau..."


"Tidak dapat melepaskan diri..."


"Dari ini semua..."


"Shangguan Yue...!" Mendadak sosok tersebut memunculkan wajahnya dengan sudut mulut tertarik keatas. Penuh kemenangan dan kelicikan memang.


.


.


.


Teng...!


Teng...!


Teng...!


Suara lonceng yang berbunyi di kepala Shangguan Yue semakin berdentang keras. Jantung gadis mungil ini juga berdetak dengan kencang hingga beberapa nadinya ikut berdenyut.


Walaupun Shangguan Yue merasa ada di tempat yang serba gelap, nyatanya tubuh gadis mungil ini masih terduduk lemas di atas hamparan hijau dengan posisi yang sama. Tidak berubah.


Sudah berapa menit perempuan ini berbicara dengan sosok misterius? Tiga menit? Lima menit? Namun di luar tubuhnya, hanya telah menggerakkan denting waktu sebanyak 5 detik. Dan tentunya, kumpulan sosok berjubah hitam masih berdiri disana.


Sosok tampan menghembuskan napas, "Apakah perlu untuk membunuh gadis cantik itu?"


Melirik sekilas, "Apa kau ingin membangkang?" Balas sosok berjubah besar dingin tanpa menjawab.


"Yah ... tidak juga, hanya bertanya, hanya bertanya...!" Balas pria tampan dengan nada kesal.


Mata sosok berjubah besar berkilat dingin, "Jangan terbuai oleh keindahan duniawi!" Kemudian, sebuah tombak hitam muncul kembali di atas tangan pria itu.


"Sekarang giliran mu," Ujar pria itu sedikit kesal karena serangan awal miliknya digagalkan oleh Shangguan Yun.


Wosh...!!


Segera benda itu melesat memotong udara hingga jarak antara tombak milik sosok berjubah besar dengan Shangguan Yue tinggal menghitung jari.


Tapi, mereka tidak menyadari satu hal. Bahwa, gelang yang dikenakan oleh Shangguan Yue sedikit bersinar. Secara perlahan, aliran abu-abu bocor dan mulai mengelilingi gadis mungil ini.


Kumpulan berjubah hitam yang terlalu berpikir remeh, membalikkan badan berniat pergi dan menemui tuan mereka untuk melaporkan jika urusan disini telah usai.


Sekitar 10 sentimeter lagi tombak hitam akan menembus dada kiri Shangguan Yue, tapi sebelum itu terjadi, tombak hitam patah dan hancur lebur menghilang terbawa angin.


WOSH...!


KRTAK!


BOOMMM...!


Kumpulan berjubah hitam mendadak mengalami stagnasi. Dengan raut aneh dan sedikit terkejut, mereka berbalik. Kini yang mereka lihat hanyalah kepulan asap dengan bau khas.


Detik selanjutnya, kepulan asap tersebut mulai menipis yang menampilkan Shangguan Yue dengan kondisi berbeda.


Tatapannya yang datar nan dingin, penuh rasa akan haus darah. Bola matanya juga menciptakan halo berwarna perak dengan sinar terang berkedip tiap detik. Selain itu, beberapa surai gadis mungil ini telah mengubah diri menjadi warna serupa. Yang jelas, ini semua membuat kumpulan berjubah hitam mengucurkan keringat dingin.


"Hancur?" Gumam sosok berjubah besar mengernyit heran.


"Apa ... Ada apa dengannya?" Tanya salah seorang seraya mengelap dahinya yang basah.


"En-Entahlah, tapi ... kenapa Aku berkeringat?" Sahut yang lain sembari mengipasi diri dengan apapun itu yang bisa digunakan, bahkan jika itu kain jubahnya sendiri, akan Ia gunakan.


"Ada yang salah!" Gumam sosok tampan dengan kaki gemetar.


Pria ini tersenyum. Ia mulai menenangkan diri dan berjalan mendekati Shangguan Yue.


"Gadis cantik, Kau tidak mati?" Tanya pria ini berniat memegang pundak perempuan itu.


Tapi naas, Sebelum jari kotornya menyentuh Shangguan Yue, tubuhnya yang tinggi mendadak terhempas ke tanah dengan keras.


BOOMMM...!


"ARKH!" Teriaknya tertahan.


"Jangan menyentuhku!!" Ujar Shangguan Yue dingin dengan tatapan membunuh.


Wajahnya yang datar kemudian menatap segerombolan orang berjubah hitam. Ia mengulurkan tangannya ke depan, seperti sedang menunjuk, lalu sedikit menurunkan jarinya.


"Jatuh!"


BOOMMM...!!


Mereka semua mendadak ikut terhempas ke tanah dalam waktu yang sama. Kumpulan berjubah hitam itu lalu menatap Shangguan Yue dengan horor.


"Aku ... Aku tidak bisa bergerak!"


"Aku juga"


"Apa-apaan bocah itu? Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini?"


"Tidak tahu, tapi... tapi auranya mirip seperti Tuan Besar!" Sahut yang lain gemetar.


Tanpa menghiraukan orang-orang yang takut kepadanya, Shangguan Yue, gadis mungil ini mengangkat tangan bagian kiri. Terlihat mencengkram udara. Detik berikutnya, udara yang kosong digantikan oleh leher sosok tampan.


Pria itu meringis kesakitan. Tatapannya tampak seperti sedang melihat hantu. Amat ketakutan dia, amat ketakutan!


"Apa Kau takut?"


...___________________...


...[Bersambung... ]...


...…………………………………………...


...Maaf sekali, kemarin Saya benar-benar sibuk sampai harus ngelembur. Jadi, tidak sempat untuk menyelesaikan bab ini 🙏😅...


...…………………………………………...


...Guys, Jangan lupa like dan komennya~...


...It's easy guys~...


...See U~...

__ADS_1


...-Marionatte Rose-...


__ADS_2