Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
9. Pertarungan Sengit!


__ADS_3

BOOOMMMM..!!!


JDAR!! JDARR!!


WUNG..


DRRTT!!


Kedua serangan akhirnya bertemu. Fluktuasi udara bergelombang kencang hingga badai sedikit menyingkir.


Suara berderak kian memburu tatkala menubruk trisula api emas. Xing Liang, dengan usaha yang besar mencoba mendorong bola itu kebawah. Tapi, itu sangat sulit.


Naga ungu Surgawi tahu apa yang ingin dilakukan pria tampan itu. Ia hanya tersenyum remeh. Kekuatannya adalah petir, salah satu elemen terkuat di tiga dunia. Ingin mengalahkannya dengan api emas? Apa itu, ini hanyalah permainan anak kecil.. Pikir Naga itu sombong.


Melihat bahwa kakaknya kesulitan, Xing Wu kemudian melilit trisula emas dengan naga es nya, mencoba untuk menggabungkan dua elemen yang memang berlawanan.


Mengerti apa yang sedang dilakukan Xing Wu, kemudian Tangannya ia gerakkan sedikit. Trisula emas seketika berputar. Sedangkan, pedang dan cakram Xing Shi masih gadis itu diamkan. Karena memang belum waktunya untuk Ia menyerang.


Trisula yang Xing Liang putar kini, muncul dua warna yang saling melilit. Dapat dilihat trisula raksasa itu sekarang telah ditutupi oleh kobaran api emas kebiruan dan juga biru es.


Dua elemen ini berputar dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Setelah itu, naga es milik Xing Wu berevolusi menjadi naga Yin Yang.


"ROARGGH..!!" Naga Yin Yang meraung, kemudian bergerak cepat kearah bola petir. Naga itu tampak menggigit sebagian permukaannya. Tak lama kemudian, bola petir milik Naga ungu Surgawi sedikit berubah menjadi es dengan hawa api yang panas.


Alhasil, sekiranya satu mil ujung bola petir telah berubah menjadi bunga es besar dengan api panas yang masih menjalar-jalar didalamnya.


Api emas adalah satu dari sekian api terkuat. Walaupun, untuk energi korosif jauh lebih baik petir milik Naga ungu Surgawi tapi itu hanya dua tingkat. Dengan bergabungnya Air kuno milik Xing Wu, efek kehancurannya meningkat dengan pesat.


Xing Liang dan Xing Wu berpandangan, mereka kemudian saling berbagi jempol dengan senyum lemah.


Xing Shi tersenyum. Kemudian, Ia mengarahkan dua pedang raksasanya menuju bagian yang terkena dampak dari Naga Yin Yang.


BOOMMM....!!!


KRAK!!


Ia berhasil mendorong hingga bola itu turun puluhan meter. Dengan cekatan, ketiganya lalu saling mengkombinasikan formasi yang telah mereka buat.


Trisula emas, empat pedang, dua cakram dan naga Yin Yang turun kebawah. Trisula emas menghantam bola petir, kemudian ia hantarkan api-api emasnya disekitar bola petir hingga terbentuk kobaran bara yang menyengat.


Empat pedang juga ikut menghantam bola petir, dengan elemen cahayanya, gadis itu menyalurkan sulur-sulur cahaya kedalam inti bola raksasa itu. Pedangnya adalah serangan, tapi juga alat kamuflase.


Bola petir itu masih berderak-derak, dengan kilat ratusan petir menyambar tombak emas, dan pedang cahaya. Warna ungu kehitaman dengan cepat merambat ke tubuh trisula dan pedang.


JDAR!! JDARR!!


aliran darah mengalir deras dari sudut bibir Xing Shi dan Xing Liang. Keduanya hanya acuh tak acuh. Tidak peduli apapun, yang jelas adalah mengalahkan inti dunia dewa termasuk rohnya. Pikir kakak beradik itu.


Keduanya kemudian menekan tangan kebawah, sesekali tangan mereka bergetar, tapi itu tidak membuat mereka putus asa. Xing Shi mengeraskan rahangnya, tampak bulir-bulir keringat membasuh sebagian wajahnya yang cantik.


Xing Liang tak berbeda jauh. Dengan kuat, Xing Shi lalu menggerakkan tangannya lagi hingga keempat pedangnya menusuk bola petir hitam. Terlihat, dari balik petir muncul beberapa titik putih.


Dari ratusan kini menjadi ribuan titik besar yang kemudian mencuat dari bola petir hingga menampakkan pilar-pilar cahaya sampai menembus awan. Melihat kesempatan, Xing Liang kemudian kembali menebaskan trisula emasnya kearah bola petir.


Seketika itu, bola petir terbelah menjadi dua bagian. Benda itu terjatuh dari puluhan ribu kaki hingga menyebabkan fluktuasi udara yang teramat kencang.

__ADS_1


Pepohonan kering dibawahnya terombang-ambing oleh angin, tak hanya itu. Angin kencang juga menerpa wajah Naga ungu Surgawi hingga membuatnya semakin kesal.


Sedangkan orang-orang dibawah mengharuskan diri menutupi wajah agar tidak terkena debu dan terpaan udara yang dapat menyayat kulit mereka.


Xing Shi, lalu melepaskan dua cakramnya. Dua benda itu berputar-putar di udara yang lalu menebas dua bongkahan bola hingga ribuan kali.


Dengan kecepatan cahaya, bola petir yang tadinya hampir merusak daratan seketika meledak dan hancur.


BOOOMMM...!!


Drrtt... drrttt...


Suara berderak secara perlahan menghilang bagai ditelan bumi. Tapi, daratan disekitarnya telah berubah menjadi Kubang seukuran danau raksasa. Beruntung, tidak ada makhluk di sana. Namun, gempa tetap dapat dirasakan hingga bermil-mil jauhnya.


Para penghuni Alam surga seketika merasa ngeri, goncangan di darat kali ini jauh lebih lama dari sebelumnya hingga membuat beberapa dari mereka tergelincir.


Pria sepuh yang tadi telah membuat array mengernyitkan keningnya. Terdapat tiga garis hitam. Ternyata, efek ledakan jauh lebih buruk daripada yang Ia kira.. Pikirnya mendesah.


Disekitar Kubang juga membentuk belasan lembah besar yang panjangnya mencapai 4 mil. Xing Shi yang melihatnya agak merasa bersalah. Tapi yasudah lah, biarkan ini menjadi kenang-kenangan. Ia tersenyum misterius, tapi itu hanya sementara.


Kemudian, cakram cahaya raksasanya Ia arahkan ke naga ungu Surgawi. Xing Wu juga begitu, naga Yin Yang nya melesat dengan badan meliuk-liuk.


"ROOARRGHH..!!"


Naga ungu Surgawi yang merasa ditantang, segera menyemburkan gumpalan petir ungu kehitaman kearah Naga Yin Yang. Naga milik Xing Wu kembali meraung, Ia juga menyemburkan asap biru yang teramat dingin namun panas bila disentuh.


Dung..!!


Dua gumpalan yang mirip seperti rudal itu bergerak hingga saling menabrak. Fluktuasi akhirnya pecah lagi di udara kosong. Kumis Naga ungu Surgawi melayang-layang, Ia tidak pernah menyangka bocah-bocah bau itu dapat menghancurkan serangan petir nya.


Harus Ia akui, ketiga anak muda yang melawannya sangat kuat. Meski begitu, masih tidak bisa menghentikannya. Ia menyeringai, setidaknya ini menjadi menarik. Pikirnya.


DUNG...!!


Xing Shi mengepakkan sayapnya sedikit, lalu kedua cakram raksasanya bergerak melewati kepulan asap bekas terjadinya bentrok antar dua serangan.


Naga ungu Surgawi yang melihat adanya dua cahaya yang kian lama kian membesar segera menyingkir. Tapi, tubuhnya yang besar dan panjang tidak bisa tidak terkena cahaya itu.


Mendadak Ia meraung kesakitan, cakram raksasa seukuran satu mil menghantam sisiknya. Dua cakram itu berputar-putar seperti alat penggiling yang ingin memotong makanan.


Xing Shi tersenyum tipis, lalu Ia menekan cakram agar lebih kuat menindas sisik Naga ungu Surgawi. Selain cakram, perempuan itu juga menusuk sisik-sisik Naga ungu Surgawi menggunakan empat pedangnya.


Xing Liang juga ikut membantu. Dengan trisula emasnya, benda itu Ia layangkan di kaki Naga ungu Surgawi hingga terjerat di tanah.


Naga ungu Surgawi kembali meraung. Tapi, ketiga anak muda itu tidak peduli. Tak ingin membuang-buang waktu, Naga Yin Yang milik Xing Wu meliuk-liuk di udara, lalu dengan cepat melilit kepala Naga ungu Surgawi hingga hewan itu sendiri kesulitan bernapas.


Xing Shi menjalarkan ratusan akar cahaya dari pedangnya hingga merambat beberapa mil di tubuh Naga ungu Surgawi. Kobaran api membara juga ikut memanasi tubuh hewan itu.


Saat ini keadaan Naga ungu Surgawi tidak ubahnya dengan hewan Iblis yang tengah dihukum oleh para dewa. Tubuhnya dipenuhi oleh kobaran api, dan ratusan akar cahaya. Tidak hanya itu, bagian lehernya juga mulai membeku namun terasa panas yang menyengat.


Mata merahnya berkilat. Terdapat kemarahan yang mendalam dari dalam dirinya.


"ROOARRGHH..!!" Naga ungu Surgawi meraung ke langit. Ia mulai melayang di udara seraya mengibaskan-kibaskan tubuhnya. Badannya yang panjang tampak meliuk-liuk di langit.


Hewan itu naik ke atas permukaan awan, lalu kembali meraung dengan ganas. Kemudian turun dari awan.

__ADS_1


BAAMM..!!


Hewan itu menjatuhkan diri ketanah hingga sekitarnya berubah menjadi Kubang dengan retakan menyerupai sarang laba-laba disekitarnya.


Naga ungu Surgawi menggeliat, kaki kanannya Ia buat penuh petir ungu lalu Ia tebas trisula emas milik Xing Liang.


CTAR! CTAR!


SWISH...


KRAK!


BOOM...!!


Xing Liang yang berada diatas langit tiba-tiba mengeluarkan seteguk darah segar. Itu lebih dari sekali. Wajahnya berubah pucat. Lebih pucat dari sebelumnya.


Xing Shi yang melihatnya merasa cemas, namun sebelum Ia terbang menghampiri Xing Liang. Kakak perempuannya yang berada jauh darinya juga mengeluarkan seteguk darah segar lalu terbatuk-batuk hingga terlihat Ia memegang dadanya yang terasa sakit.


"KAKAK APAKAH KALIAN BAIK-BAIK SAJA?" Teriaknya khawatir.


Tapi mendadak, disela-sela antara Xing Liang dan Xing Wu muncul bayangan hitam besar nan panjang. Naga ungu Surgawi kemudian memunculkan wajahnya. Ia tampak menyeringai.


Detik berikutnya, ekornya yang panjang dan penuh petir ungu kehitaman menebas udara hingga Xing Liang dan Xing Wu terjatuh ke daratan dengan kasar.


"KAKAK!!"


BAAMM....!!!


"ARGGKH!!" Teriak keduanya merasa sakit akibat menghantam tanah dengan keras. Seketika dua kubang raksasa tercipta yang menampilkan pria dan wanita meringkuk kesakitan.


Darah-darah merah pun bercucuran yang mengubah tanah menjadi berwarna. Selain itu, rambatan petir juga terlihat di sayap lebar keduanya. Warna ungu kehitaman itu tampak menyala dengan sesekali mengeluarkan kilat yang membuat orang lain mengerti bahwa itu menyakitkan.


"TIDAK!! APA YANG KAU LAKUKAN-AKHH" Pekiknya yang lalu terkena bola petir seukuran dua bola basket hingga terhempas ke tanah dengan keras.


BAMM..!!


Xing Shi jatuh terlentang. Ia kemudian mengeluarkan seteguk darah beberapa kali. Xing Shi menatap Naga ungu Surgawi dengan sangat benci. Tatapannya begitu marah.


Napasnya menggebu-gebu. Naga ungu Surgawi yang masih melayang-layang hanya menanggapinya dengan senyuman sinis. Wajahnya terlihat menakutkan saat tersenyum, ditambah cahaya-cahaya petir yang sesekali menerangi wajah dan tubuhnya membuat hewan itu kian mengerikan.


"Bagaimana... Sudah dewa ini katakan, menyerahlah... lalu dewa ini akan dengan senang hati melepaskan kedua saudaramu.."


Urat-urat leher Xing Shi sedikit menonjol. Rahangnya juga ikut mengeras sampai dua bagian giginya bergesekan. Matanya yang indah menatap Naga serba ungu itu dengan tajam. Ia lalu berkata dingin.


"Tidak akan pernah hewan terkutuk..! Naga Ungu Surgawi.. Aku tidak bodoh! Jangan kau pikir aku tidak tahu tentang apa yang akan kau lakukan kepada dunia dewa..!"


Naga ungu Surgawi tertawa terbahak-bahak. Ia percaya sekarang, bahwa kedua perempuan itu mirip. Mata merahnya menyala seperti kehilangan akal sehat.


...______________________...


...🍁[Bersambung... ]🍁...


...………………………………………………...


...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...

__ADS_1


...See U~...


...-Marionatte Rose-...


__ADS_2