
...………...
...Esok Harinya...
...………………...
"Kak, apa Kau yakin Shangguan Ren adalah penghianatnya?" Tanya Shangguan Shu kepada Shangguan Qingshui. Mereka berdua tampak berjalan disekitar taman sembari berbincang ringan sejak matahari terbit.
"Hah... Shu, bukankah Kau telah melihat rekaman kemarin? Kenapa bertanya lagi?" Tanya balik Shangguan Qingshui merasa heran.
"Ya... memang, tapi begini kakak.." Tiba-tiba pria ini berhenti berjalan dan menatap saudara laki-lakinya dengan rumit.
"Hah... Bagaimana jika itu palsu, maksudku ada orang yang menyamar menjadi Shangguan Ren. Bagaimana jika begitu?" Tuturnya menaikkan salah satu alis. Dia sebenarnya ragu jika pelakunya adalah Shangguan Ren, walaupun tidak dekat, setidaknya Ia tahu tipe orang macam apa pria itu.
Shangguan Qingshui menghela napas panjang, "Itu mungkin saja adik. Tapi... karena kebenarannya masih belum dipastikan, kita perlu menyelidikinya secara diam-diam. Mungkin saja musuh sengaja menyamar jika apa yang kau katakan benar. Dan lagi, semua keputusan akhir masih ada ditangan Ayah... jadi yah... begitulah"
"Hm... Begitu rumit. Didalam rekaman memang Shangguan Ren terlihat mencari informasi mengenai benda 'itu'... Tapi, tidak menunjukkan bahwa Ia berkolusi dengan 'mereka'. Jadi, menurutmu bagaimana Kak?"
Shangguan Qingshui mengerjapkan matanya berulang kali, berharap ini nyata. Ia lalu menatap adiknya dengan penuh selidik.
"Shu, sejak kapan Kau begitu pintar. Ini... ini tidak benar, biasanya Kau adalah pria yang bodoh dan hanya tahu tentang bermain.." Tanyanya bingung dengan nada yang menjengkelkan bagi pria yang ditanya.
Shangguan Shu memutar bola matanya enggan, penuh kemalasan, "Oh, ayolah kak! Aku tidak bodoh! Aku hanya malas berpikir saja! dan tolong jangan menghinaku lagi!! Tck!" Pria ini kemudian memalingkan wajahnya dengan raut kesal. Sesekali Ia juga akan mencibir karena jengkel.
Shangguan Qingshui hanya mengangguk-angguk, seolah berkata terserah saja. Seperti itu. Kemudian, pria ini menoleh kesamping. Terdapat dua sosok yang masuk kedalam matanya. Ia mengernyit, lalu menghampiri keduanya.
"Yue'er, sedang apa Kau disini...?" Tanya Shangguan Qingshui tersenyum yang kemudian menggendong anaknya dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan gadis kecil itu- Shangguan Yue tersentak kaget. Tapi, itu tidak berlangsung lama. Seketika wajahnya menjadi berseri-seri.
"Ayah!!" Ujarnya sedikit berteriak lalu memeluk leher Shangguan Qingshui. Terlihat menggemaskan memang.
"Ayah disini, ada apa? Kenapa tumben sekali putri kecil ayah bangun pagi Hem..?" Shangguan Yue cengengesan. Ia lalu menatap Zhu Lian yang sudah bersamanya sejak tadi dengan tatapan memohon.
"Salam Paman" Ucapnya seraya memberikan hormat.
"Iya, salam mu Saya terima."
"Begini paman, Saya ingin mengajak Yue Yue bermain dikediaman saya. Kebetulan, di kota juga sedang diadakan festival kuliner. Apakah... boleh?" Tanyanya sedikit takut walaupun pria tersebut adalah ayah mertuanya.
"Hm, tidak masalah tapi... Yue'er perlu membawa beberapa penjaga. Takutnya akan ada yang berniat buruk kepada Yue'er"
"Baiklah, Ayah! Jadi, apakah boleh?" Tanya gadis mungil itu bersemangat.
"Tentu saja. Nanti kita akan bertemu lagi saat hari pertunangan Kakakmu, Mengerti?"
"Baik Ayah!" Kemudian, Shangguan Qingshui menurunkan anaknya.
"Bagus, Zhu Lian jaga Yue'er baik-baik. Jangan sampai Aku melihatnya terluka bila kembali"
"Iya paman" Jawab perempuan itu sedikit canggung.
.
.
.
"Kak! Apa kita berangkat sekarang?"
Zhu Lian terkekeh kecil. Ia hanya mengiyakan seraya mengelus rambut adik iparnya dengan gemas.
"Hehe, Rong Hua apa Kau ingin ikut? Di sana akan ada banyak makanan Kau tahu" Tawar Shangguan Yue kepada teman barunya yang saat ini tengah menciptakan banyak bunga di sekitar kediaman gadis mungil itu.
Peri itu sedikit berteriak, "Iya! Aku ingin ikut! Sebentar, tunggu beberapa detik lagi yah!"
Shangguan Yue mengangguk-angguk. Sedangkan untuk Zhu Lian, Ia tampak sedikit penasaran.
"Yue Yue, sejak kapan Kau memiliki teman? Dan lagi itu peri? Apa dia kuat?" Tanya perempuan itu beruntun sembari mengemil camilan buatannya.
__ADS_1
Gadis mungil ini hanya berkacak pinggang, dengan pandangan sedikit sombong Ia membalas, "Hm... Tentu saja kakak ipar! Bagaimana? Bukankah hebat? akhirnya Yue Yue punya teman! Dia juga kuat!"
Zhu Lian terkekeh geli, "Iya iya, itu begitu hebat. Tapi jangan sampai melupakan kakak iparmu yang cantik ini. Bagaimana jika Yue Yue terus bermain dengan peri Rong Hua itu dan melupakan Kakak... Bukankah Kakak Zhu akan kesepian.. humm~" Ujarnya sedikit mendramatisir keadaan.
Dengan polosnya Shangguan Yue hanya menepuk-nepuk pundak Zhu Lian, "Tidak perlu khawatir Kak! Yue Yue juga akan bermain dengan kakak!! Yue Yue juga tidak akan membuat Kakak Zhu kesepian. Yakinlah~"
Dengan gemas, Zhu Lian mencubit pipi adik iparnya, "Uh~ Adik ipar masa depan Kakak Zhu begitu baik. Sangat baik! Haha"
"Shanggu! Aku telah selesai, mari berangkat!"
Mendengar namanya dipanggil dengan aneh, Shangguan Yue mengernyit.
"Namaku Shangguan Yue... Kau bisa memanggilku Yue, kalau Shanggu... Itu agak aneh.."
"Cih! Aku akan tetap memanggilmu Shanggu, itu lebih baik entah kenapa...?" Balasnya juga ikut mengernyit.
"Hah..?" Shangguan Yue merasa aneh dengan teman barunya ini. Tapi lupakan saja. Saat ini Ia lebih bersemangat untuk pergi dan mencoba berbagai makanan di sana.
"Baiklah, mari berangkat!" Ujar Zhu Lian berdiri dari tempat duduknya.
Akhirnya, mereka pergi menuju kota teratai, tempat tinggal keluarga Zhu. Sedangkan Keluarga ini sendiri adalah Keluarga kelas satu yang masih berada dibawah kekuasaan Keluarga Shangguan. Beruntung bagi keluarga itu dapat bersanding dengan cucu seorang patriark Keluarga Shangguan.
Mereka menggunakan kereta kuda. Sebenarnya mereka bisa saja menggunakan portal antar kota, hanya saja ini merupakan permintaan Shangguan Yue yang ingin melihat pemandangan sekitar. Jadi, Zhu Lian dan Rong Hua hanya menyetujuinya saja. Bagaimanapun yang kecil lebih baik didahulukan. Pikir keduanya.
"Kak! Lihatlah! Banyak bunga persik yang bermekaran!"
"Haha, benar. Namanya juga hutan persik, tentu saja banyak pohon persik disini"
"Hem, hanya bunga kecil. Aku juga dapat membuatnya" Ujar Rong Hua sombong. Seketika ditangannya muncul aliran udara berwarna pink yang kian lama kian memadat hingga membentuk bunga persik.
"Wah Rong Hua memang hebat!"
"Hum hum! Tentu saja!"
Setelah beberapa jam melewati hutan persik, mereka akhirnya sampai didepan sebuah gerbang berukuran besar yang tidak lain adalah gerbang Kota Teratai.
Setelah singgah untuk sementara waktu di kediaman keluarga Zhu, Shangguan Yue akhirnya bisa menikmati makanan yang merupakan hal kesukaannya.
"Kak! Apa ini? Baunya sangat harum!" Tanya Shangguan Yue. Sedangkan, Rong Hua. Peri itu tampak meneteskan air liur saat melihat ikan yang entah Ia tidak tahu namanya dipanggang.
"Haha, ini namanya tuna bakar. Tuna sendiri yang dipakai adalah tuna roh terumbu. Ini sangat enak, cicipi lah!"
"Emm~ enak!"
Setelah menghabiskan waktu setengah hari lebih, pada akhirnya acara makan besar Shangguan Yue selesai. Gadis mungil itu tampak mengantuk saat ingin pergi menuju kediamannya yang telah disiapkan oleh keluarga Zhu.
"Kak~ Aku tidur dulu ya~ Hoam..!" Matanya yang setengah terbuka terlihat menggemaskan.
"Hm, baiklah. Tidur yang nyenyak" Balas Zhu Lian tersenyum manis.
Kemudian, Shangguan Yue masuk kedalam kamarnya yang sangat mewah dengan Rong Hua mengikuti.
"Baiklah selamat tidur Rong Rong"
"Selamat tidur juga Shanggu"
Detik berikutnya, Shangguan Yue terlelap dengan cepat di atas ranjangnya dengan Rong Hua berada di sebelah kanan. Kedua sosok berbeda ukuran tubuh akhirnya melayang menuju alam mimpi yang teramat indah.
Tapi, keduanya tidak tahu bahwa sedari awal mereka terus dipantau oleh seseorang. Niat baik ataukah buruk?
Sosok itu tampak tersenyum sinis, "Bawa mereka sekarang!" Titahnya.
Seketika, orang dibelakangnya menghilang dan detik berikutnya, Shangguan Yue dan Rong Hua tidak ada lagi di kamar. Mereka saat ini telah dibawa entah kemana oleh sosok yang tidak diketahui itu.
Sosok tersebut berada di balik awan, Ia hanya memiringkan bibirnya seolah semua rencananya telah selesai.
"Para penjaga itu tidak akan tahu bahwa nonanya telah menghilang. Sungguh ironis~ Hahahaha!"
.
__ADS_1
.
.
Disebuah ruangan dengan benda serba gelap. Di sana, telah duduk beberapa tokoh. Namun, yang paling mencolok adalah sosok yang berada di singgasana paling tinggi dan megah. Pria itu tampak mengeluarkan aura dominasi yang besar dan begitu menekan.
Dengan tangan memangku wajah, pria itu lalu berkata, "Bagaimana? Apakah telah selesai?" Tanyanya. Tampak, bila dilihat kembali. Pria tersebut mengenakan jubah hitam dengan sulaman Semanggi berwarna oranye sebagai ciri khas. Ia begitu dingin dan dingin. Di belakangnya juga terdapat beberapa sosok berjubah hitam namun dengan warna Semanggi yang berbeda.
Sedangkan, orang-orang yang tidak termasuk, dalam artian bukan pengguna jubah bersulam Semanggi hanya bisa meneguk saliva nya kasar. Mereka sangat gugup hingga mengucurkan keringat dingin disetiap inci tubuh.
Bagi mereka, bertarung dengan musuh bebuyutan lebih baik daripada harus berada di satu ruangan dengan sekumpulan sosok berjubah hitam. Sangat menakutkan. Pikir mereka mengeluh.
Dengan terbata-bata, sesosok pria muda berpakaian biru gelap menjawab, "Tu-tuan. Kam-Kami telah ber-berhasil men-menculiknya. La-lalu Ap-Apa yang har-us kami lak-lakukan?"
Pria berjubah hitam dengan sulaman Semanggi oranye mengangguk-angguk. Lalu, Ia berdiri dari singgasananya. Secara perlahan, Ia berjalan turun menuju pria dengan pakaian biru gelap.
Bibirnya tertarik, tampak mengerikan layaknya senyuman iblis. Pria itu lalu sedikit menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Sang Penjawab dengan jelas.
"Oh, hei... tidak perlu se gugup itu. Lihatlah, kau berkeringat dingin. Ini... Apa merasa nyaman?" Tanyanya dengan suara rendah dan nada sinis.
Pria berpakaian biru tua hanya bisa gemetar merasa takut dengan aura pria itu karena terdapat perbedaan ranah antara keduanya.
Pria Semanggi oranye tersenyum miring, matanya memancarkan perasaan remeh yang teramat dalam. Lalu, Ia menutupi mulutnya dengan enggan.
"Pfft- AHAHAHAHAHA!" Ia mulai tertawa layaknya orang gila. Bahkan, sekumpulan sosok berjubah hitam lainnya pun ikut tertawa. Merasa bahwa ini sangatlah lucu bagi mereka dan sangat menyenangkan untuk menindas yang lebih lemah.
Tokoh-tokoh yang hadir di ruangan tersebut juga ikut gemetar karena merinding dengan suara tawa yang dikeluarkan oleh sosok berjubah hitam tersebut. Rasanya, mereka seperti berada di ujung jurang dengan dibawahnya adalah lautan api yang teramat panas. Sulit dibayangkan.
"HAHAHAHA.. Ha... Ha... Lupakan, tidak perlu gugup seperti itu. Asalkan... tidak mengangkat wajah kalian didepan kami... Nyawa kalian... akan selamat, haha!"
"Huh! dasar makhluk rendahan!" Gumamnya namun dapat didengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
Kemudian, pria ini duduk kembali di singgasananya. Ia menyilang kan kaki dengan tangan menumpu wajah.
"Rencana selanjutnya... Ini sangatlah mudah..!"
Tokoh-tokoh yang duduk di kursi bagian bawah sedikit kebingungan, tapi tetap mendengarkan perintah pria itu. Mereka tampak membuka telinga masing-masing agar tidak salah dengar yang dapat mengakibatkan kematian.
Pria ini tersenyum sinis, "Serang lah daerah kekuasaan Keluarga Shangguan. Termasuk kediaman utama Keluarga itu dan juga... kediaman keluarga Zhu. Hanya itu saja, mudah bukan?"
Mereka yang mendengar tidak tahu harus menangis atau tertawa. Ini... rasanya ini seperti mereka sedang menantang kekaisaran, jika salah sedikit saja bukankah akan mati? Tidak tidak. Jika mereka mengikuti perintah akan mati, tapi, jika tidak mengikuti perintah juga akan mati. Bukankah mereka seperti tengah terjebak diantara dua harimau? Sialnya lagi ini Keluarga Shangguan. Sungguh mencari kematian. Pikir mereka lagi-lagi mengeluh.
Dengan enggan, mereka menjawab sembari memberi hormat.
"Siap laksanakan Tuan!"
…………………………
Fyi, Memberi hormat disini bukan seperti saat upacara loh yah...
Itu semacam, memegang tinjunya, atau menyatukan dua kepalan tangan.
Kalian kalau pernah melihat film kekaisaran Cina pasti mengerti.
Okay~ It's just for your information, if you don't understand about 'memberi hormat'
...____________________...
...🌙[Bersambung... ]🌙...
...…………………………………………...
...Readers~ Jangan lupa like dan komennya~...
...It's easy guys~...
...See U~...
...-Marionatte Rose-...
__ADS_1